Feng Xiao adalah seorang jenius tiada tara di alam langit, dengan Kitab 12 Kaisar yang dimiliki olehnya ia menjadi yang terkuat di seluruh alam langit, hanya saja saat ia sudah menjadi yang terkuat Feng Xiao di khianati oleh saudara yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri, sehingga saudaranya menyebarkan tentang Kitab 12 Kaisar pada 7 Kaisar alam langit
Mereka bekerja sama untuk membunuh dan mengambil Kitab 12 Kaisar milik Feng Xiao. Feng Xiao yang dikeroyok oleh 7 Kaisar Langit di Alam Langit pun tidak memilik pilihan lain selain meledakkan dirinya sendiri. Hal itu ia lakukan agar Kitab 12 Kaisar tidak jatuh ketangan mereka.
Feng Xiao yang meledakkan dirinya sendiri berpikir bahwa ia akan mati selamanya, akan tetapi ia hidup kembali ke tubuh seorang bocah di Alam Bawah.
Feng Xiao yang hidup ditubuh bocah itu pun mencari cara agar menjadi lebih kuat untuk membalaskan dendamnya dan dendam bocah itu.
JanganLupatinggalkan jejak dengan Like, Komen, jgn lupa kritik dan saranny!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wayvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
18. Chp. 18 - Organisasi Jiwa Mawar Hitam
Keesokan harinya Feng Xiao menyelesaikan latihannya, ia sudah berlatih semalaman untuk meningkatkan kekuatannya dan sekarang kekuatannya sudah berada di ranah Pembentukan Tubuh tahap 9.
"Lumayan sekarang aku sudah menjadi lebih kuat lagi." gumam Feng Xiao.
Setelah Feng Xiao menyelesaikan latihannya ia pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh keringat.
Setelah Feng Xiao membersihkan tubuhnya selama beberapa menit akhirnya ia selesai, ia pun langsung keluar dari kamarnya.
Saat membuka pintu kamar Feng Xiao melihat Xiao Lang yang sedang berdiri didepan pintu kamarnya.
"Apa yang kau lakukan didepan kamarku?." tanya Feng Xiao pada Xiao Lang.
"Master menyuruh saya untuk membangunkan Master Feng untuk makan direstoran penginapan." jawabnya.
"Kalau begitu mari temui Grandmaster Gu, jangan membuatnya menunggu terlalu lama!."
Setelah mengatakan hal itu Feng Xiao menuruni tangga dan sampai di lantai 1 yang merupakan sebuah restoran penginapan, saat sampai di lantai 1 Feng Xiao melihat Gu Feiyang sedang duduk di suatu tempat.
Feng Xiao dan Xiao Lang pun langsung berjalan menuju tempat Gu Feiyang. "Anda sudah sampai Master Feng!." ucap Gu Feiyang.
"Mari duduk dan makan bersama, saya sudah memesan makanan terenak yang ada di restoran ini!."
"Terima kasih Grandmaster Gu!." Feng Xiao berterima kasih pada Gu Feiyang. Dirinya pun langsung saja memakan makanan yang sudah dipesan oleh Gu Feiyang.
***
Disuatu tempat terlihat seseorang sedang duduk di sebuah bangku yang terlihat menyeramkan, sosok itu terlihat sekitar berumur lima puluh tahun.
"Tetua saya melihat rombongan Gu Feiyang sudah pergi menjauh dari Desa Gunung, dan juga saya melihat seorang pemuda yang terlihat mirip dengan target Organisasi yaitu Feng Xiao!." ucap pria itu pada tetua yang sedang duduk dibangku.
"Hmm apa kamu tau kemana tujuan mereka?." tanya Pria sepuh itu.
"Menurut perkiraan saya mereka bertiga berniat untuk pergi ke Ibu Kota Provinsi!.".
"Baiklah kita jalankan rencananya!." ucap tetua itu.
"Siap Tetua!."
