"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17
Rara mengelus ngelus perut yang kini telah membesar, tersenyum senang karena kini kadungan sudah genap 5 bulan, Rara bahagia karena selama ini Adam telah berubah total, merawat dan mejaganya serta kadungannya, tak perna ada lagi bentakan atau pukulan yang Adam berikan dulu pada Rara, semoga Adam tidak berubah lagi seperti dahulu.
" Sayang " ucap Adam sambil mencium pipi Rara
" ini bekal kamu " Rara sambil memberika sekotak makanan pada Adam
" makasih ya sayang" Adam dengan seyuman yang mengoda
" kamu hari ini gak lemburkan " tanya Rara
" maaf sayang hari ini aku lembur "
Rara hanya terdiam sambil cemberut
" Maaf ya sayang aku janji nanti kalo urusan aku udah selesai kita akan hang out, kemana aja yang kamu mau " ucap Adam memelas
" iya iya janji ya "
" iyaaa sayangg " ucap Adam " Mas berangkat dulu ya " adam pun mencium kening Rara dan Rara pun mencium tangan Adam
" jaga diri baik baik sayang "
" kami hati hati mas "
Adam mengangguk dan melangkah pergi memasuki mobilnya, Rara masih menatap kepergian Suaminya dengan senyuman, tak lama mobil itu pun berjalan mejauh dari rumah milik Rara. Setelah kepergian Adam, Rara pun langsung merebahkan badanya ke kasur sambil memainkan Hp sebentar lalu menelpon Janet
" jam berapa lu mau kesini " tanya Rara
" sabar, lu udah kangen banget ya ama gua " ucap Janet PD
" Pd kali kau Siti "
" hahahha, iyaa sabar gua lagi siap siap nih "
" jangan lupa ke Supermarket, beli semua barang yang udah gua WA, awas lu kalo ada yang kurang, gak jadi gua masakin lu " ancam Rara
" iyaa iyaa nyonya, saya siap melaksanakan tugas sayang "
" hahah oke oke gua tunggu , see you nenet "
" iya iya ibu hamil "
Rara pun mematikan teleponya dan langsung menyalakan TV , menonton Tv sambil menunggu kedatangan Janet yang ntah kapan datangnya , karena Rara tau betapa ngaret Janet kalo datang.
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
" Rara " ucap Janet begituh keras di kuping Rara
Rara pun terbagun dari tidurnya akibat suara Janet yang mengagetkanya
" apasih lu Net, bikin kaget aja " kesal Rara
" lagian lu malah tidur "
" lah lu lama banget, ngaret banget " kesal Rara lagi
" he he he ya maaf "
" mana pesanenan gua " tanya Rara
" udah di dapur noh, Adam mana ? "
" kerja lah "
" tapi tadi gua liat dia ama cewe di Supermarket "
" salah liat kali lu "
" sumpah gua gak boong, gua sempet manggil dia, eh pas gua manggil dia makin cepet jalanya terus pas gua ikutin gua kehilangan jejak dia " ucap Janet dengan serius
Rara terdiam lalu berbicara " cewenya pake baju seksi, tinggi badanya bagus rambut panjang tapi agak ikal bukan " tanya Rara
" gak koh cewe itu pake baju sopan, pake dreas selutut warna cream, terus badanya sih gak tinggi tinggi banget, rambut juga gak panjang panjang banget " Janet berusaha menginggat nginggat
Rara terdiam menatap dengan kosong sambil mendengarkan perkataan Janet, entah mengapa kini perasaan sangat kacau, hatinya berusaha untuk tidak percaya dengan perkataan Janet.
" Kok lu jadi sedih sih,maafin gua, mungkin cuma mirip kali, sebenernya sih gua gak liat jelas sih, kali aja gua cuma salah liat, udah lu jangan sedih. Gak mungkin lah Adam selingkuhin cewe secantik lu Ra, apalagi lu lagi hamil Anak dia " ucap Janet berusaha menenangkan Rara
" hmm lagian lu bikin gua khawatir aja, kan gua takut "
" iya iya gua minta maaf, kan gua cuma ngasih tau doang, lagian cowo itu bener bener mirip banget sama Adam dari belakang " Janet dengan serius
" udahlah gua mau masak dulu "
" yang enak yak Bumil "
" udah minta bikinin riquest lagi " canda Rara
" he he he " tawa Janet
Rara pun melangkah pergi ke Dapur dengan hati gusar, entah kenapa diri merasa sesak, hatinya merasa sakit, apa itu bener Mas Adam ? apa Mas Adam setega itu ? hati Rara semakin gusar dan merasa yakin jika yang di liat Janet bener adalav Adam. Tapi siapa wanita yang bersama Adam, Alvi ? tapi Alvi tidak perna memakai dres selutut, baju Alvi selalu seksi dan selalu sepaha, Rara hanya bisa menghambuskan nafasnya, berusaha untu menenangkan pikiran yang kacau.
