Vixura Auristella Xavier adalah seorang putri konglomerat yang pintar di segala bidang, ia ditembak mati sang adik tiri yang selama hidup begitu disayanginya, serta mempunyai kekasih yang sangat ia cintai, tapi nyatanya keduanya begitu tega berkhianat demi bisa merebut kekayaannya.
Sedangkan, Quirin Zeline Alister adalah seorang gadis cantik yang diusir keluar rumah oleh ayah kandungnya sendiri demi membela sang adik yang berbeda ibu, hingga ia menyerah dalam hidup dan meninggalkan semua beban dunia dengan cara melompat dari gedung.
Sungguh tidak disangka, setelah terbangun jiwa Xura sudah berada didalam tubuh Quirin yang sedang terbaring lemah dirumah sakit.
Hari demi hari, satu persatu rahasia mulai terungkap, bahkan di tubuh yang sedang di tempatnya terdapat sesuatu yang mengerikan.
Akankah Xura mampu bertahan menjalani kehidupan Quirin dan membalaskan dendam mereka berdua?, ataukah Xura justru menyerah dengan banyaknya masalah yang tengah menimpanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Indahnya Ciptaan Tuhan
"Sudah ku duga, padahal aku mempunyai banyak pekerjaan" batin Xeno
Xeno sambil menghela nafas "Huft, Baiklah"
"Apa aku harus mengetuk pintu lagi?" tanya Xeno yang melihat perubahan wajah Zee yang sangat mengerikan
"Tidak" ucap Zee singkat yang sudah berkutat dengan laptop lagi
"Tadi kau yang menyuruhku" ucap Xeno lagi
Zee mengangkat kepalanya dan menatap Xeno dengan tajam
"Baiklah, aku akan keluar" ucap Xeno berlari kecil dan buru-buru keluar dari ruangan Zee
Xeno membuka ponselnya dan mengirimkan pesan pada Vano "Van, tolong jaga nona, kau tau kan wanita yang cemburu sangat menakutkan"
"Baik boss" balas Vano
"Sangat menakutkan bahkan mengerikan" batin Vano
Zee yang di dalam ruangan membuat ekspresi yang sangat mengerikan dengan tangan tetap berkutat lincah di atas keyboard laptop
"Pekerjaan ini tiada habisnya" gumam Zee mengangkat tangan memijit pelipisnya dan memutar kursi menghadap ke luar jendela sejenak
Di dalam pikiran Zee hanya ada satu wanita yaitu Quirin yang dapat membuat Zee luluh dan membuatnya tersenyum tipis, dikarenakan senyum Zee itu sangatlah mahal
"Jangan sampai kau menyentuhnya, aku tidak akan mengampuni mu" gumam Zee
Zee memutar kursi, meraih laptopnya kembali ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya
Waktu menunjukkan pukul 6 sore, Zee mengakhiri kerjaannya
"Akhirnya selesai" ucap Zee
Zee keluar dari ruangannya ia memanggil Xeno, mereka menuruni lift yang memang dikhususkan untuk Zee dan Xeno saja, setelah keluar dari lift, para karyawan berkumpul dan melihat pemandangan langka, hanya bisa memandang terpesona
"Indah, tapi tidak bisa di gapai" ucap karyawan 1 sambil mamanjangkan kedua tangan dan membuka tutup kelima jarinya
"Mustahil di raih" ucap karyawan 2 yang memasang muka sedih
"Sangat tidak mungkin di miliki" ucap karyawan 3 yang memeluk teman yang di sampingnya
"Bagaikan bintang di langit, terlalu jauh, sejauh mata memandang" ucap karyawan 4 yang membuat kata-kata
"Wah, Indahnya ciptaan Tuhan" ucap karyawan 5 membuat mata berbinar
Seorang gadis keluar dari lift yang baru terbuka, wajah gadis itu penuh dengan ekspresi terkejut dan sedikit kebingungan karena melihat kerumunan orang, lalu ia melirik ke kanan dan kiri untuk mencari tahu sebab kerumunan tersebut
Gadis itu masuk ke dalam kerumunan dan membuat rambutnya kusut, saat sampai di depan kerumunan, ia merapikan rambut dan pakaiannya sambil menunduk, namun saat ia mengangkat kepala, tatapannya terhenti pada seorang pria, ia terpana.
"Wow, apa ini sungguhan?" tanya gadis itu sambil mengucek matanya
Saat itu tidak ada seorangpun yang menanggapinya, lalu gadis itu hanya mencoba menerka-nerka sendiri, ia tau betul bahwa itu adalah Zee
"Aku ingin mencoba membuatnya menjadi milikku, julukan nyonya miliyarder Faresta merupakan impian semua gadis, aku harus mendapatkan dia bagaimanapun caranya!" batin gadis itu
"Aku yakin dia pasti tidak akan menolak gadis secantik diriku, karena semua lelaki sebenarnya sama saja, mereka pasti akan terbuai dengan kecantikan" lanjut batin gadis itu
Zee hanya berjalan lurus dengan menatap lurus pula, ia mengacuhkan kerumunan orang yang mencoba mendekatinya dengan seribu pertanyaan, namun ia tetap tidak memperdulikan hal itu sedikit pun
Setelah di parkiran Zee menaiki mobilnya yang hanya di pakai seperti orang biasa, ia tidak ingin menarik perhatian orang-orang dengan menggunakan mobil mewah
Sesampainya di rumah sakit, kejadian serupa terus terulang, semua mata memandang kearah Zee, Zee hanya acuh dan berjalan santai menemui Al di ruangannya
Tok tok tok
"Masuk" ucap Al tanpa menoleh
Mendengar ucapan Al, Xeno yang berada di depan pintu kemudian membuka pintu perlahan namun hanya memasukkan kepalanya saja
"Hheemmm?, Apa kau benar-benar sibuk dokter Al?, atau pura-pura? " tanya Xeno
Al yang mengenali suara itu, spontan berucap "Rubah jantan" Al mengangkat wajahnya lalu menatap lurus kedepan
"Hey, apa yang kau bilang?" tanya Xeno kesal sambil membuka pintu lebar-lebar dan tetap berdiri ditempat
"R U B A H J A N T A N" ucap Al sambil mengeja
"Kau...." ucapan Xeno menggantung
"Minggir, kapan aku bisa masuk?" potong Zee
"Ehmmmm, kau menang kali ini" Xeno hanya berdehem lalu membiarkan Zee masuk
Al tertawa terbahak-bahak, ia selalu kalah dengan Xeno, tetapi sekarang dia pemenangnya
"Kalian duduk dulu" ucap Al
"Aku langsung ke intinya, hari ini aku menanyakan nona ingin melepas pen atau tidak, tetapi jawaban nona ingin melepaskannya, aku ingin meminta persetujuanmu terlebih dahulu Zee, baru aku bisa bertindak, Apa kau mau dia di operasi?" lanjut Al panjang lebar
"Tidak" ucap Zee singkat
"What?" ucap Al kaget
Xeno hanya menjadi pendengar yang baik, ia tidak ingin ikut campur dalam pembicaraan itu, saat itu ia benar-benar tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"Aarrgghhhhh, aku harus bagaimana sekarang?" ucap Al frustasi
"Kita tanyakan dengan nona dulu, ayo kita keruangannya" ucap Al bangkit dari kursi
Zee dan Xeno juga bangkit dari kursi, Al dengan cepat pergi ke ruangan Quirin, diikuti oleh Zee dan Xeno, semua mata memandang
Vano, Arnius, Gavin, Staren melihat atasannya bertiga melangkah kearah mereka mulai membungkuk
Pintu terbuka, Quirin yang sedang santai melihat kearah pintu mulai bertanya langsung "Bagaimana?"
Quirin mengetahui maksud kedatangan mereka, karena sebelumnya Al ingin menanyai Zee
"Tidak" jawab Zee singkat
"Huft...sesuai perkiraanku" ucap Quirin memasang wajah sedih
"Ku mohon, apa kau tidak bisa mengabulkan permohonanku kali ini saja?, aku benar-benar ingin melepaskannya" sambung Quirin dengan melakukan puppy eyes
"Hhmm, baiklah" ucap Zee
Xeno dan Al yang melihat itu langsung terperangah lalu serentak mengernyitkan dahi, bagaimana tidak? saat diruangan Al, Zee sangat yakin menjawab tidak, namun sekarang di hadapan gadis ini ia langsung mengubah ucapannya semudah membalikkan telapak tangan.
"Dia pawangnya Zee" ucap Al dan Xeno bersamaan dengan saling pandang dan tersenyum smirk
"Kapan operasinya?" tanya Zee
"Malam ini, karena jadwalku kosong" ucap Al
"Lebih cepat lebih baik" ucap Zee
"Siap Boss" ucap Al
****
Gadis yang sudah satu bulan terbaring di rumah sakit akhirnya mulai menggerakkan tangannya perlahan.
Pria yang menemani gadis itu, tertidur dengan posisi duduk sambil terus memegang tangan gadis itu, merasa ada pergerakan tangan dari gadis itu, pria itu langsung terbangun dengan senang.
Pria itu bangkit dari duduknya dan berdiri "Aku menantikanmu" pria itu berbisik dan tersenyum bahagia
Gadis itu perlahan membuka matanya sambil mengerjab
"Hah?, Apa ini rumah sakit?, aku masih hidup?" batin gadis itu sambil mencoba melihat sekeliling
"Kau sudah sadar?" tanya pria itu sambil tersenyum
Dengan perlahan gadis itu memiringkan kepalanya dan melihat seorang pria tampan di sampingnya
Bersambung...
Para pembaca jangan lupa tinggalkan jejak 👇
✓ Favorite
✓ Like
✓ Vote
✓ Gift
✓ Comment
✓ Rate
Author sangat berterimakasih 🙏