NovelToon NovelToon
Fotografer Plus Plus 2

Fotografer Plus Plus 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Anak Lelaki/Pria Miskin
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sama seperti bosnya, Adnan juga punya hobi mengambil foto dengan kameranya. Namun hobinya berubah jadi obsesi ketika dia ketagihan mendapatkan job 'fotografer p|us-p|us'. Semua itu berawal saat Adnan menemukan kamera tua milik mendiang ayahnya di lemari.

Kamera tua itu mampu membuat Adnan melihat dalam mode tembus pandang, lalu mode menampilkan yang tak kasat mata, bahkan sampai mode ronsen yang digunakan dalam kedokteran. Gilanya lagi, kamera itu mampu bisa membuat wanita klepek-klepek pada Adnan. Bagaimana bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Masih Sembunyi

Kelelahan yang melanda tubuh dan pikiran Adnan ternyata lebih kuat dari yang ia duga. Di tengah keheningan yang mencekam, dinginnya lantai keramik kamar mandi perlahan menarik kesadarannya turun. Matanya terpejam tanpa ia sadari, kepalanya terkulai lemas di atas lutut yang didekap erat, dan napasnya menjadi teratur. Dia tertidur pulas, sejenak melarikan diri dari kengerian yang mengelilinginya.

Berapa lama ia terlelap, Adnan tidak tahu. Ia terbangun mendadak karena suara teriakan Sherly yang nyaring dan tajam, seketika membuat jantungnya mencelos ke perut.

"Jangan! Sudah kubilang aku lelah!"

Suara itu terdengar tegang, penuh penolakan yang selama ini ia sembunyikan. Ternyata Herman belum pergi. Pria tua itu rupanya masih di sana, dan kini kembali menginginkan lebih, sama sekali tidak peduli dengan kelelahan wanita itu.

"Kau dibayar untuk melayani aku, bukan untuk menolak!" bentak Herman kasar. Suara gesekan kasar dan tubuh yang beradu kembali terdengar, disertai rintihan tertahan Sherly yang kali ini bukan lagi kepura-puraan, melainkan suara kesakitan yang nyata.

"Sudah... tolong berhenti..." mohon Sherly lemah, suaranya bergetar.

"Belum selesai! Aku belum puas!"

Adnan menggenggam tangannya erat hingga kuku menancap ke telapak tangan. Ia ingin sekali mendobrak pintu itu dan melindunginya, namun akal sehatnya menahan. Jika dia keluar sekarang, semuanya berakhir buruk. Ia hanya bisa menggigit bibirnya, menahan diri dalam kebisuan yang menyiksa, berdoa agar cobaan itu cepat berlalu.

Dan akhirnya, setelah perdebatan yang melelahkan, suara itu mereda. Terdengar helaan napas panjang Herman, disusul bunyi ikat pinggang yang dikancingkan kembali. Mereka selesai.

"Fuh... rasanya enak sekali," gumam Herman dengan nada puas yang menyebalkan. "Kau memang tidak mengecewakan."

Suara langkah kaki berat dan sempoyongan terdengar mendekat ke arah pintu kamar mandi. Detak jantung Adnan melonjak naik hingga nyaris meledak.

"Ah, perutku terasa tidak enak. Mau kencing dulu," ucap Herman santai.

Ketukan pelan terdengar di pintu kamar mandi. Lalu gagang pintu diputar. Terkunci.

"Loh kenapa pintunya terkunci? Apa ada orang selain kita di sini?" tanya Herman.

Darah Adnan seolah membeku di pembuluhnya. Ia menatap pintu kayu itu dengan mata membelalak, napasnya tertahan di kerongkongan. Di luar sana, Sherly langsung bangkit dari ranjang, wajahnya pucat pasi, panik menyadari bahaya yang mengancam.

"Pak! Tunggu dulu!" seru Sherly berusaha mencegah, suaranya sedikit bergetar namun ia berusaha menutupinya dengan nada merayu. "Kamar mandinya... kotor tadi aku pakai. Biar aku bersihkan dulu ya, sayang? Sebentar saja..."

"Tak apa, aku tidak peduli," jawab Herman ketus. "Buka sekarang!"

Ia mulai mengetuk pintu semakin keras. "Cepat! Atau aku tendang pintunya!"

Keringat dingin mengalir deras di pelipis Adnan. Ia menatap sekeliling ruangan sempit itu dengan panik. Tidak ada tempat bersembunyi. Di bawah bak mandi terlalu dangkal, tirai kaca terlalu tipis, di belakang pintu tidak ada ruang. Hanya ada satu pilihan, naik ke atas bak mandi dan meringkuk di sudut paling gelap, di balik tirai kaca yang buram.

