NovelToon NovelToon
Rahasia Yang Kau Bawa

Rahasia Yang Kau Bawa

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Bad Boy / Cintamanis
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Keisha lari membawa rahasia hidupnya. Lima tahun ia bersembunyi, berpikir tak ada yang akan tahu. Tapi Arsen tidak pernah berhenti mencari. Ketika mereka bertemu kembali, dunia Keisha gemetar. Pria itu datang bukan untuk membenci, tapi untuk menuntut haknya sebagai seorang ayah dan ingin memiliki Keisha sepenuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERANG TERAKHIR

Mobil Arsen melaju kencang bagaikan kilat membelah malam Jakarta. Waktu terasa berjalan sangat lambat, namun detak jantungnya berpacu sangat cepat.

Di dalam mobil, aura Arsen sudah berubah total. Bukan lagi aura suami yang cemburu, bukan lagi aura pengusaha yang kaya raya. Yang ada sekarang hanyalah aura pemburu yang siap membunuh atau terbunuh demi keluarganya.

Tangannya mencengkeram setir begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Matanya tajam menatap jalanan kosong di depannya.

"Tahan ya... Tahan sebentar lagi Papa datang," bisiknya parau, air mata jatuh membasahi pipi pria tangguh itu. "Kalau ada satu rambut saja yang rontok dari kepala kalian... aku pastikan Kevin tidak akan bisa melihat matahari terbit besok pagi."

 

Di dalam gudang tua yang gelap dan lembap...

Suasana mencekam sekali. Kevin duduk santai di atas peti kayu, sementara di sudut ruangan, Keisha duduk bersandar di dinding dengan tangan diikat erat menggunakan tali tambang. Wajahnya bengkak, matanya merah sembab, dan bibirnya terluka karena terbentur saat diseret tadi.

Di pangkuannya, Leo tertidur karena kelelahan menangis dan ketakutan. Tubuh kecil itu menggigil kedinginan.

"Kenapa... kenapa kamu jahat banget sih, Vin?" suara Keisha bergetar pelan, memecahkan keheningan yang mencekam. "Apa salah kami sama kamu? Apa salah Leo yang masih kecil ini?"

Kevin tersenyum miring, matanya berkilat aneh di bawah cahaya lampu bohlam tunggal yang bergoyang-goyang.

"Salah kalian? Kalian tidak salah, Sha. Kalian cuma... berada di posisi yang salah. Kalau saja kalian tidak lahir, kalau saja Arsen tidak mencampakkan aku dan keluargaku... hidup pasti indah kan?"

Kevin berdiri dan berjalan mendekati Keisha, lalu berjongkok di hadapannya. Tangannya kasar mencengkeram dagu gadis itu, memaksanya menatap matanya.

"Dengar ya, Sayang. Aku tidak jahat. Aku cuma ingin keadilan. Arsen yang mengambil segalanya dari Ayahku. Maka sekarang... giliranku mengambil segalanya dari dia. Termasuk kamu."

"AKU BUKAN BARANG YANG BISA DIAMBIL-AMBIL!" bentak Keisha sekuat tenaga, lalu meludahi wajah Kevin.

BYUR!

Wajah Kevin basah. Senyumnya hilang seketika. Matanya memancarkan kemarahan yang luar biasa.

"OOHH JADI KAU BERANI YA?!" Kevin menampar pipi Keisha dengan sangat keras hingga gadis itu terhuyung ke samping dan jatuh terlentang.

PLAK!!

Suara tamparan itu keras sekali bergema di ruangan kosong itu.

"MAAMA!!" Leo terbangun kaget dan langsung menangis melihat ibunya disakiti. "JANGAN SAKITI MAMA SAYA! ANAJING! ANAJING!"

Kevin menatap Leo dengan tatapan membunuh. "Diam kau bocah sialan! Kalau berisik lagi aku tikam kau!"

Keisha langsung memeluk anaknya erat-erat, melindunginya dengan tubuhnya sendiri sambil menangis tersedu-sedu. "JANGAN! JANGAN SAKITI ANAKKU! AKU MOHON! PUKUL AKU SAJA! BUNUH AKU SAJA!"

"Tenang saja... kalian akan mati bersama-sama kok. Setelah Arsen datang dan melihat betapa menyedihkannya kalian... baru aku habisi nyawa kalian satu per satu," bisik Kevin jahat.

