NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Kontrak Naga Hitam 2

Aeron sampai harus mundur beberapa langkah.

"Apa yang terjadi?!" Tanya Aeron terkejut.

Cahaya hitam dan putih menyelimuti Isabella. Rambutnya berkibar tertiup energi sihir. Lingkaran kontrak perlahan menghilang. Kontrak mereka telah selesai terjalin, kini Naga hitam itu resmi menjadi hewan kontrak Isabella. Isabella menatap tanda kontrak yang muncul di punggung tangannya.

"Jadi, sekarang kau benar-benar menjadi hewan kontrakku?" Tanya Isabella, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Naga legendaris yang banyak di incar oleh banyak penyihir kini resmi menjadi hewan kontraknya.

"Benar."

Naga itu mengangguk.

"Namun, ada satu hal lagi yang harus kau ketahui." Tambah Sang naga.

"Apa?"

"Aku bisa mengubah wujudku." Kata Naga itu dengan angkuh.

Isabella menatapnya dengan tatapan mencibir, tapi dia tetap merasa penasaran.

"Mengubah wujud?"

"Ya, jika aku terus berjalan bersamamu dalam wujud naga, tentu akan sulit bagimu untuk bepergian." Naga hitam itu kemudian tersenyum tipis.

"Aku bisa berubah menjadi hewan lain." Lanjut Naga itu dengan senyum tipis, nada suaranya penuh kesombongan.

"Buktikan." Isabella mendengus pelan, dia muak dengan kesombongan Naga hitam di depannya ini. Dia terlalu percaya diri, sampai rasanya Isabella ingin membekukannya dan menjadikannya patung Naga es.

"Perhatikan."

Tubuh besar naga itu tiba-tiba diselimuti cahaya hitam. Isabella mundur satu langkah, matanya terus mengamati Naga itu. Lalu tiba-tiba tubuh Naga itu mulai mengecil. Sayapnya menghilang, cakarnya berubah menjadi kaki, lalu tanduk di kepalanya juga lenyap. Dalam beberapa detik, sosok naga besar yang sebelumnya berdiri di hadapan Isabella sudah tidak ada. Sebagai gantinya, seekor serigala hitam berdiri di tempat tersebut. Bulunya hitam dengan sedikit corak keabu-abuan.

Isabella terdiam, menatap takjub perubahan Naga itu. Lalu Sang Naga yang kini telah menjadi serigala itu, berjalan mendekati Isabella.

"Bagaimana?" Tanya Naga itu sambil memicingkan matanya. Isabella menatapnya dari atas sampai bawah.

"Jadi kau bisa berubah menjadi serigala?" Tanya Isabella takjub.

"Bukan hanya serigala." Kata Sang Naga.

Lalu Naga hitam itu kembali diselimuti cahaya. Dalam sekejap, wujudnya berubah menjadi seekor kucing hitam kecil. Melihat kucing hitam di hadapannya, Isabella langsung membelalakkan matanya.

"Kucing?" Tanya Isabella shock, dia lalu membelai kepala kucing itu. Hingga kucing hitam itu mengeong.

"Ya."

Isabella tidak bisa menahan tawanya. Sang Naga yang tadi terlihat gagah dan garang, kini berubah menjadi kucing kecil yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan.

"Kenapa kau tertawa?" Tanya Naga itu, merasa harga dirinya terluka karena di tertawai oleh Isabella.

"Maaf." Kata Isabella sambil mencoba menahan tawanya.

"Kau tau, kau sangat lucu dalam wujud ini." Lanjut Isabella sambil menghapus air mata di sudut matanya. Kucing hitam itu terlihat kesal, dia menatap Isabella tajam tapi dimata Isabella justru terlihat sangat lucu.

"Aku bisa memilih wujud apa pun yang kuinginkan." Kata Naga hitam itu sambil mempoutkan bibirnya, lalu membuang muka. Dia terlihat sangat kesal, bisa-bisanya isabella menertawakan dirinya. Apa Isabella tidak tau, jika mengubah wujud seperti ini termasuk sihir kelas atas dan tidak banyak penyihir yang bisa melakukannya. Bahkan hewan mistis seperti mereka, hanya sedikit yang bisa melakukannya.

