NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Larangan!

Pagi menjelang. Jam menunjukkan pukul enam pagi. Matahari sudah cukup tinggi. Di bawah, tepatnya di jalan raya, hilir mudik kendaraan sudah padat sejak tadi. Lalu lalang seolah adu cepat untuk segera sampai di tempat tujuan.

Alina baru bangun tidur. Kesadarannya masih belum terkumpul sepenuhnya. Dengan wajah polos yang masih mengantuk, ia membuka pintu kamar itu sembari mengikatkan tali kimono piyamanya. Hingga tiba-tiba...

"Baru bangun?"

Suara itu mengejutkan Alina. Gadis itu mendongak. Dilihatnya di sana Vincent sudah duduk di atas sofa pajang ruang televisi dengan satu kaki ditekuk di atas kaki yang lain.

Alina celingukan. Ini masih pagi. Sejak kapan ia berada di sana?

"Ka-kamu? Kamu ngapain pagi-pagi di sini?" tanyanya.

Vincent tersenyum sinis. "Sejak kapan Tuan rumah harus izin datang pada tamunya?"

Alina terdiam. Seketika ia pun sadar diri akan posisinya.

Vincent mengangkat satu sudut bibirnya. "Aku tidak tahu kalau ternyata bangunmu se-siang ini. Setahuku dulu kau tidak seperti ini."

Vincent bangkit. "Pagi ini ada meeting di dekat sini. Makanya aku sekalian mampir."

"Bagaimana tidurmu semalam? Kau nyaman?" tanyanya setelah kini berdiri di hadapan Alina.

Alina tersenyum tipis. "Iya," jawabnya.

"Aku harap kau betah tinggal di sini. Seminggu sekali Bi Siti akan menemanimu. Jadi kau tidak akan kesepian."

Alina tak menjawab. Teman seminggu sekali. Tidak sepi nya seminggu sekali. Sisanya?? Hmmhh...

"Alina," ucapnya lagi. "Ada satu hal yang lupa aku beritahu padamu," ucap Vincent dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana.

"Aku memang mengizinkanmu tinggal di apartemen ku. Tapi bukan berarti aku mengizinkan tanganmu menyentuh barang-barang pribadiku!" ucap laki-laki itu yang berhasil membuat Alina mendongak.

"Barang? Barang apa?" tanya Alina tak mengerti. Alih alih menjawab, Vincent justru menajamkan pandangannya seolah tak suka dengan respon wanita itu.

"Aku tidak menyentuh apapun. Semalam memang aku bersih-bersih sebentar, tapi aku nggak masuk ke kamarmu," ucap wanita itu. Ia pikir barang yang dimaksud berada di dalam kamar Vincent.

Vincent tak menjawab. Sorot mata tajam tak berubah.

"Memangnya ada yang hilang?" tanya Alina lagi dengan polos.

Vincent menghela nafas panjang. "Aku tidak bilang hilang, Alina. Aku hanya melarang mu menyentuh, ataupun mengubah tempat, benda atau apapun itu di rumah ini."

Alina tak menjawab. Mencoba mencerna, barangkali semalam saat ia bersih bersih ia lupa memindahkan sesuatu.

Vincent membuang wajahnya melihat ekspresi bodoh Alina.

"Lupakan!" ucapnya. "Mulai sekarang aku melarangmu bersih bersih tanpa izinku!" lanjutnya yang membuat Alina mengernyitkan keningnya.

"Sekarang aku lapar. Buatkan aku sarapan!" ucap laki-laki itu yang kemudian berbalik badan dan pergi menuju balkon apartemen. Namun sebelum ia pergi, tangan itu bergerak meraih sebuah foto berbingkai yang tergeletak di atas meja hias itu, lalu meletakkannya seperti yang seharusnya.

Alina membuka mulutnya. Oh, mungkin itu barang pribadi yang dimaksud Vincent. Foto itu. Ia lupa tidak menata benda itu seperti semula semalam.

Ya, Alina yang tak punya kegiatan memang sempat bersih-bersih sebentar semalam. Dan mungkin ia lupa menata beberapa foto di atas meja itu.

Sepertinya foto foto itu memang sangat penting bagi Vincent. Sampai-sampai mengubah letak foto itu saja dianggap kesalahan. Hmm...baiklah. Lain kali ia tak akan ceroboh lagi.

Alina bergegas menuju dapur. Ia membasuh wajahnya, lalu memulai menyiapkan sarapan untuk Vincent. Sepotong sandwich daging dan segelas susu segar tersaji di atas meja makan. Alina yang sudah selesai dengan tugasnya itu lantas mendekati Vincent yang berada di balkon. Laki-laki itu nampak memainkan ponselnya. Menggeser geser layar hp entah sedang apa.

"Tuan," ucapan itu cukup mengagetkan Vincent. Ia buru-buru mematikan ponsel yang menampilkan foto Alicia itu.

"Sarapannya sudah siap," ucap wanita hamil tersebut.

Vincent meletakkan ponselnya di atas meja. Ia lantas bangkit seraya menetralkan ekspresinya. Keduanya kemudian bergegas menuju meja makan untuk sarapan pagi.

.....

Selang beberapa waktu kemudian.

