Velicia menikah dengan Arnold pria yang selama ini di kiranya yang pernah masuk dalam kenangan masa lalunya...
Cinta yang berawal dari lantunan piano dari seorang pria yang memainkan lagu Sleep in the deep sea yang biasa di mainkan ibu Velicia sewaktu sang ibu masih hidup...
Pernikahan Aliansi yang terjadi di antara mereka, bukan membuat Velicia bahagia namun malah membiat dia terluka hingga penyakit mematikan menyerang hidupnya...
akankah Arnold bisa mencintai Velicia??
yukk baca novelku...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Ghina Fithri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta Dalam Luka ( Bab 18 )
“ Baiklah Veli...aku hanya ingin meminta maaf pada mu...” ucap Arnold.
Dada Velicia seketika sesak mendengar ucapan dari Arnold, dengan mudahnya pria itu meminta maaf setelah apa yang telah di lakukannya pada Velicia.
“ Veli...anggap saja hubungan yang terjadi di antara kita selama ini tak pernah ada...” ujar Arnold penuh penyesalan. Arnold masih merasa bersalah pada Velicia karena dirinya Velicia mengalami keguguran waktu itu.
Velicia hanya diam lalu memutuskan panggilan telpon dari Arnold, dia tak bisa menerima permintaan maaf dari Arnold setelah apa yang di lakukannya, Velicia tak akan membiarkan Arnold hidup bahagia bersama Viona, Velicia akan membuat Arnold memiliki beban dan penyesalan di saat dia menikah dengan kekasihnya Viona nantinya.
Dan mulai hari ini mereka resmi memutuskan hubungan yang telah terjadi di antara mereka.dan mereka akan melanjutkan kehidupn mereka masing-masing. Mereka menganggap semua yang telah terjadi hanyalah kenangan buruk dan harus di lupakan.
Velicia melangkahkan kakinya, namun hatinya yang sangat terluka membuat kakinya tak sanggup menopang tubuhnya, lalu dia pun ber lutut di atas pasir pantai meluapkan rasa luka yang ada dihatinya.
“ Aaaarrgghhhh...” pekik Velicia merasa benar-benar telah hancur.
Tiba-tiba ada seseorang dengan tangan kokohnya datang memeluk Velicia dari belakang memberikan kehangatan, dia pun membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang telah memeluknya. Velicia pun membalas pelukkan itu dengan erat lalu menangis sejadi-jadinya saat tahu pria yang memeluknya adalah Jack. Velicia meluapkan semua rasa sakit di hatinya di dada bidang milik Jack.
Jack adalah saudara angkat Velicia, kedua orang tua Velicia mengadopsi Jack dari sebuah panti Asuhan. Mereka merawat Jack sama seperti Velicia, hingga Jack dan Velicia tumbuh bessar bersama namun Di saat Jack berumur lima belas tahun Jack berjumpa dengan kedua orang tua kandungnya. Sehingga akhirnya kedua orang tua Jack membawanya pergi bersama mereka. Walaupun kedua orang tua Jack telah membawa Jack jauh dari Velicia, Namun Jack tak pernah memutus komunikasi dengan Velicia. Dia selalu menghubungi Velicia lewat whatsapp atau Video call.
Jack adalah serang kakak yang sangat menyayangi Velicia, Jack juga sangat perhatian pada Velicia. Oleh karena itu Velicia memberitahukan pada Jack tentang penyakit yang kini di deritanya.
Setelah Velicia merasa puas menumpahkan rasa rasa sakit di hatinya. Jack menggenggam lengan Velicia lalu mengajak Velicia untuk berdiri, dia mennggenggam tangan Velicia memberi sebuah kekutaan untuk Velicia. Jack pun membawa Velicia pulang karena hari semakin larut.
Jack mengendarai mobil Velicia dan membawa Velicia pulang, di sepanjang jalan tak banyak kata-kata yang keluar dari mulut mereka. Hingga akhirnya velicia pun tertidur.
Sesampai di Villa, Velicia telah tertidur dengan lelap, Jack yang merasa kasihan untuk membangunkan Velicia akhirnya mengangkat tubuh kecil Velicia masuk ke dalam Villa lalu membawa Velicia langsung menuju kamarnya.
Saat berada di kamar Velicia, Jack membaringkan tubuh Velicia di atas ranjang, lalu dia mengambil selimut lalu memakaikan selimut itu di tubuh Velicia. Lalu Jack pun melangkah keluar dari kamar Velicia untuk beristirahat di kamar yang biasa di tempatinya di Villa keluarga Arista.
