Seorang pemuda jenius Stefan Abern yang memiliki ambisi balas dendam pada ayah kepar*tnya tanpa sadar mengacaukan rencananya sendiri karena jatuh cinta pada anak perempuan pertama dari wanita selingkuhan ayahnya itu
🔞🔞🔞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RYN♉, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 17 Membawanya Pulang
...Selina membuat ekspresi ketidakpercayaan nya sambil terus menatap Stefan beberapa saat, kemudian "Pfft. haha." gadis itu malah menertawakannya...
..."Akhirnya bisa mendengar suara tawamu setelah sekian lama, aku sangat senang." gumam Stefan...
..."Pfft."...
..."Hei, apa yang sedang kamu tertawakan? memangnya ada yang lucu?"...
..."Tuan, kamu masih ingat? dengan tuduhanmu tadi siang? kamu bersikeras menuduh ku wanita penguntit karena berpikir kalau aku menyukaimu dan sedang mengejarmu? pffttt. tapi sekarang, setelah kejadian itu tidakkah kamu berpikir, kalau pada akhirnya kamulah yang sudah jatuh cinta padaku? sikapmu yang berlebihan ini, agak tidak wajar bagiku."...
..."Tsk. percaya diri sekali kamu? Aku tidak akan jatuh cinta pada wanita yang sudah punya pria dan lagi kamu bukan tipeku. aku selalu baik pada siapapun, aku hanya kasihan padamu."...
..."Haha tuan aku hanya sedang bercanda, aku tahu aku bukan tipemu. mana mungkin wanita sederhana sepertiku bisa menjadi tipe wanita ideal pria agung sepertimu."...
...“Haha dia kelihatan imut sekali. Sebenarnya apa yang kamu katakan itu sudah benar, hanya saja kamu salah menebak tepat waktu kapan aku jatuh cinta padamu. Kenyataannya itu sudah terjadi sejak lama, hanya kamu saja yang tidak menyadarinya... karena bagimu aku ini sudah lama mati? sayang sekali. tapi asal kamu tahu, dari segala sisi kamu akan selalu menjadi seleraku.” kata hati Stefan...
..."Aku tidak akan ikut denganmu, dan kamu juga tidak perlu seperti ini. pulang duluan saja, aku yakin angkotnya juga sebentar lagi akan datang. sekali lagi, terima kasih atas niat baikmu itu, tuan. Tapi aku benaran tidak apa-apa, ini bukan pertama kalinya bagiku."...
Selina terlihat sedang memeluk dirinya sendiri; hujan yang semakin lebat dan angin yang semakin berhembus kencang, membuat keadaan tampaknya semakin lebih buruk
..."Brrr.."...
Cahaya kilat yang menyilaukan yang sudah pasti kemudian akan disusul oleh suara guntur yang menggelegar membuat Selina mengerucutkan tubuhnya merasa ngeri
..."Ah Astaga!"...
Stefan yang cukup peka terhadap ketakutan gadis disampingnya itu, lantas berinisiatif merangkulnya.
..."Kedinginan kan? kenapa kamu ini keras kepala sekali?"...
Selina yang tidak kuat dilanda oleh rasa dingin, mengalami hipotermia; dia menggigil, mati rasa, Selina merasakan nafasnya melambat, hingga dia menjadi kaku dan sulit bergerak. wajahnya kian pucat, responsnya pun menurun karena dia mengalami penurunan kesadaran.
Kalau saja Selina sedang dalam kondisi normalnya, gadis itu sudah pasti akan menepis tangan Stefan yang lancang merangkulnya; Stefan kini sedang memperhatikan Selina dan dia telihat sangat khawatir padanya
..."Sampai kapan kamu akan terus berdiri disini? bersikeras tidak mau aku antar pulang?" tanya Stefan...
...Selina terlihat diam saja tidak memberi respon; Stefan lantas mencengkram lengan atas Selina lalu memutar tubuhnya agar posisi gadis itu berhadapan dengannya "Ayolah, jangan keras kepala seperti ini! lihat kondisimu sekarang! ikutlah denganku, biarkan aku mengantarmu pulang, Ok?" ujar Stefan...
..."Ng."...
Selina bersikap menolak segala kebaikan Stefan bukan tanpa alasan, sebab dia memiliki persepsi buruk terhadap pria itu bahkan ketika mereka pertama kali bertemu. terlebih lagi Selina telah salah paham dan menyimpulkannya sendiri mengenai masalah Stefan dengan Angel, yang kemudian membuatnya mengecap Stefan sebagai pria tidak waras.
Selina kini setengah sadar, pandangan matanya yang berkunang-kunang menatap Stefan intens; kepalanya terasa nyeri, dia merasa sangat pusing, sampai kondisi sekitarnya saja terasa seperti berputar.
..."Akh!"...
..."Hei, Selina?"...
..."Akh! Aw kepalaku!"...
..."Hei Selina, ada denganmu?"...
..."Kepalaku... kepalaku terasa pusing sekali! A-aku..."...
Penglihatan Selina semakin kabur, gadis itu pun mulai kehilangan keseimbangan tubuhnya; Stefan sigap menahan tangannya agar Selina tidak terjatuh.