 

Tiba-tiba...

BRAAKK!!

Pintu besar gudang itu didobrak terbuka lebar dari luar!

Cahaya lampu mobil yang sangat terang menyinari seluruh ruangan, membuat mata semua orang silau.

Dan di balik cahaya itu, muncul sosok tinggi besar yang berjalan perlahan mendekat. Aura marah dan darah yang menguar dari tubuh itu begitu pekat hingga membuat udara terasa panas.

"KEVINNNN!!"

Suara teriakan itu bukan teriakan biasa, itu teriakan yang keluar dari dasar hati yang paling dalam, penuh amarah dan dendam.

Arsen berjalan masuk. Wajahnya gelap, matanya merah menyala, napasnya memburu. Dia melihat istrinya terikat dan menangis, dia melihat anaknya ketakutan, dan dia melihat Kevin yang berdiri dengan wajah sombong.

"LEPASKAN MEREKA!!" bentak Arsen, suaranya menggelegar membuat dinding gudang seakan bergetar.

Kevin tertawa terbahak-bahak, lalu mengeluarkan sebuah pisau belati besar dari balik jaketnya dan menempelkannya tepat di leher Keisha!

"JANGAN MAJU SELANGKAH PUN! ATAU SAYA SELAHKAN LEHERNYA SEKARANG JUGA!" teriak Kevin panik tapi tetap berusaha terlihat garang.

Arsen berhenti tepat di tengah ruangan. Tangannya mengepal kuat-kuat. Jantungnya rasanya mau copot melihat pisau tajam itu menempel di leher manis istrinya.

"Vin... tolong... jangan," suara Keisha terisak, menatap Arsen dengan mata penuh air mata. "Lari... Arsen lari... dia gila..."

"AKU TIDAK AKAN LARI! AKU TIDAK AKAN PERGI TANPA KALIAN!" teriak Arsen tak bergeming.

Arsen lalu menatap Kevin tajam. "Kau mau aku kan?! Kau mau dendam sama aku kan?! Kenapa libur wanita dan anak kecil?! Lepaskan mereka! Lawan aku satu lawan satu! Cowok mana yang berani ngancurin orang lemah?!"

"JANGAN AJARIN AKU CARA BERPERANG, ARSEN!" bentak Kevin, pisau itu makin menekan leher Keisha hingga muncul goresan merah kecil dan darah mulai menetes.

"ARGHHHH!!" Arsen menjerit marah melihat darah di leher istrinya. "OKE! OKE! AKU TARUH SENJATA! AKU TARUH SEMUANYA!"

Arsen perlahan mengeluarkan pistol dari pinggangnya (iya, dia bawa karena tahu musuhnya gila), lalu melemparkannya jauh ke sudut ruangan.

"SEKARANG LEPASKAN MEREKA! GANTI AKU YANG JADI TAWANANMU!" tawar Arsen tegas.

Kevin tersenyum licik. "Bagus. Pintar. Maju perlahan! Angkat tangan!"

Arsen maju perlahan. Jantungnya berdegup kencang. Saat dia sudah cukup dekat, Kevin menendang kaki Keisha menjauh, lalu menarik Arsen dan mengarahkan pisau ke leher Arsen sekarang.

"HAHAHA! AKU MENANG! AKU YANG PEGANG KENDALI SEKARANG!" teriak Kevin histeris.

Keisha yang terdorong menjauh langsung merangkak memeluk Leo menangis. "Arsen!!"

"Sha... bawa Leo lari... cepat..." bisik Arsen pelan, matanya memberi kode pada istrinya.

Kevin tidak sadar, bahwa saat dia memusatkan perhatiannya ke leher Arsen, tangan Arsen diam-diam sudah merogoh saku celananya dan mengambil pisau lipat kecil yang selalu dia bawa.

"Dengar ya Arsen... kau akan mati perlahan-lahan. Aku akan potong jari-jari kamu satu per satu di depan mata istrimu..." bisik Kevin gila di telinga Arsen.

"Satu hal yang kau lupa, Kevin..." suara Arsen tiba-tiba berubah dingin dan tenang.

"Apa?!"

"JANGAN PERNAH MENYENTUH KELUARGAKU!"

SYUUUT!!

Dengan gerakan secepat kilat, Arsen menangkup tangan Kevin yang pegang pisau, lalu dengan tangan satunya dia menusukkan pisau lipat itu tepat ke lengan Kevin!

