Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 PANIK
"cinta yang tumbuh pelan karna terbiasa atau cinta nya yang datang tanpa di sadari tapi arah dan maknanya berbeda, cinta lama yang tumbuh pelan penuh cerita atau cinta baru yang datang saat hati lagi rapuh dua duanya nyata tapi rasanya enggak pernah setara..... "
****
****
****
Dua pria yang lagi berjaga duduk di kursi depan pintu kamar Alicia yang mereka sekap.
"Hai.... mana bros?? ". tanya samping temannya heran
" ada di sini ". Jawab sambil tunjuk dan melihat di dadanya, ia kaget tidak ada bros di dadanya. " waduh... ko enggak ada". ia langsung terkejut mencari-cari di seluruh tubuh nya, namun tak kunjungan ketemu
temannya hanya memperhatikan nya dengan heran.
"kamu kenapa?? mana bros nya?? ". tanya teman nya
" kemarin ada di sini, tapi sekarang enggak ada!! ". jawabannya panik dirinya bingung kemana benda bros berbentuk elang tersebut.
" jangan bilang hilang?? ". ucap temannya dengan nada berat
" kayaknya gitu deh... aduh gawat, gimana ini??? ".
" bagaimana bisa hilang, jangan bilang hilang nya di rumah keluarga Virginia!?". Ucap temannya panik dengan nada lemas
"kayaknya gitu deh"
"aduhhh". Jawab temannya menyentuh kepala dengan ekpresi wajah gelisah. "celaka... polisi pasti mendapatkan bros itu. kita dalam bahaya". Ucap temannya lagi dengan nada berat namun wajah nya penuh ketakutan
" terus kita harus gimana?? ". tanya nya dengan nada pelan namun ketakutan
Teman samping nya pun menelepon bos nya.
" hallo bos, gawat.. bros temanku jatuh, kayak nya jatuh di rumah nona janet, gimana ini bos!?? ". tanya temannya panik
" tanggung sendiri, besok kalian harus mendapatkan janet, jangan salah lagi!! ". perintah bosnya dengan nada tegas
" ba... baik bos". jawab temannya gegep
telepon nya pun putus ia mematikan layar ponsel.
"gimana?? ". tanya nya
" Bos nyuruh kita untuk menculik nona janet lagi". Ucap temannya dengan raut wajah kebingungan
"terus perempuan itu kita apakan, kalau ternyata bos kita menginginkan nona janet". Ujar nya
" huft ". teman nya menghela nafas berat ia pun bingung harus bagaimana.
di dalam kamar Alicia menguping berbicaraan mereka di luar kamar tersebut. ia terkejut ternyata mereka salah culik orang, tapi mereka ingin menculik janet, Alicia pun jadi bingung dan heran tujuan mereka sebnrnya untuk apa_____??
Alicia satu langkah mundur berpikir sejenak ia memikirkan sesuatu untuk bisa keluar dari sini. Alicia melihat sekeliling sudut tempat kamar mencari celah untuk bisa keluar dari sekapnya.
Alicia menemukan celah di atas dingding masuk ke loteng, ia pun mencari sesuatu agar bisa sampai kesana.
Alicia menarik kursi duduk ia naik di atas duduk kursi dengan hati-hati agar bisa mencapai lubang loteng tersebut.
Alicia pun sampai di lubang loteng, ia pun masuk kedalam loteng dengan hati-hati ia merangkap sisi lubang tersebut. ia terus merangkap jalan mencari keluar
Alicia melihat cahaya, ia pun melihat kebawah ternyata di bawah tengah rumah, ia melihat sekeliling setiap tempat memastikan tidak ada penjaga, terlihat sepi dan kosong, ia pun mencoba untuk turun dengan hati-hati
bruk
suara keras jatuh dari Alicia membuat dirinya mulai panik ia bergegas ke pintu
"Hai tadi suara apa?? kayak orang jatuh dari lantai". tanya nya
mereka berdua pun bergegas mencari sumber suara keras tersebut.
Alicia berusaha membuka pintu dan_____
" HAI KAMU MAU PERGI KAMANA?? ". tanya pria yang menculik nya dengan nada keras.
