NovelToon NovelToon
Dewa Kuno Terakhir

Dewa Kuno Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: elz.

Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 : Serangan Jiwa Shen Yan

Bab 17 : Serangan Jiwa Shen Yan

_________

Kunjungan tak biasa Leluhur Wu Chen semalam membuat Shen Yan berpikir. Itu adalah sesuatu yang aneh menurutnya. Dalam benaknya keberadaan sekuat itu tidak mungkin datang menemui seorang anak Pembangunan Fondasi tanpa ada tujuan yang jelas. Ia masih merahasiakannya dari siapapun bahkan kepada Tetua Ming Yue.

"Bagaimana persiapan mu , Yan'er?"

Ming Yue menepuk bahu Shen Yan yang sedang melamun. Shen Yan terkejut lalu mengatakan bahwa semua sudah di siapkan. Mereka lalu pergi ke Arena Naga bersama sama menggunakan kendaraan terbang milik Tetua Ming Yue.

Stadion Arena Naga kini telah di padati lautan manusia , semua orang yang datang bukan hanya dari kalangan murid , bahkan keluarga keluarga besar ikut meramaikan atmosfer Arena Naga.

Suara genderang telah menggema , saat ini hanya tersisa 4 peserta yang bertahan , yaitu:

- Sun Haoran dari Puncak Pedang

- Ye Chen dari Puncak Pedang

- Shen Yan dari Puncak Meditasi

- Zhen Ling dari Puncak Formasi

Semua Tetua berdiri memberi tepuk tangan kepada mereka , termasuk satu orang tua yang berada di tengah tengah para tetua. itu adalah Leluhur Wu Chen.

"Dia juga datang!" batin Shen Yan.

Leluhur Wu Chen secara pribadi mengangguk kepada Shen Yan dan tersenyum. Itu membuat Shen Yan salah tingkah , namun tak seorangpun menyadarinya. Setelah itu keempat murid yang tersisa mengambil nomor undian di meja panjang.

"Nomor 1!" gumam Shen Yan.

Masing masing peserta saling tatap , saling menebak lawan yang akan di hadapi. Pemimpin pertandingan mengambil alih dan mengumumkan pertandingan pertama babak semi final.

"Shen Yan dari Puncak Meditasi melawan Ye Chen dari Puncak Pedang!"

Tatapan Sun Haoran sangat dingin ketika melewati tubuh Shen Yan , ia beranjak turun dari panggung Arena Naga menunggu gilirannya.

"Habisi dia!" bisik Sun Haoran kepada Ye Chen.

"Dung Dung Dung Dung Dung"

Ye chen mengambil inisiatif terlebih dulu dengan menyerang Shen Yan yang sedang bersiap. Serangan pembuka itu membuat penonton bersorak , Ye Chen memang di unggulkan bisa memenangkan pertarungan ini.

"Kau lumayan cepat!" ucap Ye Chen.

Ia mencabut pedangnya , lalu mengeluarkan serangan gabungan dari segala arah. Shen Yan yang tahu kemana arah serangan Ye Chen , dengan mudah memblokir semua serangannya.

"Malam Hitam Tanpa Bayangan!"

Dalam sekejap Arena Naga menjadi gelap gulita , itu adalah teknik domain pedang Ye Chen yang telah mengalahkan para peserta sebelumnya. Ia langsung menggunakannya berniat mengakhiri pertempuran ini dengan cepat. Di dalam domain itu , kecepatan Ye Chen tak terlihat mata biasa. Namun saat ini yang melawannya bukanlah murid biasa , ia tak sadar bahwa mata Shen Yan mampu melihat segalanya.

"Traang Ting Ting!"

Suara adu pedang di dalam domain menyebabkan percikan percikan api yang indah. Itu seperti kembang api di kegelapan malam.

"Bagaimana ia bisa melihat serangan Ye Chen!" gumam Sun Haoran di pinggir Arena Naga.

Semua orang juga sangat terkejut dengan penampilan Shen Yan , dengan ikat penutup mata mampu mengimbangi Ye Chen dalam domain kegelapan miliknya. Padahal orang normal saja dapat di kalahkan dengan mudah di bawah kendali domain kegelapan Ye Chen.

"Kurang ajar! Kau! Bagaimana bisa!" teriak Ye Chen sedikit putus asa.

Di luar domain , orang hanya bisa melihat tirai hitam pekat yang menutupi pertarungan di dalamnya. Bahkan para Tetua hanya bisa merasakan pertarungan itu dengan kesadaran spiritual mereka.

"Teknik Mata Dewa : Serangan Jiwa!" gumam Shen Yan.

Shen Yan membuka penutup matanya , menampilkan satu mata dewanya dengan cepat , menciptakan sebuah serangan cepat , tepat dan hanya meninggalkan sisa cahaya samar lurus.

