NovelToon NovelToon
CEO Bucin (Suami Bucinku)

CEO Bucin (Suami Bucinku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:493.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jesicca26

Tolong tinggalkan Like Dan comment yah ❤😍

Danny sudah memantapkan pilihannya pada Rose, gadis yang lebih mudah darinya. Rose sudah terlanjur hidup dalam gelapnya masa lalunya, begitu berhasil mendapatkan Rose, ada saja cobaan dalam hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesicca26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan Danny

Sebulan sudah Rose mulai menjalani aktifitasnya, dia mulai bisa mengontrol dirinya saat bertemu orang asing. Namun Rose belum diijinkan kembali bekerja, dia tau siapa yang mengaturnya, pasti Danny.

Nggak pernah seharipun Danny absen mengunjungi Rose, namun Rose nggak mau keluar menemuinya. Pada akhirnya Danny hanya akan mengobrol dengan orang rumah, dia selalu datang membawa makanan ataupun minuman-minuman herbal.

"Okey mulai hari ini lo gue panggal kaka ipar." seru Billy dengan kedua tangannya memegang donat

"Husss ditelan dulu makanan dimulutnya." tegur Ayu

"Tenang ma, belom ada kejadian orang keselek donat.." seru Billy dengan sombongnya lalu tiba-tiba dia terdiam. Wajahnya memucat, dia melepas donat dan memegangi lehernya. "Ohok.. ohok.." donat nyangkut dilehernya

"Tuh kann tuh kaann...." jerit Ayu

Danny langsung berdiri dan menepuk keras punggung Billy, potongan donat kemudian menyembur keluar diikuti nafas legah dari Billy.

"Nah kan apa mama bilang, dibilangin nggak percaya. Kualat kan lo..." cecar Ayu dengan kata-katanya yang kesal dengan tingkah Billy yang nyaris membahayakan nyawanya sendiri

Senyum melebar dimulut Billy, dia lalu merangkul Danny "Wahh emang lo pahlawan gue."

Danny hanya mencoba tersenyum tanpa berkomentar, dia masih belum terbiasa jika harus berbicara santai dengan Billy.

Dari dalam Rose menarik nafas legah, dia menyaksikan kejadian barusan. Rose bahkan nyaris berhambur keluar dan berniat memukuli adiknya yang suka berlaku sembrono, beruntung Danny dengan cepat menolong hingga dia nggak perlu keluar.

"Oh yah tante, saya harus segera pergi. Ada rapat penting diperusahaan, besok saya balik lagi." Danny mengakhiri percakapan lalu berdiri

"Oh iya.. iyaa.. makasih yah sudah datang berkunjung. Hati-hati dijalan."

Danny berjalan menuju mobilnya, pak Sam membukakan pintu mobil mempersilahkan masuk. Sebelum masuk Danny melihat ke jendela kamar Rose yang menghadap depan, dilihatnya sosok Rose sedang berdiri sambil melihatnya. Sadar pengintaiannya diketahui cepat-cepat Rose bersembunyi dibalik dinding. Senyum tipis menghiasi bibir Danny lalu masuk kedalam mobil.

"Pak, bapak Benny tadi menghubungi." kata Pak Sam ragu-ragu sambil melirik kespion

Danny menatap tajam menunjukkan ketidak tertarikannya.

"Pak Benny telfon hampir 20 kali." lanjut Pak Sam lagi masih dengan keraguan

"Apa yang dia katakan?"

"Malam ini diundang datang kepertemuan khusus pengusaha mudah, bapak bilang harus hadir sebagai pembicara."

"Yah sudah." kata Danny tanpa minat

Pak Sam membukakan pintu mobil untuk Danny begitu mereka sampai digedung perusahaan mereka, kedatangannya disambut tatapan kagum dari mayoritas pegawai wanita. Pengusaha sukses berumur 31 tahun dan masih lajang, sosok tampan Danny yang benar-benar berkarisma membuat kaum hawa tergila-gila. Langkah Danny diiringi tatapan kaum hawa daat menuju ke lift, begitu tiba didepan lift Danny disambut oleh seorang cewek berambut panjang memakai rok sedikit diatas lutut dan kemeja bunga.

"Slamat pagi." sapa cewek itu

"Slamat pagi, vany." balas sapa Danny dengan cara bicaranya yang tegas dan berwibawa "Ada apa kamu datang diperusahaan saya?"

"Ohh mungkin om Benny lupa bilang, kita berdua akan jadi rekan kerja. Jadi aku akan sering datang kesini, atau kalo kamu ada waktu kamu yang datang kekantor aku." jawab Stevany dengan senyuman penuh arti

Danny tersenyum singkat dengan raut wajah kesal "Sepertinya hal ini perlu dibicarakan dengan pak Benny dahulu, kamu nggak perlu naik keatas hari ini. Kerja sama kita bisa dilanjutkan setelah saya mengkonfirmasi hal ini dengan pak Benny." ucap Danny menekankan sebutan bapak karna dia merasa aneh seorang putri dari koleganya memanggil ayahnya dengan sebutan Om bukan Bapak.

Stevany nggak mau kalah, lebih tepatnya dia nggak mau dipermalukan karna semua pasang mata ditempat itu memperhatikan mereka. Dia mengeluarkan sebuah berkas dari tasnya dan menyerahkan pada Danny sambil tersenyum.

"Ini semua berkas yang diperlukan, dan tanda tangan om Benny."

