NovelToon NovelToon
Cinta Sang Mantan Cassanova

Cinta Sang Mantan Cassanova

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:292.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dee_K

Novel ini sekuel dari novel pertamaku yang berjudul Mencintai Kekasih Sahabatku. Jadi alangkah lebih baik membacanya terlebih dulu sebelum membaca Cinta Sang Mantan Cassanova.

"Aku baru sadar kalau cintaku padamu begitu dalam setelah aku kehilanganmu. Mungkinkah janin yang tak sempat berkembang itu membuat ikatan kita semakin kuat? aku berjanji akan membuatmu kembali lagi padaku" Dewangga Surya Wijaya.

Kehilangan 3 orang sekaligus dalam hidup Angga membuat hidupnya terpuruk. Mamanya meninggal karena serangan jantung, Viviane pergi entah kemana setelah keguguran janinnya.

Hal itu membuat seorang Angga kini menjadi pribadi yang sangat dingin. Bahkan gelar cassanova yang melekat pada dirinya sudah ia tanggalkan.

Dapatkah Angga menemukan Viviane?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 18

“sayang kamu kenapa?” Edwin sedikit terkejut melihat raut muka Viviane yang berubah merah padam dan arah pandangnya keluar.

“sayang” panggil Edwin lagi

“eh.. mas Edwin ada apa?” Viviane mengerjap kaget.

“kamu kenapa? Ko’ tiba-tiba diam dan raut muka kamu berubah?”

“ah nggak ko’ mas. Aku nggak kenapa-napa. Sedikit pusing saja mungkin kelelahan”

“oh ya sudah kalau begitu”

Setelah berbincang-bincang santai, mereka menuju ke ruang tengah tepatnya ke meja makan. Akhir acara dari pertunangan sederhana Viviane dan Edwin ditutup dengan makan malam.

Setelah selesai makan malam, keluarga Edwin berpamitan untuk pulang. Karena besok siang mereka harus segera kembali lagi ke kota J. Viviane dan orang tuanya mengantar keluarga Edwin pulang sampai di depan rumah. Kemudian Edwin dan kedua orang tuanya segera kembali ke hotel tempatnya menginap.

Kini Viviane sudah kembali masuk ke dalam. Dia duduk di sofa yang ada di ruang tamu dan disusul oleh ayah ibunya.

“sepertinya memang Edwin dan orang tuanya adalah orang baik nak” ucap Ayah Viviane tiba-tiba

“iya ayah benar. Nak Edwin laki-laki yang baik, sopan dan ramah seperti orang tuanya. Kamu beruntung sekali bisa mendapatkan laki-laki seperti nak Edwin” tambah Ibunya

Viviane hanya tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh ayah dan ibunya. Memang benar adanya kalau Edwin dan kedua orang tuanya sangat baik. Viviane merasa beruntung bisa mengenal dan berhubungan dengan pria seperti Edwin. Namun tiba-tiba saja dirinya teringat tentang kedatangan Angga yang secara tiba-tiba tadi.

Viviane sangat yakin bahwa itu benar Angga. Lantas kenapa dia ada disini. Viviane tiba-tiba merasakan sesak di hatinya. Entah kenapa melihat Angga tadi dirinya seperti merasa telah menghianatinya. Padahal sudah tidak ada lagi hubungan diantara mereka.

Setelah itu Viviane berpamitan pada ayah dan ibunya untuk istirahat dulu. Karena dia merasa lelah dan butuh istirahat. Besok siang dirinya harus mengantar Edwin ke bandara.

***

Keesokan harinya Viviane bangun tidur segera cuci muka dan seperti biasa akan membantu ibunya memasak. Untuk sementara ini Viviane akan tinggal bersama orang tuanya dulu sampai dia menikah dengan Edwin. Setelah resmi menjadi istri Edwin, dia akan tinggal di kota J dan akan bekerja di kantor suaminya.

Dari acara pertunangannya semalam memang sudah diputuskan bahwa kedua orang tua Edwin dan Viviane tidak akan menunda-nunda pernikahan anak mereka. Lebih cepat lebih baik. Jadi pernikahan Viviane dan Edwin akan diadakan satu bulan lagi.

Awalnya memang Viviane sangat senang bahwa sebentar lagi dirinya akan segera menikah dalam waktu dekat. Tapi setelah melihat Angga yang tiba-tiba datang dan bersembunyi di balik pintu, membuat perasaan Viviane jadi tak menentu.

Setelah membantu ibunya memasak, Viviane segera mandi karean setelah sarapan nanti dia akan berencana ke hotel dimana Edwin dan orang tuanya menginap. Viviane akan mengantar mereka ke bandara.

Setelah mandi, Viviane mendengar ada notif pesan dari ponselnya. Dia mengernyit bingung karena yang mengirim pesan adalah no baru.

“temui aku di café XXX jam 1 siang ini”

Viviane tidak mempedulikannya namun ponselnya kembali berbunyi.

