Putih abu-abu alias SMA disebut-sebut sebagai masa yang paling indah. Wajar saja, SMA adalah tiga tahun terakhir merasakan duduk di bangku sekolah.
Masa-masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Adapula yang mengatakan masa-masa pencarian jati diri.
Bahkan mungkin di sinilah tempat kita pertama kali mengenal cinta. Masa SMA memang penuh lika-liku remaja, dari cerita cinta, persahabatan, kekonyolan, hingga kenakalan.
Waktu terus berjalan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Banyak cerita-cerita yang akan terus terkenang.
Banyak momen-momen keindahan yang telah tercipta di sekolah kesayangan, tentang kebersamaan, persahabatan bahkan tentang percintaan.
Semua tertuang menjadi satu cerita yang begitu indah. Inilah kisah CINTA SMA seorang siswi SMA bernama Sinta Cahaya bersama sahabatnya dan kisah cintanya.
Yuk simak ceritanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis cantik itu kakaknya
" Sin pulang bareng yuk" ajak Dito yang menghampiri Sinta.
" Dit, kamu tunggu aku di halte. Aku jalan bareng teman-teman sampai ujung gang ." bisik Sinta sambil mengedipkan mata.
Lalu Dito tersenyum mengiyakan. Sinta bermaksud merahasiakan kedekatannya dengan Dito kepada sahabatnya. Sinta tidak ingin mengganggu persahabatan mereka berempat. Karena saat ini hubungannya dengan Dito hanyalah teman dekat. Dia belum menyatakan perasaannya kepada Sinta
Dari jauh Sinta melihat Dito yang sedang duduk di halte. Tiba-tiba ada Mira yang menghampiri Dito di sana. Sinta melihat dari kejauhan sepertinya mereka sedang asik mengobrol. Lalu Sinta mengurungkan niat untuk pulang bareng dengan Dito . Saat Sinta berbalik badan, tanpa sengaja dirinya menabrak Malik .
" Maaf Lik.." ucap Sinta meminta maaf.
Dan Malik pun tersenyum, lalu menarik tangannya menuju ke arah Dito yang berada di halte.
" Ayolah Sin , tanyain dong.." pinta Malik sambil merengek.
" Tanyain apaan?" celetuk Dito bertanya dari sebelah Malik.
" Ih, mau tahu aja si Dit. Rahasia wuee.." sahut Malik sambil menjulurkan lidahnya.
Lalu mereka berempat menaiki angkot yang sama.
" Dit, kakakmu tadi bilang mau kerumahku. Dan katanya, minta kamu yang mengantar" ucap Mira seraya melirik Sinta.
" Maaf Mir, aku harus ke rumah Malik. " kata Dito memberi alasan, " Mau mengerjakan laporan yang kemarin soal kunjungan ke Kebun Raya Bogor" jawab Dito sembari menginjak kaki Malik dan memberi aba-aba .
Dan Malik pun kaget, kalau kakinya tiba-tiba diinjak Dito.
" I...ya, Mir." jawab Malik sambil melihat Dito memberi aba-aba dengan mengedipkan mata.
Lalu Mira pun mengetuk langit-langit angkot, memberi aba-aba kepada supir untuk berhenti.
" Kiri, kiri Bang..." teriak Mira yang merasa kesal.
Lalu Sinta berpindah posisi, bergeser duduk di depan Dito.
" Sin, mana oleh-oleh dari Jogja..?" tanya Malik membuka pembicaraan diantara mereka bertiga. Karena dari tadi mereka hanya duduk terdiam.
" Aku gak bawa oleh-oleh Lik, karena acaranya terburu-buru. Jadi gak sempet" jawab Sinta.
" Sin, kamu gak apa-apa? " tanya Dito seraya mencolek tangannya.
" Gak apa-apa kenapa Dit,,? " balik Sinta bertanya.
" Soal Mira, gak usah kamu pikirin ya!" ujar Dito.
" Dit , aku mau nanya gadis yang memanggil kamu sewaktu di toko ku. Dia siapa..? " tanya Sinta ragu.
" Melly, kakakku.." jawab Dito
" Oh, kakak mu" ucap Sinta pelan.
" Dit, Lik, aku duluan ya!" ujar Sinta sembari memberhentikan angkot.
Sinta pun turun dari angkot dan berjalan menuju gang rumahnya.
Sesampainya di rumah Sinta langsung menuju kamar mandi. Hari ini kegiatan di sekolah banyak sekali, jadi Sinta pulang sekolah tepat pukul 4 sore.
Terlihat ayah dan mamanya belum pulang ke rumah. Lalu Sinta merapikan rumahnya dan menghangatkan masakan yang ada di meja makan.
Malam pun sudah larut, waktu menunjukkan pukul sepuluh.
Selesai mengerjakan PR matematika Sinta pun langsung tertidur.
*****
SEKOLAH
"Sin..." panggil seseorang dari arah belakang.
" Eh, Dito.. " sapa Sinta.
" Maaf ya Sin, kemarin acara kita terganggu sama dua makhluk halus" canda Dito.
Sinta berpikir kalau Dito orangnya selalu serius, rupanya melebihi lawakan Malik.
" Sin, hari minggu besok kamu jaga toko gak?" tanya Dito
" Insyallah, kalo gak ada halangan. Memang kenapa Dit..?" balik Sinta bertanya.
" Aku mau menemani kamu Sin," kata Dito ," Kemarin tokomu ramai sekali. Aku lihat sepertinya kamu kerepotan. Dan kayaknya kamu butuh pegawai" tutur Dito sambil bercanda.
" Tapi aku gak bisa gaji kamu ya..!" canda Sinta
" Gak apa-apa, free kok. Daripada bengong di rumah" balas Dito.
Kemudian mereka berdua langsung menuju kelas.
-
Dukung terus karya author dengan cara like, vote dan berikan komentar.
mari saling mendukung,
singgah di karya ku juga ya kak
"Transfer Student"
Di sini ramai bgt ya❤️❤️