NovelToon NovelToon
De Lawrence : Ambisi Masa Lalu

De Lawrence : Ambisi Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:778.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rosee_

DILARANG PLAGIATT!

Novel Ke-empat

Sebuah kisah yang bermula dari masa lalu dan membentuk jati diri baru seorang gadis manja menjadi sosok yang berbeda demi mendapatkan kembali apa yang menjadi miliknya.

"Boleh kuminta satu permintaan?" Jessie bertanya.

"Katakan," ucapnya kemudian saat melihat Jessie tidak bergeming.

"Berpura-puralah bahagia selama acara pernikahan berlangsung," pinta Jessie.

Xavier menatapnya dengan kening mengkerut.

"Aku tahu berpura-pura bahagia itu tidak menyenangkan sama sekali, tapi bertahanlah satu hari saja di depan semua orang." Jessie ingin pernikahan pertamanya dihiasi dengan senyuman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Finally

"Jadi itu salah satu alasannya. Karena Lawrence menolakku, begitu?"

Jessie yang sedang berganti pakaian di ruang ganti sontak berbalik sambil menutup tubuh atasnya dengan handuk kala Xavier seperti biasa masuk tanpa izin.

"Apa tidak bisa menunggu sebentar? Setidaknya ketuk pintu dulu!"

"Jawab pertanyaanku." Xavier tidak peduli. Pria itu malah mendekat hingga Jessie terhimpit oleh meja aksesoris di tengah ruangan.

"Jika seandainya Lawrence menginginkanku, kau akan melanggar sumpahmu?" Mengurung Jessie dengan tangannya.

"Apa yang kau bicarakan?" tanya Jessie bingung sambil menahan dada Xavier agar tidak semakin mendekat. Hembusan nafasnya bahkan sudah dirasakan oleh Jessie.

Ada apa dengan pria ini? Wajahnya sangat dingin seperti ingin memakannya hidup-hidup. Kedua tangannya mengepal mencengkeram sisi meja.

"KATAKAN!" bentaknya, membuat Jessie tersentak kaget hingga tubuhnya membeku tidak bergerak. Wah, belum pernah ada yang berani membentaknya. Pria ini berani melakukannya!

"Kau berani membentakku?"

"Aku bahkan sanggup memukulmu," balasnya. Jawaban itu membuat hati Jessie berdenyut. Kenapa rasanya sakit? Cih! Laki-laki seperti apa yang ia nikahi?

"Katakan, kau akan melepasku jika nona mu itu menginginkanku?" Rahangnya mengeras. "Aku mendengar semua pembicaraanmu dengan Austin."

Xavier sendiri tidak mengerti sikapnya sekarang. Ia marah saat mengetahui kenyataan itu, seolah Jessie bisa memiliki dan melepasnya sesuka hati selama tuannya memerintah. Dirinya seperti barang yang mudah diberikan pada orang lain.

"Meski dia mau aku tidak akan memberikannya. Kau puas?" jawab Jessie tak kalah tajam.

Xavier menatap dalam mata wanita itu. Tidak ada kebohongan disana. Tapi bukan Xavier jika melepas begitu saja.

"Haruskah aku percaya?"

"Kenapa tidak?" tantang Jessie.

"Kau sengaja mengatakan ini hanya di depanku, kan?" Hidung mereka nyaris bersentuhan.

"Kau mau tahu sebuah rahasia?" Jessie memberanikan diri menyentuh rahang tegas itu.

"Lawrence telah menikah," bisiknya, membuat tatapan tajam Xavier semakin menyorotnya.

"Lalu mengapa dia bersembunyi?"

"Dia tidak pernah bersembunyi."

"Kau mencoba menipuku?" Menyeringai, Xavier menyapu bibirnya di atas bibir Jessie.

"No—" Belum sempat menjawab, pria itu sudah menekan bibirnya. Membukanya dengan jari dan melum*atnya. Tubuhnya sudah diangkat hingga duduk di atas meja. Ciumannya semakin liar. Bibir Xavier bergerak menuruni lehernya.

"Aku akan membunuhnya jika kau meninggalkanku," ancam Xavier kemudian, kembali memberi ciuman di leher dan bibir.

Jessie tersenyum menang. Tidak butuh waktu lama mengetahui perasaan Xavier. Tindakannya sudah menjelaskan semuanya. Xavier dengan harga dirinya tidak akan mau menyentuh wanita yang tidak dicintainya.

"Sentuh aku sesukamu, tapi setelah itu kau hanya boleh menjadi milikku."

Xavier tidak menjawab, namun mengangkat Jessie menuju tempat tidur.

Mungkin pria itu akan menyesal besok. Jangan lupa Xavier mencoba menunjukkan sifat aslinya yang Jessie sendiri tidak tahu seperti apa. Jangan khawatir, hal itu tidak akan memprovokasinya.

