Mutia, Gadis Manis itu merasa Tuhan begitu menyayanginya, selain sang mama, kini ia juga di hadapkan dengan seorang Om-om mesum yang tidak lain adalah bosnya sendiri. Kedua orang tersebut bagaikan bayangan diri sendirinya, apapun yang ia lakukan pasti tidak pernah terlepaa dari pantauan mereka.
Namun semua berubah saat ia bertemu dengan Raga, pegawai baru yang tidak diragukan lagi ketampanannya.
Lantas bagaimana kisah Mutia selanjutnya? Akankah si Bos membiarkan ia dekat dengan lelaki lain?
Akan ada banyak kejahilan serta kisah seru lainnya, jangan ketinggalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erin FY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Mutia kesal dengan sifat Denis yang berlebihan, belum jadi apa-apa aja dia sudah seperti itu, bagaimana kalau sudah? ish amit-amit.
"Adam, aku mau kentang, roti bakar, sama sosis, ya? Masing-masing 4 porsi," ucap Mutia kepada Adam.
lelaki yang sedang menyiapkan pesanan itu mengeryit, pasalnya selama ini Mutia tak pernah memesan makanan sebanyak itu.
"Banyak banget? ada temen kamu lagi yang mau ke sini?"
"Enggak. itu pesenan si om-om itu. makan siang bukannya ke rumah makan, malah ke kedai minuman kayak gini. Dasar makhluk astral," gerutu Mutia yang membuat Adam tersenyum. melihat sikap Mutia, Adam yakin ia masih punya peluang untuk mendekatinya.
"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan menyiapkannya," jawab Adam dengan tersenyum. Mutia pun kembali ke tempatnya.
"Lama banget, sih? cuma pesen gitu aja. Nyari kesempatan, ya?" Selidik Denis saat Mutia telah duduk di hadapannya.
Mutia menatanya tajam, makin kesal dengan tingkah laku atasannya yang tak jelas itu.
"Kenapa bukan bapak saja yang pesan tadi? lagian kalau curiga terus tadi ngapain malah ngajak makan di sini?" Mendengar ucapan Mutia, Denia tersenyum lebar.
"Jadi, apakah kecurigaanku menganggumu? apa kecurigaanku membuatmu salah tingkah?"
"Maksudnya?"
"Ya, kamu gak mau aku berpikiran aneh-aneh tentang kamu, begitu kan?"
"Bapak kePD'an! aku cuma gak mau aja di curigain terus, kayak maling aja!" omel Mutia dengan memalingkan muka ke arah lain.
"Emang maling!" Mutia menatap Denis, matanya melotot tak terima.
"Maling hatiku," lanjut Denis lagi yang membuat Mutia tersipu. Meskipun dia sebal dengan tingkah Denis, tapi gombalan-gombalan receh lelaki itu selalu membuat dirinya melayang.
"Ini pesanannya." Suara Adam yang mengantarkan pesanan mereka membuat Mutia lega, pasalnya dia tak perlu terjebak di situasi sulit seperti tadi.
"Terima kasih, Dam," jawab Mutia yang diangguki Adam.
Tak mnunggu lama, Denis membagi masing masing dua porsi untuk dirinya dan Mutia. Mutia masih bengong melihat tingkah Denis, sedangkan lelaki itu, sudah asyik dengan makanannya. Tak mau ambil pusing Mutia pun mulai melahap makanannya.
Setelah dua puluh menit mereka larut dalam makanan masing-masing, Denis bangkit dari kursinya.
"Pak, mau kemana?" tanya Mutia dengan makanan penuh di mulutnya.
"Mau bayar makanan, habiskan dulu makananmu. jangan banyak bicara. gak baik!" Usai berkata seperti itu, Denis pun berlalu menuju meja kasir yang Adam sendiri yang menjaganya.
"Berapa semua pesananku?" tanya Denis kepada Adam.
"Semua tujuh puluh lima ribu." Denis mengeluarkan uang seratus ribuan.
"Kamu sudah kenal lama dengan Mutia?" tanya Denis yang membuat Adam mendongak, lelaki itu hendak mengambil uang kembalian langsung menghentikan aktifitasnya.
"Sejak dia sekolah, kenapa?"
"Tak apa. cuma mau tau aja. aku pingin tau semua tentangnya."
"Kalian ada hubungan?"
"Saat ini belum, tapi secepatnya akan ada."
"Dia gadis baik, jangan mencoba bertingkah macam-macam dengannya, aku tidak akan tinggal diam." gertak Adam. Denis yang hampir akan mendekat terdiam saat mendengar Suara Mutia.
"Pak, sudah? jam istirahat akan habis, aku gak enak sama yang lain kalau ketahuan telat apaalgi perginya sama bapak," oceh Mutia.
Adam segera memberikan kembalian kepada Denis. lelaki itu meraih tangan mutia dan menariknya keluar dari sana. Mutia yang kaget bahkan tak sempat berpamitan kepada Adam.
tolong sambung... best nie..tak sabar nak baca...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa