NovelToon NovelToon
Cinta Tak Sehangat Mentari

Cinta Tak Sehangat Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Dini Thamara

Aditya permana, dokter muda yang terpaksa harus kehilangan cintanya, lantaran kekasihnya yang bernama Nadia mahardika, menikah dengan ayahnya sendiri, tanpa sepengetahuannya. Hubungan yang tidak harmonis antara Adit dan ayahnya, semakin memanas ketika mengetahui kekasihnya menjadi ibu tirinya. Sejak kematian ibunya, hanya Nadia lah tempatnya mengadu.

Suatu ketika, pertemuan tidak sengaja Aditya dan Alexa terjadi, Alexa bekerja di bawah tanggung jawab Aditya, Aditya yang selalu bersikap dingin, suatu saat menjadi luluh dan mulai mencintai Alexa.
Tapi sebuah teror melanda, Aditya harus bekerja keras bersama Rangga, sahabatnya untuk dapat mengungkap sang peneror.


Hingga sebuah insiden terjadi, membuat Aditya harus kembali hancur untuk kedua kalinya, tapi sebagai seorang dokter, Aditya harus profesional dalam pekerjaannya, di tengah kesibukannya, Aditya tetap menjalankan misinya untuk mengungkap pelaku kejahatan itu.


Lalu bagaimana setelah itu?

Siapakah sang peneror sebenarnya?

Dan ada motif apa dibaliknya?

yuk baca kelanjutan ceritanya.

beri dukungan untuk author ya, terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Dini Thamara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11-12

Seluruh petugas rumah sakit sudah bersiap untuk pekerjaan masing-masing, begitu juga Adit, Alexa dan Rangga, mereka sudah rapi dan siap mengemban tugas hariannya.

Tidak lama.

"Minggir kalian, jangan berani-berani menghalangi aku!!"

"Maaf tuan, kalau anda ingin bertemu dokter Adit, anda harus membuat janji terlebih dahulu" ucap penjaga rumah sakit.

"Aku tidak perlu membuat janji!!"

Orang itu nekad menerobos masuk ke ruangan Adit dan langsung menggebrak mejanya.

Brakk...

Adit yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya hanya melirik orang itu tanpa terkejut sedikitpun dan meletakkan ponselnya.

"Maaf tuan, tuan ini masuk tanpa permisi, kami akan membawanya keluar" ucap kedua penjaga yang ikut masuk ke ruangan Adit.

Adit mengangkat tangannya memberi isyarat agar mereka pergi, Kedua penjaga itu menunduk hormat dan keluar dari ruangan, mereka hanya berjaga-jaga di luar agar tidak terjadi sesuatu kepada CEO-nya itu.

"Kenapa kau datang seperti 'berandal' dokter Justin?" ucap Adit yang masih tetap santai di kursinya.

"Berandal? aku?! kau yang berandal dokter Aditya permana" Justin menunjukan jarinya kedepan wajah Adit.

Adit bangun dari kursinya dan kini mereka saling berhadapan.

"Kenapa denganku?" tanya Adit dengan santai.

Plak..

Justin melempar berkas yang di bawanya di atas meja Adit, Adit sudah paham apa maksud dari Justin ketika melihat berkas itu tanpa membacanya.

"Kau sudah lihat isi berkas itu? bagaimana kau suka?" tanya Adit menekankan suaranya.

"Apa maksud dari semua ini, kenapa kau mau mengambil alih semua saham rumah sakit ini tanpa memberitahuku?!" Justin semakin terlihat meradang.

Adit berjalan mendekati Justin, dan kini mereka semakin dekat dan bertatap mata.

"Karena aku ingin menjadi satu-satunya pemilik dari rumah sakit ini" Adit kembali menekankan suaranya.

"Apa maksudmu? apa kau lupa kalau Om Brata sudah membagi hasil saham rumah sakit ini, aku 50 kau 50, dan kau sudah menyetujuinya"

Adit kembali berjalan dengan tangan yang dia letakkan disakunya, kini dia berada menghadap jendela kaca yang mengarah keluar.

"Iya aku ingat, tapi aku tidak puas!"

"Lalu apa maumu? kau ingin menghancurkanku?" Justin mendekati Adit.

