NovelToon NovelToon
Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Si Kembar Yang Mengulang Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Seina dan Sora adalah saudari kembar yang dibuang oleh orang tua kandung mereka. Takdir membawa Seina diadopsi keluarga kaya, sementara Sora tumbuh dalam kemiskinan.

Diliputi iri hati, Sora berusaha merebut kehidupan adiknya. Namun, ambisinya berakhir tragis. Seina pun tewas setelah diracuni oleh kakaknya.

Ketika waktu berputar kembali, Seina memilih menyerahkan semua yang dulu menjadi miliknya.

"Kalau memang itu yang kau inginkan... ambillah semuanya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Di paviliun tepi danau Kediaman keluarga Sia, seorang anak laki-laki berusia tiga belas tahun berdiri membelakangi ruangan.

Angin perlahan mengibaskan ujung jubah hitamnya, tatapannya tenang menelusuri riak air di permukaan danau.

Meski usianya masih muda, wibawa yang memancar dari dirinya membuat seluruh ruangan terasa sesak.

Dialah Pangeran Adrian..

Di belakangnya, Kepala Keluarga Sia berlutut dengan tubuh gemetar, keringat dingin membasahi pelipisnya. Ia bahkan tidak berani mengangkat kepala.

"Bagaimana hasil penyelidikanmu?" Suara sang pangeran terdengar datar, namun justru nada setenang itulah yang membuat siapa pun merasa semakin tertekan.

"Kami... kami masih mencari, Yang Mulia.. Kami akan menemukan anak itu."

"Walaupun seluruh Kota ini harus dibalik."

Adrian tetap memandang danau. Beberapa saat kemudian ia berkata singkat, "Jangan sampai kabar ini bocor."

Kepala Keluarga Sia buru-buru membungkuk lebih rendah.

"Saya mengerti.. Saya bersumpah tidak seorang pun akan mengetahuinya."

Barulah setelah keluar dari paviliun itu ia bisa mengembuskan napas panjang. Baru kali ini ia merasa tekanan seorang pangeran bisa begitu mengerikan.

Putra sulung dan putra keduanya sudah menunggu di luar.

"Ayah... Bagaimana keadaan Pangeran Adrian?"

Kepala Keluarga Sia menatap kedua putranya dengan serius.

"Dengarkan baik-baik. Keberadaan Pangeran Adrian di Kota ini adalah rahasia. Kalau sampai ada yang membocorkannya..."

"Bukan hanya kita, tapi seluruh Keluarga Sia bisa lenyap."

Mendengar itu, wajah kedua putranya langsung berubah pucat. Mereka hanya mampu mengangguk patuh sebelum mengikuti ayah mereka meninggalkan paviliun dalam keheningan.

Keluarga Sia sebenarnya telah menyiapkan halaman utama sebagai tempat tinggal Pangeran Adrian. Namun, sang pangeran menolaknya. Ia justru memilih Paviliun Danau, sebuah bangunan yang berada di sudut paling tenang dari kediaman keluarga Sia.

Meski letaknya terpencil, tak jauh dari paviliun itu terbentang sebuah danau yang jernih. Pepohonan rindang memantulkan bayangannya di permukaan air, menciptakan suasana damai yang jauh dari hiruk-pikuk rumah utama. Tempat itu memang cocok bagi seseorang yang tidak suka diganggu.

Setelah meninggalkan Paviliun Danau, Remy Sia dan kedua putranya kembali ke aula utama.

Putra sulungnya akhirnya membuka suara, "Ayah, apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku sudah memerintahkan orang-orang untuk menyelidikinya secara diam-diam."

Remy mengembuskan napas panjang, kini ia benar-benar menyesal.

Semula, ia berharap bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membantu adik kandungnya yang menjadi pejabat di ibu kota. Karena itu, ia mengirim kabar bahwa ada petunjuk mengenai Pangeran Ketujuh di Kota Jembatan Batu.

Siapa sangka kabar itu benar-benar membuat Pangeran Adrian datang sendiri.

Sebelum bertemu langsung, Remy menganggap semua cerita tentang sang pangeran hanyalah rumor.

Konon, Pangeran Adrian berhati dingin, kejam, dan tidak pernah ragu menghabisi musuh. Meski baru berusia tiga belas tahun, ia sudah dua kali memimpin pasukan ke medan perang dan meraih kemenangan.

Remy tidak pernah percaya. Baginya, bagaimana mungkin seorang bocah tiga belas tahun bisa begitu menakutkan?

Namun setelah bertemu langsung, ia sadar bahwa semua desas-desus itu ternyata jauh lebih ringan dibandingkan kenyataannya.

Tatapan dingin pangeran muda itu saja sudah cukup membuat lututnya gemetar.

Dan sekarang... Penyesalan pun tak ada gunanya lagi.

"Kita tidak punya pilihan," ucap Yosua pelan. "Terus cari anak itu. Kalau perlu, sisir seluruh Kota Jembatan Batu. Setidaknya kita harus terlihat sudah berusaha."

Putra keduanya segera menyela.

"Menurutku kita tidak perlu hanya mencari Pangeran Ketujuh."