Danny mengambil berkas itu dan membalas tersenyum "Baik, kalo gitu kamu boleh pulang." ucapnya dengan tatapan tajam

"Cih." Stevany tersenyum sinis "Liftnya sudah terbuka." lanjutnya lalu berjalan lebih dulu masuk kedalam lift

Langkah kaki mendadak berat, niatnya untuk masuk kedalam lift mendadak hilang. Nggak mau habis akal menolak Stevany, Dannt melangkah maju diikuti senyuman puas dari Stevany. Tepat dibatas pintu lift Danny menghentikan langkahnya lalu tersenyum licik, senyum dibibir Stevany hilang seketika ketika tangan Danny menekan tombol tutup dilift.

"Sh***tttt!!!!" rutuk Stevany begitu pintu lift tertutup dan tertarik keatas. Dia menghentak-hentakan kakinya sambil mendengus kesal dengan perlakuan Danny.

Didepan pintu lift Danny tersenyum puas, dia berhasil menyingkirkan perempuan berambisi seperti Stevany. Namun disisi lain Danny kesal, dugaannya benar, papanya akan berusaha mendekatkannya dengan Stevany. Umur Stevany 26 tahun, 5 tahun lebih tua dari Rose. Tingginya juga bak model, membuat laki-laki pasti akan tertarik dengannya bukan hanya karna karir nya saja. Namun Danny bisa mengetahui kepribadian Stevany hanya dengan sekali bertemu, dia sama sekali nggak tertarik dengan tipe wanita seperti itu.

"Pak Sam, tolong caritahu apa gadis itu juga akan hadir dipertemuan sebentar malam." perintah Danny lalu melangkah ke lift sebelah dan menekan tombol lantai yang berbedah dengan yang ditujuh Stevany

Saat berada didalam lift pikiran Danny teringat pada sosok Rose yang dia dapati mengintip dijendela kamar, dia merasa usahanya nggak akan sia-sia mendekati Rose. Danny hanya perlu bersabar untuk membuka pintu hati Rose, membantu menyembuhkan luka yang mengangah besar dihati Rose.

"Semua tamu laki-laki pak, pak Benny juga akan hadir." suara pak Sam memecah keheningan

"Tolong pastikan Stevany jangan sampai ada dipertemuan."

"Baik pak!"

***

"Cih." Stevany mendegus kesal mengingat apa yang diperbuat Danny tadi. Dia duduk ditempat duduknya sambil menggoyang-goyangkan kakinya, kebiasaan yang dia lakukan saat sedang kesal. "Dia pikir dia siapa?? Brani-braninya dia mempermalukan gue didepan banyak karyawan. Apa kurangnya gue sampe ditolak seperti itu?"

Stevany lalu berdiri dan berjalan menghadap jendela, pemandangan gedung-gedung besar menyambutnya. Dia lalu menekan-nekan HPnya lalu menelpon seseorang ditelfon.

"Yah halo om, ini Vany om." sambutnya ramah begitu telfon diseberang diangkat

"Yah, ada apa Vany?" jawab Pak Benny ramah

"Gini om, Vany mau ngerepotin om kayaknya deh."

"Ada apa? silahkan sebutkan. Jangan sungkan-sungkan."

"Hmm gimana yah om, Vany boleh nggak sebentar malam ikut pertemuan? Kan pertemuannya juga sekalian makan malam, mungkin Vany jadi ada kesempatan lebih banyak untuk bertemu Danny. Om kan tau Danny itu sudah menjadi sumber inspirasi aku buat terus mengembangkan perusahaan, dia juga sibuk, jarang banget bisa ketemu dia."

"Ohh itu, boleh, akan ada juga dua pengusaha wanita mudah yang akan hadir. Jadi kamu nggak akan sendirian."

"Wah makasih banyak om."

Setelah selesai bicara ditelfon Stevany senyum-senyum sendiri, rencananya berhasil. Dia tau pak Benny nggak mungkin menolak permintaannya.

"Sampai jumpa sebentar malam.." ucap Stevany sambil melihat foto Danny diHPnya

1
Borahe 🍉🧡
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ngakak thor
Borahe 🍉🧡
beda thor ng pake 'H'
Borahe 🍉🧡
knp sih thor org baik selalu mati deluan. ah padahal aku bru mengaumi sosok Denny yg penyayang malah hanya pemeran sementara. 😥
Borahe 🍉🧡
bersyukur banget sih punya suami yg menerima apa adanya masa lalu mencintai dgn tulus.
puri purihat
makin menarik
puri purihat
ngakak ... lucu kelurga nya ada kesalnya saaat stfani dtng
puri purihat
ayo bantu like ... ceeitanya bagus ko ini
puri purihat
lucu nya ada sedihnya ada bafernya lagi di tunggu
puri purihat
suka sama karakter DANY
Oh Dewi
keren novelnya, rapi penulisannya...
Sekalian kasih rekomen novel yang rapi juga, judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib pakek tanda kurung ya nyarinya
Nia Assyfah
maaf thor, tinggi badan 180 cm bukan meter. terlalu tinggi kalau pakai meter :)
jesicca: waahhh 😄😄 makasih atas masukannya, terlalu cepat ngetik jadi nggak perhatikan ada kata yang tertinggl. itu maksusnya centi meter, tapi centinya kelewatan. ngeri uii kalo tingginya emang 180 meter yah 😂
total 1 replies
Nesya Bungsu
semangat thor😁
Novi Handayani
Lanjut thor
odezzz
salam kenal thoor 🤩🤩
Vie
akhirnya happy ending. 😍😍 love love
Sri Maniyah
ksian dany ga blh mandi gmn bsa brgkt krja klo ga mandi 🙃
Sri Maniyah
ngidam kok aneh bgt
Fitri Helda Yanti
lanjut thor🥰ceritanya seru

mampir juga di ceritaku yh thor
"love with enemy
Calanni Malanny
next
Rizky
mana lanjutan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!