Gadis cantik berpenampilan culun bernama Diana sarasvati, dia sudah beberapa kali pindah sekolah karena ada sesuatu yang tidak menyenangkan. Banyak sekali siswa laki-laki di sekolah lamanya yang menyukainya karena kecantikannya, dan membuat dia dimusuhi oleh teman wanitanya. Untuk menghindari hal tersebut dia merubah penampilannya menjadi culun, dan menjadi siswa baru di SMA Nusa Bangsa. Ternyata di sekolah baru bukan menyelesaikan masalah justru karena penampilannya yang seperti orang culun, banyak teman yang membullynya.
Ada seseorang teman laki-laki tampan namanya Galen Ray Suhendra. Dia salah satu siswa yang mau berteman dengan Diana, dan membela Diana saat dibully.
Untung saja Diana siswa yang pandai, dan karena kecerdasannya itu mengharumkan nama sekolah. Dan semenjak itu dia mulai mempunyai teman banyak, walaupun masih ada yang tidak suka dan membully.
Mari kita simak bagaimana perjuangan Diana menghadapi teman- temannya, apakah Diana akan merubah penampilannya lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar Bersama
Orang tua Icha marah dengan Icha, mereka menganggap Icha salah memilih pasangan. "Suami kamu itu orang tua! tapi kenapa tidak bisa menjaga kamu," ucap Papah Icha.
Hanan datang memberikan pembelaan kepada Icha, dia berpura-pura prihatin dengan keadaan Icha sekarang. Orang tua Icha juga tidak mengetahui kalau yang menghamili Icha adalah Hanan sendiri. Makanya mereka menuntut Rama untuk bertanggung jawab.
Orang tua Icha juga berencana untuk membawa Icha pulang ke rumah mereka lebih dulu, setelah sembuh nanti baru mereka akan menanyakan kepada Icha akan tinggal dimana.
*#*#*
Pulang dari sekolah Ray mengajak Diana untuk belajar bersama, sebentar lagi sekolah mereka akan mengadakan Olimpiade matematika. Semua siswa wajib mengikuti, nanti kalau ada yang nilainya bagus baru lomba di luar sekolah.
Ray begitu semangat karena impiannya dari dulu, sudah beberapa tahun terakhir ini sekolah mereka selalu memenangkan Olimpiade itu.
"Belajar di rumah aja, Galen! nanti takutnya Mamah nyariin aku," ucap Diana.
Diana teringat dengan janjinya kepada wanita yang sering dia temui, rencananya mereka berdua ingin pergi ke kebun buah di kota ini. "Galen, sepertinya aku hari ini tidak belajar bersama, aku harus pulang," ucapnya.
Diana mengayuh sepedanya dengan kencang, tetapi Ray mengikuti dari belakang lagi. Diana juga sudah berusaha membuat Ray kehilangan jejak, tetapi usahanya tidak berhasil.
Ray berusaha susah payah mengejar Diana, sampai dia menunggu saat Diana masuk ke sebuah gang sempit. Ray tidak kehilangan akal, karena sangat hafal dengan jalan yang akan dilalui oleh Diana.
Saat ini Ray menghalangi sepeda Diana, dia menghentikan mobilnya tepat di depan sepeda Diana.
"Kamu mau kemana? ditanya dari tadi gak ada jawaban," kata Ray sedikit kesal dengan kelakuan Diana.
"Galen, tadi aku sudah bilang mau pulang dulu! kenapa kamu mengikutiku," ucap Diana.
Ray mengikuti Diana karena pertanyaannya tidak dijawab dengan jelas, malah membuatnya semakin penasaran.
Diana mencari cara agar Ray tidak mengikutinya lagi, karena wanita yang bersamanya tidak mau bertemu dengan orang lain.
Diana berpura-pura sakit perut, ia meminta Ray untuk menjaga sepedanya lebih dulu, lalu dia mencari wanita iru. Diana kemudian berlari menuju ke tempat dimana mereka hendak bertemu.
"Tante, sudah lama menunggu?" tanya Diana kepada wanita itu.
"Baru saja, Diana. Sini kita duduk dulu," ucap wanita itu.
Diana mengatakan kalau saat ini tidak bisa menemani wanita itu pergi ke taman, karena harus belajar. Wanita itu juga mengerti keadaan Diana, seorang pelajar jadi tidak mempermasalahkan.
Diana sebenarnya merasa kasihan dengan wanita yang dia panggil tante itu, tapi kalau nekad pasti Ray akan mengikuti mereka. Dia lalu kembali ke tempat dimana Ray berada.
"Sepeda ku mana?" tanya Diana tidak mendapati sepedanya.
Tanpa banyak bicara, Ray langsung menarik tangan Diana dan mengajaknya untuk! segera pulang ke rumah.
