NovelToon NovelToon
Air Mata Pernikahan

Air Mata Pernikahan

Status: tamat
Genre:Poligami / Tamat
Popularitas:202.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: momian

inilah kisah cinta perjalanan rumah tanggaku. yang awalnya begitu sangat indah dan sempurna di mataku kini berubah menjadi malapetaka. kehadiran mertuaku yang mendambakan sosok seorang cucu membuatku harus menerima cacian dan makian tiap harinya.

Hingga pada saat titik di mana mertuaku terus mendesak suamiku harus menikah lagi demi mendapatkan seorang keturunan. Hancur sudah hati yang selama ini aku jaga, hancur sudah rumah tangga yang di bangun kokoh dengan cinta karena kehadiran seorang wanita yang akan menjadi istri dari suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Ikatan batin yang terjadi antara orang tua dan anak pasti benar adanya. Saat Maharani terpuruk menangisi dirinya dan nasibnya di kamar Sri, tiba-tiba saja ponselnya berdering, Halisah sang ibu seperti mendapatkan firasat yang tidak enak dan sering gelisah mengkhawatirkan sang anak memutuskan untuk mengubungi Maharani.

Maharani mengusap air matanya dan menjawab panggilan sang ibu.

"Sayang, kau baik-baik saja?" Pertanyaan pertama yang di lontarkan Halisah, namun Maharani hanya diam, dan kini Halisah tahu jika Maharani saat ini sedang tidak baik-baik saja. "Bismillah, usap dadamu nak, penjamkan mata. Ucap dalam hati, kalau kau bisa melalui semuanya. Apa pun itu, insaAllah doa ibu selalu ada di setiap helaan nafasmu nak." Mendengar kata itu, tangis Maharani langsung pecah. Setelah sekian lamanta masalah yang ia pendam kini ia rasa harus di ceritakan kepada ibunya. Kepada wanita yang selalu mendukung apa pun keputusan yang di buat olehnya. Dan akhirnya Maharani menceritakan semua yang terjadi selama ini. Selama kurang lebih sepuluh bulan ini. Tidak ada satu pun yang Maharani sembunyikan, hingga membuat Halisah di seberang sana juga ikut menangis. Pantas saja, selama ini Halisah terus merasa khawatir tentang anaknya. Ternyata kehidupan Maharani tidak berjalan sebagai mana mestinya.

"Apa pun keputusan mu, ibu akan mendukungmu. Tapi, lebih baik jika kau tenangkan diri terlebih dahulu. Ingat! Pintu rumah ibu selalu terbuka untukmu. Jam berapa pun kau datang, ibu akan tetap menunggumu nak."

"Ibu.. Hikksss, Hikkkss, Hikkksss."

"Usap air matamu dan jangan perlihatkan kesedihan di hadapan mereka. Ingat, sekarang kau sedang mengandung. Dan fokuslah dengan kesehatan bayimu. Lusa ibu akan datang berkunjung."

Panggilan telpon antara Maharani dan ibunya telah selesai, kini sesak di dada Maharani sedikit berkurang karena sudah mencurahkan semua apa yang ia tampung selama ini. Dan benar kata ibunya, jika yang terpenting saat ini hanya menjaga bayi yang sedang ada di dalam kandungannya.

••••

Setiap hari Sukma memberikan nasehat pada Bastian, jika mencintai seseorang dengan tulus itu artinya kita harus menerima setiap kekurangan yang ada pada orang yang kita cintai, dan jika kau tidak tulus dalam mencintai maka lepaskan orang itu karena jika kau tidak melepas maka suatu saat kau pasti juga akan melepas jika sudah tahu kekurangan pasanganmu. Bagaimana pun tidak ada satu pun orang yang terlahir dengan sempurna itu lah mengapa dua orang di satukan agar bisa saling melengkapi hingga menjadi sempurna.

"Kau yakin dengan keputusan mu?" Tanya Sukma menatap Bastian.

"Ya bu."

"Ingat jika kau sudah yakin. Jangan pernah sakiti dia. Dan juga bersabarlah menunggu hingga waktu itu tiba."

