NovelToon NovelToon
Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Penjara Emas Untuk Ratu Instagram

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Crazy Rich/Konglomerat / Angst
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Newbee

Riven Daylon Chamron adalah pria yang memiliki segalanya. Terlahir sebagai putra sulung Thomas Chamron dan Hellary Chamron, ia tumbuh di tengah kemewahan, kekuasaan, dan lingkaran pergaulan elit yang membuat namanya dikenal di banyak kalangan.

Namun, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh dunia bisnis, kekuasaan, ataupun pendidikan terbaik yang pernah ia terima: cinta.

Angelina Angie, seorang gadis yang terlihat polos dan pekerja keras demi mencapai impiannya mampu meluluhkan hati Riven.

Namun, saat perasaannya semakin dalam, Riven mulai menyadari bahwa wanita yang dicintainya mungkin tidak mencintainya dengan alasan yang sama.

Angelina Angie yang tak memiliki apapun tak membawa apapun hingga akhirnya menjadi Ratu Instagram berkat Riven, ternyata memiliki kehidupan yang penuh kontroversi. Di balik senyumnya yang memikat, tersimpan ambisi, drama, intrik, serta rahasia yang tak di ketahui.

Sebuah kisah tentang cinta, pengkhianatan, ambisi, dan harga yang harus dibayar ketika seorang pewaris konglomerat jatuh hati pada wanita yang salah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Newbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 6

“Aku ke toilet sebentar,” ujar Riven sambil bangkit dari kursinya.

“Paling ujung koridor,” sahut Jack sembari menunjuk ke arah lorong.

Riven mengangguk singkat. “Oke.”

Setelah itu ia berjalan meninggalkan meja, sementara teman-temannya kembali tenggelam dalam obrolan yang tak pernah ada habisnya.

Terutama mengenai perjodohan yang sebentar lagi akan dijalani Gavin.

“Aku sudah bilang berkali-kali, aku tidak suka perjodohan,” gerutu Gavin. “Aku akan mencari calon istriku sendiri.”

“Oh, tentu saja,” sahut Kenzio sambil menahan tawa. “Sama seperti saat kau kabur dari rumah demi mengejar mantan pacarmu itu?”

Meja langsung riuh.

“Jangan mulai.” Gavin menggerutu.

“Bagaimana bisa kami tidak mengingatnya?” timpal Zayn. “Orang tuamu sampai mengerahkan belasan pengawal hanya untuk membawamu pulang.”

“Lalu setelah semua drama itu…” Jack menyeringai lebar. “Wanita yang katanya cinta sehidup semati itu malah berusaha mendekati Riven.”

“Hahaha!”

Ledakan tawa memenuhi ruangan.

Wajah Gavriel langsung menggelap.

“Kalian semua memang tidak punya hati.”

“Bukan begitu,” jawab Kenzi santai. “Kami hanya menghargai sejarah.”

“Pergi kalian semua.” Gavin melempar kacang almond ke arah Kenzio.

Tawa kembali pecah.

Sementara itu, Riven telah sampai di area toilet. Menyelesaikan urusannya dan berhenti di depan wastafel, ia berdiri sejenak menatap pantulan dirinya pada cermin besar yang membentang di dinding. Dengan gerakan santai, ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan.

Lampu-lampu hangat di sepanjang koridor memantulkan sosoknya dengan jelas.

Tinggi.

Tegap.

Tenang.

Aura seorang pria yang terbiasa berada di puncak.

Setelah merasa cukup rapi, Riven melangkah keluar dari area toilet untuk kembali bergabung dengan teman-temannya.

Namun baru beberapa langkah meninggalkan koridor, dan berbelok keluar dari koridor, sebuah tubuh kecil tiba-tiba menabraknya dari arah berlawanan.

“Bruk!”

Benturan itu tak terelakkan lagi dan terjadi begitu cepat.

Refleks, Riven segera mengulurkan tangan dan menahan tubuh gadis tersebut sebelum terjatuh.

Sayangnya, gelas kopi yang berada di tangan gadis itu tak sempat terselamatkan. Cairan berwarna cokelat itu tumpah seketika. Membasahi hampir seluruh bagian depan kemeja Riven.

“Astaga!” Gadis itu membelalak panik.

“Maaf! Maaf sekali! Aku benar-benar tidak sengaja!”

Ia buru-buru mundur setengah langkah sambil menatap pakaian Riven yang kini dipenuhi noda kopi.

“Aduh… bagaimana ini? Bajumu jadi basah semua.”

Riven menunduk sekilas.

Kemeja putihnya memang tak sampai rusak, namun kopi yang tumpah cukup banyak, membuat pakaiannya jelas tidak nyaman untuk dikenakan.