“aku harap kamu mau datang Vi. Angga”

Viviane merasa jantungnya berdegup sangat kencang. Tak disangka olehnya bahwa itu adalah no Angga. Untuk apa lagi Angga menghubunginya. Viviane menarik nafas dalam. Setelah berpikir sejenak lebih baik dirinya menemui Angga.

Akan lebih baik diselesaikan secepatnya agar tidak ada yang mengganjal hatinya hanya karena memikirkan Angga.

Viviane saat ini sedang sarapan dengan kedua orang tuanya. Dia sudah mengatakan pada orang tuanya bahwa setelah sarapan akan pergi ke hotel dimana Edwin dan orang tuanya menginap untuk mengantar mereka ke bandara.

***

“Pagi om, tante” sapa Viviane pada calon meruanya.

“pagi Vi. Ehm kamu kan calon istri Edwin. Akan lebih baik kamu manggilnya jangan om dan tante lagi. Panggil mama dan papa saja sama seperti Edwin” ucap mama Edwin

“ehm… I iya tan eh ma” jawab Viviane gugup.

Jujur Viviane sangat gugup memanggil mama dan papa pada calon mertuanya. Dia melirik Edwin dan Edwin menganggukkan kepalanya seolah memberi syarat setuju dengan apa yang diucapkan mamanya.

Kini Viviane sudah berada di bandara bersama Edwin dan calon mertuanya. Edwin sebenarnya berat harus berpisah dengan Viviane. Jujur dia masih ingin berlama-lama lagi dengan kekasih yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya itu.

“tahan dulu lah Ed kangen-kangenannya. Satu bulan lagi bukan waktu yang lama” goda Papa Edwin yang melihat wajah anaknya seperti sedih saat akan berpisah dengan Viviane.

Sementara itu Viviane wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus karena malu. Bisa-bisanya calon papa mertuanya bercanda seperti itu.

“Viviane saja bisa menahan rindu. Masa’ kamu nggak bisa sih Ed?” tambah mama Edwin

“apa’an sih ma. Edwin biasa saja ko’” ucap Edwin dengan wajah cemberut.

Nico, Sonya, dan Viviane seketika tertawa melihat ekspresi wajah Edwin yang cemberut. Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Edwin dan orang tuanya segera masuk ke dalam pesawat karena sebentar lagi pesawat akan take off.

Setelah mengantar Edwin, Viviane melihat jam tangannya menunjukkan pukul 12.30. dia teringat dengan janjinya pada Angga. Kemudian dia segera pergi ke café dimana Angga membuat janji.

Beberapa menit kemudian, taksi yang ditumpangi oleh Viviane sudah tiba di café XXX. Viviane segera membayarnya dan masuk ke dalam café. Pandangan Viviane mengedar mencari keberadaan Angga. Akhirnya Viviane menemukan sosok Angga yang sedang duduk di kursi paling pojok.

“ehm… ada apa Ngga?” Tanya Viviane

“eh kamu sudah datang. Padahal belum jam 1 lho Vi” ucap Angga menghiraukan pertanyaan Viviane.

“ada apa kamu minta ketemuan?” ucap Viviane datar

“kamu duduk dulu Vi” Angga sedih mendengar nada bicara Viviane yang datar. Dia merasa memang sepertinya Viviane benar-benar sudah tidak mencintainya lagi. Akhirnya Angga membuka suara setelah melihat Viviane sudah duduk di hadapannya.

“aku masih mencintaimu Vi. Tidakkah ada sedikit harapan untukku lagi Vi. Please beri aku kesempatan”

“kamu tahu sendirikan aku sudah bertunangan. Dan bulan depan aku akan menikah. Aku harap kamu sudah mengerti maksudnya tanpa aku menjelaskannya lagi”

“ap apa? Kamu bulan depan menikah?” Tanya Angga dan tiba-tiba sudut matanya berair. Namun dia segera mengedip-ngedipkan matanya agar Viviane tidak melihat cairan bening itu.

“kenapa kamu pergi ninggalin aku Vi?” Tanya Angga kemudian

“pertanyaan itu justru yang haarusnya aku tanyakan ke kamu Ngga. Tapi aku sudah tahu jawabannya. Kamu saat itu memang pergi ninggalin aku karena kamu merasa jijik dengan aku yang sudah bekas. Apalagi bekas dari papamu sendiri. Jadi buat apa lagi saat itu aku berharap sesuatu yang sangat mustahil”

“apa maksud kamu Vi? Aku sama sekali tidak berpikran seperti itu. Kamu tahu saat setelah kamu keguguran aku-“

“aku sudah muak dengan semuanya. Jangan ungkit masalah itu lagi aku mohon kita jalani hidup kita masing-masing. Dan perlu kamu tahu bahwa semenjak setelah aku keguguran aku sudah mengikhlaskan semuanya termasuk kepergian kamu. Aku tidak mau terbayang-bayang lagi dengan orang yang telah membunuh janinku sendiri”

“maksud kamu apa Vi?”

