NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:755
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Roy Si paling Playing Victim

Sudah 2 hari berlalu, Ana masih mengabaikan pesan dari Roy meski puluhan pesan baru berjubel di notifikasi ponsel nya. dia bukan belum siap atas keputusan nya,tapi dia belum siap menerima alibi-alibi Roy yang terkadang justru membuat nya makin sakit. Ana menghela nafas berat, semakin lama ini di tahan, semakin dalam juga sakit yang dia rasakan.

Malam yang begitu tenang terasa mencekat untuk Ana saat dia mengetik satu balasan di ponselnya. Namun belum sempat balasan itu ia kirim, nama Roy sudah tertera di layar panggilan. Ana kembali menarik nafas mencoba menetralkan segala amarah yang ingin meledak. Tanpa keraguan yang sedari kemarin mengambang, Ana dengan yakin menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya.

Belum sampai benda pipih itu menempel di telinga kirinya, suara lantang Roy sudah menyapa.

''Kamu kemana saja An!. ''Kamu marah cuma gara-gara aku minta uang buat beli makan ! Hah!. Orang itu kalo ada masalah di selesaikan bukan malah diam ngerti nggak!. Hardik Roy.

Ana tersenyum masam, ''Kamu saja pernah mendiamkan ku satu minggu.'' jawab Ana tegas.

''Kapan!. Bentak Roy.

'' Waktu aku minta kamu pulang, saat ada hiburan di rumah saudara mu padahal waktu itu aku demam, pernah juga saat Raka cuma mau ngasih tau hasil gambar nya tapi kamu larang aku keluar kamar, aku ngeyel keluar kamar karena Raka terus saja merengek padahal itu tidak sampai 5 menit, berakhir kamu lempar handphone ke pintu kamar. lalu mendiam kan ku 1 minggu, apa kamu lupa ?'' geram Ana .

Entah mengapa malah justru luka-luka yang selama ini dia pendam keluar dari mulut nya.

''OH. Jadi kamu dendam.'' ucap Roy

''Bukan dendam, cuma kamu tadi kan tanya jadi aku jawab.'' sahut Ana.

''Terus kenapa kamu baru bilang sekarang kenapa tidak kamu bicarakan dari dulu saat kamu di rumah!. Ucap Roy masih dengan suara keras.

''Memang nya selama ini kamu bisa di ajak bicara? Kaya nya nggak bisa deh, kecuali untuk kepentingan pribadi mu. '' tandas Ana.

Bisa Ana dengar tawa tidak terima Roy di seberang, tapi dia tidak peduli, hati nya sudah benar-Benar lelah saat ini .

''Terus sekarang mau mu apa, Ha!. '' Kamu mau aku berubah kamu mau aku minta maaf ngomong apa mau kamu!.

''Sudah tidak ada keinginan.'' jawab Ana ketus.

''Maksut kamu apa seh, An kamu mau ngajak pisahan?" Tanya Roy sedikit pelan

Ana menghela nafas dalam ''aku nggak bilang ngajak pisah, cuma untuk sementara

Waktu kita nggak usah komunikasi dulu, kita instropeksi diri ......'

'' Ya itu awal dari perpisahan!. Hardik Roy.

'' Ya bagus lah kalo kamu berfikir nya langsung ke situ." Sahut Ana .

Roy mendengus kasar, '' Huh. Maksut kamu apa seh, An cuma gara- gara aku minta uang buat makan aja kamu ngajak pisahan. Kalau memang kamu nggak bisa bantu ya udah nggak apa-apa aku bisa cari sendiri, nggak makan uang dari hasil mu aku juga masih bisa hidup!" Sungut Roy.

''Bukan perkara uang nya mas, tapi kewajiban.'' Tegas Ana.

Dapat Ana dengar dengar deru nafas penuh emosi dari Roy.

''Jadi kamu nuntut kewajiban ku. ''PULANG KAMU KALAU MEMANG TIDAK IKHLAS BANTU KEUANGAN KELUARGA KITA !. Teriak Roy.

''Sekarang aja kamu bilang kewajiban-kewajiban. Kemarin pas mau berangkat bilang- nya demi keluarga, demi kita, biar bisa hidup enak, biar bisa cepet punya rumah, sekarang kamu bawa-bawa kewajiban.'' Lanjut Roy.

Ana tersenyum smirk meski tak terlihat oleh Roy, '' Ya bener kan ini kewajiban kamu.

Harus nya aku yang minta sama kamu bukan malah sebalik nya.'' Protes Ana.

''Sudah lah mas aku capek bahas ini sama kamu. Untuk sementara aku mau nenangin

Diri dulu, aku mau instropeksi, terserah kamu mau berfikir gimana, inti nya kita sementara waktu nggak usah komunikasi dulu.'' Tandas Ana.

''Maksut mu apa ngajak pisah! Denger ya, Ana. Kalau kita pisah jangan harap kamu bisa tau kabarnya Aidar lagi!. Ancam Roy.

Ana tak bergeming, malah justru semakin menantang Roy, ''ambil aja kalau kamu bisa

Memenuhi kebutuhan nya Aidar, kamu tau kan harga susu dan jadual sekali cek up

Dokternya Aidar. Aku malah enak kok beban ku berkurang satu.'' Ucap Ana meski hati- nya takut terjadi benar pada Aidar.

Bisa di tebak dada Roy pasti nyaris meledak mendengar apa yang ucapkan Ana.

''KAMU NANTANG AKU AN !. '' BERANI BENER KAMU !. Teriak Roy dengan suara nafas bak habis lari maraton 10km.

