NovelToon NovelToon
Mama Untuk Alleta

Mama Untuk Alleta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Menikah Karena Anak / Cinta setelah menikah / Anak Genius / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: ALphino

Apa kamu pernah mendengar, bahwa Tuhan memberi rasa sedih kepada manusia dalam takaran yang sama jadi jika hari ini kamu menghabiskan rasa sedihmu, maka esok hari yang tersisa hanya bahagia.

Ehmm, mungkin itu yang di alami Raina, hidup melarat selama puluhan tahun, berbagai cobaan telah mendera keluarganya, namun dia tetap percaya, bahwa Tuhan bekerja dengan caranya sendiri.

Pertemuan Raina dengan keluarga Sebastian mengubah hidupnya, juga mengubah hidup orang-orang di sekitarnya, hingga dia harus menjadi ibu dari seorang gadis kecil yang bernama Aleta.

Lalu bagaimana rasanya menjadi ibu tanpa mengandung, tapa melahirkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALphino, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Ciuman pertama.

Hari berganti, Aleta telah berada di rumah setelah keadaanya kembali sehat, Raina berangkat kuliah seperti biasa, lalu menjaga Aleta ketika berada di rumah.

"Tante rain, malam ini temenin Aleta bobo ya". permintaan sederhana dari balita yang tumbuh tanpa ibunya

"iya sayang, nanti Tante rain temenin". Raina segera membopong Aleta membawanya keluar dari kamarnya yang penuh dengan lembar-lembar tugas yang belum selesai.

ketika keluar dari kamar Raina, mereka berpapasan dengan Allan, kali ini perasaan Raina berbeda, jika biasanya dia sangat hormat pada kakak angkatnya kini yang dia rasakan adalah rasa canggung yang aneh, entah apa artinya. Allan menyapa Aleta sekilas sebelum meninggalkannya.

"Tante, kenapa papa ngga suka sama Aleta? nggak kaya papanya Leony". pertanyaan Aleta membuat Raina gelagapan, dia tidak mampu menjelaskan keadaan sebenarnya pada Aleta, namun berbohong hanya akan menimbulkan kebohongan lainnya di kemudian hari.

"papa sayang sama Aleta, cuma papa itu sibuk, nggak kaya papanya Leony".

"Tante rain kapan mau jadi mama Aleta?"

Tenggorokan Raina tercekat, pertanyaan Aleta seolah menjadi tamparan keras untuk Raina yang mengingatkan dia tentang perjodohan dadakan yang di bahas di rumah sakit tempo hari. Selama beberapa hari ini Allan mampu mengulur waktu, namun entah sampai kapan dia mampu melakukan itu.

"Tante? kenapa Tante rain ngelamun?" tepukan tangan kecil Aleta membuyarkan lamunan Raina.

"nggak kok sayang, Tante rain nggak ngelamun, Aleta mau bobo sekarang?" Aleta mengangguk, Raina menyelimuti gadis kecil itu dengan selimut gambar olaf yang lucu.

Pukul 11 malam, Raina yang tengah merasa haus menuruni tangga dengan gontai, karena Bu Lidya dan pak William sedang ada kunjungan luar kota, jadi mereka hanya bertiga di rumah, tidak terhitung beberapa ART, sopir dan securrity.

Mata Raina melihat sesosok bayangan tinggi besar di dapur, dia merinding, tangan dan kakinya lemah seperti terbuat dari agar-agar, mulutnya terkunci rapat seolah kekuatannya di serap oleh mahluk itu.

"rain". suara itu berat, serak dan terdengar lemah.

"mas Allan?" Raina menekan sakelar lampu yang ada di atas kulkas dekat tempatnya berdiri.

"jangan di nyalakan rain, aku tidak mau kamu melihatku dalam keadaan seperti ini".

"keadaan seperti apa?" rasa penasaran Raina terhenti ketika melihat sebuah botol kotak pipih di atas meja makan, botol yang sering dia lihat di drama-drama telenovela.

"mas Al mabuk?" Tangan Raina sedikit gemetar saat menuang air ke dalam gelasnya.

"aku nggak mabuk rain, aku hanya ingin minum sedikit".

"oke, aku akan naik". Raina segera membalikkan badan, rasa hausnya tiba-tiba hilang.

