Namaku sari, umur 19 tahun menikah dengan suami yang aku cintai. tapi baru 6 bulan menikah , tetangga janda kaya sebelah rumah terus menggoda suamiku dengan uang. apakah rumah tanggaku akan hancur? Kisah nyata dari mamuju yang bikin menangis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 Restoranku Viral dan Aku Jadi Jutawan
Sebulan setelah keguguran, aku dan Arya benar-benar memulai bisnis restoran impian kami.
Arya menyewa ruko tiga lantai di pusat kota yang sangat strategis. Lantai satu untuk restoran, lantai dua untuk kantor, lantai tiga untuk tempat tinggal kami agar tidak perlu sewa apartemen lagi. Semua modal Arya yang tanggung, total 300 juta!
"Aku takut kak, kalau restoran sepi gimana? Uang kakak 300 juta hilang gara-gara aku," kataku cemas saat grand opening.
Arya merapikan jilbabku dan mencium tanganku, "Jangan takut sayang, rezeki sudah Allah atur. Tugas kita hanya berusaha, hasil biar Allah yang tentukan. Saya percaya masakan kamu enak, pasti laris."
Hari grand opening Restoran Una Bahagia tiba. Aku masak 20 menu andalanku: Ayam Woku, Coto Makassar, Konro Bakar, Pallubasa, dan sambal khas buatan ku yang pedasnya nampol.
Awalnya hanya beberapa orang yang datang, kebanyakan teman-teman Arya sesama pengacara. Aku sedikit sedih.
Tapi keajaiban terjadi siang harinya. Seorang food vlogger terkenal dengan 5 juta follower datang dan makan di restoran ku tanpa sengaja karena lewat.
"Guys, ini aku nemu restoran baru namanya Restoran Una Bahagia, ownernya cantik banget jilbabnya! Aku coba ayam woku nya ya guys," kata vlogger itu sambil live TikTok.
Vlogger itu makan ayam woku ku dan matanya langsung melot kaget.
"Gila guys! Enak banget! Ayam woku nya pedasnya pas, gurihnya dapet, ini enak banget sumpah! Ini restoran baru tapi rasa bintang lima! Kalian wajib coba! Alamatnya di jalan..." teriak vlogger itu di live nya yang ditonton 100 ribu orang saat itu juga.
Live TikTok itu viral dalam satu jam! Video nya FYP dan ditonton 2 juta orang sore itu juga!
Sore harinya, restoran ku diserbu pembeli! Antriannya panjang sampai keluar ruko! Semua meja penuh! Ojek online antri puluhan driver!
"Bu Una, ayam woku 10 porsi! Coto 5!" teriak karyawanku kewalahan.
Aku dan Arya yang jadi kasir kaget melihat ramainya restoran kami. Kami sampai tidak sempat duduk seharian melayani pembeli.
Omset hari pertama: 15 juta! Dalam satu hari!
Hari kedua lebih gila lagi, omset 25 juta! Hari ketiga 30 juta!
Dalam satu bulan, Restoran Una Bahagia menjadi restoran paling viral di kota. Semua orang membicarakan masakanku. Pejabat, artis, pengusaha datang makan ke restoran ku. Reservasi harus booking seminggu sebelumnya.
Omset sebulan pertama: 500 juta! Untung bersih 200 juta!
Aku yang dulu janda miskin diusir hujan-hujanan kini menjadi jutawan! Aku bisa beli mobil baru, beli emas, dan buka cabang kedua!
Rizal yang hidup menggelandang dan tidur di masjid melihat berita viral restoranku di koran bekas yang dia baca.
"Restoran Una Bahagia milik mantan istriku... Una sudah jadi jutawan sekarang..." kata Rizal dengan air mata sambil memegang koran bekas.
Rizal berjalan kaki 10 km dari masjid ke restoranku dengan baju sobek dan sandal jepit putus. Dia ingin bertemu aku dan minta maaf serta minta pekerjaan.
Saat sampai di depan restoran mewah ku yang antriannya panjang, Rizal minder dan tidak berani masuk. Satpam restoran mengusirnya.
"Pak, jangan ngemis di sini pak, ini restoran mahal, bukan tempat ngemis," kata satpam.
"Aku bukan pengemis, aku... aku mantan suami Bu Una pemilik restoran ini..." kata Rizal pelan.
Satpam tertawa, "Hah? Mantan suami Bu Una? Bu Una suaminya Pak Arya pengacara terkenal itu pak, bukan bapak gembel begini. Sana pergi!"
Rizal hanya bisa duduk di trotoar depan restoran sambil menangis melihat kesuksesan mantan istrinya yang dulu dia sia-siakan.
Di dalam restoran, aku melihat dari CCTV ada laki-laki mirip Rizal duduk di depan. Aku kaget.
"Kak Arya, itu kayak Rizal ya di depan?" tanyaku.
Arya melihat CCTV dan mengangguk, "Iya itu Rizal. Mau saya usir?"
Aku terdiam. Haruskah aku menemui mantan suamiku yang kini jadi gembel di depan restoran mewah ku? Atau haruskah aku biarkan dia merasakan karma karena dulu mengusirku hujan-hujanan di malam yang sangat dingin dan menyakitkan hati sekali?