NovelToon NovelToon
Serpihan Luka Masa Lalu

Serpihan Luka Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: shadirazahran23

Bagi Arga, Yura adalah teka-teki yang menolak untuk dipecahkan. Ketika Ayu mencoba menyembuhkan lukanya, masa lalu Yura mulai terkuak. Sebuah rahasia terungkap dan pengabdian dikhianati. Arga terjebak dalam dilema: Tetap setia pada dia yang tak kunjung pulang, atau menyerah pada bahagia yang terasa berdosa? Di dunia ini, tidak ada yang benar-benar hilang tanpa meninggalkan bekas yang beracun.

"Hal tersulit dari kehilangan bukan tentang merelakan, tapi tentang ketakutan bahwa kau akan bahagia di atas penderitaan seseorang yang kau lupakan."

Followw akun IG @author_receh untuk info seputar novel lainnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shadirazahran23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Alunan melodi piano yang sangat familiar mulai memenuhi penjuru kafe. Itu adalah lagu "Rewrite The Stars," lagu yang dulu selalu Arga putar di mobilnya saat bersama Yura, lagu yang menjadi saksi bisu janji-janji manis mereka yang kini telah basi.

Arga terpaku. Biasanya, detak jantungnya akan terasa perih setiap kali lagu ini terdengar. Ingatannya akan otomatis melayang pada senyum Yura. Namun malam ini, ada sesuatu yang berbeda.

Ia menunduk, menatap jemari Ayu yang mungil dan telaten sedang menempelkan plester baru di luka tangannya. Ayu sempat terhenti sejenak, telinganya menangkap lagu itu. Gadis itu tahu, karena ia pernah melihat daftar lagu di ponsel Arga saat pemotretan tempo hari.

Ayu mendongak, matanya yang sedikit sembab bertemu dengan tatapan Arga yang intens. "Lagu ini... lagu Bapak dengan dia, kan?" tanya Ayu lirih, suaranya nyaris tenggelam di antara musik.

Ayu bersiap menarik tangannya, merasa dirinya adalah penyusup di tengah kenangan suci Arga. Ia merasa sudah saatnya ia pergi dan membiarkan Arga menikmati duka indahnya sendirian.

Namun, sebelum Ayu sempat beranjak, tangan Arga yang terluka itu justru bergerak cepat. Pria itu menggenggam pergelangan tangan Ayu dengan erat, seolah takut jika ia melepaskannya, Ayu akan menguap begitu saja bersama alunan lagu itu.

"Jangan pergi," bisik Arga. Suaranya pecah, ada ketakutan yang nyata di sana.

Ayu membeku. "Pak... lagu ini..."

"Lagu ini tidak lagi terasa menyakitkan seperti biasanya," potong Arga, matanya tidak lepas dari wajah Ayu. "Tiba-tiba saja... aku merasa takut. Aku takut jika lagu ini selesai, kamu juga akan pergi dari kursi ini dan membiarkanku kembali kedinginan sendirian."

Ayu bisa merasakan ibu jari Arga mengusap punggung tangannya dengan lembut. Arga baru menyadari satu hal yang mengerikan: selama tiga tahun ia takut kehilangan Yura, namun malam ini, untuk pertama kalinya, ia lebih takut kehilangan eksistensi Ayu yang nyata di hadapannya.

"Tetaplah di sini, Ayu. Sebentar saja. Sampai lagu ini habis... atau mungkin, sedikit lebih lama lagi," ucap Arga lagi, mengabaikan ego dan harga dirinya yang setinggi langit.

Ayu menatap tangan mereka yang bertautan di atas meja, di samping cangkir kopi yang sudah lama mendingin. Di bawah sorot lampu kafe yang temaram, Ayu menyadari bahwa pria es ini sedang memohon padanya untuk tidak dibiarkan tenggelam dalam masa lalunya sendiri.

