Sebuah fenomenal bernama Cloud Eat tiba-tiba saja muncul dan melenyapkan sihir dari dunia, hal itu juga membuat Dewi Listard yang mengelola dunia tersebut ikut melemah, karena itu ia pun memutuskan untuk turun tangan mengatasinya dengan bantuan seorang laki-laki bernama Sten.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 : Pertempuran Di Kota Viola
Kami keluar dari akademi dan mendapati sebuah serangan telah di lakukan.
Mereka semua mengenakan seragam militer yang berbeda dari yang kami miliki hanya saja sosok mereka membuat Esna terduduk di lantai.
"Ada apa?" tanyaku.
"Ini mustahil? mereka bukan dari kerajaan lain melainkan dari kerajaan kita."
"Jadi begitu, kudeta telah di mulai... apa boleh buat? Maaf Esna, mereka telah menyerang warga sipil tak berdaya, meski kau mengenalnya kami akan membunuh semuanya."
"Tanpa ampun kah?" ucap Serphia.
"Mata di balas mata, kematian dibalas kematian, itulah yang aku yakini."
Rista maupun Yuyun mengangguk mantap, bagaimanapun menyerang orang tak berdosa sudah lebih dari sebuah kejahatan.
Yuyun menarik kedua pistolnya, lalu menembakannya secara bergantian, dengan kecepatan tembakannya dia dengan mudah mengalahkan semuanya.
Berbanding terbalik dengan Yuyun yang menyerang dengan tenang, Rista lebih agresif.. dia terbang dan menebas setiap musuh yang dia lihat, berhubung tubuhnya besi peluru tidak mempan padanya.
"Mustahil... siapa mereka? Aku belum pernah melihat orang-orang ini di kemiliteran aaahhh," teriak salah satu prajurit sebelum dia menembakan senjatanya.
Aku sudah menebas 100 orang musuh dan masih melancarkan serangan. Tak lama barisan tank baja bermunculan.
"Kalian bercanda kah, Rista."
"Oke."
Rudal di keluarkan dari tubuh Rista yang mana menghancurkan setiap tank yang melaju, sekarang kota dihiasi api yang di iringi berbagai ledakan.
Salah satu pria berotot muncul selagi mengarahkan tinjunya padaku, dengan mudah aku menghindarinya dengan melompat kebelakang.
"Siapa kau?" katanya.
"Namaku Sten, aku baru di terima dimiliter."
"Mustahil, aku tidak pernah melihatmu sebelumnya."
"Kau bisa mengatakan bahwa aku dari pasukan Khusus."
DUAR....
Ledakan semakin bergemuruh, untuk para penduduk kota aku menyerahkan evaluasi kepada Esna dan Serphia.
"Namaku Regen, aku adalah orang yang terkuat di dunia ini, aku tidak akan biarkan pasukanku dipermalukan seperti ini."
Dia merobek kaosnya dan mulai melangkah maju, aku menahan tinjunya hingga membuat pijakanku amblas beberapa centimeter, sungguh kekuatan yang luar biasa? Jika dia mengunakan sihir itu pasti lebih merepotkan.
Aku membalas pukulannya dan diapun membalasnya demikian, kami mengabaikan pertahan untuk fokus menyerang.
"Menarik, ini pertama kalinya seorang bisa mengimbangi kekuatanku."
Di pukulan terakhir tinju kami berbenturan yang mana menghasilkan udara yang menghembuskan seluruh bangunan di sekeliling kami.
Aku bertanya-tanya bagaimana dia bisa sekuat ini.
Aku mengelak dari satu pukulan namun satu pukulan lain menyerang dari bawahku yang mana membuatku meluncur jauh ke atas.
Guakh..
Aku memuntahkan darah di udara, sungguh kekuatan yang tidak normal.
Sebelum wajahku terjatuh di tanah, Regen memberiku pukulan telat hingga menghancurkan rumah di belakangku.
"Sten?" teriak Rista.
Aku bangun dari puing-puing reruntuhan.
"Aku baik-baik saja."
"Mustahil, kau bukan manusia."
"Itu juga berlalu untukmu.. jadi siapa yang memerintahkanmu untuk menyerang kota Viola, kuyakin bukan raja ataupun ratu Estall kan?"
"Kau tidak perlu tahu," Regen melesat ke arahku dengan kecepatan tinggi, aku berkata ke arah Yuyun yang sedang menembakan senapan M16-nya.
"Berikan aku bom."
"Baik."
Aku menerima bom dengan mantap, disaat yang sama aku dengan cepat menginjak kaki Regen hingga ia membuka mulutnya, disaat itu aku memasukkan granat ke dalam mulutnya.
"Kau?"
"Selamat tinggal."
Aku memukul wajahnya hingga terbang ke atas langit selanjutnya ia meledak disana.
Sekarang apa yang harus kulakukan untuk sisanya.