..."Ah! Ma-maaf!"...
..."Hei wajahmu pucat sekali? aku bantu kamu masuk ke mobil ya?"...
..."Mn."...
...Stefan merangkulnya; Selina memperhatikannya dengan mata yang sayu, dalam kondisi setengah sadarnya tiba-tiba saja dia bergumam "Itu kamu, Rey?" setelahnya gadis itu benar-benar jatuh pingsan dalam rangkulan Stefan...
Stefan terbelalak, dia sangat tekejut. walau hanya bergumam; kondisi mereka yang cukup dekat memungkinkan Stefan mendengar jelas apa yang baru saja Selina katakan
..."A-apa! barusan itu siapa yang kamu sebut? apa aku tidak salah dengar? kamu baru saja menyebutkan namaku, Selina? secepat itu kamu sudah menyadari bahwa aku ini adalah Rey-mu? Selina jawab aku? Sel? Astaga,dia sudah tidak sadarkan diri. aku harus cepat membawanya pulang dan memanggil Dhefin untuk memeriksanya."...
Stefan tidak mungkin membawa Selina pulang kerumah lamanya, itu hanya akan merusak segala rencananya. tidak ada pilihan lain selain membawa Selina semetara ke apartemennya.
Stefan melihat pakaian Selina basah kuyup; tentu saja itu harus segera diganti. karena kalau tidak, dampaknya mungkin saja akan semakin buruk bagi kesehatan Selina dan akan membuatnya merasa tidak nyaman
Namun Stefan dibuatnya kebingungan, tentu saja dia tidak mungkin membantunya berganti pakaian. itu akan sangat tidak sopan dan kalau Selina tahu dirinyalah yang telah membantu melucuti pakaian basahnya, gadis itu sudah pasti akan mengecapnya sebagai pria Cab*l
Pada akhirnya Stefan memutuskan meminta bantuan dari tentangga apartemennya, yang tentunya adalah seorang wanita.
Stefan, membunyikan bel pintu Apartemen; tak lama seseorang dari dalam membuka pintu
..."Oh Hai? Tuan Stefan... Selamat malam, anda rupanya..."...
..."Mn. Selamat malam."...
..."Loh? Ya ampun... Ngomong-ngomong, anda kenapa bisa basah kuyup begini?"...
..."Itu karena saya barusan— "...
..."Habis dari luar kan? memang malam ini entah kenapa semakin malam hujannya justru malah semakin deras, semoga aja tidak menyebabkan banjir disepanjang jalan. Mm, anda sepertinya lupa prepare payung dalam mobil?"...
Stefan hanya membalasnya dengan tersenyum.
..."Saya terkejut sekali loh, melihat kedatangan anda ke Unit apartemen saya. Akhirnya. Setelah hampir satu tahun kita hidup bertetangga, anda tidak pernah sekalipun menyempatkan diri anda untuk datang mengunjungi saya. haha. padahal saya sudah sering mengundang anda untuk makan malam bersama, namun selalu saja hanya tunangan anda yang datang memenuhi undangan saya."...
..."Maaf karena kesibukan saya, saya jadi tidak sempat berkunjung. Dan kali pun kedatangan saya ini untuk— "...
..."Haha tidak apa-apa, tuan Stefan... Ng, sejujurnya saya sangat kecewa sih... tapi walau begitu mau bagaimana lagi, saya sangat bisa mengerti kesibukan anda."...
..."Terima kasih atas pengertiannya, nyonya Maria. Tapi apa sekarang saya sudah bisa mengatakan apa tujuan saya kesini?"...
..."Tentu saja untuk bertemu, bukan? saya masih syok, rasanya seperti mimpi saja."...
..."Sayang sekali... Maaf harus mengecewakanmu, Karena kedatangan saya kali ini bukan untuk bertamu."...
..."Apa?! bukan untuk bertamu?"...
..."Mn."...
..."Kalau begitu, pasti untuk membicarakan masalah bisnis kan? suami saya sudah menceritakan semuanya pada saya, dia bilang akan mengajukan kerja sama dengan perusahaan anda. sayang sekali suami saya belum pulang, tapi dia akan segera pulang dalam setengah jam lagi, mari menunggunya didelam? sambil minum teh untuk menghangatkan badan dari cuaca dingin malam ini."...
..."Tidak, Terima kasih."...
..."Anda pasti ingin pulang untuk berganti pakaian terlebih dulu kan? Benar sih, tidak enak kan berkunjung dalam keadaan basah kuyup seperti ini? haha. kalau begitu silahkan, nanti saya pasti akan menghubungi anda melalui saluran telpon kalau suami saya sudah pulang, kita bisa mengobrol sama-sama dengan nyaman."...
..."Nyonya Maria, Mohon anda jangan terus memotong apa yang mau saya coba katakan."...
..."Apa?!!"...
..."Anda sudah salah mengartikan kedatangan saya, tujuan saya benar-benar bukan untuk itu. kedatangan saya kali ini, hanya karena saya perlu sedikit bantuan anda."...
..."A-apa?"...
..."Apa anda berkenan membantu saya?"...
dia kaya apa gk bs minta bantuan anak buahnya