Malam itu, trotoar di sepanjang jalan kota menjadi saksi perubahan besar dalam diri Arga. Pria yang biasanya berjalan dengan langkah kaku dan punggung tegak yang dingin, kini melangkah lebih santai. Tangannya menggenggam erat jemari Ayu, seolah tidak ingin ada celah udara sedikit pun di antara mereka.

Sifat asli Arga yang hangat, perhatian, dan sedikit protektif,sisi yang ia kubur dalam-dalam selama tiga tahun terakhir,mulai muncul ke permukaan. Ia sesekali menarik Ayu agar berjalan lebih jauh dari tepi jalan, atau sekadar memastikan langkah gadis itu tidak tersandung.

"Pak, kenapa liat-liat terus? Saya tahu saya cantik, tapi jangan sampai Bapak yang nabrak tiang listrik," cerocos Ayu, mencoba menutupi rasa gugupnya karena genggaman tangan Arga yang tak kunjung lepas.

Arga terkekeh pelan. "Ternyata benar, diammu itu hanya mitos. Kamu tetap berisik bahkan saat kita sedang jalan santai seperti ini."

Namun, suasana manis itu berubah dalam sekejap. Saat mereka hendak menyeberangi sebuah persimpangan jalan yang agak gelap, sebuah sepeda motor melaju kencang tanpa menyalakan lampu utama.

Vroom!

Suara deru mesin itu membelah kesunyian dengan sangat tiba-tiba. Motor itu melesat hanya beberapa inci dari posisi Ayu berdiri.

"Ayu, awas!" seru Arga.

Dengan sigap, Arga menarik lengan Ayu dan merengkuh pinggang gadis itu, memutarnya dengan gerakan cepat hingga punggung Ayu bersandar di dadanya yang bidang. Arga memeluk Ayu begitu erat, menjauhkannya dari maut yang nyaris menyerempet.

Dunia seolah berhenti berdetak.

Motor itu terus melaju tanpa rasa bersalah, meninggalkan kepulan asap dan keheningan yang mencekam. Di atas trotoar itu, Arga masih belum melepaskan dekapannya. Ia menyembunyikan wajahnya di puncak kepala Ayu, napasnya memburu karena rasa takut yang luar biasa.

Ayu membeku. Ia bisa merasakan dadanya naik turun dengan tidak beraturan. Namun, yang lebih mengejutkan adalah ia bisa merasakan detak jantung Arga yang berdegup sangat keras di punggungnya,sama kerasnya dengan detak jantungnya sendiri. Ritme jantung mereka seolah sedang saling beradu, menciptakan melodi panik sekaligus intim yang memenuhi rungu.

"Pak..." cicit Ayu lirih, tubuhnya masih gemetar.

"Diamlah sebentar," bisik Arga, suaranya terdengar serak. "Jangan bergerak. Biarkan aku memastikan kalau kamu benar-benar tidak apa-apa."

Tangan Arga yang melingkar di perut Ayu semakin mengencang. Arga baru menyadari, ketakutannya kehilangan Ayu jauh lebih nyata dan mengerikan daripada bayang-bayang masa lalunya. Di bawah temaram lampu jalan, dua orang yang terluka itu kini berdiri saling menopang, menyadari bahwa jantung mereka tidak lagi berdetak untuk kenangan, melainkan untuk satu sama lain yang sedang ada di dalam pelukan.

Di ujung jalan yang remang, beberapa puluh meter dari tempat Arga dan Ayu masih terhanyut dalam pelukan yang menyesakkan, pengendara motor itu menarik remnya dengan kasar. Suara decitan ban motor yang bergesekan dengan aspal tertutup oleh kebisingan kota yang menjauh.

Sosok itu menurunkan standar motornya, lalu perlahan membuka helm full-face hitamnya.

Ia tidak pergi. Ia justru berdiri mematung di kegelapan, matanya tertuju lurus pada pemandangan di seberang sana. Di bawah temaram lampu jalan yang berkedip, ia menyaksikan bagaimana Arga yang melindungi gadis itu.

