Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
4.2 Fakta Dalam Rahasia 3
Malam harinya, Bara harus pergi kembali ke Paris sedangkan Bulkrish pergi ke NP
Mei pun hanya bermain dengan keponakan kecilnya dan setiap ada kesempatan Eka selalu menyetubuhinya dimanapun dan kapanpun.
Hingga 1 minggu kemudian, Mei sedang habis berenang bersama keponakan kecilnya, namun tiba tiba Mei menatap Eka dan mengkodekan Eka mendekat, Eka seperti anjing dipanggil pun segera berenang ke dekat Mei yang sudah di bibir kolam,
"Kenapa Mei??" Eka
"Aku- mau bicara sesuatu," Mei
"Hah? Bicara apa?" Eka
"Kamu mafia beneran apa gak sih, maza membahas hal penting di depan anak anak seperti mereka, ada pengasuh lagi," Mei
"Hei Mei, aku bukan anak anak," ujar Ray yang mendengar perkataan Mei
Mei hanya menjulurkan lidah mengejeknya,
"Baiklah Mei, kita selesaikan bermain dulu baru bicara oke," Eka
"Arasseo," Mei.
.
.
.
Setelah lelah bermain dan kembar langsung tidur setelah membersihkan diri, Mei dan Eka yang sudah membersihkan diri pun berbicara berdua di ruang kerja Eka,
"Jadi apa yang kamu mau bicarakan??" Eka
"Bulkrish, dia pergi bersama siapa??" Mei
"Kalo gak salah, sama Raeya Putri Mantan Presiden terdahulu, kenapa??" Eka
"Eka, jawab jujur tanpa satu kebohongan, jika kamu berbohong, kelar hidupmu, apa kau tau hubungan Bulkrish dengan Putri Mantan Presiden??" Mei
"Kamu belum tau ya, ahhh tentu saja ini harus dirahasiakan darimu, Si Asa dan Raeya memiliki hubungan khusus, karena itu, aku bosan melihatnya berpura pura baik padamu," Eka
"Hubungan seperti apa??" Mei
"Suami Istri," Eka
Mei sangat terkejut,
"Apa!? Suami istri!?" Mei
"Iya, 3 tahunan lalu, saat kamu koma dan membutuhkan sumsum tulang belakang, Asa mencoba segala cara hingga akhirnya Raeya yang cocok, Raeya memberikan syarat untuk Asa menikahinya walau pada akhirnya Raeya seperti selir di paviliun belakang. Asa kira aku tak akan mengetahuinya karena pernikahan itu hanya di hadiri oleh Keluarga besar ini dan Keluarga Asa tanpa orang luar rumah tau, bahkan para Pelayan tak tau, semua orang hanya tau jika Ibuku yang menikah," Eka
"Jadi selama ini, kalian sudah menyembunyikan hal ini dariku," Mei
"Maafkan aku, aku tak bermaksud menyembunyikannya, tapi ini demi kebaikanmu Mei, jika kamu tau, kesehatanmu pasti akan terganggu dan aku gak mau kamu tambah sakit," Eka
"Semua orang merahasiakan ini. Eka, apa kau juga punya wanita lain?" Mei
"Apa maksudmu?? Aku bahkan tak pernah melirik wanita lain kecuali dirimu, bahkan sampai putri dunia pernah memasuki kamarku diam diam dan bertelanjang bulat disana untuk menggodaku tak kulirik sama sekali itu karena aku hanya untukmu, aku bukan anak perempuan yang suka bermain boneka, aku mencintaimu dengan tulus. Jika saat itu aku diposisi Asa, aku akan membunuh Raeya dan mengambil paksa sumsum tulang belakangnya," Eka
"Menurutmu, apa aku akan percaya perkataan orang lagi, TIDAK," Mei
Mei pergi dari ruang kerja Eka,
"Mei pasti marah besar," lirih Eka.
.
.
.
Flashback On,
Kemarin sore, saat tak ada yang mengawasinya, Mei mencoba menyelinap ke kamar Bulkrish, namun Mei mengalami kesulitan karena kamar Bulkrish berisi password,
"Si Bulkrish bodoh itu pakai acara isiin password dikamarnya, apa ya kira kira ini passwordnya? Mungkin tanggal ultahku,"
Saat Mei mencobanya, namun salah,
"Ihhh salah, apa dong ya? Ah aku tau, passwordnya pasti ultahku dan Bulkrish, 30 05 + 02 04, 3209,"
Mei kembali mencoba dan berhasil, Mei pun masuk ke kamar Bulkrish, disaat Mei melihat kamar Bulkrish, Mei melihat beberapa tumpukan map di atas meja Bulkrish, namun ranjang dan barang barang yang lain bersih dan rapih,
"Si Bulkrish, sesibuk apapun dia, kamarnya memang harus selalu rapih, aku tiduran bentar sama berantakin dikit, dia palingan gak marah,"
Mei tiduran diranjang Bulkrish, Mei menemukan map dibawah bantal Bulkrish,
"Kebiasaan deh kerjaan pekerjaan kantor sampe dibawa ke ranjang,"
Saat Mei membuka dan membaca map itu, raut wajah Mei berubah dan pergi dari kamar Bulkrish.
