NovelToon NovelToon
When The Extra Writes The Rules

When The Extra Writes The Rules

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Skyline Scribe

When the Extra Writes the Rules/ Ketika karakter tambahan menulis aturan.

Kisah seorang pekerja kantoran modern Kirana yang masuk ke tubuh Evelyn Rosenberg, karakter figuran kaya raya namun berpenyakit kronis dalam novel fantasi favoritnya.

Karena tahu takdir karakter pendukung dan dunia novel tersebut akan berujung bad ending, Evelyn bertekad mengubah alur dengan memanfaatkan pengetahuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Skyline Scribe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 : Langkah Ringan di Atas Kerikil

Denting genta kuno di atas menara gerbang Kediaman Rosenberg berdenting nyaring tiga kali, memecah keheningan sore yang dingin di wilayah Selatan.

Sebuah kereta kuda berukir lambang keluarga Obsidian, dikawal oleh delapan ksatria zirah hitam, perlahan memasuki halaman utama.

Di balik jendela kaca kereta, Evelyn menyandarkan dahinya pelan. Binar mata ungunya menatap deretan pepohonan pinus tua yang berjejer rapi di pelataran rumahnya.

Ada rasa lega yang luar biasa hangat membuncah di dalam dadanya. Setelah bertaruh nyawa menembus badai es, menahan siksaan pembekuan mana, hingga berhadapan dengan ujung pedang Cassian di tanah perbatasan, akhirnya ia kembali ke tempat ini.

Evelyn mengusap dadanya pelan. Napasnya kini mengalir begitu lancar.

Efek ekstrak Bunga Frost-Blooded Amaryllis yang ia konsumsi secara teratur selama seminggu terakhir di Obsidian Keep benar-benar bekerja bagaikan keajaiban.

Pintu kereta terdorong terbuka dari luar.

Seorang ksatria zirah hitam membungkuk, mengulurkan tangannya. "Kita sudah sampai di kediaman utama, Nona Evelyn."

Evelyn menyunggingkan senyum tipis, melangkah keluar dari dalam kereta.

"Evelyn?!"

Sebuah teriakan yang dipenuhi guncangan emosi melengking dari arah teras utama kediaman!

Duchess Eleanor dan Duke Richard von Rosenberg.

"Astaga... Evelyn! Anakku!" jerit Eleanor dengan suara parau yang pecah oleh tangis.

Wanita itu langsung merengkuh tubuh Evelyn ke dalam pelukannya yang begitu erat.

"Kamu... kamu beneran kembali hidup-hidup?!" bisik Eleanor seraya melepaskan pelukannya, kedua tangannya yang bergetar menangkup pipi Evelyn.

Mata sang Duchess membelalak lebar, mengamati wajah putrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Wajahmu... rona merah di pipimu ini... bagaimana mungkin?!"

Duke Richard berhenti tepat di samping istrinya.

"Evelyn..." suara bariton Richard bergetar rendah. "Surat dari Lord Cassian tiga hari lalu... beliau bilang kamu sudah berhasil memulihkan alur manamu. Tapi Papa... Papa benar-benar tidak percaya sebelum melihatmu dengan mata Papa sendiri."

Evelyn tertawa pelan, lalu memeluk papanya dengan penuh rasa sayang.

"Evelyn kembali, Papa, Ibu..." bisik Evelyn halus.

Richard mengusap rambut putrinya dengan napas lega. Segala beban penderitaan yang membayangi keluarga Rosenberg selama bertahun-tahun akibat penyakit Evelyn seakan luruh di sore yang tenang ini.

"Mana bocah nekat itu?!"

Sebuah suara nyaring dan ketus memotong keharuan di pelataran!

Dari balik pintu utama, muncul sosok pemuda tinggi ramping dengan setelan jas perak bertatahkan lambang Perusahaan Asteria.

Rambut peraknya yang agak sedikit berantakan bergoyang seiring langkah kakinya yang terburu-buru menuruni tangga.

Julian von Rosenberg—kakak laki-laki Evelyn yang kini menjabat direktur operasional Asteria.

Julian berhenti tiga langkah di depan Evelyn. Pria muda itu menyilangkan kedua tangannya di dada.

"Kamu beneran gila ya, Evelyn?!" Matanya sedikit berkaca-kaca.

“Syukurlah, kamu telah pulang ke rumah, kalau sehari aja kamu telat, aku bakal susul kamu ke sana.”

Evelyn memiringkan kepalanya sedikit, memamerkan senyuman miring yang begitu manis sekaligus mengejek.

"Ada apa dengan mood Kakakku yang tampan ini?" goda Evelyn riang, melangkah maju seraya menepuk-nepuk dada Julian. "Aku bawa kabar gembira, jangan cemberut dong.”

“Evelyn, selama seminggu ini aku susah tidur tahu, mikirin kamu kena badai nggak, Cassian kurang ngajar nggak, gimana kalo kamu pingsan lagi disana...” belum sempat Julian menyelesaikan kalimatnya.

Cup

Kecupan singkat mendarat di pipi Julian.

“Maaf, Kak,” Evelyn mengulum senyum.

“Janji itu untuk yang terakhir kalinya,” ucapnya lagi.

“Senyum dong, tebak aku bawa apa?” Evelyn mencubit kedua pipi Julian.

