NovelToon NovelToon
OBSESI Karina

OBSESI Karina

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pencari Cerita

Sejak kecil Karina terbiasa melihat ibunya bekerja keras ditambah lagi setelah sang Ayah memilih pergi dengan wanita lain, oleh karena itu, Karina berjanji pada dirinya sendiri dimana dia ingin bebas dari kemiskinan, Sampai suatu hari, Karina bertemu dengan Adrian Mahardika pemuda Tampan. Berpendidikan. Pewaris keluarga konglomerat yang memiliki segalanya. Bagi Karina, Adrian bukan sekadar lelaki. Ia adalah jalan keluar dari kehidupan yang selama ini ia inginkan, yaitu kemewahan. Sejak saat itu, Adrian menjadi obsesinya. Akankah Karina mampu memenangkan Obsesinya atau malah membuat Hidupnya hancur dengan Obsesinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pencari Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Pagi itu, suasana di kantor Mahardika Group terlihat lebih sibuk dari biasanya, Sejak produk terbaru mereka berhasil mencuri perhatian pasar, hampir setiap hari ada kabar mengenai peningkatan penjualan. Beberapa toko bahkan harus menunggu kiriman stok baru karena persediaan sebelumnya habis dalam waktu singkat. Adrian berdiri di depan layar besar ruang rapat, memperhatikan grafik penjualan yang terus menanjak. Namun, pikirannya tidak sepenuhnya tertuju pada grafik di hadapannya.

Sesekali wajah Karina muncul dalam ingatannya.

Ia masih teringat malam ketika Karina pergi meninggalkan pesta, dan kini setelah melihat keberhasilan produk tersebut, Adrian semakin menyadari bahwa keputusan menjadikan Karina sebagai wajah produk bukanlah sebuah kesalahan.

Seketika ponsel Tomy bergetar, ia masih menunggu jawaban Adrian untuk memanggil Karina kembali, karna keinginan bagian pemasaran yang ingin menampillkan nya sebagai best produk.

“Bagaimana pak Adrian, kita butuh Karina kembali."

Suara Tomy membuyarkan lamunannya, namun pria itu masih tetap pada pendiriannya, ia masih menahan rasa malu nya pada Karina, dan ia tidak sadar bahwa semakin ditunda, dirinya malah akan kehilangan Karina, karna mungkin beberapa kantor pemasaran terpaksa mencari sendiri dimana Karina.

Berbeda dengan Adrian dan Tomy, pagi ini Karina bersama ibunya sedang mencari rumah baru untuk mereka tempati, setelah ia melunasi semua sisa uang sewa rumah, kini ia semakin yakin jalan nya semakin terbuka, beberapa lokasi rumah telah ia datangi dan terpilih lah sebuah rumah kecil minimalis yang tidak terlalu ramai namun masih bisa digunakan untuk membuka warung kecil - kecilan untuk mereka mencari rejeki.

Satu minggu kemudian Karina telah menempati rumah baru nya dibantu Dimas dan keluarganya, mereka sangat bahagia akhirnya Karina setidaknya tidak harus membayar uang sewa tiap bulan nya, beberapa tetangga pun sempat menanyakan pekerjaan Karina, namun ada saja yang tidak percaya. Karina tidak memperdulikan nya dan tetap terus berjalan menuju mimpi nya. Rumah yang ditempatinya adalah hasil dari mimpinya, Dimas yang masih menantinya masih mengharapkan Karina mau menikah dengan nya, namun sekali lagi dimas masih mendapat penolakan dari Karina, dan Dimas masih sabar menantinya, ditengah tengah kesibikan Karina dalam menempati rumah barunya, tanpa di sadari, sebuah mobil hitam selalu memperhatikan dan mengikuti mereka sejak pertama kali karina memilih rumah itu sebagai tempat tinggalnya.

sementara itu, kini Tomy berusaha membuat Karina kembali ke Mahardika group dan keputusan Adrian membuat sesuatu yang diharapkan Karina bisa semakin dekat, setelah Tomy meminta karina beberapa kali melalui ponselnya, akhirnya karina memberanikan diri untuk datang kembali ke Kantor mahardika group bertemu langsung dengan Adrian, pertemuan pertama setelah terakhir kali Adrian datang dirumah lama karina, didalam ruangan kantor Adrian, karina berdiri

"Terima kasih Karina telah kembali ke Mahardika group, aku harap kamu bisa membawa warna baru bagi produk yang kami luncurkan." kata Adrian dengan nada yang dingin

"Aku juga berterima kasih karna pak Adrian sudah memberikan gaji yang sangat besar buat ku."

"Itu sudah sepantasnya kamu dapatkan, produk uang memgusung foto mu, dapat diterima oleh masyarakat, dan uang itu sebagai royalti yang memang seharusnya."

Karina terdiam, sebenarnya dia masih tidak paham dengan pembagian royalti, namun berapapun itu yang penting sekarang dirinya telah mampu memberikan sedikit kebahagiaan buat sang ibu.