Ya, Bastian memutuskan untuk mencintai kekurangan Maharani. Karena bagi Bastian kekurangan Maharani adalah kelebihan baginya. Kehamilan Maharani tidak membuat Bastian mundur, tapi justru bersemangat untuk membahagiakan Maharani dan juga bayi yang saat ini di kandung oleh Maharani. Apalagi saat Sukma menceritakan semua yang terjadi di rumah Maharani. Ya, Bastian hanya tahu garis besarnya saja jika Agam suami Maharani menikah sirih dan juga Maharani memiliki mertua yang tidak suka padanya. Namun, Sukma melengkapi cerita jika ternyata Maharani tidak hanya mendapatkan siksaan batin tapi melainkan fisik juga.

Dua hari berlalu. Selama dua hari ini Maharani terus berfikir tentang tindakan apa yang akan dia ambil selanjutnya. Dan di sinilah Maharani berdiri di depan kantor pengadilan agama. Keputusan Maharani sudah bulat. Ia memberanikan diri mendaftarkan gugatan cerainya di pengadilan. Sudah tidak sanggup lagi melewati hari-hari yang begitu sangat melelahkan. Karena seberusaha apa pun Maharani, tetap saja hubungan rumah tangga harmonis seperti dulu tetap tidak bisa terjadi lagi. Sudah ada dinding kokoh yang berdiri menjulang tinggi antara dirinya dan juga Agam. Hubungan mereka sudah tidak dapat di satukan seperti sediakala. Bagai sebuah gelas kaca yang pecah, jika di gabungkan maka hasilnya tidak akan bisa sama seperti semulah lagi.

Maharani pulang membawa map yang berwarna coklat yang berisikan surat pendaftaran gugatan cerai yang barusan ia layangkan di pengadilan. Dan saat Maharani membuka pintu, ia langsung melihat Halisah sang ibu sudah duduk di kursi menanti dirinya. Sungguh naas bukan, kedatangan Halisah tak di sambut baik oleh Ramayani. Jadi Halisah hanya di persilahkan masuk oleh Sri dan duduk menungguh Maharani pulang.

"Ibu." Sapa Maharani sambil mencium telapak tangan ibunya dan lalu memeluk tubuh sang ibu. "Ibu maaf, aku tidak menjemputmu." Sesal Maharani karena ibunya datang seorang diri ke kota tempat dirinya tinggal bersama dengan Agam.

"Tidak apa, oh yah dimana Agam. Ibu ingin berbicara padanya."

"Mas Agam, dia belum pulang bu."

"Ibu mertuamu?"

"Dia.." Ucapan Maharani menggantung.

"Baiklah biar ibu tunggu di sini."

"Ibu istirahatlah dulu." Ajak Maharani membawa ibunya masuk ke dalam kamar Sri. Kamar yang hanya berukuran kecil yang membuat Halisah terdiam sejenak menatap sekeliling. Sungguh semenderita itu hidup anaknya selama ini. "Ibu, baru dua hari aku tidur di sini." Jelas Maharani yang seakaan tahu isi pikiran sang ibu.

Halisah menarik tangan Maharani dan membawanya duduk di tepi kasur Sri. "Apa semua barang mu sudah siap?" Tanya Halisah sambil mengusap wajah sang anak yang sangat ia kasihi. Maharani menjawab dengan anggukan kepala. "Yang sabar. Ingat! Allah tidak pernah tidur." Kata Halisah lalu memeluk tubuh Maharani dan mengusap pundak belakang Maharani.

Sungguh betapa kecewanya dan hancurnya hati seorang ibu. Yang telah melahirkan dan membesarkan seorang anak, di rawat dengan penuh kasih sayang. Lalu saat dewasa sang anak memilih pergi tinggal dengan pasanganya. Betapa sakit hati Halisah saat tahu ternyata janji yang Agam buat telah ia ingkari. Dulu, Agam terus berjanji dan memohon pada Halisah agar dirinya bisa mendapat restu untuk meminang Maharani. Tapi apa balasan yang di dapat. Janji hanya tinggal janji saja, semua apa yang di ucap oleh Agam ternyata hanya dusta.

Hingga malam hari, saat Halimah tahu dari Sri jika Agam pulang, Halimah langsung keluar dari kamar dan menghampiri Agam.

