NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Kesayangan Pak Guru

Istri Bar-Bar Kesayangan Pak Guru

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:138.5k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

Dilarang memplagiat karya!

Ayunda Nafsha Azia, seorang siswi badung dan merupakan ketua Geng Srikandi.

Ia harus rela melepas status lajang di usia 18 tahun dan terpaksa menikah dengan pria yang paling menyebalkan sedunia baginya, Arjuna Tsaqif. Guru fisika sekaligus wali kelasnya sendiri.

Benci dan cinta melebur jadi satu. Mencipta kisah cinta yang penuh warna.

Kehadiran Ayu di hidup Arjuna mampu membalut luka karena jalinan cinta yang telah lalu dan menyentuhkan bahagia.

Namun rumah tangga mereka tak lepas dari badai uji. Hingga mereka harus berjuang mempertahankan ikatan suci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 18 Doi

Happy reading

Ayu menggeser layar gawai begitu mendengar suara notif pesan. Rupanya ada chat masuk dari Nofiya dan ia pun segera membaca pesan itu.

Nyet

Jari lentik Ayu bermain di atas layar gawai, mengetik pesan balasan untuk Nofiya.

Apa? Udah selesai ngobrol-nya sama Ryuga?

Tulisan 'mengetik' muncul di layar. Menandakan jika Nofiya tengah mengetik pesan balasan.

Belum. Ni dia lagi curhat.

Gimana, berhasil nggak ngehibur dia?

Berhasil. Conal ada di sonoh?

Ada

Dia lagi ngapain?

Lagi ngupil

Ck, jijay

Makanya, nggak usah naksir sama kang ngupil!

Sapa juga yang naksir?

Heleh, nggak mau ngaku. Kita saudara se-ampela, pastinya aku tau sapa yang kamu taksir

Pffttt

Dah lah, nggak usah naksir dia.

Emang kenapa?

Nggak boleh!!!

Jangan bilang, kamu mo nyomblangin aku sama Ryu!!! 👊🏻

Bukannya gitu, Nyit. Besok aku kasih tau, gimana kelakuan kang ngupil

Ogeh

Ya udah, sonoh dengerin curhatan si doi dulu

Asem lu, Nyet! Dia bukan doi ku

Bentar lagi juga bakal jadi doi

👊🏻👊🏻👊🏻

Emot tangan meninju yang dikirim oleh Nofiya membuat Ayu tertawa dan mendorong Arjuna untuk bertanya.

"Chat an sama siapa?"

"Sama Nyit-Nyit."

"Pantesan ketawa sendiri."

"Habisnya lucu."

"Kamu tambah manis kalau lagi ketawa, Ay." Arjuna menoleh ke arah Ayu sambil tersenyum.

Ayu terdiam dan sedikit menundukkan wajah. Ia berusaha menekan rasa yang hadir karena pujian Arjuna.

"Woah, bisa barengan gitu. Dari mana aja kalian?" Winata melontarkan pertanyaan begitu Arjuna dan Ayu masuk ke dalam ruangan.

"Dari kamar mandi. Kebetulan tadi ketemu di depan pintu." Arjuna menjawab dengan logat khas nya yang terdengar santai.

"Kebetulan yang disengaja." Winata tertawa kecil, lalu menyeruput Espresso yang tinggal setengah cangkir.

Arjuna kembali duduk di tempatnya, begitu juga Ayu.

Suasana yang semula hening terpecahkan oleh celotehan Dirgantara.

"Ehem, Pak Winata. Nggak ada niat buat ngenalin kita-kita sama adiknya ya?"

"Adik?" Winata menarik satu alisnya ke atas dan melayangkan tatapan penuh tanya.

"Iya. Yang pake jilbab biru." Dirgantara menunjuk Aini dengan gerakan mata lalu memasang senyum termanis, berharap sosok yang didamba akan melihat dan terpesona.

"Uhuk, kiyu ... kiyu." Dimas menimpali dan mencuri pandang. Pesona Hawa berjilbab biru yang duduk bersebelahan dengan Atika sungguh tak bisa dinafikan olehnya.

"Ehem." Arjuna berdehem dan berusaha menahan tawa kala menyaksikan ekspresi wajah Winata. Kentara sekali jika pria berkumis tipis itu merasa tidak terima wanita-nya digoda oleh anak didik mereka.

"Pak, kasih tau dong nama adiknya. Sapa tau kami bisa ta'aruf dan jadi adik ipar Pak Winata."

"Bener, Pak. Kata orang, kalau tak kenal maka ta'aruf." Dimas kembali menimpali ucapan Dirgantara sambil tertawa kecil.

Winata menghembus napas kasar dan melayangkan tatapan tajam ke arah dua anak didiknya yang telah lancang menggoda istri keduanya--Najwa Aini.

'Aini' panggilan sayang yang disematkan oleh Winata untuk istri keduanya, karena memiliki makna yang terkesan manis dan romantis. Yaitu 'mata' atau 'kekasihku'.

"Pak, jangan posesif sama adik sendiri. Kasihan kalau nggak dapet-dapet jodoh --"

"Aini bukan adikku." Winata memangkas ucapan Dimas dengan sedikit meninggikan intonasi suara.