Kita nikmati saja malam ini dengan semua kegilaannya. Jessie tidak akan menolak, toh mereka sudah menikah. Jessie sudah bersumpah akan menyerahkan hidupnya pada suaminya, dengan cinta maupun tidak.

*

*

*

"Sejak kapan ada banyak bunga di rumah ini?" tanya Argus heran saat melihat sekelilingnya. Belum lagi semuanya adalah jenis bunga yang sama.

Rachel yang sedang menyemprot tanaman bunga itu tersenyum pada suaminya.

"Kau lupa? Bunga ini adalah kesukaan Sophia. Aku tidak sengaja melihatnya, jadi membelinya."

Argus terdiam mengamati bunga berwarna putih itu. Bunga yang dimaksud merupakan bunga Baby's Breath.

Sebagian besar orang tahu bunga Baby’s Breath merupakan simbol cinta sejati dan abadi yang tulus dan murni. Bunga putih mungil ini mewakili kemurnian emosi yang dimiliki dua orang untuk satu sama lain dalam pernikahan.

Selain itu, bunga Baby’s Breath juga biasanya diberikan kepada seorang perempuan yang baru melahirkan seorang anak. Disiplin diri dan kesetiaan adalah makna modern untuk bunga klasik ini.

"Kau pasti merindukannya." Merengkuh istrinya, Rachel menyandarkan kepalanya.

"Aku selalu merasa bersalah padanya, Ar."

"Itu bukan kesalahanmu." Argus menenangkan.

"Jelas-jelas itu kesalahanku." Rachel tidak setuju, "aku juga merindukannya," lanjut Rachel.

Dunia begitu sempit saat mereka pertama kali bertemu.

"Apa Jessie tahu kau mantan kekasih ibunya?" tanya Rachel tiba-tiba.

"Kau bicara apa!" Argus melepas rengkuhannya. "Itu hanya masa lalu."

"Tapi kau masih mencintainya saat menikah denganku dulu."

"Rachel, sudah cukup."

"Lihat, kau mengelak! Kau masih mencintainya, kan?!"

Apa wanita selalu begitu? Suka sekali membahas masalah yang telah berlalu.

"Kita tidak akan memiliki Xavier jika aku masih mencintainya," jawab Argus cepat, kemudian pergi ke kamarnya sebelum pertanyaan aneh lainnya keluar.

"Ck! Kenapa Sophia bisa mencintainya."

Rachel berdecak melihat suaminya yang terburu-buru. Pikirannya kemudian berlari pada Jessie.

"Jessie juga menyukai bunga ini, kan. Akan ku letakkan satu di kamar mereka." Senangnya.

Rachel mengambil satu vas bunga tersebut dan membawanya ke kamar Xavier dan Jessie, namun baru akan mengetuk, Rachel tak sengaja mendengar suara aneh dari dalam yang membuatnya menutup mulut kaget.

"Secepat itu?!" Berteriak tanpa suara. Merasa tak percaya dengan pendengarannya, Rachel menempelkan telinganya di pintu.

"Ini sungguhan! Oh God ... bunga ini memang membawa keberuntungan." Memeluk vas berisi bunga itu.

"Lebih baik lagi jika diletakkan di kamar mereka." Rachel kembali dengan senyum lebarnya. Besok ia akan kembali meletakkan bunga itu. Sekarang dirinya harus menyampaikan berita besar ini pada suaminya.

"Aku akan punya cucu," soraknya gembira.

-

-

-

1
awesome moment
kasihan jessie. vier g sadar2 bhw lawrence tu marga jessie. duh...jd pengin getok kepala vier.
awesome moment
😄😄😄ngabrut
awesome moment
do'a ibu tu sll manjur
awesome moment
bnr.an n? vier putus sm manda?
awesome moment
vier kalah 1 langkah. jessie adalah pilihan ortunya. jd...g bakalan ktmu jeleknya
awesome moment
jessie tu cerdik
awesome moment
👍👍👍rachel g salah pilih menantu.jessi tangguh
awesome moment
pembuat asli berdarah2 bikin karya, plagiat main copas. bisakah dia ttp spt skrg klo karyanya yg dicopas?
Daneen
Sakitnya jadi jessie
Daneen
Rumit sekali
Daneen
Sad
Daneen
Haduh pasangan ini 🤣🤣
Daneen
Wkwkwk
Cemburu nie
AZLEN HASLINA BT. AWANG KPM-Guru
karya yang luar biasa...
Yunita Arriviani
Luar biasa
Warnilah Ummu faliha
l
Trituwani
sedih bgt ya ampun/Cry//Cry/
Trituwani
berarti kecelakaan yg menyebabkan xavier tertabrak itu aslinya buat lawrence kan ka,mau nabrak lawrence malah kena xavier
Trituwani
bang xav sudah tau klo jessie itu orang yg sama
Trituwani
xavier lg amnesia ternyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!