NovelToon NovelToon
PUTRI PALSU

PUTRI PALSU

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Fantasi Wanita / Chicklit / Tamat
Popularitas:63.1k
Nilai: 5
Nama Author: Alma Kadier Carally

Aku terpaksa meninggalkan kehidupan di kerajaan & tinggal bersama bibiku di sebuah desa terpencil, menanggalkan gelar & bahkan namaku. Kejutannya tidak berakhir sampai di sana, ternyata aku memiliki kekuatan sihir yang terpendam. Dan saat aku membiasakan diri dengan kehidupan baruku, aku melihat peristiwa mengejutkan yang membuatku bertanya-tanya, mungkinkah gadis yang datang dari Panti asuhan yang di kelola para penyihir & diakui sebagai putri yang asli juga putri palsu sepertiku. Jadi siapakah putri yang asli ?! Ayo baca biar g penasaran🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alma Kadier Carally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Aku berkeliaran di dalam hutan sendirian, sambil menggenggam keranjang, menatap ke balik pundak dengan cemas setiap kali mendengar ranting patah atau gemerisik dedaunan. Beberapa kali aku berhasil menemukan tanaman yang diinginkannya, tapi bukan karena pengajaran bibiku melainkan berkat ingatanku mengenai percakapan bersama para pengurus kebun istana.

Namun, terkadang mencari tanaman di hutan bagaikan sebuah anugerah jika dibandingakan proses pencelupan. Setidaknya, selama di hutan sering aku sendirian, yang lebih kusukai selama hari-hari pertama pengasinganku.

Rasanya jauh lebih mengerikan saat duduk di bawah tatapan galak Bibi Vania ketika dia berusaha menyampaikan berbagai rahasia untuk menciptakan warna-warna jernih & kuat. Di luar dugaannya,& harus kuakui, di luar dugaanku juga, sepertinya aku kurang berbakat dalam mencelup.

Meskipun dengan mudah & aku bisa mengingat jumlah mordan yang harus di gunakan bersama kulit pohon dedalu hitam atau langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mengubah ragwort menjadi cairan pencelup berwarna kuning tua, aku tidak bisa membedakan apakah bahan-bahannya sudah menempel pada kain wol.

Aku sudah terbiasa mempelajari hampir semua hal yang di ajarkan para tutor padaku dengan cepat, & keterbatasan baru ini membuatku frustrasi. Ini juga menyebabkan Bibi Vania lebih sering mendesah.

Pada malam hari, kami kembali ke rumah untuk makan malam. Setelah makan, Bibi Vania mengajariku salah satu tugas tanpa akhir yang harus dilakukan di dalam sebuah rumah tangga yang tidak mempekerjakan pelayan. Tanganku, sudah terkelupas & berubah warna akibat cairan celup, langsung terasa sakit & lecet-lecet.

Aku belajar menjahit selain membordir cantik, memotong kayu & memindahkannya dari tumpukan di belakang rumah ke perapian, menggosok panci & wajan, menjaga api perapian agar terus menyala dengan rata, memyusun benang wol di dalam gudang kecil di sudut ruang utama, & banyak hal lainnya.

Bibi Vania mempekerjakanku sampai kelelahan setiap malam. Kenyataannya bahwa Bibi Vania mengerjakan sebanyak yang aku kerjakan, bahkan lebih banyak, tidak membuatku merasa lebih baik.

Setiap malam aku tumbang di tempat tidur.. yang dengan sulit kami dapatkan dari sepupunya Alvi .. & tidur nyenyak sampai pagi, hingga seruan hewan-hewan-hewan desa membangunkanku.

Namun, bisa dibilang, mungkin jadwal sepadat ini lebih baik dibandingkan kemungkinan lainnya, karena jika tubuhku nyeri & kepalaku terus berputar berusaha mengingat cara menyiapkan semur atau bubur, setidaknya aku hanya punya sedikit waktu untuk meratapi kehidupan yang sudah tidak kumiliki lagi.

Aku merasa aneh, mengingat betapa fokusnya pikiranku pada tugas-tugas sepele yang kulakukan, sehingga kapan pun aku mulai teringat pada Devan, atau Raja & Ratu, aku bisa memaksa diriku berkonsentrasi pada panci atau kapak di tanganku.

Namun, tak peduli seberapa besar usahaku, aku tidak pernah bisa mengisi kekosongan di dalam diriku. Kadang-kadang, aku mendapati diriku sedang mengusap tempat kosong di bagian dalam lenganku, tepat di bawah lekukan siku, letak tanda lahirku dulu.

Aku penasaran apakah Diana juga mengamati bagian itu, seandainya tanda lahir itu muncul di tangannya saat menghilang dari tanganku, atau apakah para penyihir membiarkan tanda lahir itu pada tangannya meskipun dalam penyamaran.

Aku penasaran apakah aku bisa berhenti merindukan tanda lahir itu, merindukan hidupku.

Mungkin aku akan lebih mudah menerima keadaan baru ini seandainya aku merasakan semacam pertalian dengan bibiku. Bibi Vania, aku segera menyadarinya, bukan perempuan yang hangat.

Bibi Vania menyapa penduduk desa dengan cukup ramah & menawarkan bantuan jika diminta, tapi dia tidak punya teman akrab, & tidak pernah mengunjungi penginapan untuk bersantai di ruang duduk & mengobrol seperti yang dilakukan banyak orang.

1
Supriadi Adi
waalaikum salam
Dini
kk
Dini
semangat berkarya thor👍
Nabila
Keren
Pelangi
Keren👍
Ana
Keren
Ana
Author sulap jadi bidadari😀
Ana
Pasti gara2 kekuasaan nih.
Nanzkii
Keren thor🫶🏻
Nanzkii
Ciuman pertama Amelia diambil Jose😠
Nanzkii
Devan, Amelia rindu😁
Sity aminah aminah
sampai bingung mau komentar apa
Alma KC: Terima kasih sudah berkenan mampir 🙏🥰🌹
total 1 replies
Nabila
Luar biasa
Aulia
Keren banget
Adinda
Luar biasa😍👍🫶
Adinda
Kaburrr💪
Adinda
Menyelamatkan putri asli😍👍
Adinda
Luar biasa
Adinda
Perjalanan ditemani oleh Devan😍🫶
Adinda
Sukses belajarnya Amelia.💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!