ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17.
M m mas Marvin Dan tiba-tiba Keyla pun seperti terkena sihir patung. Tanpa Bisa mengerakkan anggota tubuhnya. Keyla juga merasakan aura yang mencekam akan keberadaan laki-laki tersebut. Sehingga Keyla pun hanya berdiri diam tanpa bisa berbuat apa-apa. Padahal dia ingin sekali cepat cepat sampai ke kamar pribadinya. Ingin menyegarkan tubuhnya dengan siraman air hangat. Juga ingin mengistirahatkan tubuhnya dari rasa penat dan lelah. Lantaran bolak-balik sibuk membantu melodi. Namun melihat seseorang yang terus memperhatikan dengan seringai sinis yang tersirat akan kebencian dalam tatapan tersebut. Membuat Keyla terdiam layaknya patung dengan kepala tertunduk tanpa mau bertatap muka dengan sosok tersebut. Keyla merasakan tubuhnya bergetar hebat dengan ritme jantungnya yang berdetak kencang ketika sosok tersebut mendekat ke arahnya. BRUK! "Ahhh ssshh.."Desis Keyla mengerang Kaget ketika Marvin menarik paksa tubuhnya dan langsung membentur dada bidangnya. "Jadi begini kelakuan mu Hem,? Pulang pergi seenaknya seperti rumah sendiri. Sampai pulang selarut ini! Apa yang kau lakukan diluar sana? Heh!"tekan Marvin dengan mencengkram kuat rahang Keyla. "Apa kau menjual tubuhmu pada pria pria hidung belang?"imbuhnya datar. "Apa kau begitu merindukan belaian ku? Hingga kau berbuat seperti itu Hem, cup."kata Marvin mengangkat wajah Keyla lantas memberikan kecupan kasar di kening Keyla. "Jawab pertanyaan ku Mikhayla? Jangan hanya diam kaya orang bodoh!"geram Marvin seraya merengkuh pinggang Keyla dalam dekapan nya. Keyla pun hanya memejamkan matanya tanpa menjawab setiap perkataan Marvin yang melukai perasaan Nya. Keyla juga tak ingin menatap wajah yang selalu membuatnya ketakutan. Apa tadi katanya? Menjual diri! Cihh!! Dasar PECUNDANG KEPARAT! Padahal dia tahu dan sangat tahu. Jika dialah laki-laki pertama yang menerobos selaput dara nya. Kejam sekali! Dengan tak berperasaan Marvin mengatakan kata-kata kasar untuk Nya. Hanya karena dia pulang malam hari. Dengan seenaknya berspekulasi seperti itu. Uhhh... Menyebalkan!! "Ahhh.. s s sakit mass! Lepas!"Keyla meronta-ronta dengan bergerak tak karuan ketika Marvin menyeret yeret pergelangan tangannya untuk menuju ke lantai atas. Namun Marvin seolah tuli dengan permintaan Keyla. Dia terus membawa Keyla menuju ke lantai atas. Tepatnya di kamar pribadinya ketika dia menginap di kediaman orangtuanya. Ceklek! Srek. BRUK! Marvin membuka pintu kamarnya, lalu menutupnya kembali dengan satu kakinya. Kemudian menarik paksa kemeja yang digunakan Keyla hingga kancing kancing nya terlepas dari tempatnya. Beruntungnya Keyla menggunakan sebuah tank top berwarna hitam. Jadi ketika pakaiannya terbuka lebar masih ada dalaman yang melindungi kedua bukit kembarnya. Agar tak terekspos. Lalu di lanjutkan dengan mendorong tubuh Keyla yang langsung terjatuh diatas ranjang king size. "M m mas j jangan mas, a aku mohon."pinta Keyla dengan memohon seraya menyatukan kedua tangannya didada. "Tidak! Kau harus diberikan hukuman, agar tak semena-mena tinggal di kediaman ku. Faham! sluurp.."ujarnya sambil menjilat kasar sudut bibirnya Keyla dengan satu tangannya menjambak rambutnya. "J j jangan mas, jangan!"tolak Keyla geleng-geleng kepala sambil perlahan-lahan mundur guna menghindar dari predator didepannya. Tapi tak sekali pun Marvin mendengar jeritan Keyla yang memohon untuk jangan melakukannya. Dengan gerakan kasar dan menuntut, seraya memicing penuh nafsu. Marvin melepaskan kemeja berikut celananya. Semuanya dia lepaskan dan melemparnya asal. Dan sekarang berdiri didepan Keyla yang ketakutan. Dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Keyla yang tengah ketakutan seraya menundukkan kepalanya. mengerti dan sangat mengerti apa yang akan dilakukan Marvin terhadap nya. Tapi dia harus bisa mencegahnya untuk melindungi janin dalam perutnya. Tidak! Aku tidak mau! Kembali menjadi santapan hasratnya. Apa yang harus aku lakukan? SRAK! "Sudah lama sayang.. kita tak pernah lagi menyatu! Apa kau tak merindukan ku? Hem"katanya sambil menarik kedua kakinya Keyla dengan sorot matanya yang penuh hasrat. Tidak! Aku tidak mau! Lantas dengan gerakan cepat namun tersirat akan ketakutan yang melanda hatinya. Keyla pun menendang keperkasaan Marvin yang tengah berdiri tegak didepan matanya dengan sekuat tenaga. BUG! "Ahhhh.. BANGS** MIKHAYLA!!"erang Marvin kesakitan seraya memegang keperkasaannya. Keyla yang tergesa-gesa gegas berlari-lari kecil untuk menuju ke pintu kamar. Agar secepatnya dia keluar dari kandang harimau berwujud manusia. Tek Tek Tek.. Hah!! Dikunci! D d dimana kuncinya? Sepertinya Marvin belum sempat menguncinya!? Tapi kenapa pintunya terkunci?