NovelToon NovelToon
Selir Rahasia CEO Casanova

Selir Rahasia CEO Casanova

Status: tamat
Genre:Badboy / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:316.2k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Rahmawati

"Mungkin aku memang pemain wanita, tapi aku tidak akan menelantarkanmu karena kamu sedang mengandung anakku." Adrian.

"Jika aku tidak mengandung anakmu, apakah kamu tetap akan bertanggung jawab padaku?" Amira.

Sebuah kecerobohan yang dilakukan Amira membuatnya harus kehilangan kesuciannya dan mengandung benih dari Adrian, pria yang terkenal dengan julukan casanova. Amira harus menjadi selir rahasia dari Adrian sampai ia melahirkan bayinya.

Follow ig : Siran_rhmwtii6
facebook : Siran Ran

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Baru

"Kenapa kau tanya ada berapa?" Tasya menggigit bibirnya pelan, bodoh sangat, apa yang sudah ia lakukan? Apa yang sudah dikatakannya? Yang jelas, ia telah mengundang kecurigaan Adrian lebih jauh.

"Tasya! Jawab!" Adrian mengguncang tubuh Tasya. Matanya menatap penuh selidik.

"Tidak, maksudku kau menemukan berapa?" Tasya mencoba menghilangkan raut wajah ketakutannya, akan tetapi Adrian masih dapat melihatnya dengan jelas.

Kau berbohong, Tasya!

"Kau bilang kau sedang hamil, bukan? Boleh kita melihat bayinya?"

Deg...

Jantung Tasya langsung berdebar kencang, ia saat ini tidak memiliki rencana untuk apa yang diminta Adrian. Tasya terlalu sibuk dengan Mike, sehingga membuatnya lupa dengan sesuatu yang harusnya ia lakukan.

"Ayo!" Adrian menarik lengan Tasya keluar, bukan karena Adrian penasaran, akan tetapi ia hanya ingin menemukan bukti kehamilan Tasya. Juga menemukan bukti bahwa Tasya pemilik dari obat yang ditemukannya.

Jika ini yang kau lakukan, maka kau akan mengatakan alasannya sendiri di depanku nanti! Batin Adrian dengan rasa sakit yang mulai menjalar di hatinya.

Adrian sangat tidak menyangka bahwa wanita polos yang dulu dibeli dan dinikahinya dari Sera, hari ini mulai pintar membodohi Adrian. Bahkan hingga Adrian tak menyadarinya, setelah bertahun-tahun lamanya.

Keduanya sudah berada di dalam mobil menuju rumah sakit, dengan keheningan yang menemani perjalanan mereka.

Sudah sampai rumah sakit pun, keduanya tetap hening dengan Adrian yang tak melepaskan tangan Tasya sedikitpun. Adrian takut Tasya melarikan diri karena berbohong.

Adrian dan Tasya sudah di depan sebuah ruangan khusus poli kandungan, Tasya bertambah panik dan takut. Ia meraba dadanya yang merasa bahwa jantungnya berpacu lebih cepat.

Hingga ia teringat sesuatu, kemudian diam-diam mengirimi seseorang pesan dari ponselnya yang sejak tadi berada di dalam tasnya.

Butuh waktu hampir 15 menit bagi Adrian untuk menunggu, karena dokter sedang melayani pasien lain. Hingga kini tiba giliran Tasya. Namun Tasya terlalu sibuk dengan ponselnya, hingga saat tangannya di tarik Adrian ia sedikit tersentak.

"Ayo, kita lihat anak kita!" Adrian menarik paksa Tasya masuk ke dalam.

Tasya sudah mulai sangat ketakutan, hingga dokter menyuruhnya berbaring di atas brankar pun, seluruh tubuhnya terus bergetar.

"Hei, sayang! Kenapa kau gemetar begitu?" Tanya Adrian, saat menyadari bahwa istrinya tersebut seperti orang yang sangat ketakutan. Bahkan wajah Tasya sudah sangat pucat.

Aku harus bagaimana? Batinnya bermonolog sendiri.

Tasya yang kini tengah berbarung mulai menemukan sebuah ide, ia mengambil jarum suntik yang berada di meja di samping brankar, kemudian menusukan jarum itu ke jarinya dan membuaynya berdarah.

"Aw!" Pekiknya sambil mengangjat tangannya yang sengaja ia tusuk oleh jarum tersebut.

Adrian dengan buru-buru menghampiri Tasya dan meraih tangannya.

"Bagaimana bisa kau terluka seperti ini?"

"Aku tidak sengaja tertusuk besi brankar ini!" Ucap Tasya dengan wajah meyakinkan.

Namun Adrian tidak mudah dibohongi, ia sudah mengetahui bahwa Tasya memang sengaja melukai jarinya dengan jarum suntik yang tergeletak di atas meja samping brankar.

"Ayo dokter, lakukan USGnya!" Perintah Adrian yang langsung dituruti dokter itu.

Dokter mulai menyingkapkan pakaian Tasya, kemudian mengoleskan gel di atas perut Tasya. Kemudian meletakan alat USG di atas perut Tasya dan menggerakan alat itu kesana kemari.

Adrian memperhatikan layar monitor, ia tersenyum saat benda berbentuk persegi panjang dan tipis tersebut tak menunjukan apapun. Senyumnya hilang saat tiba-tiba sebuah gambar berbentuk kantung muncul di layar monitor.

"Bayi kalian berusia 8 minggu, lihat itu, sudah mulai berbentuk!"