"I-ibu." Sapa Agam yang kaget melihat ibu mertua yang tiba-tiba saja berada di hadapannya. Agam bertanya-tanya dalam hati, sejak kapan sang mertua datang. Kenapa tidak ada yang memberikan kabar kepadanya.

"Ibu ingin bicara padamu." Kata Halimah dan langsung duduk di sofa. Agam langsung ikut dan duduk di sofa tepat di hadapan Halimah.

Agam bingung harus menceritakan semuanya dari mana.

"Tidak usah di jelaskan. Ibu hanya datang ke rumah ini meminta secara baik-baik anak ibu. Dulu, kau datang meminta anak ku secara baik-baik dengan banyak janji-janji yang kau berikan. Tapi apa? Apa yang kau lakukan? Kau justru membuat hati dan perasaan anak ku hancur hingga berkeping-keping."

"Ibu, aku bisa jelaskan semua ini."

"Tidak usah di jelaskan. Semoga kau bahagia dengan istri barumu itu yang bisa memberikan keturunan pada ibumu."

"Apa kau bilang?" Sentak Ramayani yang baru saja keluar setelah menguping pembicaraan mereka. "Kau harusnya bercermin, lihat anak perempuanmu, dia hamil hasil dari perselingkuhannya. Dan kurang baik apa aku dan anakku. Kami bahkan memberikan izin untuk tinggal di rumah ini dan juga memberinya makan."

"Kau lupa jika rumah ini adalah rumah anakku?" Lawan Halisah. "Kau perempuan Ramayani. Aku tidak sangkah kau bisa sekeji ini. Ingat hukum Allah itu nyata."

"Kau!" Ramayani hendak menarik rambut Halimah namun dapat di cegah oleh Maharani.

Maharani muncul sambil membawa tas yang berisikan pakaiannya.

"Aku ingin bercerai mas.” Kata Maharani sambil meletakkan selembar amplop coklat di atas meja.

1
Misaza Sumiati
bukannya Agam pernah bertemu dengan Bastian , perusahaannya ada kerjasama
Angel Princes: t nn n
n
. m
mm n n
n

n


m


? m m m
bmmm
mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm????????????????????????????????????????????????????..
total 1 replies
Misaza Sumiati
aneh Maharani kok bisa yah bertahan
Misaza Sumiati
Maharani itu bodoh
Rita Tanti
Luar biasa
Beauty JK
😍
dwie
lelaki yg di kirim autho😁😁
Henrita Henrita
wanita bodoh iya
falea sezi
novel baguss moga like makin banyak
falea sezi
novel sebagus ini knp sepi like
choky_chiko_r
mksh kak..keren critanya.dan ga panjang eps.nya..mksh kak..tetep berkarya😊👍👍💪💪
altanum
ide ceritanya bagus thor,cuma pengemasan waktu yang agak membingungkan.mungkin bisa dijadikan acuan di karya² selanjutnya.tetep semangat berkarya thor...
Khalisa IncesNya Mia
koq malah q yg jadi emosi ya
Mila Barcelona
authornya kurang fokus...minum Aqua dulu thorrrr...biar lebih teliti
Nenk Jelita
lah bukan ny rekan bisnis gmn sih tiba tiba GK kenal gt
aduh...
Vivin Yulistian Pradesti
lanjut lg ka cerita ny
Ayuni Tri Purnomo
Luar biasa
Ayuni Tri Purnomo
ada lagi mertua modelan kyk gini Thor...
R.A: ada kak. banyak di dunia nyata😅😅
total 1 replies
SRI WAHYUNI
mka y Rani jd cwe jng oon
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Zika Bintang
lain kali kalau buat cerita seorang wanita yang lagi hamil haram hukumnya untuk di talak dan nikah i thour
tolong perbaiki lagi dan cari info lagi jangan asal nulis GK tau hukum bisa juga ntar orang pada meniru saat hamil di nikahi

kecuali author GK usah pakai ijab Kabul
mungkin beda tanggapan ku
Zika Bintang: o iya kak
maaf aku aliran madhab Syafi'i
jadi beda pengertian
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!