Aku punya seorang anak perempuan, mereka mengira aku seorang janda.
Tapi......
jangan membuat soalah anda tau segalanya tentang saya - Bellvania jasmeen
Karena Cinta membuatku gila sehingga ingin mencari tau segalanya tentang anda - Andra Hanan Bratajaya
" aku janda" ucap belva
" aku ga peduli mau kamu janda atau enggak pun aku tetap mencintaimu " ucap andra
terimakasih sudah mampir
happy reading semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uchy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 17
" loh kamu kok ada disini?" ucap kak salman.
sindi juga terkejut
" kak salman kenal sama sindi" tanya belva
" engga juga" ucap datar kak salman
" terus kok kaya kaget gitu?"tanya belva.
" itu tuh dia yang numpahin minuman ke aku pas di lobby tadi bel" ucap sinis kak salman.
" kan aku udah bilang ga sengaja" ucap sindi
" makanya kalo jalan pake mata " ucap sinis kak salman
" udah udah" lerai belva.
tiba-tiba pelayan datang membawa pesanan mereka.
" udah itu kan sepele jangan kaya gini dong , kak salman aku ngewakilin sindi mau minta maaf ya"
" iya bel"
" yaudah sekarang kita makan yaa" ucap belva. kak salman dan sindi hanya mengangguk
mereka makan malam dengan keheningan dan sedikit canggung antara kak salman dan sindi.
setelah makan malam kak salman mengajak belva untuk berjalan-jalan.
" sindi kamu mau ikut?" ucap belva. kak salman hanya diam saja
" gausah bu saya mau ke hotel saja sudah malem " ucap sindi menunduk
" ya sudah hati-hati ya aku pergi dulu sama kak salman" pamit belva .
belva dan kak salman hanya berjalan-jalan di sekitar pantai.
" bel kamu sekarang beda ya lebih dewasa" ucap kak salman
" iya kak semenjak kejadian itu aku jadi merubah sikap aku" ucap belva
" aku masih inget dulu kamu sering nangiss di taman kampus kalo ada masalah " ucap kak salman
" ih udah deh kak aku malu tau kalo inget itu" ucap belva
mereka tertawa bersama mengingat kenangan masa kuliah duluu mereka.
" kak pulang yu udah malem " ajak belva
" ayo bel "
mereka memutuskan untuk pulang ke hotel karena hari sudah semakin gelap.
karena kak salman dan belva berbeda lantai jadi mereka berpisah di lift dan saling tukar nomor hape.
saat belva akan masuk ke kamarnya dia melihat andra keluar dari lift berjalan dengan sempoyongan karena mabuk.
" bel belvaa " teriak andraa
belva berusaha membantu andra untuk masuk ke kamar belva. karena kunci kanar andra tidak tahu dimana.
saat belva akan ke kamar mandi andra malah menarik tangan belva dan membuat belva jatuh ke dada andra.
" jangan pergi, kenapa kamu malah nolak aku dan neriman laki-laki itu hah " rengek andra
" andraa sadarr " ucap belva
terdengar dengkuran andra. belva berusaha bangun dari pelukan andra, tapi malah sia-sia dan membuat belva malas untuk bangun karena terlalu nyaman. mereka tertidur pulas.
menjelang pagi andra bangun terlebih dahulu ia merasa bingung karena memeluk belva.
andra tersenyum melihat belva tidur di pelukannya.
" kalo nanti mungkin kita ga berjodoh aku mohon untuk jangan menjauhh aku rela
meski hanya berteman saja" ucap andra
sebenernya belva sudah bangun hanya saja ia terlalu malu untuk membuka matanya, belva merasa bersalah terhadap andra.
saat andra mencium kening belva, belva langsung membuka matanya.
" jangan bicara seperti itu aku merasa bersalah karena telah menyakitimu " ucap belva sembari menangis
" hei hei jangan nangis dong ini masi pagii" ucap andra mengahpus air mata di pipi belva.
belva langsung memeluk andra erat, andra terkejut sekaligus senang andra pun membalas pelukan belva .
belva sadar telah memeluk andra ia langsung melepaskan pelukannya dan berlari ke kamar mandi saking malunya.
andra hanya terdiam melihat belva pergi ia merasa gemas dengan tingkah belva.
andra merapihkan tempat tidur dan langsung keluar menuju kamarnya.