NovelToon NovelToon
TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI

TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Tamat
Popularitas:565.6k
Nilai: 5
Nama Author: Zainuri I

TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI (Pernikahan dadakan season 2).

Menceritakan tentang kisah asmara dan lika liku kehidupan ketiga anak dari pasangan Farhana Indrayani dan David Prasetyo.
Karena penolakan yang dilakukan oleh ayah dari gadis pujaannya, Akbar yang notabenenya adalah seorang tuan muda rela menjadi santri salah satu pesantren di sebuah kampung. Untungnya ada tuan muda lain yang juga ikut nyantri karena syarat dari calon mertuanya.

Nirmala, anak bungsu dari pasangan Hana dan David bertemu dengan seorang anak pemuda karena membantunya melawan dari pengeroyokan yang tak seimbang. Ternyata pemuda tersebut adalah anak kyai yang menjadi tempat pesantrennya melakukan observasi tugas dari kampusnya.
Siapakah jodoh dari ketiga putra putri Prasetyo ini? Temukan jawabannya di novel ini.
Keseruan kisah mereka bertiga akan ada disini. Foto atau gambar diambil dari google. Hak cipta tetap pada pemilik foto, bukan pada author.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zainuri I, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FIRASAT

TUAN MUDA NYANTRI NONA MUDA JADI BU NYAI – 16

Dua minggu berlalu sejak dinner antara Mila dan Raka. Benar saja apa yang dikatakan Raka. Selama dua minggu ini, Raka hanya sekali menelponnya itupun memberi kabar bahwa dia akan terbang menuju lokasi misi. Rindu. Itu yang Mila rasakan. Hatinya bergemuruh entah karena apa. Hatinya mengatakan keadaan kekasihnya tidak baik-baik saja. Gelisah dia rasakan sejak kemarin.

“Kenapa?” tanya Mala yang melihat kegelisahan di wajah saudari kembarnya.

“Entahlah Dek. Aku merasakan dadaku sesak dan selalu gelisah sejak kemarin. Hatiku mengatakan kalau keadaan Kak Raka tidak baik-baik saja” jawab Mila dengan sedih.

“Sudah berdo’a? Tadarus?” tanya Mala memberi saran.

“Sudah, tapi tetap merasa gelisah walau sudah sedikit tenang. Aku khawatir Raka bertindak terburu-buru karena ingin secepatnya menyelesaikan misi” cerita Mila pada Mala.

“Tidak semudah itu bertindak sayang. Mereka punya tim dan setiap gerakan telah direncanakan sebelumnya. Bahkan sudah ada rencana cadangan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Akan ada sangsi bagi yang melanggar dan mengacaukan rencananya. Jangan parno ih” jelas Mala yang memang lebih mengetahui strategi

penyerangan dari pada Mila.

“Semoga apa yang kamu ucapkan benar adanya Dek” jawab Mila sendu.

“Sudahlah. Apa kau tidak ingin melihat kakak ipar?” tanya Mala antusias.

“Kakak ipar? Maksudmu calonnya Kakak?” tanya Mila tak kalah antusias. Untuk sesaat, dia melupakan kegundahannya.

“Iya. Hari ini Kakak bersama Kak Suci akan pergi ke panti. Dan kata Kak Suci, selain untuk menyerahkan dana yang dititipkan teman Kakak, Kakak juga akan menemui gadis pujaannya. Mau ikut?” tanya Mala lagi.

“Baiklah. Aku ikut. Aku siap-siap dulu” ucap Mila dan langsung pergi meninggalkan balkon kamarnya. Namun tak lama dia kembali.

“Kenapa?” tanya Mala heran.

“Kapan kita akan pergi? Maksudku jam berapa?” tanya Mila sambi ujuk gigi.

“Setelah makan siang. Kata ayah sudah tidak ada hal yang penting lagi. Jadi kakak bisa pergi ke panti dengan cepat”

“Apa ayah tahu yang dilakukan kakak?”

“Menurutmu?” tanya Mala menaikkan alisnya.

“Aku tahu jawabannya. Hanya saja ayah akan pura-pura tidak tahu. Setiap langkah dan gerakkan kita, ayah pasti tahu. Duapuluh empat jam ayah punya CCTV berjalan” ucap Mila enteng dan kembali ke dalam. Dia mengambil handuk dan segera masuk ke kamar mandi. Mala menggelengkan kepalanya melihat tingkah kembarannya.

Tigapuluh menit kemudian, mereka telah siap dan langsung menuju panti. Mereka akan bertemu Akbar dan Suci di sana. Saat Mila dan Mala tiba, mobil Akbar sudah terparkir rapi di halaman panti.