"Owh, namanya Aini." Dimas manggut-manggut. Ia belum menyadari jika nada suara Winata menyiratkan amarah.

"Kalau bukan adik, berarti keponakan Pak Winata?" imbuhnya.

"Bukan."

"Sahabat?"

"Bukan juga?"

"Teman tapi mesra?" Dirgantara menyahut.

"Bukan."

"Murid?"

"Ck, bukan."

Dirgantara dan Dimas saling melempar tatap. Mereka berusaha memecahkan teka-teki yang masih belum bisa diraba.

"Adik, bukan. Keponakan, bukan. Sahabat, bukan. Teman tapi mesra, bukan. Murid juga bukan. Lantas siapanya Pak Winata?" Dimas kembali bertanya. Ia menyerah untuk memecahkan teka-teki yang sukses membuat kepalanya berdenyut.

Aini dan Atika sedikit menundukkan wajah. Mereka berusaha menahan tawa yang ingin terlepas dengan melipat bibir.

"Aini ... istriku. Sama seperti Tika."

Speechless

Pengakuan Winata berhasil membungkam mulut Dirgantara dan Dimas.

Kedua remaja itu terdiam dan menyembunyikan wajah dengan menundukkan kepala karena rasa malu yang luar biasa.

Bagaimana bisa mereka menggoda istri Winata--guru mereka sendiri.

"Kalian masih ingin berkenalan dan ta'aruf?"

Dimas dan Dirgantara kompak menggeleng kepala. Mereka tak punya nyali untuk mengangkat wajah yang masih menunduk.

"Pfftttt." Ayu, Machan, dan Ririn tak kuasa menahan tawa yang dengan lancangnya mengudara.

Andai Nofiya berada di tengah-tengah mereka, pasti akan bertingkah super heboh.

Bukan hanya tertawa hingga keluar air mata, Nofiya juga pasti akan mengeluarkan banyolan yang semakin mengundang gelak tawa.

"Astaga, kalian berani banget godain istri Pak Winata," ujar Machan begitu tawanya mereda.

"Lain kali, bertanyalah dengan cara yang lebih sopan. Supaya tidak mempermalukan diri sendiri." Arjuna bertutur dan diindahkan oleh kedua anak didiknya, Dimas dan Dirgantara.

Kedua remaja itu lantas meminta maaf pada Winata atas kelancangan mereka.

Winata pun memaafkan dan berusaha memaklumi. Ia juga menyalahkan diri sendiri karena terlupa mengenalkan Aini--istri muda yang baru dinikahinya dua bulan lalu.

"Kalau boleh tau, kenapa Pak Winata bisa mempunyai dua istri? Apa, satu aja kurang cukup?" Ririn memberanikan diri untuk bertanya.

Winata menerbitkan senyum, lantas menjawab pertanyaan yang dicetuskan oleh Ririn. "Dulu, tulang rusuk saya patah menjadi dua sewaktu diambil untuk diciptakan jodohnya. Karena itu saya memiliki dua istri."

Ririn manggut-manggut dan berusaha menelaah jawaban yang diberikan oleh Winata.

"Woah, jawaban cerdas." Dimas memuji. Ia sependapat dengan jawaban itu dan berharap tulang rusuknya pun patah menjadi dua ketika diambil untuk diciptakan jodohnya. Atau mungkin menjadi empat sekalian. Supaya kelak, dia memiliki dua atau empat istri.

Pujian yang dilontarkan oleh Dimas membuat Winata berbangga diri dan merasa jika dirinya memang cerdas.

"Saya memang cerdas, beda kelas dengan Pak Juna." Winata melirik sekilas ke arah Arjuna sambil tersenyum dan hanya berniat untuk mencandai.

"Jelas beda kelas!" Ayu tiba-tiba menyahut. Nada suaranya terdengar datar. Namun penuh penekanan.

"Jawaban Pak Winata tadi, bukan jawaban cerdas. Melainkan pembodohan dan alibi yang ngadi-ngadi," sambungnya.

"Akan sangat berbahaya jika jawaban Pak Winata dipake' sama pria yang hobi ngerentengin istri. Mereka pasti bakal bilang, tulang rusukku patah jadi dua atau patah jadi sembilan sebelum diciptain jodohnya. Makanya punya istri banyak."

Ucapan Ayu mencipta senyum di bibir Arjuna. Ia sudah menduga jika Ayu akan menyahut ucapan Winata dengan kata-kata yang lebih cerdas untuk membelanya.

"That's right. Makanya, jawaban tadi terkhusus untuk saya. Bukan untuk yang lain." Winata menimpali ucapan yang dicetuskan oleh Ayu.

"Jawaban yang paling tepat bukan karena tulang rusuk Pak Winata patah jadi dua sebelum diciptain jodohnya.Tapi, karena Pak Winata maruk."

“Saya ini kan manusia biasa. Satu istri bikin saya sabar. Dua istri bikin saya lebih sabar. Jadi, ini semua latihan spiritual. Bukan karena saya maruk atau serakah." Winata tak mau kalah.

