Cerita cinta Celline Mauren dan Arjuna Antariksa.
Celline yang sudah terjebak dalam status pernikahan bersama Denish. Akan tetapi hatinya masih menaruh rasa terhadap Arjuna kakak kelas sewaktu mereka sekolah dahulu.
Bagaimana kelanjutan kisah cinta Celline? Biar gak penasaran baca dan terus ikutin tulisan pertama aku! Happy Reading.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Af92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Khilaf
"Kenapa kamu diam ... sebenarnya apa kurangnya aku? aku selalu mencoba menjadi yang terbaik untuk kamu Celline, tapi kenapa kamu gak pernah liat usaha aku." Denish berkata dengan nada frustasinya.
Kalimat yang di ucapkan Denish kemarin masih teringat jelas di benak Celline. Hanya penyesalan yang Celline rasakan saat melihat foto pernikahan mereka yang pecah. Seperti kaca jika sudah pecah akan sulit untuk di perbaiki apakah Denish hati dan perasaan Denish sudah tidak ingin memperbaiki semuanya dan menerima Celline kembali.
Celline saat ini tidak bisa berbuat apa-apa. Dirinya tidak tahu dimana Denish berada, yang dia lakukan hanya menyendiri di kamar besarnya itu. Jika biasanya setiap malam Denish akan memperlakukan Celline secara romantis, tetapi malam ini Celline kembali merasa sendiri dan merindukan sosok Denish. "Denish apakah salahku begitu fatal, sampai kamu gak ada ngabarin aku ... aku rindu kamu Denish," batin Celline.
Di Apartemen Denish.
Seorang lelaki tampan sedang meneguk wine dan entah sudah berapa gelas yang di habiskan Denish, Dirinya merasa jika meminum wine dapat sedikit melupakan masalahnya yang berat. Jam sudah menunjukan pukul 06.00 sore, rupanya Denish sedang menunggu kedatangan seseorang. Tak berapa lama wanita cantik yang di tunggu itu pun tiba. Ya wanita cantik itu adalah Hera.
"Maaf aku lama ... rupanya di jalan agak macet," Hera berucap pada Denish.
"Gak masalah, kamu datang aja aku udah seneng,"
"Kenapa kamu tinggal disini sekarang ... terus Celline bagaimana?" tanya Hera.
"Lebih baik memang seperti ini. Dari pada kita tinggal se atap tapi nyatanya aku selalu merasa kesepian," Denish mengungkapkan nya dengan perasaan yang sedih.
"Aku lihat Celline hari ini tidak ceria seperti biasanya di kantor,"
"Aku tidak peduli." ucap Denish.
Hera mengerti kondisi perasaan Denish yang kacau dan kalut sore ini. Dirinya akan menjadi pendengar yang baik untuk Denish.
"Mari kita minum bersama, aku butuh teman," ucap Denish menyodorkan satu gelas kecil yang berisi wine.
"Baik aku akan menemanimu," Hera meraih gelas itu dan bersulang bersama Denish.
Keduanya meminum wine itu dan sesekali tertawa bersama. Rupanya pengaruh Alkohol dapat mengurangi perasaan sedih Denish dan menghilangkan akal sehatnya. Malam semakin larut keduanya sudah berada di atas ranjang apartemen milik Denish. Pengaruh minuman keras membuat keduanya kehilangan akal sehat. Hera yang terbuai dengan sikap manis Denish akhirnya luluh dan mau melayani Denish suami sahabatnya tanpa berfikir panjang. Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang untuk Denish dan Hera.
Di sisi lain perasaan Celline sungguh tidak enak, dirinya selalu memikirkan suaminya itu. Sedang apa dan dimana Denish saat ini Celline tidak tahu hatinya semakin cemas. Malam ini Celline tidak bisa tidur nyenyak seperti biasanya karena memikirkan Denish.
Keesokan pagi Hera tersadar dari malam panjangnya. Hera merasa kepalanya sangat berat dan sulit untuk bangkit dari tempat tidur, saat membuka mata ternyata Hera terkejut bukan main melihat penampilannya yang tanpa mengenakan busana. Baju dirinya berserakan di lantai dan rupanya Denish masih memejamkan mata di sampingnya. Perasaan bersalah mulai mencuat dalam diri Hera. Bagaimana mungkin seorang sahabat bermain dengan suami sahabatnya sendiri, kesadaran Hera mulai terkumpul saat ini. Ini salah ini tidak benar dan ini mimpi, Hera bangkit dan memakai pakaian nya.