Alicia langsung panik dan bergegas keluar dari mereka semua, Alicia pun langsung berlari kencang melarikan diri dari mereka.
" KEJAR DIA!! ". Perintah seorang pria pada tiga orang, mereka semua langsung bergegas mengejar Alicia.
Alicia terus berlari masuk ke dalam hutan dengan pepohonan besar dan rumput yang tidak terlalu lebat. Alicia terus berlari kencang sejauh mungkin mencari jalan raya untuk keluar dari mereka.
empat pria yang menculik Alicia masih mengejar Alicia dengan rasa panik, mereka takut di penjara kalau Alicia lolos.
"JANGAN BIAR KAN DIA LOLOS, CEPAT TANGKAP!!?? ". perintah pada mereka perusahaan untuk mengejar Alicia.
larinya Alicia sangat lincah hingga mereka ketingalan, untung nya sejak kecil Alicia suka berolahraga lari jadi sudah terbiasa tidak gampang capek.
empat orang yang lagi berusaha mengejar Alicia sudah tidak kuat mereka sudah ketinggalan dan kehilangan jejak Alicia, mereka semua pun berhenti melihat sekeliling
"AAHH!!! SIAL!! kita gimana nih!?? ". ucap nya kesel karena Alicia sudah lolos.
" Ah, ah,!! ". Alicia sedikit capek akhirnya sudah di pinggir jalan raya, ia melangkah jalan untuk meminta pertolongan melihat sekeliling, tidak lama ada sebuah mobil datang dari depan, ia pun langsung meminta tolong pada mobil itu.
Di tempat lain janet sedang membereskan tempat kerjanya, mengambil tas kecil dan selendangin ke bahunya. ia melangkah jalan keluar dari ruang kantor, berjalan lorong lobby, suasana kantor sudah sepi semua karyawan sudah pada pulang, malam begitu gelap di lorong lobby tidak bikin janet takut.
trik...
Seketika janet kaget mendengar sesuatu di belakang nya. ia menoleh menyalahkan ponsel untuk menyenter ke arah depan itu.
janet mulai panik dan ketakutan, sebenarnya janet tidak takut apa pun tapi kalau memang Adanya hantu____??
"nona!! "
"AAAAHHH!! ". teriak janet ketakutan tiba-tiba saja leon di belakang nya. janet pun langsung memukul badan nya leon dengan keras. " Ihhh kenapa kagetin saya!?? ".
" maaf nona, saya tidak bermaksud kagetin nona, saya kesini khawatir sama nona, takut nya nona ketiduran di kantor, makanya saya nyusul ". Ujar leon dengan wajah ringan
" sudah lah, ayo kita pergi ". minta janet dengan raut wajah kesel dan bete,ia melangkah jalan di ikuti leon.
sesampainya di parkiran mobil terlihat sepi hanya mobilnya saja terpakir di depan sana, janet bergegas jalan menghampiri mobil itu di ikutin leon.
" ihh hari ini menakutkan sekali". Gumam janet kesel.
janet membuka pintu mobil masuk kedalam mobil dengan panik, begitu juga dengan leon bergegas masuk kedalam mobil jok depan ia merasa bingung dengan sikap janet yang tiba-tiba saja jadi ketakutan dan panik.
"Cepat jalan". perintah janet dengan raut wajah bete
" iya". Jawab singkat leon pun langsung menyalakan mesin mobil dan langsung gas jalan pergi meninggalkan gedung kantor.
Di perjalanan menuju pulang ke rumah terlihat janet hanya main ponsel di dalam mobil nya.
leon yang menyetir mobil hanya fokus kedepan jalan, terlihat sepi dan gelap
Ting
suara notifikasi pesan dari Dev, raut wajah janet hanya datar terdiam kaku setelah melihat pesan tersebut. ia mengklik pesan dan membaca pesan tersebut.
"janet bisa ada waktu, ingin pertemu dengan mu, ada waktu?? ". tanya Dev dari pesannya
langsung janet matikan layar ponsel nya, tidak membalas pesan dari Dev. ia sedikit kesel dan marah dengan Dev, kenapa harus sekarang, bertemu di waktu yang salah.