Mempunyai Mama yang tidak menyayanginya dan dikhianati oleh sang kekasih disaat lagi sayang-sayangnya membuat Belva memilih menjauh dan hidup sendiri tanpa cinta dari siapa pun.
Siapa sangka, Belva menjadi owner skincare sukses dan kaya raya. Disaat kehidupan Belva sudah sangat sempurna, Belva dipertemukan dengan seorang Tentara yang begitu sangat menyebalkan dan selalu membuat Belva darah tinggi.
Akankah Belva kembali menemukan cintanya? Adakah orang yang benar-benar tulus ditengah-tengah kondisi Belva yang sedang dilanda krisis kepercayaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17 Skincare Viral
Keesokan harinya....
Belva dan Yuri sedang sibuk menata sebuah ruangan untuk dijadikan tempat live nanti. Mobil skincare dari pabrik sudah datang dan mengirim produk Belva ke rumah. Belva begitu semangat, tapi tidak bisa dipungkiri kalau jantungnya berdebar gelisah.
“Kenapa kamu?” tanya Yuri.
“Kira-kira produk aku bakalan laku gak ya?” seru Belva gelisah.
“Lah, kenapa sekarang malah kamu yang pesimis. Padahal kemarin kamu yang paling semangat nyemangatin aku,” sindir Yuri.
“Ya, sudah Bismillah aja ya,” sahut Belva.
Mereka berdua mulai coba-coba live tapi Belva sama sekali tidak mau menunjukan wajahnya. Penonton mulai naik, Yuri semakin semangat dan mulai nyaman. Satu persatu mulai ada yang beli produk Belva untuk mencoba pakai.
Belva memang membuat kemasan skincarenya sangat menarik dan bagus. Bahkan Belva menjadikan salah satu aktris Korea menjadi brand ambasador produk skincarenya. Belva tidak mempermasalahkan uang yang harus dia gelontorkan, yang penting skincare dia bisa laku keras dan aman bagi pembeli.
Dua jam berlalu, mereka pun menyudahi live mereka dengan pembelian yang lumayan banyak meskipun jauh dibawah target. “Masih belum nyampe target, Bel,” seru Yuri.
“Gak apa-apa, segitu juga sudah Alhamdulillah,” sahut Belva dengan senyumannya.
“Bel, kayanya kamu harus cari orang buat bantu-bantu juga. Produk sebanyak ini gak bakalan kuat kalau kita berdua yang beresin, belum juga orang yang masak. Masa iya, kita mau makan diluar terus, pesan gofood terus,” ucap Yuri.
“Iya juga, aku coba hubungi Pak Irawan kali aja dia punya orang yang jujur yang bisa bekerja di sini,” sahut Belva.
Saat ini Tissa tidur di kamar Belva, walaupun Venny sudah melarangnya tapi Tissa tetap ingin pindah kamar karena kamar Belva luas. Venny tidak bisa ngapa-ngapain karena Bondan membela Tissa. Sudah bertahun-tahun, baru kelihatan sifat asli dari Bondan dan juga Tissa.
Tissa seperti biasa mengotak-atik ponselnya, lalu dia melihat status dari akun B-Glow. “Gila, ini produk barukah? Kok kemasannya lucu dan mewah sekali sih, mana brand ambasadornya aktris Korea pula. Pasti produknya bagus ini, aku harus coba deh,” gumam Tissa.
Tanpa berpikir panjang, Tissa langsung memesan paket komplit. Harganya memang mahal, tapi justru dengan harga mahal itu artinya produk itu bagus dan Tissa ingin sekali mencobanya. Tissa tidak tahu jika pemilik B-Glow adalah Belva.
***
Hari demi hari Belva dan Yuri lalui dengan penuh suka duka. Keduanya bekerja sama membangun produk skincare yang sudah menjadi impian Belva sejak remaja itu. Sekarang di rumah Belva sudah ramai dengan karyawan yang bekerja, ada yang tukang packing, tukang live juga yang giliran dengan Yuri, dan ada admin juga yang selalu menerima pesanan.
Pagi ini Belva sudah berada di sebuah bangunan yang sebentar lagi jadi. Bangunan itu terdiri dari dua lantai, dan Bangunan itu akan dijadikan toko kecantikan khusus B-Glow. Di lantai atas akan dijadikan kantor Belva, sedangkan bangunan satu lagi yang berada di samping bangunan inti akan dijadikan gudang jadi semua pekerja akan pindah ke sana sehingga rumah Belva tidak berantakan.