Keesokan harinya Velicia terbangun karena rasa sakit di bagian perutnya. Dia merintih menahan rasa sakit itu. Namun sakit yang menyerangnya membuatnya tak kuat menahannya. Hingga dia pun terjatuh dari tempat tidur.
Jack yang baru saja selesai mandi dan mengenakan pakaiannya, teringat pada Velicia dia pun melangkah menuju kamar Velicia. Jac kaget saat melihat Velicia terjatuh dari ranjangnya dia tampak begitu pucat menahan rasa sakit yang di deritanya.
“ Veli..” teriaknya cemas. Lalu dia pun menghampiri Velicia.
“ Bibi...” teriak Jack memanggil pembantu yang ada di Villa itu.
Sang pelayan yang di panggil langsung berlari menuju kamar Velicia.
“ Ada apa??” tanya sang pelayan.
“ Bi...cepat telpon dokter...Velicia sakit...” perintah Jack pada pelayan.
Jack mengangkat tubuh Velicia lalu membaringkan tubuh Velicia di atas tempat tidur.
“ Apa yang kau rasakan...?” tanya Jack khawatir.
Alih-alih menjawab Velicia sudah tak tahan merasakan rasa sakit yang menyerangnya keringat dingin telah mengucur deras di seluruh tubuhnya.
Tak berapa lama dokter pun datang memeriksa keadaan Velicia, karena rasa sakit yang menyerangnya terlalu menyakitkan bagi Velicia, sang dokter pun menyaranka kepada Jack untuk membawa Velicia ke rumah sakit karena Velicia harus di tangani secepatnya.
“ Tuan...anda harus membawa nona muda Arista ke rumah sakit...karena dia butuh perawatan khusus...” ucap sang dokter pada Jack.
“ Baiklah...” ucap Jack.
Tidak menunggu lama, Jack langsung mengangkat tubuh Velicia lalu membawanya keluar dari kamar, Jack meminta pelayan untuk menyiapkan mobil dan sopir. Sang pelayan pun berlari memanggil sopir pribadi keluarga Arista.
Sesampai Jack dan Velicia di depan pintu utama,sopir telah mengeluarkan mobil lalu dia pun membukakan pintu mobil untuk Jack dan Velicia.
“kIta langsung ke rumah sakit pak...” titahnya yang di jawab anggukkan oleh sang sopir.
Setelah jack dan Velicia berada di dalam mobil, sang sopir langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia memejah jalan, menembus ramenya jalan raya. Tak beberapa menit mereka telah sampai di depan rumah sakit.
Jack langsung turun dari mobil sambil menggendong Velicia, dan berteriak memanggil dokter. Seorang perawat mengarahkan Jack untuk membaringkan Velicia di sebuah brangkar. Tak berapalama seorang dokter datang memeriksa kondisi Velicia, dokter pun memberikan suntikan bius untuk menghilangkan rasa sakit yang di tahan Velicia.
Setelah di periksa dan di beri obat, Velicia merasa sudah baikkan. Dokter pun mengizinkan Velicia pulang karena rasa sakit yang di rasakannya sudah membaik.
“ terima kasih kak...” lirih Velicia pada Jack saat dia sudah merasa membaik.
“ ini sudah kewajibanku untuk merawatmu...” ucap Jack.
“ Ya sudah...yukk kita pulang...” Ajak Jack lalu bersiap-siapuntukmenggendong Velicia.
Velicia yang masih lemah pun menerima bantuan dari kakaknya angkatnya itu. Mereka pun keluar dari rumah sakit. Di saat itu mereka tak sengaja bertemu dengan Arnold dan Viona.
“ Sayang...lihatlah wanita itu...dia mendapatkan balasan karena telah merebut dirimu dariku...” ujar Viona memanas-manasi Velicia.
Jack tak terima mendengar ocehan Viona lalu dia pun menghampiri Arnold.
“ Bisakah kau mengatur wanitamu yang tak tahu diri ini...” ujar Jack pada Arnold agar bisa mengontrol kata-kata kekasihnya.
Bersambung...
.
.
.
.
.
Terima kasih Readers yang udah baca karya owner...🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung terus karya Owner dengan meninggalkan jejak...
\=> Like
\=> koment
\=> Hadiah
\=> Vote...
Terima kasih atas dukungannya...🙏🙏🙏
Sukses bwt kk 😊💐