NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nenek Caolan

Bai Muzhi menyesap tehnya. "Nenek tidak perlu tegang. Ini bukan soal tubuhku, tapi masalah pribadi," jawabnya.

Neneknya, Yun Caolan, sudah lama meninggalkan Istana Shing. Namun orang-orang masih memanggilnya Putri Yun, meski ia selalu membenci gelar itu.

Setelah meninggalkan Istana Shing, Nenek Caolan tinggal di puncak pegunungan paling utara yang selalu diselimuti hawa dingin.

Ia tidak mau dipanggil putri atau gelar kebangsawanan lain. Ia memilih mengasingkan diri di tempat sunyi itu dan menikmati ketenangan yang tak didapatkannya di istana.

Nenek Caolan meliriknya sambil menyesap teh. "Masalah pribadi? Aneh sekali."

"Apa?" Bai Muzhi mengangkat sebelah alis.

"Biasanya yang datang ke sini hanya cucuku yang dingin dan menyebalkan, mengeluh tentang ini dan itu. Tapi hari ini gunung es itu tampaknya mulai mencair."

Mendengar itu, pria itu sedikit canggung. Ia terdiam sesaat sebelum akhirnya berkata, "Aku telah menemukan pasangan."

Nenek Caolan tidak menunjukkan keterkejutannya. "Nenek tahu. Deng Gubo sudah memberi tahu nenek melalui surat merpati. Apakah ada yang salah dengan gadis manusia itu?"

"Apakah nenek tidak keberatan?"

"Jika nenek keberatan, wanita tua ini sudah datang dan memisahkan kalian."

"... Sebaiknya jangan. Hong Maxing dan Hei Sanfeng saja tidak bisa mengalahkannya."

Nenek Caolan tampak bingung. Tangannya yang memegang cangkir berhenti di udara.

Bai Muzhi meletakkan cangkir tehnya. "Gadis itu istimewa. Sebenarnya aku sedikit bingung dengan identitasnya."

"Jadi, inilah alasan kamu datang ke nenek?"

"Ya. Aku ingin tahu apakah nenek punya petunjuk."

"...."

Cucunya yang biasanya dingin kini datang dengan wajah penuh pertanyaan. Bukannya pergi menemui biksu tua untuk meramal, mengapa justru datang kepadanya? Ia bukan wanita tua buta yang mengetahui segalanya.

Pada akhirnya, Nenek Caolan menghela napas. "Ada apa?"

"Ini tentang ras peri hutan ...."

Bai Muzhi menceritakan semua yang membuatnya bingung selama beberapa hari terakhir tanpa melewatkan satu detail pun.

Nenek Caolan mendengarkan dengan serius. Keningnya berkerut, tatapannya menyipit saat menyusuri ingatan lama. Jemarinya mengetuk pelan permukaan cangkir sebelum ia kembali menyesap teh. Tiba-tiba ia teringat saat pernah menjodohkan Bai Muzhi dengan seorang gadis dari ras peri hutan.

"Seperti apa penampilan gadis manusia itu?"

Bai Muzhi menyebutkannya dengan detail. Namun setelah mendengarnya, Nenek Caolan kembali mengerutkan kening, bahkan lebih dalam.

"Tidak ada ciri-ciri ras peri hutan seperti dia," katanya pasti.

Bai Muzhi mengangguk. "Ya, aku juga berpikir begitu. Namun dia memiliki darah peri hutan di tubuhnya."

"Dia bermarga Li ... kamu yakin matanya berwarna kuning kecokelatan?" tanya Nenek Caolan.

"Ya, aku yakin. Matanya kuning kecokelatan seperti kebanyakan ras peri hutan. Mengapa nenek bertanya?"

"Bukan apa-apa. Hanya saja nenek teringat seseorang." Ia terdiam sejenak. "Jika bisa, bawalah dia ke sini. Nenek ingin memastikan apakah tebakan itu benar atau tidak."

"Bisakah nenek memberi tahuku lebih dulu?"

Wanita tua itu menggeleng. "Tidak. Nenek akan mengatakannya kalau semuanya sudah pasti."

Bai Muzhi tidak bertanya lagi, meski rasa penasarannya semakin besar. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pikirannya sulit tenang.

"Mengapa nenek tidak ikut saja denganku ke istana? Sudah lama nenek tidak ke sana."

Nenek Caolan menatapnya sekilas, lalu mendengus. "Nenekmu ini sudah sangat tua. Tulang lamaku sudah tidak lagi sama seperti dulu."

"Aku bisa menggendongmu."

"Humph! Mimpi! Dulu wanita tua ini bisa menghajar kakekmu. Jika sampai digendong olehmu, orang-orang akan mengira nenekmu ini sudah kehilangan kekuatan." Wanita tua itu memang malu jika harus digendong cucunya sendiri. Ia tidak ingin dianggap lemah.

Setelah mengobrol cukup lama, Bai Muzhi bangkit dan meninggalkan kediaman Nenek Caolan.

Nenek Caolan memandang punggung cucunya hingga menghilang di balik kabut pegunungan. Setelah Bai Muzhi benar-benar pergi, wanita tua itu menghela napas panjang.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Beberapa hari berlalu. Bai Muzhi akhirnya mengajak Li Yunru mengunjungi neneknya di pegunungan paling utara. Kali ini ia tidak mengubah wujud menjadi naga, melainkan menggunakan kereta kuda.