“kamu tahu, malam sebelum aku keguguran, papa kamu datang ke apartemenku. Dia melecehkan aku karena tidak terima aku berhubungan dengan kamu. Dan karena itulah janin dalam kandunganku tidak bisa diselamatkan karena goncangan hebat dari pelecehan yang dilakukan papamu” ucap Viviane yang sudah tidak mampu lagi membendung air matanya.

Angga sangat terkejut karena baru kali ini mendengar kebenaran itu. Kini rasa bencinya terhadap papanya semakin besar. Dia bersumpah tidak akan memaafkan perbuatan keji yang dilakukan oleh papanya.

“Vi, maafkan aku. aku nggak tahu kalau kebenarannya seperti itu” Angga memegang tangan Viviane tapi buru-buru Viviane menghempaskannya.

“percayalah padaku Vi. Sejak kejadian itu aku sama sekali tidak ada rasa jijik ataupun benci pada kamu. Kamu ingatkan aku dulu mengatakan bahwa aku akan bertanggung jawab. Aku dulu pergi karena mau membantu Radit mencari istrinya sekaligus menjebloskan papa ke penjara Vi. Setelah semuanya selesai, aku berniat mendatangi kamu Vi tapi sayang pada saat itu mamaku tiba-tiba terkena serangan jantung karena mendengar kabar tentang papa kemudian mama meninggal. Saat itu saku benar-benar sangat terpuruk Vi dengan meninggalnya mama yang sangat mendadak”

Viviane tersentak. Dia tidak mampu mengucapkan sepatah kata saat mendengar apa yang telah diceritakan oleh Angga.

“setelah aku sudah bisa mengikhlaskan kepergian mama, aku mencari kamu Vi. Di apartemn kamu tidak ada. Sampai aku datang ke kantor kamu dan bagian HRD mengatakan bahwa kamu sudah resign. Kemudian aku datang ke kota ini Vi. Mendatangi orang tua kamu. Tapi sayang sekali aku tidak mendapatkan hasil. Orang tua kamu mengatakan lebih baik aku menjauhi kamu dan membiarkan kamu bahagia. Tapi aku tidak bisa Vi. Karena bagiku kebahagiaan kamu adalah bersamaku begitu juga sebaliknya”

Viviane terisak mendengar semuanya. Dia tidak menyangka bahwa Angga mencarinya sejauh itu. Dan tentang orang tuanya, kenapa orang tuaanya tidak mengatakan bahwa Angga mencarinya dan justru menyuruhnya untuk menjauhi anaknya.

“aku terus mencarimu Vi selama hampir satu tahun. Entahlah kenapa sulit sekali aku menemukan keberadaan kamu. Hingga akhirnya aku menemukan keberadaan kamu yaitu di kota K. namun saat aku sudah menemukan kamu kembali kamu sudah bersama dengan pria lain”

“maaf” ucap Viviane lirih. Dia seperti kehabisan kata-kata.

“dan selamat atas pertunangan kamu semalam. Tapi maaf meskipun kamu sudah bahagia dengan orang lain, aku tetap mencintaimu” ucap Angga kemudian dia berdiri dan meninggalkan Viviane yang masih terisak.

Angga sebenarnya tidak tega meninggalkan Viviane, tapi dirinya juga tidak sanggup menerima kenyataan bahwa orang yang dicintai akan menikah.

.

.

.

*TBC

1
ione
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thuor
Dewi Kesumawati
you have no idea what they've been through
Dewi Kesumawati
mantap👍👍
Dewi Kesumawati
angga terlalu ngasih hati sama laura😏
Sri Fauziahanwar
otw thorr
~°•●Dee_K●•°~: mksih kk🤗😍
total 1 replies
💜💜💜REVIAA 99💜💜💜
otewe 🏃🏃🏃🏃🏃
Bayong Jantoli
lanjut
Mping 🌸
kalo ganteng namanya cowo bu 😭🙏🏻
Mping 🌸
sabar woy, kalo lu nyari pasti dapet pasangan yang sempurna. Banyakin doa aja dulu babang, cemungut😂
Mping 🌸
haii mba, aku mampir. Semangat terus buat update novelnya, semangat! 💕
~°•●Dee_K●•°~: mksih dedek
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
yuhuu
Wong Ngapak
jejak dulu, bacanya nanti 😊
~°•●Dee_K●•°~: ok mksih👍👍
total 1 replies
Momy Haikal
masih misteri
Wien wie alkhana
,🥰🥰🥰
Yolanda Tahalea
laaah pake kasian sama ajh ngasih angin itu hadeeeeh
Emak Femes
Hu hu huh hu
udah end yak
semangat terus mama dee-k 💟💟
~°•●Dee_K●•°~: mksih💕💕
total 1 replies
👑Meylani Putri Putti
hadir thor
Destilia oki
kyagnya ada yg jodoh sama nathan.. 😁
~°•●Dee_K●•°~: benar sekali👍👍👍 benar2 ngawur😂😂😂😂
total 1 replies
Emak Femes
Semangat selalu kak Dee-K
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!