“Ini bisa selesai cepat gak Mang?” tanya Belva ke tukang bangunan.
“Insya Allah bulan depan sudah bisa dipakai Bu,” sahut Tukang Bangunan.
“Baguslah, soalnya rumah sudah berantakan banget penuh dengan barang-barang,” seru Belva.
“Iya, Bu. Kami akan selesaikan secepat mungkin,” sahut Tukang bangunan.
“Bel, aku lapar,” keluh Yuri.
“Ya, sudah kita sarapan dulu ke restoran itu,” tunjuk Belva.
Keduanya memang belum sempat sarapan, karena langsung pergi ke lokasi. Kedua gadis cantik itu masuk ke sebuah restoran dan memesan sarapan di sana. “Aku gak nyangka Bel, produk kamu akan se-viral ini,” seru Yuri.
“Alhamdulillah Yur, ini juga berkat kerja keras kamu yang tiap hari live tanpa henti,” sahut Belva.
“Tapi sudah banyak banget yang beli produk kamu, bahkan ulasan mereka pun semuanya positif dan pada cocok pakai produk kamu,” puji Yuri.
“Iyalah, aku ‘kan buat formula skincare itu dari bahan-bahan premium semua, makanya aku jual dengan harga yang lumayan mahal karena bahan-bahannya pun sangat bagus,” sahut Belva.
“Keren pokoknya, aku aja sampai bening kaya gini yang awalnya buluk dan hitam tapi sekarang aku merasa percaya diri dan tidak insecure lagi sama cewek yang kulitnya putih karena sekarang kulit aku jauh lebih putih dan tentunya sehat juga,” seru Yuri.
“Wanita itu harus cantik Yur, karena modal utama wanita itu ya fisik. Sekarang kalau ada pria yang bilang, dia menerima seorang wanita apa adanya itu bohong banget, karena pada kenyataannya para pria yang mereka lihat dari wanita ya, fisiknya bukan hatinya,” sahut Belva.
“Tapi aku gak habis pikir sama si Mario, padahal kamu itu sudah cantik dari dulu tapi kok bisa ya, dia mengkhianati kamu dan selingkuh sama si Tissa padahal si Tissa jauh banget sama kamu, cantikan kamu ke mana-mana,” kesal Yuri.
“Sudah ah, jangan ngomongin mereka malas aku dengar nama mereka,” ketus Belva.
“Padahal kamu wanita sempurna. Sudah cantik, kaya raya, pinter lagi, kalau aku cowok mungkin aku sudah nikahin kamu,” seru Yuri.
“Idih, kok aku merinding dengar kata-kata kamu,” sahut Belva.
“Itu ‘kan perumpamaan Bel, seandainya kalau aku cowok. Jangan berpikiran macam-macam, aku masih normal, masih suka sama cowok,” kesal Yuri.
Belva terkekeh, padahal dia hanya bercanda saja. Setelah kenyang, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Belva memilih masuk ke dalam kamar untuk istirahat karena tadi malam Belva kurang tidur.
Perjalanan Belva untuk mencapai sukses, memang masih lama tapi saat ini penjualan produk skincare Belva sudah sangat bagus. Malah skincare Belva saat ini sedang viral, dan banyak digandrungi semua kalangan.
***
Malam pun tiba....
Tissa dan Mario saat ini sedang makan malam di sebuah restoran. “Kamu pakai apa Yang? Kok semakin hari, kamu semakin cantik,” puji Mario.
“Serius? Aku pakai skincare baru Kak, yang saat ini sedang viral. Kalau aku semakin cantik, berarti skincare itu cocok di kulit wajah aku,” sahut Tissa bahagia.
“Skincare baru?” seru Mario.
“Iya, buat cowok juga bisa kok, Kakak mau coba?” tawar Tissa.
“Enggak ah, aku gak pernah pakai skincare,” sahut Mario.
“Ya, sudah kalau begitu Kakak beliin aku skincare itu saja buat stok,” seru Tissa.
“Ok, nanti aku transfer uang buat kamu beli skincare,” sahut Mario.
“Ya, ampun pacar aku baik banget sih. Terima kasih, sayang,” ucap Tissa sembari menyandarkan kepalanya ke pundak Mario.
Mario benar-benar pria yang tidak punya hati sama sekali. Dia memutuskan hubungan dengan Belva karena terpincut oleh Tissa. Semoga saja Belva bisa menemukan pria yang benar-benar tulus mencintainya
Abi...iya pasti Abi bisa selamtin Belva