***
Setelah mereka bertiga selesai makan Gu Feiyang membayar dengan menaruh Batu Spiritual di atas meja.
Mereka pun pergi dari Desa Gunung dan melanjutkan perjalanan untuk pergi ke Ibu Kota Provinsi, perjalanan ke Ibu Kota masihlah cukup panjang dan Feng Xiao menggunakan waktu itu untuk bermeditasi.
Feng Xiao menyelesaikan meditasinya setelah mendapat sebuah firasat bahwa akan terjadi sesuatu, ia merasa akan terjadi pertarungan yang akan menyebabkan kelompoknya bertarung.
Akan tetapi itu masihlah sekedar sebuah firasat yang tidak diketahui, Feng Xiao hanya akan terus waspada agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Spiritual Beast terus meluncur ke arah Ibu Kota Provinsi, jarak yang jauh membuat perjalanan menjadi membosankan Feng Xiao hanya mengisi waktunya dengan bermeditasi dan menjawab pertanyaan dari Xiao Lang.
Saat Feng Xiao sedang membenarkan posisinya tiba-tiba saja muncul sebuah asap hitam di depan mereka yang membuat mereka terhenti.
Gu Feiyang, Xiao Lang dan juga Feng Xiao menjadi sedikit waspada karena kemunculan asap hitam yang tiba-tiba, Feng Xiao melihat awan hitam itu dengan seksama.
Saat awan hitam menghilang muncul seorang pria sepuh dengan puluhan orang dibelakangnya.
"Senang bertemu denganmu Grandmaster Gu Feiyang!." ucap pria sepuh itu.
"Namaku Han Wuji penatua dari Organisasi Jiwa Mawar Hitam! Aku ditugaskan untuk membunuhmu dan membawa muridmu itu!." tambahnya.
Gu Feiyang yang mendengar perkataan dari Han Wuji menjadi sangat waspada, ia melihat bahwa ranah kultivasi Han Wuji sama dengan ranahnya.
Jika Gu Feiyang dan Han Wuji bertarung satu lawan satu maka Gu Feiyang memiliki kepercayaan diri akan menang akan tetapi saat ini dirinya membawa Xiao Lang dan juga Feng Xiao hal itu membuatnya sedikit khawatir akan terjadi pertarungan yang mungkin saja akan berbahaya bagi keduanya.
Sedangkan disisi Feng Xiao dirinya sangat marah, entah darimana kemarahan ini berasal yang pasti rasa marah ini berasal dari tubuh Feng Xiao dan bukan dari Feng Xiao sendiri.
Mungkin saja tubuh yang Feng Xiao tempati ini tau bahwa orang yang didepannya berhubungan dengan kematian kedua orang tuanya.
"Sial Kultivasi pria sepuh itu berada di ranah yang sama dengan Gu Feiyang. Dan juga masih ada bawahannya yang berada di ranah Pelatihan Jiwa!." ucap Feng Xiao dalam hati.
"Jumlah mereka terlalu banyak, walaupun aku bisa mengalahkan beberapa dari mereka akan tetapi aku juga akan mendapatkan luka yang mungkin cukup parah."
Feng Xiao berfikir tentang apa yang harus dilakukan, dirinya yakin jika ada pertarungan yang terjadi maka akan merugikan bagi kelompok Feng Xiao.
"Jika terjadi sesuatu yang buruk kalian harus pergi meninggalkanku!." Gu Feiyang mengirim suara telepati pada Feng Xiao dan juga Xiao Lang.
Feng Xiao mengeluarkan pedang miliknya sedangkan Xiao Lang mengerluarkan tombaknya tanda bahwa mereka sudah siap bertarung.
tdk ada keterangan bio data mcnya
rambutnya
wajahnya
bajunya
tingginya
tdk diterangkan😄😄😄😄😄😄😄
jadi bisa pembaca membayangkan apa di ceritakan penulis