"Kalau emang karena itu, kenapa bukan Bu Diana atau janda jompo aja yang Pak Winata nikahin? Pastinya, bisa bikin Pak Winata lebih ekstra sabar."

Arjuna tak kuasa menahan tawa kala mendengar kata-kata yang tercetus dari bibir Ayu. Begitu juga Machan, Ririn, Dimas, dan Dirgantara. Mereka tertawa dan membenarkan perkataan Ayu.

Berbeda dengan Atika dan Aini. Mereka hanya tersenyum dan menggeleng pelan. Entah perkataan siapa yang dibenarkan oleh kedua istri kesayangan Winata itu. Ayu atau suami mereka.

Winata menyerah dan memilih untuk bungkam. Karena semakin ia beralibi, maka Ayu akan membalasnya dengan rangkaian kata yang bisa diterima logika dan dibenarkan oleh banyak orang.

Kini Winata mengerti, kenapa Arjuna menikahi Ayu--murid SMA Jaya Bangsa yang dikenal badung dan gemar berkelahi.

Meski pun badung, Ayu juga memiliki pemikiran yang cerdas.

🍁🍁🍁

Bersambung

1
Qaisaa Nazarudin
Kamu bisa ketawa lepas karena MANTAN suami kamu itu sudah Koit,Coba kalau masih HIDUP,apa masih bisa kamu tertawa lepas...??
Qaisaa Nazarudin
Yang penting kamu udah USAHA mejelaskan beserta BUKTInya..Bukannya diam2 bae...
Qaisaa Nazarudin
Nah ini yg paling BODOH,udah tau kebenarannya bukannya meluruskan dan ngasih BUKTI,malah milih diam, Setelah itu MENJODIHKAN anaknya dengan WANITA lain,Dan membiarkan Anak Orang yg dia PILIH sendiri jadi MANTU DISAKITI ISTERI nya..ckkk EGOIS...🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Arjuna BODOH kerana di BUTA kan oleh CINTA,lha emaknya Juga ikutan BODOH alasannya kerana apa?!!..
Qaisaa Nazarudin
BEGO,LEBIH PERCAYA ANAK ORANG DARI ANAK SENDIRI..CKK
Qaisaa Nazarudin
Ortua gila..Kalau gitu bikin Suami nya yg khianatin dia berselingkuh dengan wanita lain thor,Setelah itu aku pengen liat apa Alisa masih mau nerima suami nya lagi? Orang yg ngomong kayak gini,karena bukan dia yg mengalaminnya sendiri,coba kena batang hidung nya sendiri,Apa dia masih bisa ngomong kayak gitu??? 🙄🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Cuuiihh keliatannya bukannya dia yg bertekuk lutut, Tapi om yg bertekuk lutut ke Alisa,Liat aja kelakuannya gak ada yg berubah,Kalau dia yg bertekuk lutut ke om,jarusnya om bisa merubah sikap songong dan sombongnya itu,tapi apa...
Qaisaa Nazarudin
Jadi suami gak ada TEGAS2 nya,Noh Ajari isteri Om bersikap menghargai orang,dan MENJAGA ucapannya om..
Qaisaa Nazarudin
Aku tak sesabar Ayu..Mending Ryu dan Rosa kemana2,Ngapain juga punya suami Tampan tapi selalu makan Hati dengan MERTUA kayak Alisa..ckk
Qaisaa Nazarudin
Waahhh HEBAT Alisa ternyata pilihan CALON mantunya JALANG semua,pengen banget punya MANTU YG BERKELAS,tapi zonk...🙄🙄🙄 Mending Preman,Walaupun urakan tapi punya HARGA DIRI..
Qaisaa Nazarudin
Kalau Ayu Nikah bukan karena di JODOHIN,Mending aku milih Ryu sebagai Suami Ayu,Udah CINTA MATI dengan Ayu,Mamanya juga sangat menyayangi Ayu,Pasti Ayu bahagia banget Nikah sama Ryu..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
CKK cantik karena make up aja Bangga..kalau gak pake make up pasti serem..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkwk MAMPOS gak tuh si Andartu, terlalu percaya diri juga gak bagus lho bu..
Qaisaa Nazarudin
Dasar Andartu 🤮🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Nah ini nih yg peribahasa bilang mati satu tumbuh seribu masalah yang ada, Tentang Conal selesai,praduga Ayu-Arjuna yg muncul,Hadeuuhhh..
Qaisaa Nazarudin
Nanggung,Harusnya ikutin sampe ke dlm ambil Video sebagai BUKTI utk di tunjukin ke Conal,kalau CUMAN rakaman suara doang ntar Conal berkelit..
Qaisaa Nazarudin
Apa udah kejadian baru kamu akan percaya..Mending ikut aja kata Ayu..Gak ada sahabat yg akan menjerumuskan sahabat sendiri lho Sof..
Qaisaa Nazarudin
Kasian juga Ryu,Layu sebelum berkembang..🥹🥹
Qaisaa Nazarudin
Ialah Ryu mati matian perjuangin Ayu, Hujung2 dekatin Nofiya,Curiga deh aku..🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!