"Hei, tenanglah, aku tidak sejahat itu saudaraku Justin, rumah sakit ini dibangun oleh almarhumah mama ku, tanpa sepeserpun uang dari pria brengsek itu"

"Lantas, kenapa kau tidak meminta hakmu pada Om Brata, kenapa kau malah mengambil semua saham milikku?!" Justin semakin geram.

"Bukankah kau anak kesayangan pria brengsek itu, kau bisa meminta apapun kepadanya, dan ingat aku tidak akan pernah merelakan sesuatu milik mama ku di kuasai oleh orang-orang brengsek seperti kalian" Adit menatap tajam mata Justin yang berhadapan dengannya.

Setelah perdebatan itu, Adit keluar dari ruangannya dan meninggalkan Justin yang masih menatap kepergiannya, Justin benar-benar tidak percaya, Adit yang dulu sangat mendukungnya, sekarang malah berbalik melawannya.

**flashback on**

"Kau terima saja tawaran papa Justin, kita akan menjalankan rumah sakit ini bersama-sama nanti" ucap Adit sambil memeluk bahu Justin.

"Tapi, apa aku pantas menerima semua ini, bahkan aku ini hanya anak angkat dari papa dan mama" jawab Justin pelan.

"Kau sudah aku anggap saudaraku sendiri Justin, kau tidak boleh menolak pemberian orang tuamu" Adit tersenyum dan Justin memeluknya.

Sungguh indah tali persaudaraan mereka kala itu, sebelum akhirnya insiden kematian sang mama karena depresi.

**flashback off**

***

Adit pergi ke kantin rumah sakit, dia duduk sendiri karena dia masih sedikit kesal setelah pertemuannya dengan Justin.

Adit sudah menghabiskan beberapa kaleng minuman bersoda, hingga membuat perutnya terasa kembung dan akhirnya berhenti untuk minum.

"Kalau kau ingin mengambil alih semua saham rumah sakit ini, aku tidak keberatan, tapi aku punya satu permintaan"

Adit membuka matanya, dan melihat Justin yang sudah berdiri dihadapannya.

"Hah, kau masih rakus juga!" Adit menyeringai.

"Aku tidak rakus, aku hanya ingin menjalankan permintaan Om Brata agar selalu bersama-sama menjalankan rumah sakit ini" Justin mendudukan dirinya di sebuah kursi yang berhadapan dengan Adit.

"Baiklah, aku tahu kau ini anak yang sangat berbakti kepada orang itu, lantas apa yang kau inginkan?" Adit mendekatkan wajahnya menatap Justin.

"Biarkan aku bekerja di rumah sakit ini dan membantu mengurus pasien yang ada disini" Justin ikut mendekatkan wajahnya, kini mereka kembali berhadapan.

"Hm, hanya itu? baiklah itu tidak sulit, dan kau akan aku beri jabatan sebagai wakilku, bagaimana?"

Justin tersenyum sinis mendengar ucapan Adit, setelah mengatakan itu Adit beranjak dari kursinya hendak meninggalkan Justin.

"Apa sebenarnya yang membuatmu sangat membenciku Dit?" tanya Justin, membuat langkah Adit terhenti.

Adit berbalik badan dan kembali berjalan mendekati Justin yang masih duduk di kursinya.

"Kau jangan pura-pura tidak tahu, aku sudah tahu semua tentangmu" Adit kembali menekankan suaranya.

Setelah mengatakan itu, Adit segera pergi meninggalkan Justin, Justin hanya menatap kepergian Adit, tanpa mereka sadari dari kejauhan Alexa sedang memperhatikan mereka.

***

Esoknya.

"Selamat pagi tuan" semua orang menunduk hormat kepada Adit dan seperti biasa Adit tidak memperdulikannya.

Tidak lama, Justin datang ke rumah sakit, semua orang menunduk hormat kepada Justin, mereka sudah tahu kalau Justin sekarang adalah wakil CEO rumah sakit itu tapi siapa sangka, Justin yang terlihat ramah ternyata memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan Adit.

Justin tidak memperdulikan sapaan semua bawahannya, dia terus berjalan menuju ruangannya yang berada di antara ruangan Adit dan Rangga.

