NovelToon NovelToon
DUA ALTER EGO

DUA ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Misteri
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: Desty Haris Wahyuni

WARNING ***
Terdapat kata-**** ***** dan beberapa ****** ******

Ketika kejadian masa lalu membuat seorang gadis yang sedang merayakan ulang tahunnya justru harus kehilangan keluarganya, pembantaian yang terjadi tepat di depan mata seorang gadis kecil yang berusia 5 tahun yang sedang memeluk adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun supaya tidak melihat ke jadian mengerikan itu walaupun dia yakin adiknya bisa mendengar suara jeritan dan kesakitan dari orang yang mereka cintai,mereka hanya mampu menangis dalam diam di balik tempat persembunyiannya

Membuat rasa trauma dan rasa takut yang berlebihan muncul di dalam diri gadis itu sampai membentuk jiwa baru yang tinggal bersama raganya

Apakah gadis itu mampu mengendalikan jiwa barunya atau jiwa baru itu lah yang akan menguasai tubuh sang gadis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Haris Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERASAAN LANGIT.

pagi ini Alluna sudah tiba di sekolah dengan motor sportnya dia sedang malas menggunakan mobilnya, dan itu memancing perhatian para siswa siswi

"Gilaa Alluna makin hari makin cakep aja yah" ujar salah satu siswa

"Pengen deketin tapi takut di cuekin"

" Siapa yah cowok beruntung yang bisa luluhin perinces es sekolah ini"

"Dih sok kecantikan,sok kaya banget paling itu hasil jual diri" ujar siswi yang iri dengan Alluna

"Iya tuh cewek kasar aja di sukainya kek gitu bodoh banget yah cowok cowok di sekolah kita"

Dan banyak lagi pujian dan sindiran yang Alluna dengar hanya saja dia tidak peduli dengan mereka

Alluna berjalan santai melewati koridor sekolah,langkahnya berhenti saat Aldo menghadangnya

"Selamat pagi cantik" sapa Aldo yang hanya mendapatkan tatapan datar Alluna

"Minggir" ujar singkat Alluna

"Nggak, kecuali lo mau nerima ini" ujar Aldo memberikan coklat dan bunga ke Alluna

Alluna mengambil coklat dan bunga itu

Alluna memegang barang dari Aldo itu

Sedangkan Alluna memandang coklat dan bunga dari Aldo kemudian membuangnya ke tempat sampah tepat di depan Aldo

"Gue gak suka manis" ucap santai Alluna dan langsung pergi meninggalkan Aldo

"Gila bos lo di gituin masih mau sama tuh cewek kulkas" ujar anak buah Aldo

"Justru gue tertantang dapatin tuh cewek" ujar Aldo semangat

Langit yang baru saja tiba, melihat kejadian itu dan mengepalkan tangannya.

"Ups ada yang panas tapi bukan pacar" sindir David

Plakk

Akhhhhh

"Lo mau mati bodoh" ujar Arga yang mengeplak kuat kepala David

"Canda doang yaelah,hati abang juga panas nih" ujar David lagi berpura-pura sedih

Langit yang melihat Alluna menerima pemberian Aldo dia memutuskan pergi ke rooftop diikuti Arga dan David,dia sedang tidak mood masuk kelas apalagi kalo dia melihat

juga bingung dengan dirinya sendiri

"Gini bos sekarang jelasin ke kita apa yang lo rasain saat dekat dengan luna"

"Setiap gue dekat dengan Luna jantung gue kayak bermasalah, detaknya tidak stabil bahkan sangat cepat,gue juga marah saat ada yang nyentuh atau dekat dengan Luna,gue juga gak bisa nahan emosi gue saat lihat Luna di jelek-jelekin kaya semalam,gue juga bingung gue kenapa,bahkan gue gak seperti ini saat dengan dia" ujar Langit frustasi dia bahkan sudah dalam posisi duduk dengan menopang dagunya seolah berharap ada solusi dari david

"Itu tandanya lo udah jatuh dalam pesonanya Luna bos,bisa dibilang nih lo udah jatuh cinta dengan dia,cuma lo belum sadar dengan perasaan lo itu" ujar David seperti dokter cinta

"Apa itu bukan rasa penasaran karena Luna sangat misterius" tanya Arga

"Emang rasa penasaran lo bisa buat jantung lo berdebar? Nggak kan, jantung lo berdebar cepat karena ada rasa suka,dan kenapa lo marah saat ada yang deketin luna itu karna lo cemburu" ujar David serius