Denish yang merasa tidurnya terganggu mulai membuka mata, dan melihat Hera sedang memakai bajunya. Dirinya pun sama merasa kaget dengan apa yang sudah mereka lakukan semalam. "Jadi semalam aku bermain bersama Hera, tapi kenapa seolah bayangan Celline yang tidur bersamaku," batin Denish.
"Hera," Denish berkata dengan nada yang sangat pelan.
Kemudian Hera membalikan badannya dan menatap Denish.
"Aku mohon jangan beritahu Celline, ini tidak benar dan salah sebaiknya kamu kembali bersama Celline," ucap Hera menangis menyesali semuanya.
"Aku akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa dengan dirimu Hera ... ya untuk sementara aku akan kembali pada Celline," Denish memeluk Hera yang sedang menangis.
Hera hanya mampu menyesali semua yang telah terjadi malam itu, walaupun Denish akan bertanggung jawab tapi hatinya seolah menolak karena Denish adalah suami sahabatnya sendiri. Mereka akhirnya sepakat untuk menyembunyikan semuanya kepada Celline. Dan Denish menyetujui keinginan Hera agar dirinya kembali bersama Celline.
*****
Atas keinginan Hera akhirnya sore itu Denish pulang. Saat membuka pintu rupanya Celline sudah menunggu dan langsung memeluk Denish mengucapkan kata maaf.
"Mas maafkan sifat aku selama ini, aku menyesal dan akan berubah," ucap Celline menangis.
"Yasudah aku sudah memaafkan mu Celline," ucap Denish datar.
Celline menyadari sikap Denish yang berubah dingin terhadap dirinya. Tidak ada sikap hangat dan romantis yang Denish tunjukan pada dirinya. Celline hanya mampu memaklumi sikap Denish saat ini, mungkin butuh waktu untuk suaminya itu.
"Aku udah masak makanan kesukaan kamu Mas,"
"Nanti saja aku capek," jawab Denish berlalu menuju kamarnya.
Sekali lagi hati Celline sakit melihat sikap suaminya yang berubah drastis. Walaupun suaminya pulang tapi hatinya belum pulang menurut Celline. Dirinya harus bersabar karena semua ini berawal dari kesalahan yang di perbuat Celline. Cinta memang rumit menurut Celline, disaat dirinya akan membuka hati dan menerima Denish sepenuhnya namun Denish seakan berubah menjadi orang lain. Mungkin yang bisa Celline lakukan saat ini hanya bersabar.
Tak berapa lama Celline pun menyusul Denish menuju kamarnya. Dilihatnya Denish sedang tersenyum sambil melihat handphone. Celline tidak tau apa yang sedang Denish lakukan dengan handphone itu sampai membuat Denish tersenyum hangat seperti itu. Celline merasa rindu di perlakukan hangat oleh Denish.
"Mas keliatan capek banget, mau aku bantu pijit biar mas sedikit enakan," Celline menawarkan diri pada suaminya.
Denish yang menyadari kehadiran Celline lantas menyimpan handphone nya, dan kembali bersikap dingin kepada Celline.
"Gak usah aku baik baik saja," singkat dan jelas yang di ucapkan Denish.
Denish kemudian berbaring membelakangi Celline, sekali lagi sikap Denish yang membuat hati Celline sakit. Perubahan Denish sangat jelas di mata Celline, bahkan saat melihat handphone nya tadi dia tersenyum hangat tapi setelah menyadari keberadaan dirinya sikap Denish kembali dingin. Celline mengerti mungkin memang Denish butuh waktu untuk benar-benar memaafkan nya. Malam itu kembali Celline tidak tidur nyenyak seperti malam-malam sebelumnya. Terkadang setiap beberapa jam sekali Celline terbangun dan merasa takut, yang Celline pun tidak mengerti dengan rasa takut apa sebenarnya. Kembali berfikir positif mungkin ini semua hanya bunga tidur, Celline kembali memejamkan mata nya berharap hari esok akan lebih baik dari sekarang. Dan berharap sikap Denish akan berubah menjadi suami yang hangat seperti dahulu.
Tinggalkan Jejak dan Like Terimakasih.
ini DBL up apa gimana Thor
hmmmm 🧘♀️
tamatin yok, terserah lah mo sad ending kek, happy ending kek, pokok diberesin yg udh berjalan
ksian yg dulunya baca udh pake effort, ngikutin alurnya dari awal, sapatau dia juga Masi main apk ini dan sebenernya nungguin endingnya
Miliki keluarga dan suami yg sangat menyayangi mu dgn tulus