NovelToon NovelToon
Suami Keduaku

Suami Keduaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ina Warsiati

Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.

Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa marah??

Kenzie melihat raut kecemasan di wajah Beverly.

Dia melihat bagaimana tangan Beverly memegang handphonenya dengan sedikit bergetar.

"semoga semua baik baik saja"gumam Beverly.

"apa kamu karyawan di DR group??"tanya Kenzie pada Beverly yang tengah menatap ke luar jendela.

"iya"jawab Beverly tanpa melihat ke arah Kenzie.

"divisi apa?"tanya Kenzie.

"memangnya kenapa?"tanya balik Beverly yang saat ini mulai menatap Kenzie yang memberikannya pertanyaan itu.

"saya cuma bertanya... kamu bekerja di sana di divisi apa?"tanya Kenzie lagi dengan sorot mata yang sulit untuk diartikan.

"divisi perencanaan"jawab Beverly.

"kenapa juga aku menjawabnya...apa urusannya dengan dia"gumamnya di dalam hati.

"kamu menjabat sebagai apa?"tanya Kenzie lagi.

"saya hanya karyawan biasa yang belum genap satu tabun bekerja"kata Beverly.

"hahh"

Kenzie menyunggingkan sediki senyumnya saat mendengar kebenaran tentang Beverly.

"apa apaan senyumannya itu... apa dia bertanya seperti itu tadi karena memang berencana menggejekku yang hanya karyawan biasa ini...aishh...sudah lah aku tidak peduli dengan pendapatnya"gumam Beverly .

"jadi kamu hanya karyawan biasa"kata Kenzie memastikan.

"apa maksud dari perkataannya itu, apa dia sengaja membuatku kesal"gumam Beverly lagi.

"maaf ya..tuan kaya yang terhormat... meskipun saya belum genap setahun bekerja tapi saya ini sudah menjadi karyawan tetap"kata Beverly dengan percaya diri.

Entah kenapa dia merasa bahwa laki laki yang saat ini berada di hadapannya itu sedang meremehkannya.

"memangnya kenapa?tidak ada hubungannya denganku kamu karyawan tetap atau bukan."kata Kenzie saat mendengar Beverly dengan pdnya menyebutkan bahwa dirinya merupakan karyawan tetap di perusahaan DR Group.

"laki laki ini benar benar menyebalkan"umpat Beverly.

"tidak apa apa"kata Beverly memilih mengacuhkannya dan memalingkan wajahnya dari wajah laki laki yang ada di sampingnya itu.

"kenapa marah??"tanya Kenzie saat melihat Beverly yang mengerucutkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya yang semula mengarah ke wajahnya.

"anda terlalu memandang rendah saya...bahkan anda mengejek posisi saya"kata Beverly.

"siapa yang mengejek posisimu?"tanya Kenzie.

"anda tadi tersenyum mengejek setelah mendengar perkataan saya yang menyebutkan bahwa saya hanya karyawan biasa... bukannya itu sudah jelas sebuah penghinaan untuk saya"kata Beverly.

"sepertinya kamu salah paham dengan saya"kata Kenzi pada Beverly.

"salah paham apanya??jelas jelas tadi begitu"kata Beverly.

"ahh sudahlah... lagian ejekan anda tidak berpengaruh di dalam kehidupan saya."lanjut Beverly.

"saya beneran tidak mengejek kamu"elak Kenzie.

"cihh...bohong"kata Beverly pelan namun masih bisa terdengar oleh Kenzie yang duduk di sampingnya.

"anggap saja...saya sedang mengejek atasan kamu "lanjut Kenzie.

"apa hubungannya dengan atasan saya"tanya Beverly.

"saya merasa lucu dengan atasan kamu yang mempercayakan orang baru seperti kamu untuk mengerjakan proposal yang begitu penting untuk perusahaannya....saya rasa atasan kamu tidak layak sebagai pemimpin di divisi kamu...dia tidak terlihat bertanggung jawab"jelas Kenzie.

"hahh"

"sampai sini apa kamu sudah jelas?"lanjut Kenzie

"tapi ini bukan karena pak kepala departemen yang menyuruhku...ini karena nona melinda sebagai direktur pelaksana yang menyuruku mengerjakannya sendiri"gumam nya.

"dari mana bapak tahu kalau proposal ini sangat penting?"tanya Beverly heran.

"bukannya sejak awal kamu sudah menyebutkannya"jawab Kenzie.

"ehh...ternyat bapak memperhatikan saya"kata Beverly dengan sedikit memperlihatkan giginya.