Semua mata langsung tertuju kepadanya.

"Bagaimana kalau kita juga mengirim seorang gadis cantik untuk melayani Yang Mulia? Kalau beliau senang, mungkin pikirannya akan teralihkan dan tidak lagi terlalu memikirkan pencarian itu."

Sambil berbicara, bayangan seorang wanita dari Rumah Bunga Teratai memenuhi kepalanya.

'Pria mana yang tidak menyukai perempuan cantik?'

Dalam pikirannya, Pangeran Adrian yang masih muda pasti belum pernah merasakan pesona seorang wanita. Begitu mencobanya sekali saja, mustahil sang pangeran bisa melupakannya.

Putra sulung keluarga Sia langsung memasang wajah jijik.

"Dasar bodoh! Apa kau ingin seluruh keluarga kita dihukum mati?"

"Kau berani-beraninya berpikir mengirim perempuan ke kamar Pangeran Adrian?"

"Kalau kau ingin mati, mati saja sendiri! Jangan menyeret seluruh keluarga!"

Putra kedua mendengus. "Aku hanya memikirkan masa depan keluarga kita."

"Masih berani membantah?"

Melihat kedua putranya mulai bertengkar, Remy mengangkat tangan.

"Cukup."

Ia terdiam sejenak sebelum berkata pelan, "Sebenarnya... usul itu tidak sepenuhnya salah."

Putra sulung langsung menatap ayahnya dengan tidak percaya.

Remy melanjutkan, "Kalau memang harus mengirim seseorang... bagaimana kalau Livia?"

Mendengar nama itu, putra kedua langsung mengangguk antusias.

"Benar! Adik ketiga adalah pilihan terbaik."

Putra sulung segera menolak.

"Livia tidak pantas. Dia terlalu manja dan tidak pernah belajar tata krama dengan sungguh-sungguh."

"Itu justru kelebihannya."

Putra kedua tersenyum.

"Pangeran Adrian sudah terlalu sering melihat gadis bangsawan dari ibu kota. Mana mungkin beliau tertarik pada perempuan yang semuanya sama?"

"Livia berbeda. Dia cantik, memesona, dan jauh lebih hidup."

Remy terdiam. Ucapan putra keduanya memang ada benarnya. Dulu ia memang pernah mengundang guru khusus dari ibu kota agar kedua putrinya dididik seperti bangsawan, namun Livia selalu mengeluh kelelahan.

Karena terlalu menyayangi putrinya, Remy akhirnya mengizinkan Livia berhenti belajar. Kini justru sifat itulah yang dianggap sebagai kelebihannya.

Sementara itu, di kediaman selir Lina.

"Livia," ucap wanita itu lembut, "ini kesempatan yang tidak boleh kau lewatkan."

"Gadis yang bisa menarik perhatian Pangeran Adrian, meski hanya menjadi selir, tetap jauh lebih terhormat daripada menjadi istri bangsawan biasa."

Wajah Livia memerah.

"Ibu... aku masih terlalu muda."

"Kau sudah empat belas tahun."

"Tahun depan kau sudah cukup umur untuk menikah. Semua harus dipersiapkan dari sekarang."

Selir Lina tersenyum tipis.

"Dulu ibumu ini juga seusiamu saat mulai menarik perhatian ayahmu."

Livia menundukkan kepala malu. Setelah beberapa saat, ia berbisik pelan, "Aku akan mengikuti semua keputusan Ibu."

Mendengar jawaban itu, Selir Lina tersenyum puas.

"Tenang saja. Ayahmu paling menyayangimu.. Aku yakin beliau akan membantu."

1
Dewi Habibah
lanjut 😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Sri Rejeki rahayu
bagus .itulah arti sebuah keluarga sesungguhnya .saling membantu .oh ya aku menumpang promosi 2 cerita takdir yg direnggut da transmigrasi .mungkin awalnya jelek tp bacalah sampai setengahnya bagus apa tidaknya itu terserah kalin .dan juga aku baru pertama kali menulisnya .maaf kalau ada salah kata mohon dimaklumi ya.trims banyak🙏
Sekar
bukanya keluarga sia ya?
aku
🌹 semangat tor 💪🏻
aku
jangan ditebas dulu kepala livia ya adrian, bikin ngesot gk bisa jalan aja klo dy nurutin usulan kk sm ortunya 😁😁 sekalian anak kedua yg usul bkin cacat. jadika rakyat jelata kluarga sia 🤣🤣 seru 🤣🤣
seno
karya nya bagus
cerita nya juga seru
aku
tor 😭 typo masih 😌
aku
pratama tor 😭 kukira aq salah baca ternyata typo 😭😭
aku
gk jd putri kesayangan malah bru ktemu dh jd target permusuhan 🤣
aku
seina apa sora 😭😭 alamak bingung 😌😁
Sekar
ckckck dasar pickme
Sekar
lanjut thor💪💪
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
wajahnya mc seperti apa ya Thor! 🍯
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
kali ini aku ajkan baca perlahan perlahan 💓
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
akhirnya 🍯💓
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!