Bintang Utara
Harimau Putih, Phoenik Merah, Naga Biru, Kura-Kura Hitam, dan Kirin Hitam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andryano Shevchenko Limbong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap. 18 Perguruan Penguasa Racun
Perguruan Penguasa Racun adalah salah satu perguruan aliran hitam yang menjadi pilar aliran hitam selama ribuan tahun, walaupun dikenal sebagai aliran hitam sebenarnya mereka berpikir layaknya aliran netral.
Bahkan Perguruan Penguasa Racun tidak peduli sama sekali dengan urusan di dunia persilatan kecuali ada yang menggangu ketenangan mereka, mereka akan langsung menghabisinya.
Perguruan Penguasa Racun berlokasi di Hutan Setan Giok dan terkenal dengan ilmu racun yang sangat mematikan dan hanya ada beberapa penawar dari racun mereka yang beredar di dunia persilatan.
Perguruan Penguasa Racun memiliki sebuah kitab turun-temurun dari satu Patriark ke Patriark berikutnya, Kitab itu bernama Kitab Seribu Racun, Kitab ini berisi tentang, resep, penawar, efek dan segala tentang racun dan akan terus bertambah isinya karena buku ilmu racun dalam buku ini akan terus bertambah selama Perguruan Penguasa Racun masih ada di dunia persilatan.
Walaupun Perguruan Penguasa Racun berlokasi di Hutan Setan Giok yang penuh dengan Hewan Buas Iblis yang berumur 100 tahun sampai 10.000 tahun mereka dapat tetap bertahan karena ilmu racun yang mereka gunakan.
Murid mereka bukanlah sembarang murid untuk menjadi murid dari Perguruan Penguasa Racun ada 2, yaitu satu harus melewati Hutan setan Giok dan sampai di depan markas Perguruan Penguasa Racun
dua dibawa atau dipilih oleh salah satu tetua dari luar perguruan ke dalam perguruan untuk menjadi murid perguruan yang biasa dilaksanakan 5 tahun sekali.
Patriark dari Perguruan Penguasa Racun yang dijuluki Kaisar Seribu Racun, Xiao Hei. Ia dikenal dengan ilmu racunnya yang dangat mematikan dan juga seorang Pendekar Tingkat Tinggi yang sangat ditakuti dan disegani baik aliran putih, netral, dan hitam.
Pernah suatu hari Fraksi Pendekar Iblis mencari permata Hewan Buas Iblis di Hutan Setan Giok tanpa meminta ijin kepadanya. Xiao Hei langsung membasmi mereka tanpa belas kasihan. Hampir menciptakan perang antar aliran hitam yang sangat besar antara mereka berdua dan aliansinya.
Xiao Hei bahkan menangkap murid Fraksi Pendekar Iblis hidup-hidup untuk dijadikan kelinci percobaan untuk mencoba racun-racun yang baru dibuatnya.
Xiao Hei juga pernah beberapa kali menyulut genderang peperangan kepada aliran putih karena menganggu ketenangannya dan murid-muridnya di Hutan Setan Giok. Bahkan ia menghancurkan beberapa perguruan-perguruan aliran putih karena hal tersebut.
Saat Xiao Hei sedang ingin melanjutkan rencananya untuk menghancurkan salah satu perguruan aliran putih tingkat menengah, ia dicegat oleh seorang Pria Sepuh yang berpakaian serba putih.
Pria sepuh itu menghentikannya dan mengatakan kepadanya untuk menghentikan segala niatan dalam hatinya kalau tidak ia akan segera mengakhiri hidup Xiao Hei.
Saat Xiao Hei mendengar ini ia langsung tertawa dengan sangat keras seolah pria sepuh dihadapannya sangat meremehkan dirinya tapi tawa yang keras itu hanya bertahan sebentar karena pria sepuh itu menginggatkannya kembali, Xiao Hei merasa diremehkan.
Ia langsung menyerang Pria Spuh bepakaian putih tersebut dengan membabi buta ia melemparkan jarum-jarum yang diolesi dengan racun mematikan.
Dan Pemuda yang berpakaian putih itu menghindari bahkan membalikkan serangannya dengan sangat mudah kepadanya.
Pertarungan yang awalnya seimbang menjadi berat sebelah karena kemampuan dan level bela diri yang sangat jauh berbeda.
Setelah beberapa lama akhirnya pertarungan itu akhirnya berhenti karena Xiao Hei yang sudah hampir kehabisan tenaga dalam dan juga kelelahan mental yang dialaminya saat melawan Pria Sepuh dihadapannya.
Ia merasa bahwa dirinya bukanlah lawan dari pendekar yang dihadapannya sekarang dan langsung menghentikan rencananya menghancurkan perguruan aliran putih yang menganggu ketenangannya.
Pria Sepuh itu langsung mengajak Xiao Hei untuk berkenalan dan mengatakan kepadanya kenapa dan alasan apa yang dimilikinya kenapa ia mengehentikan Xiao Hei.
Pria sepuh itu mengatakan bahwa dirinya bernama Li Wang kebetulan saja ia melewati sebuah kota dan mendengar kekejaman dari Xiao Hei dan berniat ingin menghentikannya bahkan membunuh Xiao Hei.
Tapi saat pertarungan dimulai dan pertukaran pukulan terjadi, Li Wang merasakan sebenarnya Patriark dari Perguruan Penguasa Racun merupakan seseorang yang baik tapi akan membinasakan siapapun yang menganggunya siapapun itu.
Karena hal itu di masa lalu Xiao Hei sekarang masih menjadi salah satu buronan besar di aliran putih dan harga kepalanya menyentuh ratusan juta keping emas.
Tapi, Xiao Hei yang dulu berbeda dengan yang sekarang, ia sudah berubah karena Li Wang. Xiao Hei juga sudah bersumpah akan selalu membantu Li Wang apapun permintaan dari Li Wang.
Sampai seiarang Xiao Hei masih tetap berada di markasnya di Hutan Setan Giok sampai suatu masalah datang kepadanya membuatnya kembali ke dunia persilatan.
tidak usah buat cerita baru kalau tidak jelas
tdk ada hareem kah?
Bukan cerita yg buruk, cerita nya bagus tapi sangat kecewa dgn penuturan dan penempatan otor pd tata kata dan bahasa., jd tdk ba bisa lanjut baca nya lagi ...
Pembaca dan penulis akan saling take and give, pembaca akan senang dan nyaman bila mana cerita bagus, baik itu alur nya maupun penempatan kata, bahasa/kalimat nya dan akan mengapresiasi kepada penulis dgn hormat (karena tdk mudah membuat cerita yg bagus) dan penulis akan mendapatkan penghargaan dan kebanggan atas karya nya yg di sukai byk pembaca.. ini hanya saran saja, walau cerita nya sudah tamat tapi gak ada yg tau siapa saja bisa berhenti ditengah jalan 😊