NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18 Habis kesabaran.

"Mari Pak silahkan di nikmati hidangannya!" titah Herlambang dengan sopan.

"Iya terima kasih Pak," sahut Amir dengan tersenyum.

"Arhan dan Azizie kami minta maaf ya. Karena saat pernikahan Kalian kami tidak bisa datang yang kebetulan memang lagi ada urusan di kampung dan semuanya juga sangat mendadak," ucap Aminah.

"Benar. Karena kami juga jauh di kampung dan berita pernikahan itu juga sangat mendadak dari Arhan. Jadi kami tidak bisa pergi dan mohon maaf sekali untuk kalian berdua dan juga pak Herlambang," sahut Amir.

"Bagus juga tidak datang," sahut Adara pelan.

"Adara!" sentak Herlambang dan Adara juga mendapat tatapan tajam dari Arhan dengan perkataan Adara yang sinis.

Dia mungkin bisa memafkan atau terbiasa dengan Adara yang seperti itu. Namun ini orang tuanya dan merasa Adara tidak menghormati orang tuanya yang membuat Arhan pasti kesal dengan Adara dan sangat terlihat Arhan yang diam saja seperti menahan diri.

"Tidak apa-apa tuan Herlambang. Tapi kami ucapkan selamat ya untuk pernikahan kalian dan semoga saja kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan sampaikan kakek nenek nantinya," sahut Amir dengan tersenyum yang masih mendoakan Adara yang berusaha menerima perlakuan Adara yang sudah bisa di pastikan tidak menyukai mereka.

"Iya Ibu juga mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua dan Arhan kamu jaga istri kamu baik-baik ya. Banyak-banyak mengalah pada istri kamu," ucap Aminah. Arhan hanya mengangguk saja dengan ekspresi datar.

"Arhan nanti kapan-kapan kamu bawa Azizie ya ke kampung juga ya. Ibu akan menyiapkan makanan yang enak," sahut Aminah yang sangat eksaitit menyambut menantunya.

"Aku tidak mau," sahut Azizie yang menolak langsung ajakan itu.

"Adara!" tegur Herlambang.

"Aku memang tidak mau. Aku tidak bisa di atur dan tidak akan pergi, jadi jangan mengajakku," tegas Adara yang menolak keras.

"Di kampung sangat bagus Azizie. Ibu yakin kamu pasti akan ketagihan dan tidak akan mau pulang jika sudah sampai kampung," sahut Aminah.

"Di sana sangat asri dan sangat dingin. Pemandangannya bagus dan sangat menarik. Sangat teduh dan sangat damai. Kamu harus mencoba untuk datang ke kampung kami," lanjut Aminah begitu lembut kepada Adara.

"Benar itu Azizie," sahut Amir menambahi yang juga sangat semangat.

"Maaf tapi saya tidak tertarik dengan kampung kalian! Jadi jangan mempromosikannya," tegas Adara yang bersikap ketus.

"Adara jaga sikap kamu!" tegas Herlambang yang sudah semakin emosi. Sejak tadi menegur Adara. Tetapi tetap saja Adara tidak bisa di kasih tau.

"Papa kenapa sih sejak tadi terus saja menegur Adara. Apa yang Adara lakukan selalu salah di mata papa. Apa Adara sekarang tidak boleh untuk protes untuk hal yang Adara tidak sukai," sahut Adara dengan kesal.

"Kamu sadar tidak kamu bicara dengan siapa. Mereka ini ibu dan ayah mertua kamu. Apa kamu tidak bisa menghormatinya sedikit saja!" tegas Herlambang dengan emosi yang berdiri dari tempat duduknya yang habis kesabaran dengan Adara.

Arhan sejak tadi diam saja dengan 5 jarinya yang saling mengatup dan terlihat mengatur napas yang sejak tadi pasti menahan diri akibat tingkah Adara yang tidak menghormati orang tuanya.

"Jadi bersikap dengan baik di depan orang tua!" tegas Herlambang.

"Papa yang memaksaku untuk menikah dengan dia. Lalu jika dia punya keluarga itu bukan urusanku. Cukup aku menikah dengan anaknya. Jangan papa tambah lagi dengan aku harus menerima semuanya. Aku tidak ingin semua hidupku di atur dan termasuk mereka berdua!" bentak Adara.

