NovelToon NovelToon
PERJUANGAN ALI

PERJUANGAN ALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Anak Genius / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: putrinw

Hidup dalam kemiskinan memang membuat kita sering kali terjebak dan tak bisa berkutik. setiap kali ingin bangkit, ada saja badai yang menghalangi.

ini adalah seorang anak yang berjuang membantu perekonomian keluarga nya menjadi lebih baik. tak henti henti nya Ali bangkit dari badai yang menerpa nya.
bagaimana kisah nya, apakah Ali akan berhasil membawa keluarga nya terbebas dari kemiskinan tersebut..... ikuti kisah Ali disini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.17

 "Jadi selama ini putra dan putri ku bergantian memakai sepatu nya?" gumam nya tertegun mendengar ucapan kedua anak nya itu. Selama ini dia begitu sibuk dengan mencari pekerjaan apa saja, agar anak nya bisa makan.

"Ayah janji nak, ayah akan mencari uang lebih untuk bisa membelikan kalian berdua sepatu." gumam nya sambil menghapus air mata nya itu.

 "Kakak, sepatu ku kapan selesainya ya kak, apa pakde belum pulang juga?" tanya nya kepada kakak nya.

 "Nanti sore kakak ke rumah pakde. Buat liat sepatu mu itu. Kata pakde 2 Minggu lagi bisa diambil, semoga sudah selesai ya dek. Jadi kamu bisa menggunakan sepatu mu tanpa kesulitan berjalan."

"Dinda ga sabar untuk memakai nya kak." ucap nya dengan mata yang berbinar binar.

 Ali mengelus rambut adik nya dengan penuh kasih sayang. Dinda sama sekali tak mengeluh, dia memahami kondisi orang tua nya yang tak memiliki uang. Kedua anak dewa benar benar membuat kakek jun benar benar kagum.

"Kalian anak yang hebat. semoga kalian berdua bisa jadi orang hebat di kemudian hari." ucap kakek jun sambil tersenyum tulus ke arah Ali dan Dinda.

"Amin."

 "Yo wes, cepat berangkat dek, nanti kamu telat."

"Baik kakak..kakek, Dinda pamit dulu ya."

 "Hati hati ya nak."

"Iya kakek, dadah...."

Setelah selesai membuat kue, Ratna langsung menyusun nya ke sebuah wadah yang cukup besar. Hari ini dia akan berkeliling menjual kue kue itu.

"Bu, Ali bantu jualin ke sekolah ya Bu." kata Ali yang sudah rapi dengan seragam lusuh nya itu.

 "Tapi nak, nanti belajar kamu akan terganggu."

"Gpp Bu, Ali bisa mengatur nya. Ibu siapkan saja yang akan Ali bawa nanti ke sekolah."

 Karena melihat keyakinan Ali yang begitu kuat, akhirnya Ratna pun mengangguk setuju. Dia akan membagi beberapa kue kue itu ke dalam wadah yang berbeda.

"Bu, biar ayah aja yang keliling jualin kue nya. Ibu di rumah aja. kasihan pak jun sendirian. Suruh istirahat aja ya Bu, dan jangan di suruh jalan sendirian." kata dewa yang menyuruh istri nya di rumah.

"Yaudah mas, kamu hati hati ya semoga dagangan kita hari ini laku terjual."

Setelah berpamitan kepada ibu nya, Ali membawa wadah yang berisi kue itu di atas kepala nya. Hari ini dia datang pagi, untuk belajar dan untuk menjual kue ibu nya.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya Ali sampai juga di sekolahnya. Satpam depan yang selalu berjaga heran melihat ada siswa yang memakai sendal jepit.

"Pagi pak satpam." ucap Ali tersenyum ramah.

"Tunggu nak, dimana sepatu mu?" tanya satpam itu yang merasa heran melihat Ali memakai sendal jepit saja.

Deg.... Mendengar ucapan pak satpam itu, Ali langsung merasa bingung harus menjawab apa.

"Sepatu ku ada di kelas pak." ucap nya dengan berbohong agar bisa masuk.

Mendengar jawaban siswa itu, pak satpam hanya menggelengkan kepala nya. Ada ada saja anak anak jaman sekarang. Masa sepatu di tinggal di sekolah, begitu lah pikir nya.

"Yo wes, masuk sebelum telat."

"Baik pak, terima kasih banyak."

"Oh ya, kamu bawa apa itu nak?"

"Ini kue buatan ibu ku pak, apakah bapak mau membeli nya?"

Mendengar ucapan siswa itu, pak satpam tertegun. merasa salut dengan siswa itu, yang sama sekali tak malu membawa dagangan ibu nya sendiri.

"Berapa harga nya?"

"2000 saja pak. Ini singkong gula merah. Di jamin rasanya enak."

"Yo wes, bapak beli 20.000 RB ya."

"Baik pak, terima kasih banyak." kata Ali dengan wajah berbinar. dia begitu senang saat dagangan ibu nya laku terjual.

"Alhamdulillah, terima kasih banyak ya pak. Saya masuk dulu ke dalam. Bu Lusi sudah menunggu pasti."

"Baiklah, belajar yang rajin."

1
Dinda Putri
yah di gantung lanjut thooorrrrr semangat 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Dinda Putri
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Dinda Putri
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪semangat
Dinda Putri
semangat terus up nya thoorrr
Soraya
hadir thor lanjut
macha late: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!