JRENG!!

"ARRGGHH!!" Kevin berteriak kesakitan, lengannya tergores dalam dan pisau di tangannya terlepas.

"SEKARANG KEISHA! LARI!!" teriak Arsen.

Keisha tidak berpikir dua kali. Dia menggendong Leo dan berlari sekencang-kencangnya keluar dari gudang itu menuju mobil Arsen sambil menangis histeris.

Di dalam gudang, perang habis-habisan terjadi!

BRUK!

Arsen mendorong Kevin keras hingga pria itu jatuh terpental. Arsen tidak memberi ampun. Dia menerjang tubuh Kevin dan mulai menghajar wajah itu bertubi-tubi!

BOK! BOK! BOK! BOK!

Pukulan demi pukulan mendarat di wajah Kevin. Hidung pecah, bibir pecah, mata memar. Arsen menghajarnya seperti orang gila, melampiaskan semua rasa takut, marah, dan sakit hati selama ini.

"INI BUAT NYAKITIN ISTRIKU! INI BUAT NAKUTIN ANAKKU! INI BUAT DENDAM KELUARGAKU! DAN INI... BUAT SEMUA YANG KAU LAKUIN PADA KAMI!"

Setiap kata diiringi pukulan yang makin keras dan mematikan. Wajah Kevin sudah hancur lebur, berlumuran darah, dan tidak berbentuk lagi.

Kevin sudah tidak bisa melawan. Dia hanya bisa meringkuk melindungi wajah sambil batuk darah.

Arsen berhenti sejenak, napasnya memburu, tangannya berdarah, wajahnya juga terluka. Dia berdiri menatap tubuh sekarat itu dengan tatapan dingin.

"Kau pikir kau bisa menang? Kau pikir kau bisa ambil apa yang jadi milikku?" desis Arsen pelan. "Kau salah besar. Aku adalah raja di wilayahku. Dan siapa pun yang berani mencuri makananku... akan aku hancurkan sampai ke akar-akarnya."

Tiba-tiba suara sirine polisi dan ambulans terdengar mendekat dari jauh. Ternyata saat dalam perjalanan tadi, Arsen sempat sembunyi-sembunyi menekan tombol darurat di ponselnya dan mengirim lokasi ke asistennya.

Kevin tersenyum getir sambil memuntahkan darah. "Kau... kau menang kali ini... tapi ingat... kebahagiaanmu tidak akan selamanya..."

" tutup mulutmu! Bawa dia masuk penjara dan biarkan dia membusuk di sana selamanya!" perintah Arsen pada petugas yang mulai berdatangan.

 

Arsen berjalan terhuyung-huyung keluar dari gudang itu. Tubuhnya lecet-lecet, wajahnya babak belur, tapi matanya langsung mencari satu hal saja.

Di depan mobil, Keisha berdiri mematung masih memeluk Leo yang sudah tertidur karena kelelahan. Mata mereka bertemu.

Air mata Arsen jatuh lagi. Dia berjalan mendekat dengan langkah berat.

"Sayang..."

Belum sempat dia berkata apa-apa, Keisha sudah menerjang ke dalam pelukannya. Mereka berpelukan erat, menangis bersama di bawah langit malam.

"Arsen... maafin aku... maafin aku udah gak percaya sama kamu... maafin aku udah bikin kamu susah..." isak Keisha di dada bidang itu.

Arsen mengelus rambut istrinya dan mencium keningnya berkali-kali, mengecup darah di lehernya dengan penuh sayang.

"Enggak... enggak salah kamu. Salah aku yang dulu raguin kamu. Salah aku yang bikin kamu merasa sendirian," bisik Arsen lembut. "Tapi sekarang semua sudah selesai. Musuh sudah kalah. Kita aman. Kita selamat."

Mereka berpelukan lama, merasakan kehangatan satu sama lain setelah melewati maut begitu dekat.

Badai terbesar sudah berlalu. Dan kali ini, ikatan cinta mereka menjadi jauh lebih kuat dari baja manapun.

1
Erna Wati
ayolah keisha masak kamu LBH percaya sama org lain dari pada suami mu buka mata kamu keisa KLO Kevin itu org jahat
wiwi: iyaa nih kak, padahal kan kita harus lebih percaya suami😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!