Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18
Kabar kedekatan Kania dan Rey pun menyebar ke sekolah. Lebih buruknya, kabar menjadi selingkuhan Om-om berduit pun mulai merambat kemana-mana. Hingga Oma dan kedua orang tuannya pun tau kabar itu. Apa sebenarnya hubungan mereka?
Sena penasaran dengan hubungan Kania dengan Rey. Demi mendapat sebuah jawaban yang pasti, Sena menunggunya di depan gerbang sekolah Kania. Hanya untuk memastikan jika Kania bukanlah wanita seperti apa yang telah di kabarkan. Sena melihat Rey mencium kening Kania. Ia pun beranggapan memang seharusnya ia sudah mundur dari perjodohannya dengan Kania yang Oma atur.
"Nanti pulang aku jemput ya" Kata Rey.
"Mau gimana lagi, aku mana berani pulang dalam suasana seperti ini" Kata Kania.
"Aku akan jemput Neta juga nanti, selamat belajar" Kata Rey.
"Kak Rey?" Panggil Kania.
Rey pun berbalik badan ke Kania.
"Iya?" Kata Rey.
"Lain kali jangan pernah menciumku di tempat umum lagi. Terima kasih sudah mengantarku" Kata Kania langsung pergi.
Rey hanya diam saja, memang tidak seharusnya ia melakukan hal yang akan membuat Kania malu.. Apa lagi masih di depan sekolahan. Akan terasa buruk bagi Kania sebagai siswi SMA.
"Kania!" Panggil Sena.
"Eh Kak Sena. Ngapain Kak Sena kemari?" Tanya Kania.
"Kelihatannya hubunganmu dengan pemilik hotel itu semakin dekat saja. Dan sepertinya aku harus siap siap mundur nih hehehe" Kata Sena.
"*Ingat Kania, jika ada orang yang bertanya tentang hubungan kita. Jawablah!! Kamu adalah calon istriku"
"Aku berkorban melindungimu sampai kapanpun demi Fatih, tolong kamu juga harus bisa menerima semua ini. Soal cinta? itu akan tumbuh sendiri seiring kita selalu bersama*"
Kata-kata Rey masih terniang di pikiran Kania. Ia tidak ingin di zona tersulit saat itu. Dan juga, ia belum bisa menerima perjodohannya dengan Sena. Ia pun juga sudah tidur dengan Rey semalam. Walaupun mereka tidak melakukan apapun, namun Kania telah menyentuk barang pribadi Rey.
"Kania jawab? Apa hubungan kalian sebenarnya? " Tanya Sena.
"Kami saling mencintai kak, Aku tidak bisa terima perjodohan antara aku dan Kak Sena. Maaf" Kata Kania menunduk.
"Tapi dia calon Kakak Iparmu Kania" Kata Sena.
"Aku mencintai nya, dan begitupun dia juga mencintaiku. Kami akan memperjuangkan cinta kita bersama-sama. Permisi" Kata Kania melanjutkan jalannya menuju gerbang sekolah.
Rey sengaja menguping pembicaraan Kania dengan Sena. Ia tersenyum sinis mendengar jawaban Kania yang begitu menampar wajah Sena. Suasana sekolah saat itu juga membuat Kania kesal. Banyak desas desus beredar jika dirinya menjadi simpanan laki-laki hidung belang. Bahkan ada yang bilang jika dirinya menjadi pelakor dalam hubungan Kakaknya sendiri.
Rumor itu tidak membuat Kania sedih sama sekali, ia merasa dirinya tidak seperti yang mereka katakan. Kania terus melangkah menuju kelasnya. Di papan pengumuman, foto dan namanya telah buruk, rusak karena hubungannya dengan Rey. Saat masuk ke kelas pun, di papan tulis bertuliskan namanya sangat besar "Kania sang Pelakor".
Meja dan kursinya kotor penuh dengan coretan tipe-x, yang menghina dirinya, namun ia masih tetap bertahan, sabar dan tetap tegar menghadapi semua itu. Ia berfikir, jika Rey tau masalah ini, ia juga tidak akan tinggal diam.
"Kania, kamu nggak papa kan? " Tanya Lusi.
"Kania, kita percaya padamu. Apaun yang menurutmu benar, kami selalu mendukungmu" Kata Deni.
"Terima kasih ya atas kepercayaan kalian, jika waktunya tepat nanti, aku akan menceritakan yang sebenarnya kepada kalian" Kata Kania.
Kania beruntung, masih memiliki dua sahabat yang percaya dan selalu mendukung nya. Lusi dan Deni, sahabat Kania yang sudah tau luar dalamnya Kania. Mereka tetap menyemagati Kania, bahkan selalu membungkam mulut siswa lain yang berkata buruk tentang Kania.
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