"rain, duduk sini". Allan menepuk kursi di sebelahnya. "aku mau ngomong serius sama kamu rain".

Jantung Raina seperti di pacu puluhan kali lipat lebih cepat, dengan ragu dia mendaratkan dirinya di kursi yang berhadapan dengan Allan sambil memegang satu gelas berisi air, jarak mereka cukup jauh, cukup aman menurutnya, mengingat Allan yang sedang kehilangan setengah akal sehatnya.

"rain, bagaimana kalau kita menyetujui permintaan papa dan mama?"

uhukk.. Raina tersedak air yang baru saja dia teguk.

"mas jangan bercanda". Raina membulatkan matanya.

"aku tidak bercanda rain, hanya kamu yang bisa aku percaya untuk menjaga Aleta". Allan benar-benar serius, wajahnya datar tanpa ekspresi.

"lalu? apa tugasku sebagai istri hanya untuk mengurus Aleta? tidak mas, menikah itu ibadah, aku tidak ingin mempermainkan Tuhanku". jawaban Raina juga tidak kalah serius.

"semua akan baik-baik saja, kita buat perjanjian".

"perjanjian apa?" Raina penasaran meskipun sebenarnya dia tidak tertarik oleh apapun yang di katakan Allan.

"aku akan tetap bersama Monica, dan kamu bebas bersama Johan, kita menikah untuk menyenangkan hati mama papa, apa kamu bersedia". laki-laki itu menenggak kembali minumannya.

"mas, aku tidak akan melakukan itu, bagiku, berbakti pada mama dan bapak adalah sebuah kewajiban, aku tidak membuat mereka kecewa dengan melakukan pernikahan bohongan dengan kamu". air mata Raina mengalir begitu saja, rasanya dia tidak percaya bahwa Allan akan mengatakan hal semacam itu.

"rain, aku butuh mama untuk Aleta, dan aku yakin hanya kamu yang bisa".

"aku akan menjaga Aleta tanpa menjadi istrimu..!!" jawab Raina ketus.

"Aleta butuh mama rain, kamu tidak ingat, beberapa Minggu lalu di menolak menghadiri acara sekolah karena dia tidak punya mama?" ucapan Allan terdengar egois bagi Raina.

"lalu? kenapa harus aku? suruh Monica menjadi mamanya, jika dia mencintaimu seharusnya di bisa menerima Aleta".

"rain, tidak semudah itu, ayolah, kita menikah saja, aku tidak akan menyentuhmu, aku akan melampiaskan nafsu ku pada Monica, bahkan Monica sendiri yang memberikan ide ini".

"kalian memang pasangan yang sama-sama gila mas, pantas jika kalian bersama". Raina berdiri, dia sangat ingin menyiram air dalam gelasnya ke wajah Allan.

Seketika Allan ikut berdiri, langkah kakinya limbung, dia mencegah Raina yang akan meninggalkannya, kini mereka berdua berhadapan, tangan Allan membelai pipi Raina hingga menjalar ke arah belakang telinga, Raina memejamkan mata, ketakutan, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi, sekuat tenaga dia berusaha melarikan diri, dia sangat ingin berteriak, namun Allan membungkam bibir Raina dengan bibirnya.

Entah apa yang merasuki Raina, bukan lagi melawan, tapi tangannya malah melemah, cengkeramannya di kerah baju Allan mengendor, Allan melepaskan ciumannya, air mata Raina mengalir, dia menatap Allan dengan tatapan jijik, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja di perbuat oleh abangnya.

"rain, maaf". Allan tersadar bahwa tindakannya salah, dia menatap lekat pada Raina, gadis polos itu meninggalkan Allan begitu saja dengan berlinangan air mata.

Sesampainya di kamar, Raina menelungkupkan wajahnya di bantal, menumpahkan semua yang dia rasakan hingga membasahi benda empuk itu.

tok tok tok

"rain". Allan memanggil dari luar kamar Raina.

hening

ceklek

Pintu kamar Raina terbuka, Allan melihat Raina sedang terisak-isak karena perbuatannya.