Tangan sosok misterius itu mengepal begitu keras di atas tangki motor hingga buku-buku jarinya memutih. Rahangnya mengeras, menciptakan garis tajam yang dipenuhi amarah.

Ada kilat dendam yang membara di matanya, namun di balik itu, terselip ambisi yang jauh lebih gelap. Seolah ia baru saja menemukan titik lemah dari seorang Arga yang selama ini mustahil untuk ditaklukkan. Gadis di pelukan Arga itu bukan sekadar penghalang, melainkan bidak catur baru dalam permainan yang baru saja ia mulai.

"Jadi, itu kelemahanmu sekarang, Arga?" bisiknya sangat lirih, suaranya hilang ditelan angin malam yang dingin.

Ia menyunggingkan senyum tipis yang mengerikan—sebuah senyum kemenangan sebelum perang dimulai. Dengan gerakan tenang, ia kembali memakai helmnya, menyalakan mesin motor dengan raungan keras, dan melesat menghilang ke dalam kegelapan kota, meninggalkan Arga dan Ayu yang sama sekali tidak sadar bahwa maut baru saja mengincar mereka dari kejauhan.

Bersambung

1
Rahayu Ayu
Oooo....
Ternyata Ayu sudah kenal Yura
shadirazahran23: yessss
total 1 replies
moureza
betul sbnrnya apa yg disembunyiksn ayu?
Rahayu Ayu
Masih penasaran dengan rahasia yg Ayu sembunyikan, hingga sampai Ayu nekat meninggalkan Arga.
shadirazahran23: kita kasih yang tegang tegang dulu
total 2 replies
nayla tsaqif
Teka teki ttg yura gmn, thor,,??
shadirazahran23: nanti akan terungkap,sabar ya
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
mirip lh kn ayahnya 🤭
Wiwi Sukaesih: y bntr Thor
tp d kehidupan nyata ktny klw anak mirip ayahnya pasti salah satu ad yg ngalhin..ntah mitos ap fakta ....
total 2 replies
Alyka Raveena
apa ayu korban perkosaan?
koq pikiran ku langsung kesana ya Thor?
apa dibalik baju ayu yg selalu longgar ada sesuatu yg dia sembunyikan???
shadirazahran23: OMG 😱😱😱🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rusmini Mini
anak ayu dan arga...tp ayu gak kasih tau arga kalo dia hamil /Smug//Smug/
shadirazahran23: karena ada sesuatu,makanya Ayu gak ngasih tau
total 1 replies
Rusmini Mini
apa Ayu jg spt Yura meninggalkan Arga sendiri aduh aduh What really happened to Ayu.....is Ayu going to leave? /Whimper//Whimper/
Wiwi Sukaesih
msh rahasia rahasia ini ayu
smpe punya anak LG
....ank Arga ..
Wiwi Sukaesih: Siip lh dtnggu y 😍
total 2 replies
Rusmini Mini
aq bacanya kok pas puasa ya aq sKip 😞😞
Rusmini Mini
Arga bodoh move on napa Yura itu dah pergi knp kamu nanti capek dehh 🤦🤦
Wiwi Sukaesih
ahh ngegantung lg
shadirazahran23: Cucian kali di gantung
total 1 replies
Wiwi Sukaesih
penuh misteri
jd penasaran Thor...
Wiwi Sukaesih: ahh pling bsa ni KKA 😁
total 2 replies
Rahayu Ayu
Penasaran banget kak,
entah apa yg jadi rahasia Ayu, sampai Ayu mengaku salah
shadirazahran23: akupun penasaran.🤣
total 1 replies
Anonymous
Update nya yg banyak yaaa
falea sezi
lanjut
shadirazahran23: ditunggu ya kak
total 1 replies
falea sezi
Ded deg ya ga
Rusmini Mini
siapa org dekil itu
Wiwi Sukaesih
penuh teka teki ....
up LG Thor 😍
mg org yg td manggil Arga g d apa apain SM org misterius it
Rusmini Mini
itu ser serran cinta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!