Vincent sudah pergi. Di ruang makan, kini tinggal tersisa Alina yang tengah membersihkan piring piring kotor. Membawanya ke wastafel, lalu mencucinya. Setelah selesai, ia mulai menyapu lantai dapur. Lalu membersihkan beberapa ruangan lain di hunian mewah itu.

Yah, meskipun kini tinggal di apartemen mewah, namun nyatanya kehidupannya yang sekarang tak jauh beda dengan kehidupannya yang dulu. Sama sama jadi pembantu. Sama sama bersihin rumah orang. Tapi bedanya, dulu ia digaji dengan uang. Sekarang ia digaji dengan tempat tinggal.

Ia juga sama sama punya kontrak kerja. Jika dulu kontrak kerjanya akan habis dalam waktu seminggu. Maka kini kontrak kerjanya akan habis setelah anak dalam kandungannya lahir.

Alina membersihkan seluruh ruangan itu satu demi satu. Dapur, kamar utama, kamarnya, ruang makan, ruang tamu, ruang tengah, ruang televisi, hingga balkon. Namun langkahnya terhenti. Sebuah benda pipih bergetar di atas nakas. Sebuah panggilan masuk dari nomor bernama Talitha.

Alina diam. Menatap lama benda itu tanpa berani menyentuhnya. Beberapa kali ia celingukan. Itu adalah ponsel milik Vincent. Ponsel itu rupanya tertinggal di meja balkon apartemen tersebut. Sedangkan pemiliknya sudah pergi.

Alina tak berani mengangkat panggilan tersebut. Ia sadar ia adalah wanita yang Vincent sembunyikan. Ia tak mungkin menjawabnya karena Vincent pasti akan marah.

Alina menggelengkan kepalanya samar. Ia mencoba mengabaikan benda itu lalu melanjutkan kembali aktivitasnya. Namun ponsel itu tak berhenti berbunyi. Bukan hanya panggilan telepon, tapi juga beberapa pesan masuk.

Alina menghela nafas panjang. Ia mendekati benda itu. Sebuah pesan masuk lagi, sebagian dapat ia baca.

"Pak, Tuan Mark sudah datang," bunyi pesan itu dari nomor Talitha.

Alina menghela nafas panjang. Pasti Vincent sudah ditunggu rekan kerjanya. Rekan kerjanya mungkin panik lantaran Vincent belum tiba di lokasi pertemuan. Laki-laki itu kan orang penting.

Alina memberanikan diri meraih benda pipih itu. Tepat ketika benda itu berada dalam genggamannya, ponsel itu bergetar lagi. Alina panik. Talitha kembali menelpon. Sepertinya sedang ada masalah genting sampai sampai wanita bernama Talitha itu terus menelpon Vincent.

Alina celingukan lagi. Mencoba mencari pertolongan, namun tak ada satu manusia pun di sana. Alina berfikir cukup lama Bahkan untuk sekedar menjawab panggilan telepon saja ia harus berfikir ribuan kali sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk menyentuh tombol hijau di layar pipih itu.

"Ha-halo," ucapnya terbata-bata.

Jauh di seberang sana, seorang wanita bernama Talitha yang rupanya adalah sekretaris pribadi Vincent nampak menjauhkan ponsel itu dari telinganya. Memastikan bahwa nomor yang ia telepon adalah benar nomor ponsel atasannya.

"Halo! Ini siapa? Ini benar nomornya Pak Vincent, kan?" tanya Talitha.

Alina nampak gugup. "Em...iya, Mbak. Se-sepertinya begitu. Soalnya ini saya........"

Seettt....

Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, sebuah tangan kekar tiba-tiba saja merampas ponsel itu dengan paksa. Gerakannya cukup kasar. Membuat Alina pun terkejut.

Alina menoleh. Vincent sudah berdiri di sampingnya. Tatapan mata itu sangat tajam. Menandakan bahwa ia tak suka dengan apa yang Alina perbuat.

Laki-laki itu melirik ke arah layar ponsel sekilas, lalu menempelkan benda itu di telinganya.

"Aku akan sampai di sana lima menit dari sekarang," ucapnya terdengar dingin dengan sorot mata yang tak lepas dari Alina.

Ponsel dimatikan. Alina menunduk diam.

"Sudah kubilang, aku tidak suka barang barang pribadiku disentuh orang lain," ucapnya.

"Tadi hp itu bunyi terus. Aku takut kalau itu penting. Makanya aku....."

"Apapun alasannya, aku tidak suka kau menyentuh barang-barang pribadiku. Aku hanya memberimu tempat tinggal, Alina. Bukan kebebasan untuk ikut campur kehidupanku. Kau dan aku beda jauh!"

Alina terdiam seketika. Lagi-lagi ia harus sadar diri akan posisinya. Ia hanya numpang. Di dunia ini ia tak punya apapun selain nyawanya dan nyawa bayinya.

Vincent berlalu pergi begitu saja. Meninggalkan Alina dengan mata mengembung namun secepat kilat berusaha menyembunyikan kesedihannya.

1
Don't Call Me Mbak💅
lanjuttt
Don't Call Me Mbak💅
lah🤦🤦
Don't Call Me Mbak💅
🤣🤣🤣
Don't Call Me Mbak💅
najisss🤮
Don't Call Me Mbak💅
kebanyakan makan camilan sih😹
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!