"Arghhhh gue pusing,gue gak tau" ujar langit lagi,memilih membaringkan tubuhnya lagi ke soffa

"Gue kaya lagi ngajarin anak SMP pacaran, goblok amat" tawa David

sendiri" tanya Arga lagi

"Hmm" jawab langit memilih berbaring menatap langit di salah satu soffa yang sengaja mereka simpan di rooftop

"Yaelah bos jelasin apa yang lo rasa biar gue ngasih solusi" ujar David sudah seperti pakar cinta

"Cewek lo aja gak jelas yang mana, sok sok-an mau ngasih solusi" ujar Arga sinis

"Setidaknya tuh kita tau apa yang dirasain bos kita" jawab David lagi

"Lo udah lupain dia?" Tanya Arga hati-hati pasalnya langit sangat sensitif dengan masa lalunya

"Hmm entahlah" jawab Langit dia

Alluna memasuki kelasnya,kelas yang tadinya berisik berubah jadi hening,Naumi yang melihat kehadiran Alluna, menatap sinis ke Alluna

"Lun lo gakpapa?" Tanya lisa

"Ngantuk doang"jawab Luna

Setelah itu guru memasuki kelas mereka,guru yang hanya melihat bangku Langit,Arga,dan David yang kosong hanya diam saja,itu sudah hal yang biasa

Kringg kringg kringg

Bel istirahat berbunyi membuat semua siswa heboh kesenangan karna akan mengisi perutnya yang kelaparan

"Lun mau ke kantin" tanya lisa

"Lo duluan aja,pesenin gue juga seperti biasa,gue ke toilet dulu" ujar Alluna

"Yaudah gue tunggu di kantin" jawab lisa yang dibalas anggukan

Naumi yang mendengar jika Alluna akan ke toilet membuatnya berfikir akan melabrak Luna di toilet

Alluna sedang merapikan pakaiannya depan cermin toilet, tiba-tiba pintu terbuka keras

"Keluar lo semua, kecuali lo tunjuk Naumi ke Alluna,,,Alluna hanya menyandarkan tubuhnya di wastafel toilet

"Gue peringatin lo jauhin Langit dia pacar gue" ujar Naumi mendorong bahu Alluna

"Kalau gue gak mau gimana" tanya Alluna tersenyum mengejek

"Gue akan buat lo menyesal" ujar Naumi

"Lo pikir gue takut hm?" Jawab Alluna

"Lo nggak tau siapa gue ha,gue bahkan bisa buat lo keluar dari sekolah ini" ujar Naumi

" Terserah apa kata lo cabe, minggir" ujar Alluna pergi meninggalkan toilet

"Sialan liat aja lo,gue akan buat lo gak betah sekolah disini" ucap Naumi di setujui oleh dayang-dayangnya Siska dan melly

Sebelum memasuki kantin langkah Alluna terhenti saat ada yang mengirim kan pesan untuknya

Reybabu

Aku sudah cari tahu masalahnya sesuai perintah kakak,dia punya masalah pada beasiswanya,ada seorang guru yang mengatakan akan mencabut beasiswa Alfin karena mencari masalah dengan Rafael jadi dia harus mengumpulkan uang untuk bisa terus bersekolah disini

Alluna hanya membaca pesan Rey dan segera memasuki kantin ternyata pesanannya sudah datang

"Nih makan" ujar lisa memberikan makanan luna

"Thanks" ucap luna di balas anggukan oleh lisa

Langit berjalan menuju meja Alluna dengan membawa pesanan makanannya yang belum dia sentuh tadi karena sibuk memperhatikan Alluna,,Arga dan David juga mengikuti Langit

Langit duduk di sebelah Alluna, membuat semua yang ada di meja itu melihat kearah langit, sedangkan Arga dan David duduk di samping Rey dan Alfin

"Nih makan" ujar langit memberikan makanannya ke depan Alluna,,alluna hanya menatap datar langit

"Makan aja gue belum sentuh" ujar Langit

Alluna hanya menatap makanannya dia sedang memikirkan perkataan Rey tadi di chat,sampai fokusnya teralihkan dengan suara nenek lampir

"Minggir lo miskin gue mau duduk disini" teriak Naumi yang menjadikan dirinya pusat perhatian

