NovelToon NovelToon
Maysaroh

Maysaroh

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:416.4k
Nilai: 2.2
Nama Author: Isna Imut

Hi ☺️

Novel lanjutan dari akun pertama "AKUN ANANTA"

Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini🚫


Maysaroh diperkosa oleh Rio dan menghadapi tekanan perasaan akibat peristiwa hitam tersebut. Kesedihan Maysaroh bertambah saat dirinya hamil. Pattra tahu apa yang sudah terjadi kepada diri Maysaroh menaruh simpati padanya. Akhirnya Pattra menikahi Maysaroh.

Ikuti kisah lanjutannya akankah Pattra dan Maysaroh menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

"Maling..." Teriak Romlah seketika yang melihat pintu dapur terbuka dengan sangat lebar

"Maling" Ucap Pattra dari dalam sudah bangun dan melakukan aktifitasnya

"Maling... Maling..." Teriaknya kembali dengan sangat keras sehingga membuat seluruh penghuni rumah tersebut berlari menuju ke arah dapur

"Ada apa Bi? Tanya Pattra dan di susul dengan Isna yang baru bangun tidur

"Itu Pak. Itu" Jawab Bi Romlah menunjuk pintu dapur

"Iya kenapa Romlah? Tanya Isna dengan menguap

"Itu pintu dapur terbuka Bu" Jawab Romlah terbata-bata

"Iyakan sudah pagi. Wajar saja kalau kalian buka pintunya" Ucap Isna segera pergi

"Tapi bukan kami yang membukanya, Bu" Sambung Kiki

"Apa" Teriak Isna terkejut

"Sayang kau mengagetkan ku saja" Ucap Pattra

"Sayang ada pencurian yang masuk ke dalam rumah kita. Ayo kalian pergi dan periksa seluruh rumah ini apa ada barang yang hilang" Perintah Isna

Bu Romlah dan Kiki yang mendapat perhatian tersebut segera pergi dan melaksanakannya.

"Ada apa ini ribut-ribut di pagi hari? Tanya Pak Wiguna

"Itu Pa pintu dapur terbuka dari semalam. Mungkin ada pencuri yang masuk rumah kita" Jawab Pattra

"Apa" Ucap Mama Una

"Iya. Ma" Sambung Isna

Pattra segera pergi lewat pintu dapur dan berjalan menuju ke halaman depan rumah. Dilihat keadaan sekitar nampak baik-baik saja tidak ada yang mencurigakan.

"Itukan mobil Rio. Kenapa terparkir di situ" Ucap Pattra dan berjalan menuju ke arah mobil tersebut

Pattra melihat ke dalam mobil tersebut melalui jendela yang tertutup. Dilihat Rio tidak berada di dalam mobil tersebut. Pattra kembali masuk ke dalam rumah.

"Bu Romlah... Kiki" Panggil Pattra yang berada di ruang tamu

"Bagaimana Patt" Ucap Papa Wiguna

"Seperti bukan pencuri, Pa" Jawab Pattra

Sedangkan Mama Una dan Isna hanya duduk di kursi ruang tamu untuk mendengarkan penjelasan Pattra

"Pak" Ucap Bu Romlah

"Bu Romlah, Kiki. Apa semalam Rio pulang? Tanya Pattra

"Tidak Pak" Jawab Bu Romlah

"Iya Pak. Pak Rio semalam tidak pulang ke rumah" Sambung Kiki

"Kalau Rio semalam tidak pulang ke rumah terus kenapa bisa mobil Rio berada di halaman rumah ini? Tanya Pak Pattra

"Mobilnya Rio" Ucap Papa Wiguna

"Bisa jadi Rio pulang dan masuk ke dalam rumah lewat pintu dapur, Pa" Sambung Mama Una

"Bisa jadi Ma. Baiklah Pattra akan mengeceknya pintu kamar Rio" Jawab Pattra

"Iya-iya. Benar itu" Ucap Papa Wiguna

Seluruh anggota keluarga Wiguna naik ke lantai atas menuju ke kamar Rio. Romlah dan Kiki pun begitu. Pattra yang sampai di depan pintu kamar Rio segera membuka pintu kamar tersebut. Namun pintu kamar tersebut terkunci dari dalam.