"Anak ini benar-benar!" Herlambang sudah di ujung emosi dan ingin melayangkan tangan ke pipi mulus Adara dan untung Arhan masih bisa mencegah Herlambang.

Orang tua Arhan juga jadi panik dan pasti merasa bersalah dengan pertengkaran Adara dan Herlambang yang membuat mereka gusar dan tidak nyaman.

"Pah sudah!" cegah Arga yang menghentikan mertuanya yang mulai main kekerasan. Dan mata Arhan yang tertuju pada Adara dengan Arhan yang juga menahan kesabarannya.

"Kau memang semakin tidak bisa di ajar. Kau hanya bisa mempermalukan papa Adara," sentak Herlambang menekan suaranya yang menjatuhkan tangannya. Adara mengeluarkan air matanya yang menatap Herlambang dengan tajam.

"Papa benar-benar keterlaluan. Tangan papa sekarang semakin ringan dan hanya karena hal ini papa ingin menamparku. Papa benar-benar sudah sangat berubah dan tidak sayang pada ku lagi," ucap Adara yang merasa di permalukan.

"Itu karena mulutmu yang semakin kurang ajar! Kau seperti anak yang tidak di sekolahkan," tegas Herlambang dengan penuh penekanan.

"Papa selalu menyalahkanku dan terus membelanya!" sentak Adara.

"Kau masih mau membantah Adara!" sentak Herlambang dengan emosi.

"Pah sudah!" ucap Arhan yang tidak ingin ada keributan di antara Adara dan Herlambang apa lagi ada orang tuanya yang pasti sangat gusar.

"Kamu seharusnya bisa menjaga sikap kamu Adara dan tidak melakukan hal yang memalukan seperti ini," ucap Herlambang.

"Terserah papa. Terus saja papa membelanya dan menyalahkanku. Aku memang hanya menjadi bahan kesalahan saja," umpat Adara dengan kesal yang langsung pergi dari ruang tamu tersebut meninggalkannya semua orang yang.

"Adara!" panggil Herlambang.

"Pah sudah biarkan dia pergi," ucap Arhan.

"Anak itu semakin lama semakin membangkang, berkata tidak sopan dan membuat malu," umpat Herlambang dengan memijat kepalanya yang terasa berat.

Aminah dan Amir hanya saling melihat. Mereka memaklumi jika Adara tidak bisa menerima kehadiran mereka.

"Maafkan Putri saya," ucap Herlambang merasa malu sebagai orang tua atas sikap Adara pada keluarga Arhan.

"Tidak perlu minta maaf tuan. Mungkin Azizie juga masih belum terbiasa dengan semua ini. Jadi tidak apa-apa. Kami sangat memakluminya," sahut Aminah yang memang sangat baik dan berbesar hati.

"Arhan kamu juga jangan kasar pada istrimu. Jika ingin menegurnya atau memberinya ingat. Maka pelan lah. Azizie dan kamu terpaut usia sangat jauh dan Kalian berbeda pemikiran. Dia masih remaja dan kamu harus banyak mengalah untuknya. Kamu harus membimbingnya," ucap Amir yang mengingatkan Arhan.

Arhan hanya mengangguk saja menjawab apa yang di sarankan orangtuanya itu.

"Tapi kali ini aku tidak bisa diam. Jika selama ini aku diam dengan kamu yang berbicara dengan sesuka hati kepadaku. Maka tidak dengan ayah dan ibu. Apa yang kamu lakukan sangat keterlaluan Adara," batin Arhan yang tidak akan mudah baginya membiarkan Adara terus seperti itu yang semakin lama semakin menjadi-jadi.

"Mungkin pernikahan Azizie dan Arhan bukan keinginan keduanya. Semoga saja Arhan bisa mengatasi masalah ini dan bisa bersikap lebih baik pada Azizie," batin Aminah yang justru sangat khawatir pada Adara.

Orang tua Arhan orang yang sederhana dan Arhan sangat menghormati orang tuanya. Dia sangat penyayang dan mungkin itu yang membuat Herlambang mempercayai Arhan.

Bersambung

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!