Zahra tak menyangka, rumahtangga yang dia jaga selama enam tahun itu, sekarang sedang diambang kehancuran, karena pengkianatan sang suaminya, yang baru dia ketahui.
Zahra yang tengah hamil itu syok melihat sang suami menduakannya, hingga ia nyaris kehilangan calon anaknya.
"Aku tidak akan melabrakmu sekarang, tapi tunggu nanti, saat aku sudah menemukan semua bukti perselingkuhanmu, akan aku buat kamu tidak bisa mengelak, mas!"
"Dirumah seperti suami idaman, tapi ketika kamu di luar, kamu melakulan hal menjijikan seperti ini, mas!"
Lalu bagaimana sikap Zahra, ketika tahu sang suami sudah menduakannya, apa dia akan bertahan karena anak, atau memilih bercerai?!
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertunangan
Akhirnya, waktu pertunangan Zahra dengan Xavier tergelar sangat mewah, karena Xavier yang menginginkan acara yang super mewah.
Xavier menyematkan cincin dijari manis Zahra, dengan bibir yang tersenyum simpul.
"Apa kamu bahagia, bertunangan dengan saya?" tanya Xavier,
"Dan sebentar lagi kita akan menikah."
Zahra tersenyum masam menatap Xavier, dia menyembunyikan rasa kesalnya.
"Ya, aku bahagia bertunangan denganmu," jawab Zahra tersenyum.
Setelah mendengar itu, Xavier tersenyum menatap Zahra. Xavier sudah menduga kalo Zahra akan menerima pernikahan mereka, tanpa menanyakan tentang siapa dirinya.
"Mau berdansa dengan saya?"
Xavier menyodorkan tangan kearah Zahra, dengan senyuman manisnya menghiasi wajah tampannya.
Zahra mengangguk, lalu menyentuh tangan Xavier.
Keduanya berdansa cukup romantis, semua yang melihat keduanya sangat iri, dengan keromantisan mereka.
"Setidaknya dia mengira kalo aku menerima dia," batin Zahra.
Dengan gerakan tangan yang lembut, Xavier terus membawa Zahra kedalam pelukan hangatnya.
"I love u so much, Zahra Mutiara," bisik Xavier.
Bisikan Xavier, cukup membuat Zahra merinding seluruh tubuhnya.
"Kenapa tidak menjawab?" tanya Xavier, menatap Zahra.
"Ah a-aku.." Ujar Zahra gugup.
"Ngak usah gugup, kita ini calon suami istri," kata Xavier.
Zahra hanya tersenyum masam.
"Aku ke toilet dulu," izin Zahra.
"Jangan lama-lama, tidak enak dengan para tamu," kata Xavier.
Zahra langsung berjalan dengan langkah yang lumayan cepat
Setelat sampai kedalam toilet, dia langsung membuka keran airnya.
"Gila, ucapan dia benar-benar manis," ucap Zahra kesal.
Cukup lama Zahra berada didalam toilet, setelah menenangkan hatinya, Zahra keluar dari dalam.
Namun, saat Zahra akan meninggalkan toilet, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang.
"Kalo kamu tidak mau pertunangan ini terjadi, kamu bisa menolak dia didepan semua orang."
"Andrea, ngapain kamu disini?" tanya Zahra, menatap tidak suka.
"Saya kesini karena diundang oleh keluarga Alveric," jawab Andrea.
"Lepaskan tanganku, Xavier pasti menunggu aku!"
Zahra mencoba menarik cekalan tangannya dari tangan Andrea.
"Saya bisa membawa lari kamu," ucap Andrea.
"Saya tidak tertarik, karena saya akan menikah dengan Xavier," tegas Zahra.
"Jadi, kamu serius sudah menerima Xavier?" tanya Andrea dengan tatapan tajam.
"Kalo aku tidak menerima Xavier, aku tidak mungkin menerima tunangan dia hari ini," jawab Zahra, menegaskan sekali lagi.
"Mulutmu biasa berbohong. Tetapi, matamu tidak bisa melakuan itu, Zahra!"
"Kamu masih mempunyai waktu, buat menolak dia," ucap Andrea.
"Aku sudah katakan, aku tidak mau meninggalkan Xavier, aku sudah mencintai dirinya," jawab Zahra, menatap tajam kearah Andrea.
Setelah mendengar ucapan Zahra, tiba-tiba perasaan Andrea terasa sakit, tubuhnya sesaat lemah tak berdaya.
"Ngak mungkin, kamu tidak akan mencintai Xavier dengan waktu singkat," batin Andrea. Dia, tidak percaya dengan apa yang Zahra katakan barusan.
Sedangkan Zahra, setelah menarik tangannya dari cekalan Andrea, dia langsung meninggalkan Andrea, dan kembali ke acara pertunangannya.
"Lo dari mana?" tanya Rika, mendekati Zahra.
"Dari toilet," jawab Zahra.
"Lama sekali, apa ada yang terjadi?" tanya Rika.
"Ngak ada apa-apa, tadi cuman bertemu dengan Andrea saja," kata Zahra.
"Andrea, apa dia menganggu Lo?" tanya Rika lagi.
"Sedikit, dia mengatakan kalo gua masih punya waktu buar kabur ninggalin Xavier, dan, hidup dengan dia," jawab Zahra.
"Terus, Lo jawab apa?" tanya Rika.