"Terkunci" Ucapnya

"Ya sudah Romlah dan Kiki cepat ambil kunci cadangan yang berada di dalam kamar milikku dan kunci tersebut saya letakkan di meja riasku" Perintah Mama Una

"Baik Bu" Jawab Bu Romlah dan Kiki secara bersamaan

"Aduhhh drama apa lagi sih ini" Umpat Isna dengan lirih

Pattra tidak tinggal diam. Ia juga mengedor-ngedor pintu kamar milik Rio. Tapi tidak ada jawaban dari Rio

"Lama sekali sih mereka. Mereka tau tidak di mana letak kuncinya" Ucap Pak Wiguna

"Biarkan Pattra yang mengeceknya Pa" Jawab Pattra segera turun ke lantai bawah dan menemui Bi Romlah dan Kiki yang sedang mencari kunci

"Apa kalian menemukan kuncinya? Tanya Pattra saat masuk ke dalam kamar Mamanya

"Ini Pak" Jawab Kiki

"Cepatlah naik ke atas dan bukan pintu kamarnya" Perintah Pattra

"Baik Pak" Jawab Kiki

Pattra keluar dari kamar milik Mama Una dan berjalan dengan malas.

"Cepat kalian buka" Perintah Papa Wiguna

"Baik Pak" Jawab Kiki

"Cklek" Pintu berhasil terbuka

"Aaa" Teriak Mama Una dengan histeris

"Astaga" Ucap Kiki menutup mulutnya dengan kedua tangan miliknya tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini

"Rio" Teriak Papa Wiguna

"Mampus lu" Umpat Isna

"Kenapa semua orang membangunkan ku ini masih pagi dan sebaiknya kalian kembali ke kamar masing-masing" Ucap Rio yang duduk dengan mata tertutup dan kembali tidak

Sedangkan May yang berada di samping Rio mulai menangis dan menutupi tubuh. May mulai tersadarkan kembali atas perlakuan Rio semalam kepada dirinya.

"Rio" Teriak Papa Wiguna dengan geram

"Pa. Apalagi sih? Tanya Rio

"Apa yang sudah kamu lakukan kepada May" Jawab Papa Wiguna

"May" Ucap Rio lirih segera duduk dan membuka matanya. Rio mendengar suara tangisan dan Rio tidak sadar kalau di samping ada May

"Apa yang kamu lakukan di sini? Tanya Rio yang tidak mengerti

"Rio kau jangan pura-pura tidak tahu. Pasti semalam sudah terjadi sesuatu antara kau dengan May

"Apa maksud Papa? Tanya Rio

"Kau sudah memperkosa May" Jawab Papa Wiguna

"Tidak Pa. Aku tidak melakukan itu" Ucap Rio

"Perhatikan diri kau tidak mengenakan baju" Jawab Papa Wiguna

"Tidak Pa" Ucap Rio segera berdiri

"Aaa" Teriak Mama Una, Isna, Bu Romlah dan Kiki secara bersamaan dan mereka menutup kedua matanya

"Di mana baju dan celanaku" Ucap Rio yang melihat dirinya tidak mengenakan pakaian. Rio menarik selimut yang di pakai May. Namun May menariknya kembali karena dirinya tidak mengenakan pakaian juga.

