"Kenapa harus aku Mas yang kamu sakiti? apakah kamu tak ingat jika aku sudah banyak berkorban untukmu kenapa harus ada dia dalam pernikahan kita apa salahku sama kamu Mas."
Suara lantang wanita cantik bernama Paramitha Rusli membuat semua orang kini kembali menatap kearahnya terlebih lagi laki laki yang berstatus menjadi suaminya itu menatapnya dengan sinis.
"Jangan pernah kamu lupakan satu hal Mitha aku menikahimu hanya karena keterpaksaan dan juga karena permintaan orang tuaku,dan kamu tahu aku tak pernah mencintaimu walupun hanya seujung kuku wanita yang aku cintai hanya Lisa dan kamu tahu akan hal itu.."
Laki laki egois yang bernama Heru Sudjatmoko terdengar begitu pedih di telinga Mitha wanita yang sudah menemaninya namun kini dia harus di campakkan dan di cerai begitu saja.
Rasa sakit hati yang dia alami membuat Mitha berubah menjadi wanita yang sangat cantik dan juga berubah menjadi wanita sukses hal itu tentu saja membuat Heru menyesal di kemudian hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
""Akan ada saatnya dimana kepercayaanmu akan di hancurkan, lalu hatimu dengan sengaja di patahkan. Dan saat itu kamu baru akan tahu apa itu keikhlasan...."""
Heru pun menarik nafas panjang dan mencoba untuk memejamkan matanya dia ingin merasakan kedamaian namun hatinya masih saja terus merasa gelisah mengingat apa yang tengah terjadi pada kehidupannya...
Heru pun menarik nafas kasar dan membuangnya dengan berat memang benar apa yang di ucapkan oleh Lisa bahwa kini dirinya benar benar tak adil padanya...
"Lisa maafkan aku,bukan niatan aku untuk membuat kamu merasa di duakan tapi aku benar-benar?"ucapan Heru pun terpotong dengan kalimat yang menohok dirinya...
"Sudahlah Mas aku tahu kok bahwa saat ini kamu sudah mencintai istri pertamamu itu. Dan kamu gak perlu lagi memikirkan kami karena aku bisa menjaga diriku sendiri dan juga anak yang ada di dalam kandunganku ini.."Lisa pun langsung berteriak..
Heru pun hanya bisa menarik nafas kasar dan membuangnya lagi dan lagi..
"Sayang tolong jangan katakan hal itu aku tak ingin kehilangan kamu dan juga calon anak kita. Sayang tolong berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya..."Heru pun bersi keras untuk meyakinkan Lisa...
Tiba tiba saja Heru mendengar suara seorang laki laki yang tengah memanggil kekasihnya dengan sebutan sayang...
"Sayang siapa yang kamu telfon?"tanya seseorang dari sambungan telfonnya...
Mata Heru pun langsung menatap bagikan busur panah yang siap melumpuhkan lawannya saat ini dia sedang merasakan apa yang dia telah tanam..
"Honey siapa itu kenapa dia memanggil kamu sayang apa kamu mengkhianati aku?"pertanyaan Heru gak mendapatkan jawaban bahkan seketika Lisa langsung memutuskan sambungan teleponnya...
"Lisa halo Lisa.."
Heru pun langsung mengacak rambutnya dengan kadar dan setelah itu Heru pun mencoba untuk menghubungi Lisa lagi dan lagi namun ponselnya pun mati hal itu tentu saja membuat Heru semakin kesal dan dipenuhi oleh amarah.
Saat ini Heru baru tahu rasanya di khianati oleh orang yang sangat dia cintai bahkan di khianati oleh wanita yang saat ini sedang mengandung anaknya...
"Lisa bisa bisanya kamu mengkhianati aku."Heru pun berteriak dan memecahkan beberapa barang bahkan saat ini tubuhnya pun merosot dia gak sanggup lagi menghadapi kenyataan..
Di satu sisi sang Ayah pun jatuh sakit karena dia dan di sisi lain Heru pun menyesal telah mengkhianati Mitha dan kini dia pun merasakan sakitnya di khianati..
"Baiklah jika itu mau kamu Lisa aku akan ikuti. Yang jelas aku harus mencari keberadaan Mitha dan aku harus minta maaf padanya dan berharap Mitha masih mau untuk memaafkannya dan mereka akan bisa memulai kehidupan baru yang jauh lebih baik.
Heru pun tersenyum kini dia merasa bahwa dia telah kembali menemukan kembali secercah harapan untuk bisa memperbaiki segalanya...
Tiba tiba saja bel rumahnya pun berbunyi dan secepat itu Heru pun menghapus air matanya yang sempat jatuh dan kemudian dia pergi menuju pintu depan untuk membukakan pintu..