"Tomy...kau atau jadwalnya hari ini, dan ingat jangan sampai terlalu padat." kata Adrian

"Baik pak Adrian."

Karina baru saja keluar dari ruang Adrian ketika Tomy menghampirinya sambil membawa beberapa lembar dokumen.

“Karina, ini jadwalmu untuk beberapa hari ke depan.”

Karina menerima dokumen tersebut dan membacanya satu per satu.

“Pemotretan katalog, wawancara, promosi produk, lalu pemotretan untuk kampanye baru?” tanyanya memastikan.

Tomy mengangguk.

“Benar. Sepertinya setelah produk sebelumnya sukses, bagian pemasaran ingin memanfaatkan momentum ini.”

Karina menghela napas.

Ia tidak menyangka kehidupannya akan berubah secepat ini. Dulu, ia hanya memikirkan bagaimana mendapatkan uang untuk membantu ibunya.

Sekarang, wajahnya terpampang di berbagai tempat.

Namun, Karina tidak ingin kesuksesan itu membuatnya lupa diri.

“Aku hanya ingin bekerja dengan baik, pak Tomy.”

Namun, dari kejauhan, seseorang memperhatikan mereka, Katrin baru saja memasuki lobi Mahardika Group, tatapannya langsung tertuju kepada Karina.

Wajahnya berubah ketika melihat gadis itu tersenyum dan berbicara akrab dengan Tomy.

“Baru kembali sudah terlihat nyaman.”

Katrin menggenggam tasnya erat.

Ia berjalan menuju lift tanpa mengalihkan pandangan.

Dalam pikirannya, satu hal semakin jelas.

Karina harus disingkirkan.

Beberapa menit kemudian, Katrin sudah berada di lantai atas, Ia langsung menuju ruangan Adrian.

“Aku rasa keputusan yang kau ambil terlalu berisiko.”

Adrian menatapnya.

“Kenapa?”

“Karena sekarang Karina sudah terlalu terkenal. Kalau terjadi kesalahan, bukan hanya nama Karina yang akan terkena dampak. Mahardika Group juga bisa terkena masalah.”

“Apa maksudmu?”

“Aku hanya mengkhawatirkan perusahaan.”

Adrian bersandar di kursinya.

“Aku akan mempertimbangkan semua risiko.”

Katrin keluar dari ruangan adrian kemudian menuju tempat dimana karina sedang melakukan brifing untuk sesi pemotretan, sebuah tepukan tangan terdengar dari arah belakang karina, dan ternyata katrin sambil mendekat kepada Karina

"Selamat datang kembali karina, aku harap kau tidak melakukan kesalahan untuk kesekian kalinya."

karina hanya menarik nafas, ia tidak begitu memperdulikan nya, Katrin terus saja bicara sampai adrian datang dihadapan mereka

"Katrin, aku rasa karina sedang banyak pekerjaan, jadi tolong jangan mengganggu nya."sahut Adrian sambil berlalu meninggalkan mereka, tanpa bicara Karina pun mengikuti adrian meninggalkan katrin yang masih terdiam ditempat saat Adrian memilih membela Karina.

Disisi ruang tak jauh dari tempat katrin berdiri tampak akhirnya Pemotretan pun dimulai, katrin masih berdiri disana, beberapa menit kemudian ia pergi, katrin kini menuju sebuah rumah, yang mana dulu mereka sangat dekat, ya ia memilih pergi ke rumah ibu Adrian yang kini telah tinggal terpisah

"Tante....aku benar - benar tidak mengerti sikap Adrian, ia lebih memilih seorang pelayan untuk menjadi model nya."

"Mungkin Adrian sudah memperhitungkan semua nya,katrin."

"Tapi tante kan tau aku sangat menyukai Adrian, aku tidak ingin wanita itu menjadi penghalang."

"Maaf kan tante Katrin, tante tidak bisa membantu mu, kau pasti paham, Adrian sangat membenci tante sekarang."

Katrin datang meminta bantuan pada ibu nya Adrian, namun tidak juga mendapat dukungan, setelah sang ayah juga menolak memberi bantuan untuk menyingkirkan Karina. Ia kini mulai kehilangan arah, tapi katrin tidak akan tinggal diam, dia masih terus berusaha bagaimana cara nya agar Karina bisa jauh dari Adrian. Sementara dirumah yang sama sang suami dari ibu nya adrian saat ini tak lain adalah Ayah nya Karina, ia menyuruh terus mencari informasi tentang karina sejak dirinya mememukan foto karina terpampang pada sebuah produk Mahardika grup, dan mobil hitam yang sejak kemarin memantau Karina adalah suruhan Ayah nya, ia berharap Karina tidak dekat dengan Anak tirinya, dan dia akan berusaha untuk menjauhkan Karina dengan Adrian.

1
najmun_huda
ganba kakak....👍
Pencari Cerita: terima kasih kaka
total 1 replies
Pencari Cerita
mudah mudahan yang baca suka sama cerita aku, jangan lupa kasih masukam.ya🙏, terima kasih
Pencari Cerita
makin kesini makin asik, mampir juga yuuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!