Ini hari pertamanya bekerja di rumah sakit itu, karena sebelumnya Justin bekerja di rumah sakit yang berada di luar negeri, karena berkas itulah yang membuatnya harus datang ke Indonesia.

"Hei, kalian kenapa?" Alexa membuyarkan lamunan para pekerja di rumah sakit itu.

"Habislah kita dokter, dua singa buas menjadi pimpinan di rumah sakit ini" ucap salah satu perawat.

"Sianga buas? apa maksudmu?" Alexa mengeryitkan dahinya.

"Dokter Adit dan dokter Justin, mereka itu 11-12 dokter, sifat mereka sangat mirip" jawab perawat itu.

"Apakah mereka itu benar-benar saudara kandung? mereka memiliki sifat tuan Brata" ucap perawat yang lain.

"Sst..."

"Apa maksud kalian? siapa Justin itu? ayo cepat cerita!" Alexa melipat kedua tangan di dadanya.

"Dokter maaf, kami..."

"Alexa..." Rangga tiba-tiba memanggilnya dari jauh, Alexa menoleh dan tersenyum padanya.

"Iya dokter Rangga, anda perlu sesuatu?" tanya Alexa.

Kedua orang perawat itu terlihat bernafas lega, mereka terselamatkan dengan kedatanagan Rangga, kalau Alexa sampai bertanya-tanya mereka takut salah bicara dan malah membuat mereka kehilangan pekerjaan akibat meng-gibah atasannya sendiri.

Alexa pergi berasama Rangga meninggalkan kedua perawat itu, Alexa menurut saja permintaan Rangga, karena Rangga adalag seniornya.

"Hah, dokter Rangga itu seperti malaikat, dia selalu menyelamatkan kita"

Kedua perawat itu pergi dan mulai melanjutkan pekerjaan masing-masing.

1
Nelly Djunaidi
terlampau banyak konfliknya gaje
Nelly Djunaidi
penasaran banget nih 🤭 siapa sih yg suka bikin teror itu??
Nelly Djunaidi
Nadia kah otak semua peristiwa ini,??
Nelly Djunaidi
siapa sih yg meneror terus menerus ini??
Nelly Djunaidi
knapa Nadia jadi kek penggoda gitu ya, apa karena ibu tirinya??
Nelly Djunaidi
jadi kepo...siapa tuh yang gak suka liat Adit dan Alexa. akrab
Tatik Purwaningsih
kecewa masa iya peran utama Mala mati
Inez Cacha Maulida
terlalu berbelit dari awal ceritanya
mega keyna
judulnya cakep thor,tp kenapa mlh adit yg mati bukanya yg mati itu nadia,secara nadia udh tau kejahatan kakaknya,tp kenapa malah bahagia hidupnya,dan di sini yg bene2 kehilangan itu bukan keluarganya,tp alexa,kl ada yg bilang atau author bilang keluarganya bahagia itu bohong dan munafik,kenapa sy bilang begitu,mana ada yg mau menerima adik dr se org yg membunuh anaknya atau keluarganya,harusnya nadia jg harus tdk ada di kehidupan mereka lg,kl ada yg bilang bisa memaafkan itu hanya di mulut,mana ada shi yg bsa menerima,,,, udh seru dr awal baca tp endingnya mengngecewakan,,,, haissss,,,, nyesel baca smp akhir aku.
mega keyna
perempuan itu udh pasti nadia...
mega keyna
paling dalangnya nadia,,,,, gelagatnya sudah mulai ketahuan,,,,
krisan
lanjut
IG: @rossy_dildara
Hai Thor aku mampir nih. mampir juga di ceritaku yang berjudul MENIKAH DI ATAS PERJANJIAN yaaa
RN
mampir lagi kk saling support sukses bersama
feedback nya ya kk
Yuliana Ga
kenapa lama sekali lanjutanx.
Yuliana Ga
lanjut thor.
Susi Ana
semangat, mampir ya
Ibunya Esbelfik
semangaaaaaatttt💪💪💪💪💪💪
awaa
semngat akak...
SIMPANAN OM AROGAN
jangan lupa mampir semua
IG harumini_12
Salam dari
CUKUP! Aku Dan Anakku

Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!