“Kakak dah datang tuh” ucap Mila menunjuk mobil Akbar dengan dagunya.

“Ayo kita masuk dan mencari Kakak” ucap Mala menggandeng tangan Mila.

Akbar sedang berbicara dengan seorang wanita berhijab saat Mila dan Mala tiba di taman belakang panti. Wajah Akbar sangat cerah dan terlihat kalau dia sedang berbunga-bunga.

“Itu Kakak sama siapa?” tanya Mila.

“Dia wanita yang disukai kakakmu” jawab Suci yang sudah ada di belakang kembar.

“Ya Allah. Kaget aku Kak” ucap kembar bersamaan.

“Benar dia orangnya?” tanya Mala sendu. Suci dan Mila saling pandang.

Kenapa Dedek sepertinya sedih? ~Mila dan Suci.

“Dek, ikut aku sebentar ke depan” ucap Suci seperti perintah, bukan ajakan.

“Aku boleh ikut?” tanya Mila ragu-ragu. Suci sudah mode waspada pasalnya.

“Tentu boleh. Kita akan berbincang bertiga” ucap Suci. Mala masih diam mematung memandang Akbar dan gadis itu. Dengan gemas, Suci menarik tangan Mala agar mengikutinya. Mala tersentak saat tangannya ditarik. Dia pasrah dan mengikuti langkah Suci juga Mila.

“Sekarang katakan apa yang membuatmu sedih dengan hubungan Akbar dan Azza?” tanya Suci langsung setelah mereka sampai di depan panti. Mala mengerjapkan matanya bingung.

Bagaimana dia bisa tahu apa yang aku pikirkan? ~ Mala.

“Apakah dia gadis yang buruk? Atau ada sesuatu yang lainnya?” tanya Mila ikut-ikutan mengintrogasi Mala.

“Entahlah. Aku hanya merasa Kakak akan merasa kecewa nantinya. Emm, mungkin patah hati” ucap Mala sedih.

“Maksudmu cintanya bertepuk sebelah tangan?” tanya Suci lagi.

“Aku tak tahu Kak. Secara pribadi, tidak ada masalah dari gadis itu. Dia baik dan tulus. Dia juga cantik. Terlebih dia menjaga tubuhnya dengan gaun yang bagus. Bukan seperti kita. Mahkota kita sudah menjadi santapan mereka yang bukan muhrim” ucap Mala menjelaskan.

“Baru sadar kamu. Kenapa kamu nggak pakai hijab saja?” tanya Suci jengkel. Pasalnya dia tidak mendapat jawaban apa-apa dari kesedihan Mala. Namun harus dia akui bahwa feeling sahabat sekaligus saudaranya ini sangatlah kuat. Terlebih Akbar adalah saudara kandung Mala.

“Aku pengen sih. Tapi nantilah kalau aku sudah benar-benar mantap. Masa bodoh dengan ucapan orang. Hidup-hidup aku” jawab Mala cuek. Mila semenjak penjelasan dari Mala, masih belum terdengar suaranya. Mala melihat intens saudara kembarnya itu.

“Kenapa Dek?” tanya Mala memegang bahu Mila.

“Kamu serius soal firasatmu ini? Apa perlu kita beri tahu Kakak?” tanya Mila galau.

“Jangan. Kita boleh percaya dengan firasat, namun jangan mendahului takdir. Ingat kata bunda” cegah Mala yang takut firasatnya tidak benar. Namun dia juga khawatir kalau ternyata apa yang dia rasakan adalah suatu pertanda. Bahkan Mala sendiri sekarang dilema harus apa.

“Kamu benar Dek. Semoga apa yang kamu rasakan itu tidak benar” ucap Suci akhirnya.

Benar apa yang dikatakan Mala. Kita tidak boleh mendahului takdir. ~ Suci.

*****

Akbar sedang berbincang dengan Azza di taman belakang.

“Emm, Za. Apakah boleh kalau aku bertanya padamu tentang hal yang sedikit pribadi?” tanya Akbar ragu-ragu.

“Tanyakan saja Mas. Insya Allah saya akan menjawabnya kalau mampu” jawab Azza lembut.

“Apakah kamu sudah punya kekasih?” tanya Akbar memberanikan diri.

“Maaf Mas, saya tidak pacaran” jawab Azza dengan mengulas senyum.

“Jadi kamu tidak pernah pacaran atau menjalin hubungan dengan lawan jenis?” tanya Akbar lagi.

“Iya Mas”

“Kenapa?” tanya Akbar tidak habis pikir.