Flashback Off.
.
.
.
Back to Story,
Kebesokan harinya, Mei tak ditemukan dimana mana, Eka bahkan sudah mencari seluruh mansion namun tak ketemu juga.
Hingga 2 hari kemudian, Eka masih tak menemukan Mei, Eka sungguh stress luar biasa karena Mei tak kujung ketemu,
"Dimana Mei sebenarnya??? Ahhh ini membuatku pusing," Eka
Ayah Mei datang,
"Eka, apa Mei sudah ketemu?" Ayah
"Belum Kek, aku sedang mencari Mei," Eka
"Sepertinya dia lupa diri, blokir aja semua atmnya, dia akan kembali," Ayah
Eka sempat berpikir, saat Eka akan memblokirnya sendiri, Eka melihat kalau semua uang yang ada di atm Mei sudah terambil semua,
"Mei sudah menarik semua uangnya," Eka
"Dimana lokasinya?" Ayah
"Di- Amerika," Eka
Eka menatap Kakeknya,
"Kakek," Eka
"Ahhh anak itu sejak tau dunia, dia jadi lupa diri," Ayah
"Kakek, Mei tidak bersalah, jangan menyalahkan Mei, aku juga tak suka mendengarnya," Eka
"Lalu kau mau apa sekarang??" Ayah
"Tentu saja membawa Mei kembali," Eka tersenyum.
.
.
.
Di lain tempat, yaitu di Tokyo-Jepang, Mei sudah membeli sebuah apartemen murah dan tinggal disana dengan menyamar, Mei membeli wig pendek dan memberikan hiasan pada wajahnya dan juga memakai perekat perut agar perutnya yang sedikit buncit menjadi lebih kurus, Mei terlihat menatap langit di balkon apartemennya,
"Kenapa aku lari ya?? Kan Bulkrish yang salah, ugh!! Menyebalkan, tapi gak masalah sih, uang bermiliar ini bisa kuhabiskan untuk sisa hidup," Mei
Mei pun tiduran dan tertidur.
.
.
.
Besokan harinya, Mei memilih untuk jalan jalan ke mall dan berbelanja kebutuhannya, Mei membeli ponsel baru dan lainnya.
Hingga saat dirinya merasa repot membawa belanjaannya, Mei melihat orang orang berjaket Simbol Mata Yin Yang sedang berjalan,
"Di dunia ini apakah gak ada satupun tempat yang gak orangnya Eka, aku di Amerika udah banyak sekali orang," lirih Mei
Mei pun pura pura terlihat biasa saat melewati mereka, saat Mei berhasik melewati mereka, Mei segera masuk ke mobil barunya dan pergi,
"Si Eka itu benar benar membuat pencarian di seluruh dunia kah?? Kukira Eka hanya akan mencurigai Amerika, dasar Eka," Mei menggerutu
Mei mempercepat laju mobilnya.
.
.
.
3 bulan kemudian, Eka sudah sangat stress karena Mei belum juga ketemu, Bara yang mengetahui Mei menghilang juga mencoba mencari Mei, namun Eka merasa aneh karena Bulkrish belum juga kembali.
Disisi lain, Mei berada di Indonesia setelah melarikan diri keliling dunia untuk menghindari pencarian Eka, Mei bersembunyi di sebuah hotel di Yogya,
"Besok ke Bali ah, kayaknya permainanku harus segera selesai, aku bosan," Mei
Mei mengambil ponselnya lalu menelepon Eka,
"Hallo," Eka
Mei tersenyum lalu tiba tiba menangis,
"Hiks Eka," Mei
"Mei? Mei itu kamu Mei?" Eka
"Eka tolong aku, aku diculik," Mei
"Kamu dimana Mei?? Siapa yang berani menculikmu??" Eka
"Aku ngak tau, mereka orang orang kulit putih, entah dari negara mana mereka, selamatkan aku Eka, aku disiksa terus, aku gak tau ada di mana sekarang, aku di sekap di ruangan tapi aku berhasil mencuri ponsel dan bersembunyi di lemari, jika aku ketahuan, aku pasti akan dibunuh," isak Mei
"Tenang saja Mei, aku akan menemukan, kamu jangan takut, aku akan mencarimu," Eka
Mei menutup teleponnya, Mei lalu tertawa terbahak bahak,
"Hahahahaha mempermainkan Eka memang menyenangkan," Mei
Mei melihat kaca,
"Tapi- perutku semakin buncit, kenapa ya?? Aku udah diet kok," Mei.
.
Di markas Eka, Eka membanting ponselnya,
"Kalian!! Cepat temukan Mei!! Cari Mei dimanapun, aku mau Mei ditemukan!!!" teriak Eka pada bawahannya
Bawahannya mengangguk lalu bergegas pergi karena kemurkaan Eka,
"Dimana kamu Mei?? Aku tak akan membiarkanmu terluka," Eka
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