"Arrrrgh!"

Suara erangan Ye Chen terdengar singkat , sedetik kemudian terdengar suara tubuh yang terjatuh di lantai hitam Arena Naga. Kendali domain kegelapan nya terputus , menyebabkan perlahan tirai hitam berangsur menyebar lalu hilang.

"Apa yang terjadi!" teriak semua orang.

"Apa kau melihatnya , Tetua Jian?" tanya Tetua Jin Wanshang.

Tetua Jian menyipitkan matanya melihat kejanggalan itu , ia tidak bisa berkomentar dan hanya menatap Shen Yan dengan cukup serius. Tubuh Ye Chen terbaring kaku di atas panggung Arena Naga dengan mata terbuka. Para Tetua segera turun , dan tahu jika Ye Chen terkena serangan jiwa yang sangat fatal. Beberapa Tetua menatap tajam ke arah Shen Yan dengan tatapan curiga. Tubuh Ye Chen akhirnya di tandu keluar dari Arena Naga untuk mendapatkan perawatan intensif.

"Pemenangnya ! Shen Yan dari Puncak Meditasi!"

Kali ini tepuk tangan yang biasa bergemuruh berubah menjadi moment bingung yang hening. Semua orang bertanya tanya bagaimana mungkin kultivator pedang yang sangat terampil dan cepat bisa dengan mudah berakhir tidur di atas panggung. Baru saat Leluhur Wu Chen berdiri dan bertepuk tangan , semua orang akhirnya ikut bersorak menggema.

Shen Yan turun dari panggung Arena Naga melewati Sun Haoran yang menatapnya tajam.

"Aku akan membunuhmu setelah ini!" bisik Sun Haoran kepada Shen Yan.

Sementara itu di panggung batu bagian barat tempat keluarga besar menonton , gadis muda sedang menyaksikan pertandingan Shen Yan dengan tubuh penuh perban putih.

"Bocah itu! Bagaimana bisa dia melakukannya!" gumam gadis penuh perban yang ternyata Gu Xiyao.

"Apa kau mengenalnya , yao'er?" ucap wanita di sampingnya.

"Ya , aku sangat mengenalnya! Aku sering bertengkar dengannya! Tapi aku tak menyangka dia sekuat ini!" ujar Gu Xiyao.

"Kau lebih baik berteman dengannya! Di masa depan mungkin dia akan menjadi orang besar! Meskipun memiliki kekurangan pada matanya!" terang orang tua Gu Xiyao.

Gu Xiyao terdiam , lalu menatapnya Shen Yan lama.

________

"Pertandingan selanjutnya! Sun Haoran dari Puncak Pedang melawan Zhen Ling dari Puncak Formasi!"

Pertandingan Sun Haoran pun berlangsung seru , itu karena gadis bernama Zhen Ling merupakan jenius ahli formasi yang sudah terkenal susah di kalahkan. Berkali kali Sun Haoran mengeluarkan teknik pedang miliknya , namun Zhen Ling selalu bisa memblokirnya dengan tepat.

"Kau! Gadis sialan!" teriak Sun Haoran.

Ia mulai melancarkan teknik teknik pedang yang kejam kepada Zhen Ling hingga membuat beberapa Tetua merasa bahwa Sun Haoran terlalu berlebihan.

"Jiu Yang Hui Jie!"

Teknik 9 matahari menjadi abu milik Sun Haoran ini akhirnya mampu menembus teknik Formasi Penangkap Naga milik Zhen Ling. Tubuh gadis itu terlempar menabrak dinding dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Semua orang yang melihatnya merasakan sakit yang sama.

"Tian Zhen!" ucap Zhen Ling pelan.

Ternyata sebelum tubuhnya runtuh , Zhen Ling sempat membuat formasi pengunci jiwa. Telapak tangan lembutnya menghantam lantai dan tercipta oktagram yang hampir mengunci tubuh Sun Haoran jika ia tidak cepat melesat menghindar.

"Gadis sialan! Hampir saja!" ucap Sun Haoran dengan nafas terengah-engah.

Dengan demikian pemenangnya sudah terlihat , gadis pantang menyerah itu telah roboh tak bergerak. Sedangkan Sun Haoran masih berdiri di atas panggung Arena Naga.

"Pemenangnya! Sun Haoran dari Puncak Pedang!" ucap pemimpin pertandingan.

________

1
Chen Xin
jangan sampai berhenti,lanjut trus ya thor🔥
elz.: siap kak , terimakasih
total 2 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus Thor 😎
elz.: terima kasih kak
total 1 replies
elz.
Semoga kalian suka 😊
Chen Xin
Pendukung setia 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!