"Sial" Umpat Rio berlari mengambil pakaiannya dan menuju ke kamar mandi

"Cepat pakai pakaian Rio dan keluarlah" Perintah Papa Wiguna

"Sebentar Pa" Ucapnya

"Rio" Teriak Papa Wiguna

"Pa maafkan Rio. Ini semua bukan salah Rio tapi salah wanita itu" Ucap Rio

"Plak... Bukkk..." Sebuah tamparan dan pukulan yang di layangkan oleh Papa Wiguna

"Pa. Yang di katakan Rio itu benar" Ucap Mama Una

"Diam Ma. Anak kita yang salah, biarkan Papa yang memberikan pelajaran untuk Rio" Bentak Papa Wiguna

"Bukk" Sebuah pukulan yang mendarat di bagian perut Rio

"Cukup Pa" Ucap Mama Una yang tidak tega melihat Rio babak belur

"Kau harus bertanggung jawab atas apa yang kamu perbuat nikahi May" Ucap Papa Wiguna

"Tidak Pa" Jawab Rio dan Mama Una secara bersamaan

"Tidak ada alasan untuk tidak" Ucap Papa Wiguna

"Mama punya alasan lain Pa. Mama sudah menentukan tanggal pernikahan Rio dan Lidia. Pernikahan mereka akan berlangsung 2 Minggu lagi" Jawab Mama Una

"Lancang sekali kau mengambil keputusan ini tanpa berbicara terlebih dahulu dengan ku, Ma" Ucap Papa Wiguna

"Pa tolong lah aku tidak ingin memiliki menantu seperti dia. Pasti ini hanya akal-akalan dia saja" Jawab Mama Una

"Iya bener apa yang diucapkan Mama" Sambung Rio

"Diam kau Rio. Kau harus menikahi May karena kau sudah memperkosanya. Papa tau semalam kau tidak sadarkan diri dan melakukan itu" Ucap Papa Wiguna

"Tidak Pa. Aku hanya akan menikah dengan Lidia" Jawab Rio

"Terus siapa yang akan bertanggung jawab kepadanya? Tanya Papa Wiguna

"Aku yang akan bertanggung jawab" Jawab Pattra

"Sayang apa kau sudah gila" Ucap Isna dengan tertawa terbahak-bahak

"Aku tidak gila dan aku sadar dengan apa yang aku ucapkan" Jawab Pattra

"Apa" Ucap Isna terkejut

"Sudahlah Pattra biarkan Rio yang bertanggung jawab atas kesalahan yang dia perbuat" Jawab Papa Wiguna

"Tidak Pa. Jika Rio tidak ingin menikahinya maka aku yang akan menikahinya. Dan jika May hamil aku akan jadi ayah dari anak itu dengan syarat setelah dia melahirkan anak itu maka aku akan menceraikannya" Ucap Pattra menjelaskannya

"Jangan Nak. Tolong jangan lakukan itu kepada Isna" Sambung Mama Una

"Aku melakukan ini semua untuk menjaga nama baik keluarga ini Bu atas dasar kemanusiaan" Ucap Pattra

"Dan apabila perempuan itu tidak hamil. Aku akan mengusirnya dari rumah ini" Teriak Mama Una dengan menunjuk wajah May

"Apa ini lelucon untuk ku" Ucap Isna menangis

"Cobalah mengerti sayang" Jawab Pattra menepuk pundak Isna dan lalu pergi meninggalkannya

Semua orang pergi meninggal kamar Rio. Di kamar tersebut tersisa antara Rio dan May.

"Puas sudah menghancurkan keluarga ku" Ucap Rio pergi dan membanting pintu kamar miliknya

Bersambung... ✍️

1
ZahraMarzia
aku mampir ka ke sini dulu 🥰🥰🥰
Mr.Jasa🐺
Dasar tukang tipu
Nur Adam
lnjjt thoor
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
aq mampir ka
💜Nay🐊
sukses thor
💜Nay🐊
mampir...
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
jejak ..semangat ya
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
mampir
🦋 165
next
TK
sukses
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat
Mas Adam
semangat
LUNA HIATUS
mampir thor
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
srmangat🤗
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
semangat
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
next
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
done
Azzahra Rara
bagus bnget critanyaa sy sukaaa
abjdefghij: hai kk mau promosi ada novel baru ku yang berjudul ISTRI TUAN ANAS.
total 1 replies
LalaLolita
Lydia nekat dan gila karena cinta? 🙄🙄
Azzahra Rara
critanya masih muanis muanis ini,,,lnjutin ya thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!