< Gumam Keyla dengan cemas sambil mengoglek oglek gagang pintu agar bisa terbuka. HAHAHA HAHAHA HAHAHA... Marvin pun tertawa terbahak-bahak seraya mendengus dingin dengan tatapan elang nya. berjalan menghampiri Keyla dengan bertelanjang bulat lantas berkata dengan datar. "Kau melupakan sesuatu sayang ku? Apa kau tidak tahu jika kamar ku menggunakan password?"tekan Marvin dingin seraya menarik kuat rambutnya Keyla. Ya, dia melupakan hal itu. Jika semua kamar di kediaman Erlangga menggunakan password. Terkecuali kamarnya. Jadi ketika pintu tertutup rapat. Otomatis langsung terkunci sendiri tanpa menggunakan kunci. Keyla yang baru mengingatnya, saat ini hanya bisa pasrah seraya terdiam bungkam dengan memejamkan matanya tanpa mau bertatap mata dengan laki-laki dewasa didepannya. Sebab dia begitu takut hingga sekujur tubuhnya gemetaran. Namun Marvin tak ambil pusing dengan ketakutan yang dirasakan oleh Keyla. Ketika tangan besar Marvin perlahan-lahan meloloskan tangktop Keyla dari atas kepala nya. Sambil melabuhkan kecupan kecupan kecil disekitar wajahnya dan berkata. "Tenang sayang ku, jangan takut! Mas akan pelan pelan melakukannya, OK!"katanya lembut dengan mengangkat sudut bibirnya keatas seraya memicing tajam pada wanita yang terlihat ketakutan. Ya, memang itulah tujuan Marvin. Membuat Keyla ketakutan dan tunduk dengan segala keinginannya. Apalagi untuk keinginannya yang satu ini. Dia tak bisa! Dan tak bisa menahannya lebih lama lagi. Walaupun Starla melayani nya dengan baik. Namun ketika dia bercinta dengannya. bayang bayang wanita didepannya lah terus menghantui pikiran nya. Yang mana membuat hati dan pikirannya tak sinkron dengan kenyataannya. Padahal dia tengah menyatu dengan sang istri. Namun pikirannya berbanding balik dengan apa yang dilakukannya. "Kenapa payudara mu semakin besar? Apa kamu memakai pembesar payudara?"tanya Marvin ketika membuka pengait bra dan melihat perubahan pada kedua payudaranya Keyla yang terlihat lebih besar dari biasanya. Keyla terdiam bungkam sambil memejamkan matanya tanpa menjawab pertanyaan Marvin. Apa mungkin itu hormon dari kehamilannya? "Tapi mas suka kok dengan perubahannya yang sekarang. Yang dulu juga suka. Karena tubuh kamu hanya milik mas seorang, Hem. Cupp."katanya sambil menciumi lembut payudaranya Keyla sesekali menjilati dan mengenyot nya. Dan Keyla berusaha semampunya, agar tak mengeluarkan desahan nikmat ketika dengan lembut Marvin memainkan kedua payudaranya. Kemudian Marvin menghentikan permainan nya. Lantas dilanjutkan dengan meloloskan celana jeans yang digunakan Keyla berikut segi tiga yang menutupi lembah kenikmatan surgawi. Dan sekarang Keduanya polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh mereka. "M mas pelan pelan.." pinta Keyla ketika Marvin menggendong nya ala bridal style. Dan otomatis Keyla memeluk erat lehernya Marvin sebagai pegangan. "Iya sayang, mas akan pelan-pelan."jawabnya lembut. Namun janji hanya tinggal janji. Marvin seolah lupa dengan apa yang dijanjikannya. Dengan kasar, beringas dan brutal Marvin terus menggenjot tubuhnya diatas tubuh Keyla. Dan terus berpacu dengan kecepatan tinggi hingga ranjang dengan ukuran besar pun. Tak kuat menahan guncangan hebat dari dua sejoli tanpa ikatan pernikahan. Marvin terus bergerak maju-mundur hingga rasanya senjata Milik nya mentok sampai Kedinding rahim nya Keyla. Ini sungguh nikmat..ohh kau hanya milik ku Mikhayla.. hanya milikku "Mass.. t tolong berhenti s SAKIT MASSS.. S SAKIT MASSS.."pinta Keyla dengan lesu. "Tidak sayang ini sungguh nikmat! Aku tidak pernah merasakan kenikmatan seperti ini dari Starla. Ahhh kau hebat sayang.. kamu menjepit nikmat milik ku sayang.."erang Marvin menolak keinginan Keyla untuk menghentikan aktifitasnya. "AHHHH..MASSS.. SAKIT SAKIT!!"teriak Keyla dengan memukul kuat punggungnya Marvin. Namun Marvin seolah tuli dengan Teriakan Keyla yang terlihat tak baik baik. Hingga dia terus berpacu dengan kecepatan tinggi tanpa tahu jika Keyla tak sadarkan diri. "AHHHH Mikhayla...mas sayang kamu.."lolong Marvin ketika semburan larva meledak sempurna. "Hah!! D darah! Darah apa ini? Apa Keyla tengah datang bulan?