NovelToon NovelToon
Pengantin Yang Tak Dirindukan

Pengantin Yang Tak Dirindukan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:44M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fakrullah

Pengantin yang tak di rindukan.

Mana kala Annisa di jodohkan dengan Rafka yang sama sekali tak mencintai nya. Akankah hubungan mereka bertahan🤔

Mari kita simak kisah selanjut nya..😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fakrullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

"Oh, ini. Tadi Nisa mampir ke supermarket buat beli beberapa perlengkapan dapur. Terus Nisa beli juga beberapa snack untuk camilan dirumah sambil nonton Tv." Ujar Annisa seraya menunjukkan snack yang ada di tangan nya.

"Terus kamu pulang dengan siapa?" Tanya Rafka penuh selidik.

"Naik taksi." Jawab Annisa santai.

"Kenapa kamu pulang sendiri dan nggak bilang-bilang dulu sama aku." Timpal Rafka dengan tatapan tajam.

"Haruskah aku memberitahumu. Jika aku sakit hati dan memilih pulang sendiri karena aku melihatmu bersama kekasih mu. Tidak mungkin kan.

Gumam Annisa.

"Oh, tadi Nisa nggak sengaja lihat Abang dengan seorang wanita. Sepertinya akrab, Nisa nggak mau ganggu. Maka dari itu Nisa mutusin pulang sendiri kerumah." Ujar Annisa. Meskipun hatinya saat ini sangat sakit ketika mengucapkan semua itu. Namun ia tetap berusaha tersenyum agar Rafka tak bisa menangkap isi hatinya.

"Apa.!! Jadi dia tadi melihatku dengan Maya. Apa jangan-jangan dia juga melihat saat Maya sedang memelukku. Pantas saja dia pulang tanpa memberitahuku, mungkinkah ia kecewa terhadapku. Atau mungkin ucapan nya benar karena tak ingin mengganggu ku.

Gumam Rafka.

Rafka menatap tajam kearah Annisa. Ia berusaha mencari gurat kekecewaan disana. Namun tak menemukan nya. Annisa benar-benar mampu menyembunyikan kesedihannya. Meskipun ia jelas-jelas sudah menyaksikan sendiri momen dimana Maya memeluk suaminya.

"Dia kekasih ku Maya, yang dulu pernah aku ceritakan padamu." Ujar Rafka sembari menatap dalam kearah Annisa.

"Oh, iya, Nisa ingat. Hmm, yasudah Bang. Kalau gitu Nisa ke dapur dulu ya bikinin Abang teh. Abang pasti capek kan baru pulang." Ucapnya sembari berlalu kearah dapur.

"Apa!! Dia tidak marah, dan juga tidak menanyakan apapun padaku perihal kejadian tadi. Meskipun dengan jelas dia melihat Maya sedang memelukku. Namun sekarang tak terlihat sedikitpun kesedihan di wajahnya.

Gumam Rafka seraya menatap kepergian Annisa.

***

Beberapa hari telah berlalu.

Sore ini Annisa memasak di dapur dengan bahan-bahan yang di beli nya sewaktu ia pulang kerumah. Sedangkan Rafka duduk santai di depan tv sambil menikmati secangkir teh yang di buat oleh Annisa untuk nya.

"Hmm, teh nya enak sekali. Annisa memang pintar." Pujinya disela-sela duduknya.

Hingga tak berapa lama berselang.

Teh di dalam cangkir telah habis beriringan dengan Film yang Rafka tonton ikut berakhir. Ia kemudian bangun dari duduk nya berniat pergi ke dapur membawa sendiri gelas kotornya.

Sedangkan Annisa. Ia sedang memotong buah wortel yang ada di tangan nya, dan setelah itu ia berjalan kearah wastafel untuk mencucinya.

Karena Annisa berjalan dengan terburu-buru tanpa melihat sekeliling nya. Akhirnya ia bertabrakan dengan Rafka yang saat itu juga ingin pergi kearah sana menaruh gelas kotornya.

"Auuww.!!!" Seru Annisa saat tubuhnya berbenturan dengan tubuh Rafka. Ia kemudian mundur kearah belakang dengan sedikit menundukkan kepalanya.

"Maaf Bang, Nisa nggak sengaja." Ucap nya.

Rafka tak begitu menggubris dengan kalimat yang diucapkan Annisa. Matanya malah fokus saat melihat Annisa yang tiba-tiba saja mundur kebelakang.

"Kenapa kamu mundur?" Ucap Rafka seraya menaikkan alisnya.

"Abang kan mau kesitu. Jadi Nisa mundur biar Abang saja duluan." Ujar Annisa lembut.

Mendengar hal itu. Rafka kemudian meletakkan gelas kotornya di atas wastafel.

"Aku udah kok. Ini cuma mau letakin gelas kotor disana. Kamu bisa lanjut sekarang." Ujar Rafka seraya mundur kebelakang.

"Mestinya Abang nggak usah repot-repot bawain kesini. Letak saja di atas meja, ntar biar Nisa yang beresin." Tutur Annisa lembut.

"Nggak apa-apa lah. Kamu kan juga lagi masak. Jadi aku tuh nggak mau ganggu kamu makanya aku bawa langsung kesini." Timpal Rafka disertai lemparan senyumnya sehingga membuat jantung Annisa berdebar kencang.

"Deg . .

Ya Allah, kenapa jantungku tiba-tiba berdebar kencang seperti ini. Sungguh, aku tak sanggup melihat nya tersenyum seperti itu kepadaku.

Gumam Annisa.

"Oh." Jawabnya singkat.