"Oh?"

Isabella kemudian mengulurkan tangannya dan mengangkat kucing itu.

"Kalau begitu, mulai sekarang kau ikut denganku dalam wujud ini."

Kucing hitam itu menatap Isabella kesal.

"Sebagai kucing?" Tanya Naga itu sambil mendengus.

"Ya."

"Kenapa?" Tanyanya, perasaan kesal masih mengganjal di dada Naga itu.

"Karena lebih mudah dibawa." Jawab Isabella santai.

Naga hitam itu terdiam. Untuk beberapa saat, ia hanya menatap Isabella.

"Baiklah." Ucap Sang Naga.

Isabella tersenyum.

"Kalau begitu, ayo kita pergi."

Kucing hitam itu melompat ke bahu Isabella. Namun, sebelum mereka berjalan, Isabella tiba-tiba berhenti.

"Tunggu."

"Apa?" Naga itu menatap Isabella dengan tatapan bingung

"Apa kau memiliki nama?." Tanya Isabella, karena tidak mungkin dia terus memanggil naga itu dengan panggilan Naga hitam kan. Naga hitam itu terdiam beberapa saat, dia baru ingat selama hidupnya dia belum memiliki nama. Ini semua salah ibunya, dia lupa memberikannya nama.

Isabella lalu tersenyum tipis.

"Aku tidak mungkin terus memanggilmu naga hitam kan."

Tatapan Naga hitam itu berubah penasaran.

"Nama?"

"Ya."

"Aku belum memilikinya." Jawab naga itu.

"Apa kau mau, aku memberikanmu nama?" Tanya Isabella.

"Tentu saja aku tidak keberatan." Jawab Naga itu sumringah. Isabella mulai berpikir sejenak, nama apa kira-kira yang cocok untuk naga hitam di hadapannya ini. Sementara itu, naga hitam yang kini berwujud sebagai kucing tersebut hanya duduk tenang di bahunya. Ia tidak menyangka bahwa hari ini bukan hanya mendapatkan seorang tuan baru. Ia juga mungkin akan mendapatkan sebuah nama baru. Isabella terus berjalan sambil memikirkan nama untuk naga hitam yang kini berubah menjadi seekor kucing kecil. Kucing hitam itu duduk tenang di atas bahunya. Sesekali ekornya bergerak ke kanan dan ke kiri.

"Bagaimana kalau Nero?"

Kucing hitam itu langsung menggeleng, dia tidak menyukai nama itu. Dia terlalu gagah untuk nama itu.

"Kenapa?" Tanya Isabella.

"Aku tidak menyukainya." Jawab Naga itu.

Isabella kembali berpikir lagi, saat melihat warna Naga itu yang berwarna hitam akhirnya dia membuat keputusan akan menamai Naga itu Black saja.

"Black?"

Naga itu kembali menggeleng, apa Isabella tidak bisa memikirkan nama yang lebih keren untuknya. pikir naga itu.

"Itu bahkan bukan nama yang bagus." Dengus naga itu.

Isabella tertawa kecil.

"Baiklah, kau terlalu banyak protes."

"Aku naga kuno, tentu saja aku punya standar." Kata Naga itu merasa kesal, karena nama yang Isabella pikirkan tidak ada yang masuk standarnya.

Isabella menatapnya.

"Padahal sekarang kau terlihat seperti kucing."

Naga hitam itu langsung memalingkan wajahnya.

"Aku tetap naga." Ucapnya kesal.

"Baiklah, baiklah."

Isabella kembali berpikir. Beberapa saat kemudian, matanya tertuju pada langit yang mulai berubah warna. Matahari perlahan tenggelam di balik pepohonan. Cahaya jingga menyinari wajahnya. Isabella tersenyum.

"Bagaimana kalau Kael?"

Kucing hitam itu menoleh.

"Kael?"

"Ya, sepertinya nama itu cocok untuk mu."

Naga hitam tersebut terdiam cukup lama.

Kemudian ia mengangguk, dia menyukai nama barunya itu. Itu nama terbaik dari semua nama yang sebelumnya Isabella pikirkan.

"Aku menyukainya." Kata Kael sambil mengangguk.

"Kalau begitu, mulai sekarang namamu Kael."