''Kamu habis kena hasut siapa, An sampai berani kaya gini, Hah!. '' habis ngobrol sama siapa kamu kok langsung berubah. Kemarin kita masih baik-baik aja lo, An habis dapet omongan apa kamu kok langsung berubah kaya gini,'' cerca Roy.

''Nggak ada yang berubah, aku emang kaya gini asli nya." Jawab Ana santai

''Nggak. Kamu pasti terpengaruh sama orang, An." Sela Roy

Ana kemudian mengirim foto yang di kirim Julia kemarin. Awal nya dia malas

Membahas hal itu, dia ingin lebih fokus pada sakit hati nya yang sudah dia pendam sedari lama. Tapi seperti nya Roy perlu tau kalau hidup Ana tak selalu terfokus tentang dia.

Suasana hening sejenak sesat setelah foto itu Ana kirim, meski tak lama, suara Roy

Kembali menggema.

''Dapet dari mana kamu foto itu. Kakak mu itu ngawasi aku! Mereka mau cari-cari kesalahan ku!. Kilah Roy.

"Percaya diri sekali,'' sahut Ana . ''Perempuam yang kamu sewa itu teman aku." tandas Ana .

''Jadi kamu cemburu, An cuma gara-gara aku duduk sama pemandu lagu. Itu aku cuma duduk-duduk, nggak ngapa-ngapain. aku juga itu di ajakin sama temen, di bayarin malahan. Oalah ternyata kamu cuma cemburu to,'' sahut Roy dengan tawa menggema.

''Cemburu? Apa yang aku cemburu in."sahut Ana.

''INI BUKTI NYA!. "Kamu marah sampe berfikir mau ngajak pisah cuma karena foto ini.

''Ana .. Ana aku itu cuma cari hiburan nggak aneh-aneh, apa salahnya lo, cuma hiburan An." Jelas Roy.

"Nggak ada yang salah ..... memang nggak salah seh, aku yang salah." Ucap Ana.

"Cuma hiburan kan? Berarti aku juga boleh dong? " Imbuh Ana sedikit meledek.

"Kamu ini ....' Mau kamu sebenar nya apa sih An. Cuma gara-gara foto nggak mutu

Kamu marah.'' kelit Roy.

"Ini bukan masalah foto itu mas, kalau cuma kamu mau sama perempuan lain, aku nggak peduli. Terserah kalau kamu mau.....'

"Yaa terus karena apa!. Ngomong, kamu dari tadi muter-muter aja di ajak ngomong." Bentak Roy.

Ana tau Roy tipe orang yang tidak suka bertele-tele, meski dia sendiri orang nya seperti itu. Mempermainkan emosi laki-laki itu satu-satunya cara untuk melawan, karena pembelaan diri dengan menunjukkan fakta tidak akan ada artinya, Roy bisa dengan mudah memutar balikkan. Yang sudah jelas- jelas dia salah saja dia tidak mau mengakui, apalagi yang hanya tuduhan-tuduhan.

"Aku sudah capek mas jadi istri kamu, aku capek menghadapi sifat kamu, aku sudah nggak sanggup, aku menyerah.'' tandas Ana.

''Alasan nya.'' sela Roy.

''Kamu pikir sendiri saja.'' sahut Ana . '' Untuk masalah Aidar, kalau kamu percaya keluarga ku, biar Aidar tetep sama keluarga ku, tapi kalau kamu mau ambil ya silahkan.

Tapi yang perlu kamu tau,kalau kamu ambil Aidar aku nggak mau ikut campur lagi untuk urusan Aidar dalam hal apapun. Jadi kalau ada apa-apa sama Aidar ya kamu tanggung jawab sendiri. Karena selama aku pergi aku cuma percayakan Aidar sama mbak ku, dan nyata nya sampai saat ini Aidar baik-baik saja, makin pinter, makin sehat. kalau kamu mau nurut ii ego mu dengan ambil paksa dia, dan terjadi apa-apa, yaa... mungkin hukum yang bicara.'' pungkas Ana.

''Kamu benar-benar yakin dengan keputusan mu ini, An.'' tekan Roy.

''Ya. '' jawab Ana pendek.

Roy terdengar tertawa remeh di sebrang sana,'' Akan ku pastikan kau menyesal setelah ini An.'' Ucap nya sebelum memutuskan panggilan telefon nya.

Ana tersenyum puas, tidak ada penyesalan pun air mata, semua seolah memang

Sudah di Ridhoi oleh sang pencipta. 2 hari ini dia benar-benar memikirkan nya, mempertimbangkan dengan segala kemungkinan meski pemberat nya hanya satu Aidar.

Sebenar nya dia tak sampai hati mengorbankan si kecil itu, kalau saja nanti Roy benar-benar mengambilnya, tapi bertahan juga bukan sebuah pilihan, karena lama-kelamaan ia akan hancur juga. bukan raga nya, tapi mental nya.

Melepaskan adalah satu-satu nya cara menyelamatkan diri nya, keyakinannya hanya,

''Jika dia terselamatkan dan mendapat kebahagiaan maka anak nya pun akan merasakan hal sama, pun sebalik nya jika dia saja tidak bahagia, bagaimana bisa dia membahagiakan anak-anak nya."

Ana menyempatkan mengabarkan pada mbak Asih atas keputusan nya, agar mbak Asih juga tidak terkejut kalau tiba-tiba Roy mengambil Aidar seperti waktu itu. Sebelum menutup hari Itu dengan sebuah senyum keyakinan .

''Suatu saat aku juga akan bahagia . "

______Bersambung.

Good Job An ......

__IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!