Setibanya di kaki pegunungan, kereta kuda berhenti. Jalan yang tersisa tidak bisa dilalui kendaraan.

Bai Muzhi turun lebih dulu, lalu membuka tirai kereta dan melihat gadis itu. "Dari sini, kita akan menaiki anak tangga menuju kediaman nenek."

"Jalan kaki?"

"Ya."

"Kamu serius?" Li Yunru turun, lalu menatap deretan anak tangga batu yang menjulang tanpa terlihat ujungnya. Ekspresinya perlahan kaku. "Seberapa jauh?"

"Intinya sampai ke puncak."

"...."

Li Yunru memang ahli bela diri. Namun ia tidak pernah mendaki gunung setinggi itu. Ruu yang berada di pelukannya pun mulai malas karena harus melompat mengikuti tinggi anak tangga yang tidak biasa.

Melihat Bai Muzhi sudah naik lebih dulu, Li Yunru dan Ruu mengikutinya. Awalnya semuanya baik-baik saja. Gadis itu masih sempat menikmati pemandangan, sesekali memakan camilan atau minum air. Namun setelah cukup lama, langkahnya mulai melambat. Napasnya menjadi berat dan keringat membasahi dahinya.

"Bai Muzhi, bisakah kita istirahat dulu? Aku lelah sekali. Apakah masih jauh untuk mencapai puncak?" tanyanya terengah-engah.

"Kita bahkan belum sampai setengah jalan."

"Apaa?!" Li Yunru dan Ruu berteriak bersamaan.

Ruu merasa dirinya sudah berubah menjadi kelinci kurus. Ia hampir tidak memiliki tenaga untuk melompat lagi. Bahkan Li Yunru akhirnya tumbang dan duduk begitu saja di anak tangga sambil mengatur napas. Mengapa neneknya Bai Muzhi harus tinggal di tempat yang sangat tinggi seperti ini?

"Aku akan menggendongmu." Pria itu berjongkok. "Ayo, naiklah. Agar kita cepat sampai."

Li Yunru merasa sedikit terharu. Tanpa banyak berpikir, ia bangun dan naik ke punggung pria itu. "Kamu akhirnya peka juga, pasanganku~"

"Aku hanya khawatir kamu lapar dan berhenti di tengah jalan. Jika tidak, kita akan kesorean saat tiba di puncak."

Imajinasi romantis gadis itu akhirnya hancur. "Jadi kamu hanya khawatir aku akan menunda perjalanan?"

"Ya."

"...."

Pria tak berperasaan! pikir gadis itu.

Ruu melompat ke bahu Li Yunru, menambah beban di punggung Bai Muzhi. Namun pria itu tidak mengatakan apa-apa. Ia tetap menaiki anak tangga dengan langkah stabil, seolah beban di punggungnya tidak bertambah sedikit pun.

Li Yunru tiba-tiba menyandarkan dagunya di bahu pria itu. Ia memikirkan keinginan untuk menggoda Bai Muzhi. Pria setampan ini, kenapa tidak ia manfaatkan lebih awal?

"Kalau begitu ... bolehkah aku mencium pipimu?"

Bai Muzhi mengerutkan kening. "Jangan harap mencium raja ini sembarangan."

"Pelit sekali," gumam gadis itu.

Ruu tampak antusias. "Tuan, cium aku saja."

Li Yunru langsung berekspresi jijik saat melirik ke arah kelinci gemuk itu. "Penuh bulu, bleehh! Dasar kelinci bau. Jika kamu bisa berubah menjadi kelinci tampan setelah dicium, aku mungkin akan berpikir dua kali."

"Berani menjadi manusia, raja ini akan mengutuknya menjadi pria jelek berperut buncit di masa depan," ucap Bai Muzhi tiba-tiba.

"...."

Manusia dan naga sama-sama mendiskriminasi seekor kelinci roh! Ruu akhirnya diam setelah mendapatkan serangan verbal.

Setelah menempuh waktu cukup lama, mereka akhirnya tiba di puncak. Li Yunru segera turun dari punggung Bai Muzhi. Ia menarik napas panjang, lalu memeluk Ruu sambil mengikuti pria itu memasuki halaman sebuah kediaman luas yang tampak sepi. Salju menutupi hampir seluruh tanah, namun pohon dan rumput di sana masih tumbuh dengan baik.

"Kalian akhirnya datang," kata Nenek Caolan yang menyambut mereka di depan pintu utama. Ia berjalan perlahan menghampiri keduanya.

"Nenek ..." Bai Muzhi menyapanya dengan hormat.

Namun Nenek Caolan mengabaikan cucunya. Tatapannya langsung tertuju pada Li Yunru. Ia menatap gadis itu tanpa berkedip. Semakin dekat ia melangkah, bibirnya semakin bergetar.

"Kamu—tidak mungkin ...."

Ia mengangkat tangan kanannya yang keriput, menunjuk Li Yunru dengan jari telunjuk. Air mata tiba-tiba jatuh membasahi pipinya.

Pasangan muda itu sama-sama terkejut. Terutama Li Yunru yang mendadak merasa seperti baru saja menganiaya seorang wanita tua.

"Ini—ini ... wanita tua, mengapa kamu tiba-tiba menangis?"

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!