Rafka kemudian pergi meninggalkan dapur. Sedangkan Annisa, ia kembali melanjutkan acara masak-memasak nya.

***

Sore berganti malam.

Annisa sedang menata makanannya di meja.

"Mudah-mudahan Abang suka dengan masakan ku.

Gumamnya sembari terus mengerjakan tugas.

Setelah selesai, ia lalu memanggil Rafka yang sedang duduk santai di halaman belakang.

"Bang, makanannya sudah siap." Ucapnya lembut.

"Hmm, ya." Jawab Rafka singkat sembari mematikan rokoknya. Ia lalu segera bangkit dari sana dan berjalan menuju kearah meja makan.

Sesampainya disana.

"Ini semua kamu yang masak?" Tanya Rafka saat melihat begitu banyak makanan yang terhidang diatas meja makan.

"Iya bang, duduklah." Jawab Annisa lembut.

Rafka kemudian menarik sebuah kursi yang ada disana. Lalu ia pun duduk di kursi itu sembari mengambil piring yang tersedia diatas meja makan.

"Sini Bang biar Nisa saja." Ujarnya sembari mengambil dengan lembut piring yang ada ditangan Rafka.

"Sudah Nis, biar aku aja. Kamu kan udah capek masak." Timpal Rafka merasa tak enak hati diperlakukan selembut itu oleh Annisa.

"Nggak apa-apa Bang. Inikan udah tugas Nisa sebagai seorang istri." Ujar Annisa lembut sembari mengambilkan nasi untuk Rafka.

"Deg . .

Jantung Rafka berdegup kencang saat mendengar kalimat "Istri" dari mulut Annisa.

"Istri . .

Ya tuha, aku hampir lupa bahwa aku telah menikahinya. Walaupun aku tidak memperlakukannya layaknya sebagai istriku. Namun dia selalu lembut dalam memperlakukan ku sebagai suaminya.

Gumam Rafka.

Ia terus memperhatikan gerak-gerik Annisa saat sedang mengambilkan makanan untuknya. Dan setelah itu ia pun tak lupa menuangkan segelas air untu Rafka.

"Silahkan Bang." Ujar Annisa lembut seraya menaruh piring yang sudah terisi makanan dihadapan Rafka.

"Kamu sendiri nggak makan Nis?" Tanya Rafka saat melihat Annisa yang duduk tanpa mengambil makanan nya.

"Sebentar lagi, Abang makan saja dulu." Ujar Annisa sembari tersenyum.

"Ya sudah." Jawab Rafka. Ia kemudian langsung menyantap makanannya yang saat ini sudah diambilkan oleh Annisa.

"Gimana Bang rasa nya?" Tanya Annisa.

"Hmm, enak. Kamu ternyata pintar masak juga ya." Puji Rafka sembari terus melahap makanan nya.

"Alhamdulillah, Abang ternyata suka kepada masakanku. Berarti aku sudah maju selangkah dalam mendapatkan hatinya. seperti kata orangtua jaman dahulu.

Puaskan perut suamimu, maka ia akan semakin sayang kepadamu.

Gumam Annisa.

Ia kemudian mengambil piringnya. Diisinya nasi disana beserta segala lauk pauk yang diinginkannya. Lalu ia pun duduk disamping Rafka yang sekarang hampir menghabiskan makanan di piring nya.

"Ternyata dia akan makan setelah aku memuji hasil masakannya, Haha, lucu sekali. Ternyata dia juga masih mempunyai sisi kekanak-kanakan dalam dirinya.

Gumam Rafka sembari memperhatikan Annisa yang saat ini sedang melahap makanannya.

BERSAMBUNG.

1
Marhaban ya Nur17
ah lebay g seru gtu aja" 🙏🙏🙏 udahan ah maaf y thor
Marhaban ya Nur17
banyak gumaman, banyak bahasa kalbu, banyak deg jantung trs macanya yg mana neh
Marhaban ya Nur17
gampang banget se jantung deg 😀 kena serangan jantung lama" pemainnya wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
ini mah kaya yg di tv yg di film in wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nisanya agak lebay deh wkwkkw g tegar seperti ucapannya
Marhaban ya Nur17
gampang banget se deg dikit" deg
Marhaban ya Nur17
banyak banget jantung wkkwkwkw
Marhaban ya Nur17
kalimat nya jg ada thor yg kurang pas 😀🙏 maaf y thor koreksi dikit
Marhaban ya Nur17
rasanya msh aneh deh 🤔 gw udh berusaha supaya menyatu ama cerita ini tp selalu aja ada halangannya wkwkwkk cmaplang gtu lah
Marhaban ya Nur17
gw belum dapet fill nya neh wkkwkkw maaf thor
Marhaban ya Nur17
kalimat nya jg panjang wkkwwk
Marhaban ya Nur17
rumah baru nya yg siap huni tuh buat ama maya itu wkkwkwk bukan buat nisa
Marhaban ya Nur17
banyak bahasa kalbunya se
Marhaban ya Nur17
bahasanya canggung 🙏🙏🙏 maaf y thor cmn ngoreksi aja
Marhaban ya Nur17
rafka kan anaknya pak ustadz y ko punya kekasih wkkwkw biasanyakan harysnya alim donk
Marhaban ya Nur17
bau"nya g ada pelakor y
Nabilla Chomell
ya allah manis skli seandainya itu beneran dunia nyata
Nabilla Chomell
masih nyimak smg ceritanya 👍
Fastabiqul Khairat
kadang Ranum, kadang Susi
Fastabiqul Khairat
darimana Reno tau kalau Maya memasukkan obat penggugur kandungan diminuman Annisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!