NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Ali, Napas Buatan, dan Ketakutan yang Nyata

​Alistair baru saja hendak melangkah menuju paviliun utama saat telinganya yang tajam menangkap suara deburan air yang tidak wajar dari arah taman belakang. Firasatnya memburuk seketika. Dengan langkah seribu, ia berlari menuju sumber suara.

​Matanya membelalak saat melihat permukaan kolam yang tenang kini bergolak, dan sosok dengan gaun hijau yang ia kenali mulai tenggelam perlahan. Tanpa pikir panjang, Alistair melompat.

​BYUURR!

​Di dalam air yang dingin, Alistair merengkuh tubuh Lia yang sudah terkulai lemas. Ia membawanya ke permukaan dan segera membaringkannya di tepian kolam yang berumput.

​"Aurellia! Bangun!" seru Alistair, suaranya bergetar hebat.

Wajah Lia pucat pasi, bibirnya mulai membiru. Tidak ada napas yang keluar.

​Panik yang belum pernah ia rasakan seumur hidup kini mencekik dadanya. Alistair segera melakukan pertolongan pertama, memberikan napas buatan dengan harapan oksigen kembali mengisi paru-paru istrinya. Namun, meski sudah dilakukan berkali-kali, Lia tetap tak bergeming.

​"Jangan berani-berani meninggalkan aku sekarang, Aurellia! Aku baru saja berdiri untukmu!" desis Alistair frustrasi.

​Ia kemudian menangkupkan tangannya di atas dada Lia, menyalurkan energi magis pemulihan dalam dosis yang besar. Cahaya biru redup berpendar di antara mereka. Detik berikutnya, Lia tersentak. Ia terbatuk hebat, memuntahkan air kolam yang menyesakkan dadanya.

​Begitu mata Lia terbuka, hal pertama yang ia lihat adalah wajah Alistair yang basah kuyup dengan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Trauma tenggelam masa kecil di dunianya menyatu dengan kejadian barusan, membuat Lia kehilangan kesadaran akan identitasnya sebagai "Aurellia".

​Lia langsung menghambur ke pelukan Alistair, mencengkeram jubah basah pria itu dengan tangan yang gemetar hebat.

​"Ali... Ali, aku takut... gelap banget, Ali... tolongin aku..." rintih Lia di tengah isak tangisnya.

Suaranya serak dan penuh trauma. ​Alistair tertegun. Pelukannya mengerat, namun pikirannya dipenuhi tanda tanya.

Ali? Siapa Ali? Apakah itu panggilanku? Atau pria lain?

Namun, melihat kondisi Lia yang begitu rapuh, Alistair membuang semua egonya. Ia mengangkat tubuh Lia dalam gendongan ala bridal style, tidak peduli bahwa kakinya yang baru sembuh harus menopang beban berat dalam keadaan basah.

​Alistair berjalan cepat menembus lorong kediaman. Para pelayan yang melihat tuan mereka menggendong tuan putri dalam keadaan basah kuyup langsung berteriak histeris dan panik.

​"PANGGIL TABIB SEGERA! JANGAN ADA YANG DIAM SAJA!" teriak Alistair dengan suara menggelegar yang sanggup meruntuhkan nyali siapa pun.

​Ia menendang pintu kamar mereka dan membaringkan Lia di atas ranjang dengan sangat hati-hati, seolah-olah istrinya itu adalah porselen retak yang bisa hancur kapan saja. Tangan Alistair masih menggenggam tangan Lia yang dingin.

​Dalam hati, Alistair merutuk. Selama ini, ia sering merasa kesal, marah, dan lelah dengan tingkah Aurellia yang merepotkan. Namun sekarang, ia sadar satu hal, Ia lebih memilih menghadapi sejuta kekacauan yang dibuat Aurellia daripada harus melihat wanita ini diam tak bernapas seperti tadi.

​"Bertahanlah," bisik Alistair di telinga Lia yang masih setengah sadar.

"Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu lagi, bahkan maut sekalipun."

​Lia hanya bisa merespons dengan erangan kecil, masih dalam pengaruh trauma, sementara Alistair menatapnya dengan pandangan yang kini sepenuhnya berubah. Bukan lagi sekadar tanggung jawab, tapi sesuatu yang lebih dalam dan jauh lebih berbahaya bagi hatinya yang beku.

***

Hai teman-teman maaf ya kalau up nya ga rutin. Soalnya aku lagi Skripsian

Doain ya semoga bulan depan aku bisa ikut sidang dan wisuda di bulan Juni🙏🤲

Supaya bisa fokus nulis kedepannya

Salam hangat dari Author

Jangan lupa like koment and vote ya teman-teman🥰

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!