Dengan gerakan tercepat yang dia bisa, Adnan melompat naik ke atas bak mandi yang dingin dan licin. Ia meringkuk sedemikian rupa hingga tubuhnya tersembunyi di sudut paling gelap, lalu menarik napas sedalam-dalamnya dan menahannya.

Pintu terbuka. Herman masuk dengan sempoyongan, bau alkohol dan keringatnya langsung memenuhi ruangan sempit itu. Adnan menatap celah kecil di balik tirai, jantungnya berdegup kencang seolah mau keluar dari rongga dada. Pria tua itu berdiri tepat di depannya, hanya berjarak kurang dari satu meter. Ia bisa melihat wajah pria itu yang merah padam, mata yang sayu, dan bau napasnya yang menyengat.

Sherly berdiri di ambang pintu, tangannya saling meremas di depan perut, wajahnya penuh kecemasan yang nyaris tak bisa ia sembunyikan. Matanya melirik sekilas ke arah tirai kaca, lalu cepat-cepat memalingkan wajah agar Herman tidak menyadari sesuatu yang janggal.

Herman menyelesaikan urusannya, lalu membasuh wajah dan tangannya di wastafel. Cermin di depannya memantulkan sebagian ruangan. Adnan menahan napas begitu lama hingga dadanya terasa sesak dan panas. Ia yakin setiap detik pria itu akan menoleh ke samping dan melihatnya.

"Aneh..." gumam Herman tiba-tiba sambil menatap lurus ke arah tirai kaca.

Jantung Adnan nyaris berhenti berdetak.

"Kau menyimpan barang di dalam sana?" tanya Herman sambil melangkah selangkah mendekat, tangannya terulur hendak membuka tirai itu.

1
Mita Paramita
mungkin Gladys mau ngadain ritual sekte ulang kn acara yang pertama gagal 🫣 Adnan gentleman banget 😍
Mita Paramita
Adnan solusi ny mending cari tau dulu siapa Gladys mungkin aja dia tau tentang kamera ajaib itu makanya bikin jebakan jadi klien 🫣
Mita Paramita
akhirnya Adnan ada yang mau bantuin masalah nya 😉 Liza muka peka sama Adnan gak cuek lagi
Mita Paramita
kasian Adnan nanggung beban sendirian gak ada temen curhat 🤨 semoga Liza peka ngebantuin Adnan
Mita Paramita
mestinya Adnan jujur aja ke Liza kalo lagi di ikuti Gladys cs dan tentang kamera juga 🤨 siapa tau bisa menyelesaikan masalah bareng
Rommy Wasini Khumaidi
waduh,kok Gladys tau tempat majikan Adnan tinggal?
Mita Paramita
Adnan balik ke setelan awal jadi supir Liza tapi kenapa ketemu lagi Sama Gladys cs apa mereka temen kuliah Liza 🤨🤨🤨 nasib sial masih aja ngikutin Adnan 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Adnan akhirnya pulang kerumahnya juga ... dapet sarapan gratis lagi dari tari. hidup Adnan selalu dikelilingi orang baik 😉
Mita Paramita
akhirnya Adnan bisa pulang juga🤨 maka ny Adnan kalo ada panggilan job tanyain dulu jangan langsung diambil
Rommy Wasini Khumaidi
deg²an aku,takut Gladys and the geng menghadang
Mita Paramita
Herman curiga seperti ny dikamar mandi ada orang lain 🤣🤣🤣 situasi Adnan terlalu dar der dor kalo sampe ketahuan
Rommy Wasini Khumaidi
aku ikut nahan nafas juga Nan,takut kamu ketahuan
Mita Paramita
Adnan sial banget ngumpet dikamar mandi trus dengerin suara desahan Sherly 🤣🤣🤣 serba salah posisi Adnan 🫡
Mita Paramita
Adnan udah merasa lega dikit ada lagi masalah baru🤣🤣🤣maju kena mundur kena nih🫡
Mita Paramita
Adnan Udah jauh jauh sembunyi malah dapet jackpot masuk ke kamar kupu2 malam 🤣🤣🤣 semoga aja gerombolan sekte itu udah bubar cape nyari Adnan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aliran sesat kan, serem bgt. lain kali milah milah juga klo terima job jgn sampe membahayakan diri sendiri Adnan
Mita Paramita
baca bab ini bikin dar der dor Adnan akhirnya bisa juga dari kepungan anggota ritual sekte 🤣🤣🤣 semoga dia gak ketangkap Gladys
Mita Paramita
Adnan mending kabur situasi nya makin horor nih ritual sekte nyaa 😈😈😈
Mita Paramita
kamera max ajaib bisa liat setan di tengah acara sektor gini😈😈😈
Dewi kunti
hiiiiiiiiiiiii
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!