Riven mencoba membersihkannya dengan sapuan tangan, tetapi jelas tidak banyak membantu. Saat itulah pandangannya beralih kepada gadis di hadapannya.

Untuk sesaat, Riven terdiam.

Gadis itu mengenakan pakaian sederhana. Kaos putih polos berlengan pendek yang dipadukan dengan celana jeans biru muda. Tidak ada perhiasan mencolok. Tidak ada merek mewah yang dipamerkan.

Namun justru kesederhanaan itulah yang membuat kecantikannya terlihat begitu alami.

Rambut panjang hitam pekat tergerai hingga sampai punggungnya.

Wajahnya cantik sekaligus cerah yang menenangkan mata. Tubuhnya ramping dan proporsional. Dan saat ini, kedua matanya yang bening dipenuhi rasa bersalah sedang menatap Riven.

“Aku punya pakaian cadangan,” katanya buru-buru. “Hari ini sebenarnya aku ada jadwal bertemu seseorang untuk kerja sama menjadi model ku, terkait endorsement, jadi aku membawa beberapa sample pakaian.”

Tanpa menunggu jawaban, gadis itu langsung berlari menuju salah satu meja yang letaknya tak jauh dari sana.

Gerakannya ringan dan cepat.

Beberapa saat kemudian ia kembali dengan sebuah paper bag berukuran besar di tangannya. Napasnya sedikit terengah.

“Ini.” Ia menyodorkan paper bag tersebut kepada Riven.

“Silakan pakai yang ini dulu. Sepertinya ukurannya cukup besar.”

Riven melirik isi kantong itu. Satu set pakaian baru yang masih baru dan terlipat rapi.

“Aku akan menunggu di sini,” lanjut gadis itu cepat. “Nanti baju yang kotor biar aku yang urus. Aku harus bertanggung jawab.”

Sejak awal, Riven bahkan belum banyak bicara, tak ada satu katapun keluar dari mulutnya. Ia hanya memperhatikan wanita di depannya yang terus bergerak ke sana kemari, berusaha menyelesaikan masalah yang baru saja terjadi.

Seolah seluruh dunia akan runtuh jika ia tidak bertanggung jawab.

“Tolong… maafkan aku.” Kali ini suaranya terdengar jauh lebih pelan. Kedua tangannya bertaut di depan dada. Tatapan memohon terpancar jelas dari wajah cantiknya. Ia terlihat begitu bersalah hingga hampir seperti seseorang yang akan menangis.

Riven menatapnya beberapa detik. Jemari-jemari lentik gadis itu terus bergerak lembut saling tertaut. Lalu tanpa sadar sudut bibirnya bergerak tipis.

“Hmm.” Ia menerima paper bag tersebut. “Baiklah.”

Mata gadis itu langsung berbinar.

“Benarkah?”

Riven mengangguk singkat. “Aku akan melihatnya dulu.”

“Terima kasih.” Kata wanita itu.

Setelah itu Riven berbalik dan kembali memasuki area toilet.

Sementara gadis itu tetap berdiri di luar, menunggu dengan perasaan cemas.

Di dalam toilet, Riven membuka paper bag yang diberikan oleh gadis tadi. Di dalamnya terdapat satu set pakaian yang masih baru dan terlipat rapi. Ia mengangkat kemeja tersebut dan mengamatinya sekilas sebelum mulai mengganti pakaiannya yang terkena noda kopi.

Beberapa menit kemudian, Riven selesai dan berdiri di depan cermin. Tatapannya menyapu pantulan dirinya. Kemeja hitam itu ternyata pas di tubuhnya. Celananya pun pas dengan ukurannya.

Semuanya, sangat pas. Seolah pakaian tersebut memang dibuat khusus untuk ukuran tubuhnya.

Potongannya mengikuti garis bahu dan dadanya dengan sempurna, sementara warna hitam pekat semakin menonjolkan karisma dewasa yang dimilikinya kontras dengan kulit putihnya.

Untuk sesaat, bahkan Riven sendiri sedikit terkejut. Pria itu cukup rewel untuk ukuran celana panjang yang ia gunakan setiap hari. Jarang sekali ia menemukan pakaian siap pakai yang cocok tanpa perlu penyesuaian terlebih dahulu.

Setelah merapikan kerah dan lengan bajunya, ia memasukkan setelan pakaian lamanya yang kotor ke dalam paper bag.

Tak lama kemudian, Riven keluar dari toilet sambil menenteng kantong tersebut.

Gadis itu masih berada di tempat yang sama. Sejak tadi ia tampak menunggu dengan gelisah.