Sampai di rumah Diana mereka berdua belajar bersama, Ray sangat kaget dengan kecepatan Diana dalam mengerjakan soal. Kebetulan Ray juga ada beberapa soal yang tidak bisa dia kerjakan, dia pun meminta bantuan pada Diana.
"Diana, terimakasih banyak untuk hati ini! besok boleh belajar bersama lagi kan," ucap Ray saat hendak pulang.
"Tidak bisa! aku besok ada perlu," kata Diana.
Mamah Airin tidak sengaja mendengar percakapan mereka, lalu bertanya dengan Diana kenapa menolak ajakan Ray.
Diana lalu menjelaskan kepada Mamahnya, kalau ada tugas sendiri yang harus dikerjakan. Dia terpaksa berbohong karena ingin menemui wanita tadi.
"Gak papa kok, tante! besok Ray juga ada acara keluarga," kata Ray.
"Tidak bisa begitu, Ray! Diana hanya kebanyakan alasan saja," kata Mamah Airin.
Diana memberikan kode pada Ray, agar segera pulang. Karena kalau tidak Mamah Airin akan banyak memberikan pertanyaan, yang nantinya akan membuatnya jujur.
Setelah Ray pulang Diana bernafas lega, dia langsung menuju ke kamarnya untuk beristirahat. Seperti biasa nanti Mamah Airin akan membangunkannya saat jam makan malam , beliau akan berteriak sampai Diana ke ruang makan.
Waktu makan malam pun tiba, tetapi Mamah Airin tak kunjung memangil Diana. Beliau saat ini masih berada di dalam kamarnya, untuk menunggu Papah Edo datang.
Diana yang sudah merasa lapar langsung keluar dari kamar, dan duduk di meja makan sembari menunggu kedatangan orang tuanya.
"Mah... Mamah... !" teriak Diana sudah sangat merasa lapar.
"Ada apa, Diana?" tanya Mamah Airin menuju ke ruang makan.
Diana mengajak Mamah Airin untuk makan, tetapi Mamahnya menolak karena masih menunggu Papahnya.
"Papah sudah makan di kantor, Mah! kita makan aja dulu," ucap Diana memulai mengisi piringnya dengan nasi.
Mamah Airin menolak ajakan Diana, karena tetap menunggu suaminya datang. Diana lalu menghabiskan makanannya, setelah selesai ia masuk ke dalam kamarnya lagi.
Mamah Airin masih mondar-mandir menunggu kedatangan Papah Edo. "Mungkin yang dikatakan Diana tadi benar! tapi Papah kemana sih, jam segini belum juga pulang," ucapnya dalam hati.
Karena tidak kuat untuk menahan lapar, Mamah Airin makan lebih dulu. Baru kali ini beliau makan malam tanpa kehadiran Papah Edo.
###
Papah Edo saat perjalanan pulang melihat wanita lain yang tidak asing baginya, beliau lalu menepikan mobilnya dan mengejar wanita itu. Kali ini Papah Edo akan memastikan kalau apa yang dilihatnya selama ini benar, dan tidak mengada-ada. Sudah lama sekali beliau tidak bertemu dengan wanita itu, pertemanan yang mereka jalin tidak akan pernah usai.
Papah Edo mengejar wanita tadi sampai ke sebuah mall, kebetulan mall itu sangat ramai jadi Papah Edo kehilangan jejak. Hampir tiga puluh menit beliau mencarinya, tetapi tidak bertemu.
"Lebih baik aku pulang saja, pasti Airin sudah menunggu," ucapnya dalam hati lalu melangkahkan kakinya menuju pintu mall.
Papah Edo berjalan menuju ke tempat dimana mobilnya berada, kebetulan lumayan jauh dari mall itu. Gara-gara melihat wanita tadi, ia rela meninggalkan mobilnya dan berjalan kaki.
Tak sengaja Papah Edo bertemu dengan Papah Adi, lalu mereka mengobrol sebentar untuk membicarakan soal bisnis masing-masing.
"Edo, kamu dari mana tadi? kenapa jalan kaki," ucap Papah Adi saat ini berada di dalam cafe.
"Aku mau mengambil mobil, tadi aku tinggalkan di tepi jalan sebelah gedung itu," kata Papah Edo. Kamu sendiri dari mana?" Lanjutnya.
"Cari angin! siapa tau bisa bertemu dengan Reni," kata Papah Adi.
Papah Edo bertambah bingung, kenapa mencari Reni. Beliau pun bertanya dengan Papah Adi, sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga temannya itu. Dia merasa tidak rela jika Reni disakiti, karena Reni orang yang baik.
Setelah mendengarkan cerita Papah Adi, Papah Edo lalu mengajak Papah Adi untuk mencari Mamah Reni sebelum semuanya terlambat.
jangan ngancam donk ray
jangan di sembunyikan dan di zholimi mulu ....