"Simple aja, gua ngak mau ninggalin Xavier, karena gua udah cinta sama Xavier," jawab Zahra.
"Good girl, jawaban yang memuaskan," ujar Rika, mengacungkan jempolnya.
"Gua akan selalu ingat misi kita," ucap Zahra.
Rika mengangguk.
"Yaudah, Lo kembali ke sana, Xavier nungguin Lo," titah Rika.
Zahra mengangguk, langsung mendekat kearah Xavier.
"Kenapa lama, sayang?" tanya Xavier.
"Maaf, tadi aku sakit perut," jawab Zahra, yang tidak masuk akal.
Zahra dengan Xavier kembali menjamu tamu, dari kalangan bisnis Xavier.
"Terima kasih sudah datang diacara pertunangan saya dengan Zahra, tuan Andrea Mattia," ucap Xavier tersenyum.
"Saya datang karena mau memastikan kalo Zahra ingin kabur, dia akan bersama saya," ujar Andrea.
"Di siang hari, tidak diperbolehkan bermimpi," ucap Xavier tersenyum sinis.
Xavier menyentuh pinggang Zahra, dia menaruh tangannya di belakang Zahra.
Melihat itu Andrea merasa tubuhnya terbakar, bukan dengan api biasa. Tetapi, dengan api cemburu.
"Saya pastikan kalo Zahra akan memilih saya," batin Andrea, sembari mencekal tangannya.
Andrea mengalihkan dirinya, supaya tidak terlalu memikirkan Zahra, pandangan Andrea tertuju kearah Rika, dan dia menemui Rika.
"Halo nona, bisakah kita berkenalan?" sapa Andrea.
"Tidak bisa, saya tidak suka berkenalan dengan orang asing," jawab Rika ketus.
"Sepertinya dia sahabat Zahra, saya harus mendekati dia, agar bisa mencari tahu lebih dalam tentang Zahra," batin Andrea,
"Tunggu!" panggil Andrea. Saat Rika akan meninggalkan Andrea.
Tapi langkah Rika tidak terhenti, hanya karena mendengar suara Andrea. Tetapi, Andrea terus mengejar Rika.
"Sepertinya ada hal penting, sampai anda mengikuti saya?"
Rika memasang wajah dingin, karena dia tidak suka berbasa-basi dengan orang asing, apa lagi dengan pria yang sedang Zahra permasalahkan.
"Sepertinya, nona sangat menghindari saya, apa ada kesan buruk saat pertama kali kita bertemu?" tanya Andrea.
"Saya tidak biasa terlalu lama bicara dengan orang asing, apa lagi ini bukan di negara saya, jadi saya tidak tahu orangnya bagaimana," jawab Rika, tanpa menatap kearah Andrea.
"Perkenalkan nama saya Andrea Mattia."
Andrea menyodorkan tangannya kearah Rika, tapi Rika tidak membalasnya.
"Oke tuan Andrea, sekarang saya sudah mengetahui nama anda, bisakah anda tidak menganggu saya?" ujar Rika tidak suka dengan kehadirannya.
"Dia lebih ketus dari Zahra, dasar wanita!" batin Andrea kesal.
Karena mendengar penolakan dari Rika, Andrea langsung meninggalkan Rika sendiri.
"Aku tahu maksud kamu apa mendekati aku, kamu akan menanyakan tentang Zahra."
"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti dia lagi, cukup mantan suaminya yang ngak tahu diri itu saja, tidak boleh ada yang menyakiti Zahra," batin Rika.
Rika sangat peduli dengan Zahra, bahkan dia akan melakukan apapun demi kebaikan Zahra.
Flasback dulu, Rika cuman anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, karena bertemu dengan Zahra, Rika bisa sekolah tinggi sampai dirinya menjadi pengacara.
Rika menganggap itu karena kebaikan orangtua Zahra, meskipun Zahra atau keluargnya tidak pernah mengungkit itu, tapi Rika akan berniat membalas budi kepada orang yang sudah menolong hidupnya.
"Balas budi dengan uang, tidak akan diterima karena mereka akan menolak mentah-mentah, dan uang kelurga Zahra sudah banyak, jadi aku akan balas budi dengan hidupku," batin Rika.
Rika tidak segan-segan melindungi Zahra, kapan pun dan dimana pun. Dia akan mempertaruhkan nyawanya demi Zahra, sahabat yang sudah seperti saudara itu.
***
pntsn aja dia mksa bgt,trnyta pnya pnykt mntal....
dr awl udh bhong,tar jd kbiasaan...lgian xavier ga cnta sm zahra,tp krna wjhnya mrip aluna....hdpnya ga bkln bhgia kl b slesai sm msa lalunya...
Alur ceritanya bagus dan konfliknya tidak begitu terlalu rumit...
pemilihan kosakata sangat baik dan mudah untuk dipahami...
terimakasih buat kk othor,
semoga sukses ❤️
dan andrea tanpa sadar bilang bahwa zahra mirip dengan seseorang??? nah, bisa menjadi petunjuk masalah xavier.
tkut bgt kl mreka nyktin zahra ....
trs knp jg dia mksa buat nkah sm zahra????🤔🤔🤔
yg 1 aja msih ngejar,nongol lg yg baru....
mga zahra dpt yg trbaik deh,jgn smp ky yg onoh.....
Zahra bkln jd rbutan nih....tp mga dia dptn jdoh trbaik,jgn smp ky yg onoh.....