"Lo buta itu tempat masih ada yang kosong" ujar Rey tidak terima

"Udah Rey kita pindah aja jangan buat masalah" ucap Alfin

"Tuh ganteng dengerin kata simiskin itu atau lo aja yang ikut duduk disini dia gak usah" ucap Siska ke Rey

"Duduk sama cabe-cabean kaya kalian? Ogahh sih gue asli dah ogah" ujar Rey heboh membuat isi kantin tertawa

"Sialan lo" ucap Siska

"Udah fin kita pergi aja dari sini, para nenek lampir ini mungkin buta gak bisa lihat kursi kosong" ucap Rey menarik tangan Alfin menuju meja Alluna yang sudah menatap mereka sejak tadi

"Kak gabung yah" tanya Rey ke Alluna dan lisa

"Hm" jawab Alluna

Alfin dan Rey duduk di depan luna dan lisa sehingga mereka saling berhadapan

"Gak makan" tanya Alluna yang ia tujukan ke Alfin karna dia melihat Alfin yang hanya memegang Satu roti dan mineral

"Ini aja cukup kak" jawab Alfin tersenyum

Alluna mendorong makanannya ke depan Alfin

"Makan,gue belum sentuh" ujar Alluna singkat

"Gak usah kak,kakak juga pasti belum makan kan" jawab Alfin

"Jangan nolak anggap itu rasa terimakasih lo ke gue soal yang kemarin" ujar Alluna membuat Alfin mau tidak mau menerima makanan itu

"Terimakasih kak" ujar Alfin

"Ada daun bawangnya,pisahin dulu kalau gak suka" ujar Alluna yang sedang memainkan hpnya membuat mereka di meja itu terkejut terutama Alfin kenapa Alluna bisa tau dirinya tidak menyukai daun bawang,itu pikirannya saat ini

Sedangkan Alluna yang merasa di tatap,menatap balik mereka

"Kenapa? Gue cuma nebak" jawab Santai Alluna

Sedangkan langit sedari tadi melihat kejadian itu dia berusaha menahan rasa tidak sukanya melihat Alluna dekat dengan laki-laki lain dia yakin ini hanya rasa penasaran seperti yang Arga katakan, namun itu tidak bertahan lama

"Sh!t" ujar Langit yang masih di dengar oleh Arga dan David,persetan dengan itu semua dia harus ke Luna.

Alluna mendorong kembali makanan itu ke depan Langit dan kembali fokus ke hpnya

Ternyata benar kata Rey kakaknya ini sangat susah di taklukkan, pikir langit saat ini

"Lo mau makan atau gue suapin lo dengan cara gue sendiri,lo tau gue senekat apa bukan" bisik Langit dingin, ke telinga Alluna yang membuat mereka di meja itu penasaran dengan apa yang langit katakan sampai Alluna menarik kembali makanan di depan Langit lalu memakannya dengan muka kesal Alluna hanya tidak mau Alfin adiknya melihat kenekatan laki-laki gila disampingnya ini

Sedangkan langit yang melihat itu tersenyum kemenangan, Luna yang kesal itu justru terlihat lucu di matanya

Seisi kantin di buat tercengang saat melihat senyum Langit yang tidak pernah mereka lihat,ternyata senyumnya bisa membuat langit berkali-kali lipat lebih sempurna

Alisha menatap itu tidak percaya pasalnya beberapa minggu kenal dengan luna membuatnya tau sekeras apa perempuan itu

"Gak usah melamun makan aja" ujar Arga menyadarkan lisa,,lisa hanya melihat Arga sekilas lalu menganggukkan kepalanya dengan tersenyum ke arah Arga

Arga terkesima sejenak melihat senyum Lisa yang ternyata semanis itu, dan dia baru menyadarinya.

1
Tosari Agung
thor saran ya kalau alter ego itu kejam dan nenanginnya agak lama jangan cuma satu jam udah tenang nah kalau ada dua tokoh punya alter ego maka dua duanya keluarin sekaligus atau pilih salah satu tapi harus benar psikopat karena cerita ini gak ada arah ke psikopat secara halus nya
Tosari Agung: sama-sama thor
total 3 replies
Dedek Titii (⁠◠⁠‿⁠◕⁠)
haii guys makasih udah mampir dan baca cerita akuu☺jangan lupa like, subcribe dan vote yaa guys(⁠◠⁠‿⁠◕⁠)🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!