NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Beberapa saat kemudian.

Delvin dan Moly tiba di Rumah Sakit Universitas Jiang.

Keduanya langsung menuju ruang praktik Dokter Xu, dokter yang dua bulan lalu menangani operasi donor ginjal Dylan.

Tok!

Tok!

“Masuk,” terdengar suara dari dalam.

Delvin dan Moly melangkah masuk.

Dokter Xu yang sedang memeriksa berkas pasien mengangkat kepalanya.

“Tuan Jiang, Nyonya. Silakan duduk. Ada yang bisa saya bantu?”

Delvin duduk di hadapan dokter, lalu meletakkan sebuah map di atas meja.

“Aku ingin berkonsultasi mengenai putriku.”

Dokter Xu mengangguk.

“Silakan.”

“Dokter yang merawat Sanny mengatakan fungsi hatinya mengalami gangguan. Jika suatu hari dia membutuhkan transplantasi hati...” Delvin berhenti sejenak. “...apakah Viona Lin dapat menjadi pendonornya?”

Mendengar nama itu, ekspresi Dokter Xu langsung berubah serius.

Ia membuka map yang berisi hasil pemeriksaan Viona sebelum operasi donor ginjal dua bulan lalu.

Beberapa saat kemudian, ia menutup kembali map tersebut.

“Tuan Jiang, pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan mudah.”

“Apa maksudmu?” tanya Moly.

“Dua bulan lalu, Nona Viona sudah mendonorkan satu ginjalnya kepada Tuan Dylan. Itu berarti kondisi tubuhnya berbeda dengan orang yang belum pernah mendonorkan organ.”

“Lalu bagaimana dengan donor hati?” tanya Delvin.

“Donor hati merupakan operasi besar. Walaupun hati memiliki kemampuan untuk beregenerasi, tindakan tersebut tetap memiliki risiko yang tinggi bagi pendonor.”

Dokter Xu menatap Delvin dengan serius.

“Apalagi sekarang Nona Viona hanya memiliki satu ginjal. Jika dipaksa menjalani operasi donor hati, risikonya akan jauh lebih besar dibandingkan pendonor biasa.”

“Artinya masih ada kemungkinan?” tanya Delvin.

“Ada kemungkinan jika seluruh pemeriksaan kesehatannya memenuhi syarat. Namun saya tidak akan menyarankan tindakan itu karena risikonya sangat tinggi bagi keselamatan Nona Viona.”

“Kalau keluarganya menyetujui?” tanya Moly.

Dokter Xu menggeleng.

“Donor organ hanya dapat dilakukan atas persetujuan pendonor sendiri. Selain itu, tim transplantasi juga berhak menolak operasi apabila dinilai membahayakan nyawa pendonor.”

Delvin terdiam beberapa saat.

“Baik. Aku mengerti.”

Setelah Delvin dan Moly meninggalkan ruang praktiknya, Dokter Xu masih duduk diam di kursinya.

Tatapannya tertuju pada berkas pemeriksaan Viona yang masih terbuka di atas meja.

Ia menghela napas pelan.

“Dua bulan lalu dia sudah kehilangan satu ginjal demi menyelamatkan seseorang... sekarang keluarga Jiang ingin memikirkan hal yang sama lagi,” gumam Dokter Xu.

Dokter Xu mengambil ponselnya dan mencari sebuah nomor.

Panggilan tersambung.

Beberapa detik kemudian suara Dylan terdengar dari seberang.

“Dokter Xu, ada apa?”

“Tuan Jiang, aku baru saja bertemu dengan ayahmu.”

Dylan yang sedang berada di kantornya langsung mengernyit. “Ayahku?”

“Benar. Dia datang menemuiku dan menanyakan tentang kemungkinan Viona menjadi pendonor hati jika suatu hari seseorang membutuhkan transplantasi.”

Tangan Dylan yang sedang memegang pena langsung berhenti." Apa?"

“Tenang! Aku hanya menjelaskan medisnya. Viona baru dua bulan lalu menjalani donor ginjal. Melakukan donor hati setelah itu memiliki risiko yang sangat besar.”