Sebuah cahaya hitam tipis muncul di tubuh kucing tersebut. Tanda kontrak di tangan Isabella kembali bersinar. Kael merasakan sesuatu yang berbeda.

Seolah-olah nama yang baru saja diberikan Isabella telah memperkuat hubungan kontrak mereka.

"Manusia."

"Berhenti memanggilku manusia, naga jelek." Kata Isabella mendengus.

"Baiklah Isabella."

"Hm?"

"Terima kasih."

Isabella sedikit terkejut, Ia tidak menyangka naga itu akan berterima kasih hanya karena sebuah nama.

"Untuk apa?"

"Sudah memberiku nama."

Isabella tersenyum.

"Jangan terlalu memikirkannya, mulai sekarang kau adalah bagian dari keluargaku."

Kael menatapnya, selama ini tidak pernah ada yang menganggapnya keluarga. Dia bahkan tidak memiliki satupun teman, biasanya makhluk seperti mereka hanya di jadikan alat bagi para manusia dan tidak pernah di jadikan sebagai keluarga ataupun sesuatu yang berharga.

"Keluarga ya?"

"Ya."

Isabella berhenti berjalan dan melihat ke depan.

"Aku, Aeron dan kau. Kita akan berjuang bersama."

Kael terdiam, selama hidupnya yang panjang ia tidak pernah mengira akan terikat dengan manusia. Apalagi manusia yang justru memperlakukannya seperti seorang keluarga, bukan sekadar hewan kontrak.

"Aku mengerti."

Kael kemudian melompat turun dari bahu Isabella.

Tubuh kecilnya kembali diselimuti cahaya, dalam sekejap seekor naga hitam kecil muncul di hadapan Isabella. Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan wujud aslinya, Isabella menatapnya dengan penasaran.

"Kau bisa mengatur ukuran tubuhmu juga?"

"Tentu."

Kael mengepakkan sayap kecilnya.

"Aku tidak mungkin selalu menggunakan wujud sebesar tubuh asliku."

Isabella mengangguk.

"Itu akan memudahkan perjalanan kita."

Tiba-tiba Aeron muncul dari balik pepohonan.

Ia melihat Isabella, lalu melihat naga hitam kecil di sampingnya.

"Kalian jangan lupakan aku." Ujar Aeron.

Isabella tersenyum.

"Bagaimana mungkin kami melupakanmu, Aeron."

Aeron menatap Kael, dia tidak menyangka jika Naga angkuh ini akan mengikat kontrak dengan manusia.

Kael juga menatap Aeron, kedua makhluk berbeda spesies itu saling memandang beberapa saat.

"Kau."

"Aku."

Aeron menyipitkan mata.

"Aku tidak menyangka kau akan mengikat kontrak dengan manusia."

"Aku juga tidak menyangka." Jawab Kael.

"Lalu, kenapa tiba-tiba kau memutuskan untuk membuat kontrak dengan nona Isabella?" Tanya Aeron.

Kael menjawab tenang.

"Aku sudah melihat kekuatannya, aku yakin keputusanku benar."

Aeron tersenyum tipis.

"Kalau begitu, selamat datang."

Kael mendengus kecil.

"Jangan menganggap aku bawahanmu."

"Aku tidak pernah mengatakan itu."

Isabella hanya menghela napas melihat teman barunya tersebut.

"Kalian berdua jangan bertengkar."

Keduanya langsung diam, Isabella kemudian berjalan kembali.

"Ayo kita lanjutkan perjalanannya, aku harus sampai ke kota sebelum matahari terbenam."

Bersambung

1
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
Murni Dewita
yaelah dikit amat thor
kiu kiu
lanjut thor
kiu kiu
kedua mahkluk mitos semakin tunduk pada isabella.bagus dong isa.bela semakin tk terkalahkan...
kiu kiu
good job...isabella harus sering mengasah kemampuannya.agar bisa menjatuhkan raja yg telah menyingkirkannya...kasihan sekali isabella dan ank anknya.mungkinkah ada akhir bahagia utk mereka ...lanjutkan thor..💪💪💪
Mio
lanjut terus thor
kiu kiu
lanjut thor...
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Murni Dewita
double up thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!