Begitu melihat Riven muncul, wajahnya langsung menunjukkan kelegaan yang tak bisa disembunyikan.

Riven menghentikan langkahnya dan berdiri hadapan gadis tersebut.

“Ukurannya pas,” katanya singkat sambil membenarkan kerah kemejanya. “Aku akan memakainya untuk malam ini.” Kata Riven canggung.

Gadis itu mengembuskan napas lega.

“Syukurlah.” Ekspresi panik yang sejak tadi menghiasi wajahnya perlahan menghilang.

“Maaf sekali atas kejadian tadi,” ucapnya tulus. “Aku akan mengganti rugi pakaianmu.”

Tanpa menunggu jawaban, gadis itu segera mengambil paper bag yang berada di tangan Riven.

“Sebenarnya tidak perlu,” ujar Riven tenang. “Aku bisa membawanya pulang dan mengirimkannya ke penatu sendiri.”

“Tidak apa-apa.” Jawaban gadis itu datang nyaris tanpa jeda.

“Aku yang menyebabkan semuanya terjadi. Jadi aku yang harus bertanggung jawab.”

Gadis itu segera memeluk paper bag tersebut erat-erat. Seolah takut orang lain akan mengambilnya.

“Besok pagi aku akan mengembalikannya ke sini setelah selesai dicuci dan dirapikan. Aku melihatmu satu meja dan mengobrol santai dengan pemilik kafe tadi. Kalian terlihat cukup dekat. Jadi ku pikir kalian pasti sahabat.”

Riven mengangkat sebelah alis.

“Begitu?”

Gadis itu mengangguk.

“Jadi aku bisa menitipkannya melalui beliau.”

Riven memperhatikannya beberapa detik.

Entah kenapa, ia merasa gadis di depannya begitu lugas dan percaya diri. Namun melihat kesungguhannya, ia memilih untuk tidak berdebat lebih jauh.

“Terserah,” ujarnya akhirnya. “Kalau itu membuatmu merasa lebih tenang.”

Senyum kecil langsung muncul di wajah gadis itu.

“Terima kasih.”

Riven hanya mengangguk singkat. Kemudian ia berbalik dan berjalan meninggalkan koridor tersebut.

Sementara gadis itu tetap berdiri di tempatnya, memeluk paper bag berisi pakaian Riven dengan perasaan lega.

Bersambung

1
Hanima
Lanjut Rivvv
Hanima
😍😍
evanindia
paham, paham tpi d blkang lain lagii nihh c angie....
evanindia
iya wajar klo loyal am adek sndri mh....
act service riven bnr² bkin meleyott wkw
btw angie mau k rumah tmn yg mana yaa ??
afifah
Seru
evanindia
panggilan utk kaka.a luar biasa nii elana 😄
nah kan ditnyain kmu kenapa blum ke kantor
wiliss
salting kk?
wiliss
😅😅
wiliss
perhatian bgt ya riv...
Rudy satria
nama "musang"begitu cocok untuk riven emak kelakuannya kaya musang🤣🤣🤣
Rahmat Soiku: bls apaan sih g terbaca dilayar hp
total 11 replies
Rudy satria
antara Maruk dan rakus beda dikit ya Riv,tapi entah kenapa dari awal nggk respek Ama pasangan yang satu ini,bang author bisa nggk sih di ganti alurnya tentang Gavin dengan cwe yang di jodohkan 😔😓
evanindia: wow baru tau gue sejak kapan dy ilang arah 🤣
total 26 replies
Rudy satria
boleh nggk si bilang" KAMU ITU MURAHAN RIF DUAKALI KETEMU DI RAYU DIKIT LANGSUNG BILANG SAYANG" kesel aku😓
afifah: aku mengakak so hard denger kata murahan🙏🤣
murahan itu kalau gonta ganti pasangan terus cowo nya mokondo miskin . ini gentle gini dikata murahan. tolong ya allah lulusan apa kak sskolahnya? 🙏🙏🙏
lagi pula ini cerita tidak tahu alurnya di percepat atau nggak. terus kalau boleh tanya kenapa lama kelamaan komenn nya nggak nyambung dan nggak mutu? nggak berdasar 🥲
total 4 replies
wiliss
merasa di cintai bgt sm riven aku klo jd angie
wiliss
😋😘😘😘😘
wiliss
gk papaa bang santae aja
Hanima
Lanjuttt
evanindia
Riven kerja² jgn kokopan trus am angie 🙊🙊
evanindia
ps tmen q juga samaa wehh 0 4x 😵😵😵
Hanima
🔥🔥
Hanima
Lanjut Akak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!