Rara pun mulai fokus dengan masakanya, berusaha untuk menghilangkan semua perasaan yang kacau dengan memasak, sedangkan Janet kini sedang asyik memainkan Hpnya.
Tok Tok Tok
Suara pintu rumah Rara berbunyi membuat Rara menghentikan kegiatan memasaknya,
"Siapa ? " tanya Rara sambil berjalan ke arah pintu, Rara pun membuka pintunya, terlihag Haikal dengan senyuman Khasnya " Haikal "
" Ra " ucapnya dengan senyuman yang sangat manis
" kamu ngapain ke sini " tanya Rara bingung karena semejak dirinya berbaikan dengan Adam, dirinya tak perna lagi bertemu dengan Haikal
" mau silaturahim aja, gak boleh "
" siapa ? " tanya Janet sambil berjalan ke arah Rara dan Janet, Janet terdiam terposa akibat kegantengan Haikal " hy gua Janet temenya Rara, masih jomblo " Janet sambil mengulurkan tanganya dengan genit
" Haikal " Haikal sambil membalas jabatan Janet
" iya udah ayok masuk kal " ajak Rara
mereka bertiga pun masuk kerumah Rara, Rara pun langsung menyiapkan masakan ke meja makan
" Rara itu jago banget masak Kal " janet memuji Rara
" iya gua juga tau koh Rara pinter masak " Haikal
" maskaan enak banget, gua aja ampe ketagihan sama masakan dia, oh iya lu kenal Rara di mana "
" dia temen kerja gua dulu " ucal Rara menyahut ucapan Haikal
" oh beraty lu kerja di bareng di perusahanya Adam "
Haikal mengeleng " gua koki di salah satu restoran "
" kok bisa ketemu ? " Janet bingung
" udah lu kalo mikir juga gak ketemu, udah yuk makan, maaf Kal kalo masaknya gak enak " Rara
" masakan kamu enak terus koh Ra "
Mereka bertiga pun mulai memakan masakan Rara dengan lahap,
" masakan lu emang is the best Ra " janet sambil makan dengan lahap
" biasa aja kali Net, masih enakan masakan Haikal dia kan koki " Rara
" wah masakan lu juga enak Kal, gua gak bisa bayangin deh, masakan Rara aja enak gini apalagi lu "
" gak kok, memurut gua sih masih enakan sama masakan Rara " Haikal sambil memadangi Rara
Rara hanya diam tidak menjawab perkataan Haikal
" gimana kabar kamj baik Ra " tanga Haikal lagi
" baik koh Kal " Rara dengan senyuman
" sukur deh, jadi aku gak khawatir lagi "
" iyaa, aku gak kenapa napa koh jadi kamu gak usah khawatir " Rara
" iya liat kamu bahagia aja aku udah seneng koh, udah ya aku pamit mau pulang dulu, makasih makananya " Haikal dengan seyuman
" kok bentar banget Kal ? " tanya Janet
" aku kesini cuma mau mastiin Rara baik baik aja koh, aku lihat dia udah baik baik aja " Haika
" kan emang Rara baik baik terus gak perna gak baik " Janet bingung
Haikal hanya terseyum menjawab perkataan Janet " aku pamit ya " Haikal lalu pergi meninggalkan Rara dan Janet
" maksud Haikal apa sih kok gua jadi oon gini " janet masih bingung " lu baik baik aja kan selama ini ? "
" udahlah gak usah mikirin perkartaan Haikal, gua baik baik aja koh selama ini, ayo lanjut makan lagi " Rara
Entah kenapa Rara merasa takut dengan Haikal, Rara takut jika Haikal memberitau orang orang jika Adam dulu telah memukulnya hingga babak belur, Rara tak ingin orang orang tau keburukan Adam dahulu, karena untuk saat ini Rara yakin Adam telah berubah.
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