“Karena pengetahuan dan hati saya melarang hal itu” jawab Azza masih dengan senyum menawannya. Akbar selalu terpesona dengan paras, sennyum dan kelembutan Azza. Terlebih lagi hatinya yang suka menolong orang yang kesusahan.

“Lalu bagaimana kalau ada pria yang menyukaimu misalnya?” tanya Akbar memancing Azza.

“Laki-laki yang baik akan menemui orang tua sang gadis jika menghendaki serius. Namun akan enggan meminta pada orang tua sang gadis jika hanya ingin bermain-main. Sejauh ini saya belum menlihat laki-laki yang serius sama saya” jawab Azza tepat menancap di hati Akbar.

“Apakah boleh hari ini aku antar pulang? Aku ingin mengenal orang tuamu dan membicarakn sedikit hal pada mereka” ucap Akbar membuat Azza terkejut.

“Apa Mas mengenal orang tuaku?” tanya Azza penasaran.

“Belum mengenal, tapi akan mengenal setelah hari ini. Bagaimana?” tanya Akbar penuh harap.

“Baiklah, tapi saya tidak mau kalau hanya berdua di dalam mobil. Mbak Suci harus ikut bersama saya. Saya takut abah dan umi marah nanti. Lagi pula hal itu tidak diperbolehkan kecuali darurat. Sedangkan apa yang akan kita lakukan ini bukan suatu hal yang darurat” jawab Azza mengiyakan ajakan Akbar dengan syarat. Tentu saja hal itu tidak disia-siakan oleh Akbar.

“Tentu saja boleh. Apakah aku juga boleh mengajak kedua adikku? Mereka sudah di sini. Ayo aku kenalkan” ajak Akbar beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Azza.

Setelah berbincang-bincang dengan anak-anak yang biasa menjaga teman dan adik-adiknya dan berpesan agar selalu mengawasi mereka, Akbar dan Azza pamit ke depan untuk menemui si kembar. Bukan tanpa alasan Akbar mengajak si kembar. Namun dia ingin mengetahui apakah penilaiannya terhadap Azza sesuai dengan apa yang dirasakan Mala.

*****

NEXT

*****

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK DENGAN LIKE, KOMENTAR, VOTE, DAN RATING BINTANG LIMANYA YAH? BERI JUGA HADIAH JIKA BERKENAN. TERIMAKASIH!

JANGAN LUPA UNTUK MEMBACA KARYA AUTHOR YANG LAIN. VOTE DAN BERI HADIAH JUGA UNTUK KARYA AUTHOR DENGAN JUDUL PERNIKAHAN DADAKAN DAN OH SUAMIKU. TERIMAKASIH!

1
Budinahwati
Luar biasa
Mer_y
sangat terhibur dan ada sedikit pelajaran disalanta
🍒나는 천사🍒
vote q buatmu mak othor🤗
Nafisatun Najah
bun aku mau kasih saran boleh kan, itu tulisan amin kan artinya aman, harusnya tulisanya aamiin bukan amin.
Nafisatun Najah
benar juga kamu mala😄😄😄
Femi L Shakti
Nining itu yang diajak Rafa makan trs dihina sama ibu ibu karena dekil. dan pada akhirnya sama David didandani pakek baju bagus dan ibu ibu itu disuruh David ganti total harga baju. dan setelahnya terjadi penyerangan pada Rafa yang kedua kalinya. kalau gak salah yg itu
siti fatonah
l
Intan Alawiah
gakk bisa berhenti😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Nuris Sadiyah
kl aku mah tipe orang yg gk peduli sama kesalahan penulisan, yg penting ceritanya bagus, seru alurny pasti habis dah bacanya....🤭
Nuris Sadiyah
suka ceritanya
ringan, lucu, seru bacanya smbil cengengesan sendiri ini...😅
Eli Yana
semangat Mala jgn kasih kendor sama musuh selamatkan bebebnya😁😁😁
Eli Yana
semangat Mala jgn kasih kendor sama musuh selamatkan bebebnya😁😁😁
Eli Yana
semangat bunda aku suka ceritanya dicerita ini kompit humor, relijius, terus laganya juga pokoknya aku suka the best be author
💫Sun love 💫
bener bunda.. kyai juga manusia... 🥰🥰🥰🥰
💫Sun love 💫
konyol tapi membawa berkah ya Mala....🤭🤭🤭
💫Sun love 💫
ya.... ampiuuuun Mala.....🤣🤣🤣🤣
💫Sun love 💫
penasaran 🙃🙃🙃🙃🙃
💫Sun love 💫
ada misteri ni.... kayaknya si Azam ni tuan muda deh....
💫Sun love 💫
keributan apakah gerangan.....🤔🤔🤔
💫Sun love 💫
keren banget visualnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!