"sebenarnya atasan saya orang yang sangat baik.... ini bukan sepenuhnya kesalahan dia"lanjut Beverly.

"ahh tapi sudahlah... lagian ini tidak ada hubungannya dengan anda...ohh iya karena anda sudah menolong saya hari ini...saya ucapkan banyak terimakasih.... perkenalkan nama saya Beverly, bila suatu saat kita bertemu kembali dan anda membutuhkan bantuan saya...anda bisa bicara pada saya,dan meminta saya membantu anda jika memang saya bisa"kata Beverly tersenyum ramah.

"sekali lagi saya minta maaf...saya sangat berterimakasih kepada kebaikan anda yang sudah memperbolehkan saya untuk menaiki taxi ini dengan anda...dan untuk ketidak sopanan saya karena menjanjikan sesuatu yang tidak bisa saya lakukan saya minta maaf yang sebesar-besarnya, saya tidak bermaksud menganggap enteng kebaikan anda... saya tidak berniat membuat anda merasa tersinggung"kata Beverly dengan tulus menyampaikan permohonan maafnya sebelum turun dari taxi itu.

"berapa ongkos taxinya pak...sekalian Ongkos untuk tuan ini nantinya...biar saya sekalian yang bayar"kata Beverly pada pak sopir yang ada di hadapannya.

"tidak usah"tolak Kenzi.

"tidak apa apa biarkan saya yang membayarnya...dengan begitu saya akan merasa sedikit lega"kata Beverly lagi kemudian mulai merogoh tasnya untuk mengambil dompetnya.

Beverly nampak gugup ketika dia tidak berhasil menemukan dompetnya.

"ahh ...di mana dompetku??"gumam Beverly yang sudah mulai panik.

Dia mulai mengeluarkan smeua isi tasnya,namun sayangnya dia tidak berhasil menemukan dompetnya.

"bagaimana bisa aku seceroboh ini sih..."gumamnya lagi.

"kenapa aku harus sesial ini di hari yang masih begitu pagi"gumamnya lagi dengan alis yang mengerut ke atas.

"sudah biar saya yang bayar"kata Kenzie yang tahu akan situasi apa yang sedang Beverly alami.

Beverly nampak mengeritkan alisnya karena kesal pada dirinya sendiri yang begitu ceroboh itu.

Kenzie segera mengeluarkan kartu debitnya dan membayarkan ongkos keduanya.

"ahh...maff karena saya kembali merepotkan bapak...sekali lagi terimakasih.. terimakasih banyak pak"kata Beverly sambil menundukkan kepalanya.

" terimakasih juga pak sopir"lanjut Beverly kemudian turun dari mobil.

1
Rinny Melanie
lanjut thor
Ila Latifah
aku suka novel2 ka ina warsiati. sayangnya belum ada yg tamat. apakah betul authirnya meninggal dunia?
Dia Dian Purnama: beneran thornya uda meninggal..?
total 1 replies
Lusi Ana
lanjut Thor udah lama nunggu
Rini Haryati
lanjut thor
semangat
snj mentari
hai kak aku masih pemula untuk menjadi seorang penulis mohon bantu kritik dan sarannya

ku memilihmu karena adikku
Aulia Putry Hermadi
next next next next next GK lanjut2ja
Aulia Putry Hermadi
lanjut Thor🥰💪💪
꧁ঔৣ☬Si paling bener☬ঔৣ꧂
keren
EFRIDAWATI LUBIS
Noveltoon banyak cerita novel yang tertunda Tampa kelanjutan nya
Mifta Amie
lah dlanjut gk si thor dh debuan pula
Ratna Wati
lanjut kk semangat soaye ceritanya seru mau lihat Indra yg sudah menyiapkan istri pertamanya terus bagaimana reaksinya klu sahabatnya menikah dgn mantan istrinya up tiap hari ya kk
Hamza lia
gk jelas
Hamza lia
bagus bgt ni novel
Kenik Astuti
knp sih thor novelnya ngegantung smua....ga ada yg slesai....ga usah bnyak² thor novelnya yg pnting slesai
FeVey
lumayan dapat taxi gratisan....
Dinny Marni
ya Allah aku senyum senyum sendiri jadinya...😀
Teteh Aja
kapan up lg sumi keduku nya nungguin banget
Yulistiani Hamid
ka knpa ya nga up up penasaran bget
Atha
plis up lagi
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Atha
ka up lagi dong,,,ko udah segini doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!