"maafin aku rain". Allan bersimpuh di sebelah kepala Raina. Gadis itu mengabaikannya, dia hanya menangis, entah apa yang dia tangisi, bahkan dirinya sendiripun tidak paham, apa karena ciuman pertamanya yang direnggut begitu saja oleh Allan, atau karena perjanjian pernikahan tidak masuk akal yang Allan ajukan.

Hampir 10 menit, Allan masih merayu Raina untuk di ajak bicara, hingga akhirnya dia putus asa.

"dengan kamu tidak menolak ciumanku, aku mengartikannya sebagai tanda bahwa kamu memiliki perasaan yang lebih terhadapku, aku akan bilang pada mama, bahwa kita menyetujui pernikahan itu. Allan bangkit, meninggalkan Raina yang masih terisak-isak sendirian di kamarnya.

Setelah sekian lama menangis, Raina bangun dan pergi keluar, mencari minum untuk mengurangi rasa yang mengganjal di tenggorokannya.

"kenapa? mencariku?" Allan ada di dekat wastafel, sedang membuat kopi. Raina pura-pura tidak mendengarnya.

"rain, kalau kamu diam saja, saya akan benar-benar menikahi kamu".

"mas, apa kamu sudah gila karena mama tidak merestui hubunganmu dengan Monica?" bentak Raina yang telah muak dengan ulah Allan.

1
Hayati Nufus
lama2 malas baca kebejatan Allan maaf ga lanjut jijik
Omah Tien
malas baca nya
Omah Tien
ko jelek
Tamirah
Kasihan Riana dapat barang bekas.mending barang bekas beneran bisa dipakai tanpa rasa sakit dihati.
Tamirah
benar benar bejat Alan dan Monica..Thor kok bisa buat cerita spt ini ya . apa bisa dibilang normal, istri sah gk di sentuh wanita jalang dipelihara disetubuhi tanpa status yg jelas, sangat sangat menjijikkan... .!
Tamirah
kok bisa ya sdh menikahi Raina masih mau berzina dgn dokter laknat gak bermoral dikamar yg sama lagi betul betul bejat tuh Alan dan Monica. kalau nulis novel ya ada pesan moral nya dong..semua agama kan melarang umat nya berbuat amoral.
Tamirah
memang ada yg gk beres dgn kehidupan Alan dan pengasuh nya Marni. kalau Alan itu papanya Aleta tentu ada sesuatu yg disembunyikan.Lanjut Thorrrrrrr.
Tamirah
mulanya membantu orang tua yg memang perlu dibantu untuk menuju kekantor polisi.tebakanku org tua itu bukan orang bisa dan tentu punya anak laki laki tampan dan bertemu dgn wanita yg sdh menolong ayah nya. begitu kira kira yg sering sy baca .
VaNiLaLuLaBo
tak guna air mata C Allan tu ... sakit hati aku....hahahahaha
VaNiLaLuLaBo
aku tak berasa sedih baca kisah Allan yg sedih menitiskan air matanya... aku nyampah dgn perwatakan c Allan... hahahahaha ... mcm dia pulak yg tersakiti,konon sedih sudah buat hidup anak org kucar kacir .. entah kenapa,aku Tk dpt selami watak c Allan ni .. maaf sudah terlanjur tk suka Dr awal sih... watak Rain, Aletta, bapak Rain aku sedih....
VaNiLaLuLaBo
air mata buaya tu C Allan.... sikit² nangis ... konon sedih.... tp tak insaf²... pooodhaaaa
Ruzita Ismail
Luar biasa
Wiwik Andayani
Alan orang Situbondo ko spt opa korea
VaNiLaLuLaBo: penduduk Situbondo orgnya seperti apa Dek?
total 1 replies
23. Satrio Gumelar
wih,kampung rawa jakarta,itu mah rumah masa kecil ane,sebelah mana nya mba rain
Mamma Miauw
Luar biasa
Lendra Wati
bagus dan menarik
Lilis Chandra
bagus
Nia Yusniah
awal yg sedih
Mia Sukatmiati
aneh kok mamanya Allan kayak gak ada sayang sayangnya sama Aleta,,pdhl begitu sayang dan welcome sama Raina yg bukan siapa siapanya,,ada apa dengan Aleta
VaNiLaLuLaBo: adu domba si Marni kali....
total 1 replies
sherly
pelakor ngelunjak perlu diceburin ke laut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!