Suasana di ruangan Dylan berubah dingin.

“Kenapa dia menanyakan Viona?”

Dokter Xu terdiam sejenak.

“Karena putri mereka, Sanny, mengalami gangguan fungsi hati.”

Tatapan Dylan semakin gelap.

“Mereka ingin menggunakan Viona lagi?”

“Aku tidak tahu apa rencana mereka. Tapi aku merasa Anda harus tahu.”

Dylan mengepalkan tangannya.

“Terima kasih sudah memberitahuku, Dokter Xu.”

Setelah panggilan berakhir, Dylan menatap layar ponselnya beberapa saat.

Wajah Viona yang pucat setelah operasi kembali muncul dalam pikirannya.

“Baru saja aku membawamu keluar dari tempat itu... mereka masih ingin mengambil sesuatu darimu?”

Dylan yang duduk di ruang tamu segera mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya.

Di saat yang sama, Viona perlahan menuruni anak tangga. Tubuhnya masih belum sepenuhnya pulih, sehingga ia berjalan dengan hati-hati sambil memegang pegangan tangga.

“Jay, selidiki apakah Sanny Jiang masuk rumah sakit. Aku ingin semua laporan medisnya,” perintah Dylan.

“Baik, Tuan. Segera saya lakukan,” jawab Jay.

Panggilan pun terputus.

Viona melangkah menghampiri Dylan yang duduk di sofa.

“Tuan muda, apakah Nona Sanny...” tanyanya ragu.

“Duduklah,” titah Dylan.

Viona menurut dan duduk di sofa sambil menatap Dylan.

“Dia sakit?” tanya Viona.

“Dokter Xu menghubungiku. Katanya Sanny mengalami masalah pada fungsi hatinya. Karena penasaran, aku ingin mencari tahu kondisinya,” jawab Dylan.

“Fungsi hati?” Viona terdiam sejenak. “Bukankah hati bisa didonorkan?”

Dylan menatapnya sekilas.

“Abaikan saja. Hidup dan matinya tidak ada hubungannya denganmu. Bagaimana dengan lukamu?” tanya Dylan.

“Obat dari dokter sangat membantu. Lukanya mulai mengering dan rasa sakitnya juga sudah berkurang,” jawab Viona.

“Bagus kalau begitu. Jangan banyak bergerak dulu. Tunggu sampai lukamu benar-benar sembuh.”

Viona hanya mengangguk pelan.

Beberapa saat kemudian, gadis itu terlihat ragu seperti ingin mengatakan sesuatu.

“Ada apa?” tanya Dylan.

“Tuan muda... apakah saya bisa melihat adik saya?” tanya Viona pelan. “Sudah lama saya tidak mendapatkan kabar tentangnya.”

Dylan tidak menjawab. Ia hanya mengambil ponselnya lalu menunjukkan sebuah foto kepada Viona.

Viona menatap layar ponsel itu.

Terlihat foto Vivi yang sedang terbaring di ruang perawatan.

Matanya langsung membesar.

“Tuan muda, bagaimana Anda bisa mendapatkan foto ini?” tanyanya.

Ia memperhatikan ruangan dalam foto tersebut.

“Dan... ini bukan kamar perawatan yang sebelumnya.”

“Jay yang mengurus semuanya,” jawab Dylan. “Adikmu sekarang sudah aman. Dia tidak lagi berada di bawah pengawasan Delvin.”

Viona terdiam.

“Jadi kau tidak perlu takut lagi terhadap ancaman mereka. Pulihkan dulu tubuhmu. Setelah sembuh, aku akan mengantarmu menemui adikmu.”

“Tuan muda... Anda telah menyelamatkan adik saya dari keluarga Jiang?” tanya Viona dengan suara bergetar.

“Benar.”

Dylan menatapnya serius.

“Aku tahu selama ini mereka menggunakan adikmu untuk mengendalikanmu. Mulai sekarang, kau tidak perlu lagi takut pada mereka. Kalau mereka meminta sesuatu yang menyakiti dirimu, kau berhak menolak.”