Adrian mengepalkan tangannya, hatinya merasa kecewa melihat Tasya yang benar-benar hamil.

Namun tak lama, ia sadar dan bingung mengapa kehamilan Tasya tak membuatnya bahagia. Ada setitik perasaan aneh dalam hatinya yang benar-benar perlu Adrian selami dalam-dalam.

"Adrian, impianmu dan Ibu sudah terwujud, sekarang aku ingin minta sesuatu padamu!" Tasya meraih tangan Adrian, menggenggamnya sambil menuruni brankar.

"Apa?"

Adrian membuang pandang ke arah lain.

"Aku ingin...."

...****************...

Di sebuah halaman luas apartemen, seorang wanita kini tengah berjalan pelan kesana kemari. Sudah hampir setengah jam, ia melakukan kegiatan itu. Wajahnya terlihat tidak menikmati suasana lingkungan tersebut.

"Kenapa aku merasa kesepian?" Gumamnya sambil memperhatikan sekeliling tempat itu.

Matanya menangkap sebuah bangku panjang berwarna putih yang menghadap ke kolam ikan dengan hiasan air mancur di tengah-tengah kolam berbentuk lingkaran tersebut.

Ia dengan segera berjalan menuju bangku itu, hatinya menyuruhnya untuk duduk di sana.

Setelah sampai di dekat bangku itu, ia segera mendudukinya dan menikmati hembusan angin yang sangat pelan. Membiarkan angin itu menerpa tubuhnya yang terbalut oleh dress sepanjang lutut dan dengan tangan pendek.

"Boleh aku ikut duduk?" Tiba-tiba sebuah suara sedikit membuat Mira tersentak.

Mira tak menjawabnya, ia justru malah memperhatikan wajah seorang pria yang kini berdiri tak jauh dari tempatnya duduk. Pria itu tersenyum padanya, pria dengan wajah yang nyaris saja bisa disembut sempurna.

Bermata biru, berhidung mancung, bibir yang sedikit tipis, bulu-bulu halus yang dibiarkan tumbuh di area atas bibir bagian atas menghiasi wajahnya, membuatnya terlihat berkharisma.

"Boleh aku ikut duduk?" Ia mengulang pertanyaan itu.

"Heh?!" Mira terlihat gugup kini.

"Bo-boleh, silahkan!" Mira menggeser duduknya, membiarkan pria itu duduk di sampingnya.

"Siapa namamu? Apakah kau tinggak disini? Di apartemen ini?" Pria itu sangat antusias dalam bertanya.

"Ya, aku tinggal di bagian itu." Mira menunjuk lantai apartemen dengan bagian hampir paling atas, dengan jendela yang terbuka.

"Siapa namamu?" Pria itu mengulang pertanyaan yang pertama kali ia sebutkan saat banyaknya pertanyaan yang keluar dari mulutnya baru saja.

"Amira, panggil saja Mira."

"Oh, aku Damian!" Ia mengulurkan tangannya pada Mira, lalu disambut langsung oleh uluran tangan Mira.

"Tinggal sendiri?" Mira menggeleng, kemudian menunjukan cincin pernikahan yang memang diberikan Adrian waktu itu.

"Sudah menikah?"

Mira mengangguk, ia mulai merasa bosan dengan pria di sampingnya tersebut. Bukan karena wajahnya, melainkan karena pria itu cerewet dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkannya.

"Aku pergi dulu, sebentar lagi suamiku pulang!" Ucap Mira tanpa menoleh ataupun melirik Damian terlebih dahulu.

"Hey tunggu! Aku akan berkunjung ya, nanti malam!" Teriak Damian sambil menatap punggung Mira hingga menghilang di balik pintu apartemen.

"Mira, Mira! Kau cantik sekali, tapi kau sudah bersuami!"

Damian menggeleng-gelengkan kepalanya, ia merasa terpesona oleh kecantikan Mira.

1
Florensia Mei
bertele tele masak suami tak peka
Mawar berduri
bkn nasib..tp kamu aja yg jd wanita lemah. mau diperdaya. pdhal kamu bkn wanita miskin tp kok bodoh.
Sinta Cinta
kau sangat cantik
Sinta Cinta
pasti nanti hamil
Sinta Cinta
sedihnyaa 😭
Sinta Cinta
hummm mulai tertarik
Sinta Cinta
nyimak lah
Sinta Cinta
😁
Alfia
Tasya tidur dengan Mike, dibilang selingkuh
apa bedanya dengan Adrian yang celup sana sini, alias Casanova 🤦🏻‍♀️
g punya kaca X Adrian 🤣🤣🤣🤣
kagome
liat apa an si????
mira.....liat apa an?????
Alfia
ibu tirinya Susan atau Andia🤔
Apriyanti
lanjut thor
Nanik Puspita
makasih Thor ending nya mereka bersatu dan bahagia 🙏🙏🙏🙏
Apriyanti
lanjut thor
cunai 24
Terima kasih, akhirnya mereka bersatu 💞💞💖💖
Dasni Windri
Mksh akhir nya hepy ending
Irma: Makasih kembali kak, sudah sabar nunggu aku up... 💟💟
total 1 replies
Apriyanti
lanjut thor
Nanik Puspita
dah mau tamat thorr 😭😭😭😭
Dasni Windri
Ko udh mau tamat aja nih
crist
waduh mau tamat aja ni thor
Irma: hehe, iya, tapi aku usahakan ada karya baru nanti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!