“Auwpa?” tanya Julian pipinya masih ditarik Evelyn.

Evelyn mengepalkan tangannya didepan dada.

“... aku pulang bawa dokumen kesepakatan aliansi dengan Pasukan Zirah Hitam dan hak monopoli kristal Luminite untuk lima belas tahun ke depan."

Julian tersentak. Alisnya terangkat. "Dokumen aliansi...? Cassian von Obsidian beneran mau menandatanganinya tanpa mengubah draf awal?!"

Evelyn merogoh saku jubah bagian dalam, menarik keluar sebuah gulungan perkamen berstempel lilin merah dengan ukiran kepala serigala hitam—lambang resmi penguasa Obsidian Keep.

Evelyn memutar perkamen itu di jemarinya, lalu melemparkannya santai ke dada Julian.

Julian dengan cepat menangkapnya, membuka segelnya dengan jemari yang gemetar.

Saat mata pria muda itu membaca baris demi baris keputusan politik dan angka bagi hasil yang tertera di sana... mulutnya seketika menganga lebar!

"Ini... ini mustahil!" seru Julian terperanjat, matanya membelalak tak percaya. "Bagi hasil deviden lima puluh lima persen untuk Asteria?! Cassian bahkan menyetujui pembebasan pajak lintas wilayah untuk seluruh kereta logistik kita?!"

Duke Richard dan Duchess Eleanor ikut mendekat, memperhatikan kertas di tangan putra mereka dengan raut wajah yang sama terkejutnya.

"Pria yang dikenal sebagai pria paling dingin dan tidak tersentuh di kerajaan ini," gumam Richard terpesona. "Bahkan delegasi resmi dari Istana minggu lalu diusir mentah-mentah saat mencoba menawar pasokan tambang mereka. Bagaimana kamu bisa membuat monster itu tunduk pada penawaranmu, Evelyn?"

Evelyn menyunggingkan senyum misterius.

"Monster dari Utara itu tidak sengeri yang dibayangkan orang-orang di ibu kota, Ayah," sahut Evelyn santai, mengingat kembali momen saat Cassian menyalurkan energi.

"Beliau hanya pria kaku yang sangat memikirkan keselamatan rakyatnya. Dan saat kita menyodorkan solusi yang tepat di hadapannya... beliau bakal jadi sekutu paling setia yang tidak akan pernah mengkhianati kita."

Julian menatap adiknya dengan pandangan takjub, heran, dan kagum yang luar biasa terpancar dari matanya.

"Kamu... kamu benar-benar luar biasa, Evelyn," bisik Julian.

"Ini baru permulaan, Kak Julian," tegas Evelyn. "Pangeran Pertama dan fraksi Istana pasti sudah mendengar kabar keberhasilan perjalanan kita ke Utara. Mereka tidak akan tinggal diam melihat Asteria dan Obsidian bersatu."

Evelyn memutar badannya, menatap ke arah gerbang utama tempat delapan ksatria zirah hitam milik Cassian sedang berbaris mengawasi area sekitar.

"Ayo masuk dulu," sela Eleanor lembut seraya merangkul lengan Evelyn. "Ibu sudah menyuruh pelayan memasak sup daging hangat dan teh kesukaanmu. Kamu harus mengisi tenagamu kembali. Jangan memikirkan apa yang belum terjadi."

"Terima kasih, Ibu," sahut Evelyn manis.

Saat Evelyn melangkah masuk ke dalam rumahnya, seorang pelayan pribadi berlari mendekat seraya membawa sebuah nampan kecil.

"Nona Evelyn!" panggil pelayan itu dengan napas agak memburu. "Beberapa menit sebelum kereta Anda tiba, kurir burung elang dari Utara baru saja menyampaikan surat rahasia ini khusus untuk Anda!"

Evelyn menghentikan langkahnya, ia mengambil surat itu. Sudut bibirnya terangkat tipis saat mengenali tulisan tangan yang kaku itu.

Surat dari Cassian.

Evelyn perlahan membuka lipatan pita hitam itu, lalu membaca kalimat di dalamnya:

> "Pastikan kamu mengonsumsi ekstrak Bunga Amaryllis tahap kedua tepat waktu sore ini, Evelyn. Jangan memaksakan dirimu bekerja terlalu keras di hari pertama kepulanganmu. Ingat... penasihat rahasia saya tidak boleh sakit lagi sebelum kita menaklukkan pergerakan Pangeran Pertama di dewan kerajaan minggu depan."

> C.v.O

>

Evelyn mendesah pelan seraya tertawa renyah dalam hatinya.

Pria kaku itu... beneran perhatian banget, kekeh Kirana.

Evelyn melipat kembali surat itu, lalu menyimpannya di dalam saku jubahnya.

1
Fazira
Cassian 😍😍
Fazira
padahal Rosalia di dunia novel ini protagonis, kenapa sifatnya jadi kaya antagonis gini yaa/Doubt/
Fazira
udah Rosalia 🤭
Fazira
Evelyn Evelyn pinter akting yaa🤣🤣
Fazira
Wah Duke Utara 😍
Fazira
Evelyn Evelyn udah badan penyakitan kenapa akting sakit 🤭
Fazira
kehidupan novel dalam novel ya😄
Fazira
wow transmigrasi kak👍
semangat nulisnya 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!