Mata Viona perlahan memerah.

Ia tiba-tiba turun dari sofa dan berlutut di depan Dylan.

“Tuan muda... terima kasih.”

Dylan langsung terkejut.

Ia segera bangkit dan menahan bahu gadis itu.

“Berdiri. Lukamu belum sembuh, jangan berlutut sembarangan.”

Viona menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Selama ini tidak ada yang menyelamatkan saya dan Vivi...”

Dylan terdiam.

Ia melihat rasa takut dan lega yang bercampur di wajah gadis itu.

“Mulai sekarang, tidak ada yang boleh memaksamu mengorbankan dirimu lagi,” ucap Dylan pelan. “Termasuk keluarga Jiang.”

Dylan memapah Viona kembali duduk di sofa.

“Tuan muda, saya dan Vivi sudah banyak berutang kepada Anda,” ucap Viona dengan tulus.

Dylan tidak langsung menjawab. Ia berdiri di depan gadis itu, lalu mengangkat dagunya perlahan hingga mata mereka bertemu.

“Semua yang aku lakukan tidak gratis,” ucap Dylan dengan suara rendah.

Viona terdiam.

“Kau harus membayarnya suatu saat nanti.”

“Apa yang harus saya lakukan?” tanya Viona ragu. “Selama saya mampu, saya pasti akan melakukannya.”

Dylan menatapnya beberapa saat. “Seumur hidupmu.”

Viona membulatkan matanya.

“Saya akan menjadi pelayan Anda seumur hidup. Saya rela,” jawab Viona tanpa ragu.

Dylan sedikit mengernyit.

“Apa kau tahu arti seumur hidup?”

Viona menatapnya bingung.

“Bukankah Anda ingin saya menjadi pelayan Anda seumur hidup?”

Dylan hanya tersenyum tipis melihat kepolosannya.

“Suatu saat kau akan mengerti.”

Ia menunduk sedikit dan berbisik di dekat telinga Viona.“Setelah kau sembuh, kau akan membayarnya secara perlahan.”

Setelah mengatakan itu, Dylan kembali berdiri.

“Bibi Ma sedang menyiapkan makan siang. Duduk di sini dan jangan banyak bergerak.”

Dylan kemudian berbalik dan melangkah menuju ruang pribadinya.

Viona hanya diam menatap punggung pria itu.

“Bukankah ginjalku sudah ku berikan... apa lagi yang dia inginkan dariku?” batin Viona penuh kebingungan.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
rasain
erviana erastus
sudah di warning dylon nih dua orang tolol masih nekat aza ckckck.... say good bye dunia ucapan ini buat kalian bertiga
erviana erastus
habisi aza mereka Dylan drpd buat susah 🤭
Maria Mariati
pasti dia siapa lagi, cari mati itu orang
erviana erastus
kelar hidupmu moly
erviana erastus
ais moly moly udah bosan hidup rupanya, 😏😏😏
Dini Anggraini
Q suka kak karakter Dylan ini teruskan usahamu ambil yang menjadi hakmu pelakor, putrinya dan delvin gak berhak dapatkan harta ibumu kalau perlu jual saja gara2 di rumah itu penderitaan ibumu di mulai sampai ibumu meninggal. 🥰🥰
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
iyalah mamanya meninggal gara gara kalian, anak mana yang tidak marah
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
setimpal sih dengan kelakuan mereka
erviana erastus
puas banget..... 😍😍😍
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
pengen banget berkata kasar, hey moly dan suaminya, pelayan itu manusia juga, bukan boneka, enak saja mau ambil organ organ orang
erviana erastus
pak tua ini 🤣 percaya diri kali
Maria Mariati
waduh belum sadar juga ini orang yakkk, pusing dahhhh 😁😁😁😁
Maria Mariati
tenang vioo bukan kamu pendonor nya pasti Dylan sudah persiapkan semua
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makanya jangan pernah berbuat semena mena sama orang lain
erviana erastus
langsung kirim ke alam baka aza mereka bertiga 🤭 biar dunia aman
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!