"Maaf apa benar dengan saudara Heru?"tanya seseorang yang kini berada di depan pintu..
Heru yang merasa bingung pun langsung mengangguk pelan..
"Benar Pak maaf Bapak siapa dan ada perlu apa?"pertanyaan Heru terdengar sangat berat..
"Saya Abas saya adalah pengacara dari Nona Mitha kedatangan saya,saya ingin memberikan gugatan perceraian yang harus Bapak segera tandatangani.."
Bagaikan petir di siang bolong hati Heru langsung runtuh dia tak pernah menyangka jika Mitha serius dengan perkataannya bahkan Heru sepertinya lupa bahwa dirinya juga telah menjatuhkan talak pada wanita yang pernah mengisi hidupnya itu.
"Apa surat cerai?"Heru pun tak percaya bahkan matanya pun mulai berkaca kaca,tubuhnya pun lemas tak percaya dengan apa yang dia dengar..
"Benar sekali Pak,Nona Mitha sendiri yang telah menunjuk saya sebagai pengacaranya dan mohon kerja samanya segera Bapak tanda tangani itu.."suara bariton Pak Abas pun membuat Heru benar benar tak bisa berfikir lagi.
Setelah Pak Abas pergi,tubuh Heru pun langsung merosot seolah dia tak sanggup lagi menahan berat tubuhnya dia baru merasakan dunianya benar benar runtuh...
Dunianya hancur semua yang pernah di miliki kini hilang sudah kedua orang tuanya pun marah padanya,Mitha pun menceraikannya dan Lisa juga mengkhianatinya sungguh lengkap sudah derita yang harus di jalani oleh Heru mungkinkah dia akan sanggup melewati semuanya itu.
"Mitha kenapa kamu juga melakukan ini bukankah kamu bilang kamu mencintaiku kenapa kamu membuat aku seperti ini Mitha maafkan aku. Aku tahu kesalahanku begitu besar padamu tapi aku mohon jangan lakukan ini jangan ceraikan aku..." airmata Heru pun jatuh tanpa permisi dia sedang merasakan semuanya...
****
"Siapa wanita yang telah mengambil hati kamu Dimas. Perkenalkan dia pada Ayah dan Bunda.."suara bariton Ibu Dewi pun terdengar menggema di telinga Dimas..
Dimas pun menoleh kearah sang Bunda dan tersenyum masam.
"Belum saatnya Bunda. Yang pasti Bunda gak akan pernah kecewa dengan pilihan Dimas.."Dimas pun kembali fokus pada ponselnya dan berharap sang Bunda tak akan bertanya yang macam macam lagi..
"Apa dia cantik?"pertanyaan konyol itu pun keluar dari bibir wanita yang telah melahirkannya hal itu tentu saja langsung membuat Dimas menatapnya tak percaya...
"Bunda kan tahu selera Dimas itu yang seperti apa? Iya dia itu cantik dan juga sangat baik dan yang lebih membanggakan lagi dia adalah seorang wanita karir.."Dimas hampir saja keceplosan untung saja dia bisa menyadarinya sebelum mengatakan siapa wanita itu..
Ibu Dewi pun menjadi semakin penasaran dengan apa yang di katakan oleh Dimas sebenarnya seperti apa rupa calon menantunya itu..
Dimas pun memilih untuk pergi meninggalkan apartemen dengan alasan yang tak masuk akal Dimas bilang dia ingin ke kantor padahal jam telah menunjukkan pukul sembilan malam..
"Bunda maaf Dimas harus ke kantor karena ada urusan yang penting."tanpa menoleh kearah sang Bunda,Dimas pun langsung berlalu begitu saja..
Namun suara bariton Ibu Dewi lagi lagi menghentikan langkah Dimas..
"Kamu mau kemana? Ke kantor yang mana ini sudah jam berapa coba kamu lihat ini sudah hampir jam sepuluh malam Dimas dan kantor tutup pada pukul lima sore. Kamu mau menghindari Bunda ya.."Ibu Dewi pun terlihat melotot hal itu tentu saja membuat dimas langsung menghentikan langkahnya...
Dimas pun langsung menggaruk rambutnya yang tak gatal karena apa yang di katakan sang Ibunda memang benar adanya iya Dimas ingin menghindari pertanyaan selanjutnya dari sang Bunda..
"Iya Bunda maaf Dimas lupa,ya sudah sekarang Dimas istirahat saja ya capek banget kita lanjutkan besok lagi.."tanpa menunggu jawaban sang Bunda, Dimas pun memilih langkah cepat untuk mengindari sang Bunda...
""Terima kasih support kalian dan love you all...""
mohon maaf lahir bathin 🙏😘
👏👏👏👏👏
💖💖💖💖💖